MySam

MySam
First Night



Sam membuka pintu kaca kamar mandi dan mendapati tubuh polos Maya di bawah guyuran shower. Dengan lembut Sam menarik tubuh istrinya kedalam pelukan dan masih di bawah guyuran air shower yang mereka atur dengan mode heavy rain yang melebar. Sam membelai lembut wajah Maya, menyisir perlahan rambut hitam itu hingga ia bisa merasakan kelembutan leher jenjang Maya. Samuel mencondongkan wajahnya untuk mendekat ke arah bibir peach Maya. Membuat Maya berjinjit kecil, memejamkan kedua netra serta melingkarkan kedua lengan ke leher kokoh Samuel.


Bibir Sam terus melakukan pergerakan, mencium lembut bibir peach Maya sembari menangkupkan salah satu tangannya ke leher belakang Maya, menggenggam leher jenjang itu dengan sangat lembut. Sam sangat berhati-hati memperlakukan istrinya, seolah Maya adalah boneka yang terbuat dari porselin yang mudah pecah. Sam tidak ingin menyakiti gadis yang kini telah menjadi istrinya.


"Sam....." lirih Maya ketika suaminya semakin menurunkan ciuman ke lehernya, tangan kanan Sam meraba paha mulus Maya dan mengangkat kaki kiri Maya untuk berada di pinggangnya. Ciuman bibir Sam semakin intens, kini menyusur ke arah dua bongkahan bulat milik Maya.


Membuat Maya merasakan sensasi aneh untuk pertama kalinya, dan Sam sadar jika ini adalah untuk kali pertama Maya membiarkan dirinya menyentuh tubuh gadis itu dengan sangat intim. Sam tidak ingin sedikitpun melukai Maya, dengan sangat hati-hati ia melakukan segala pergerakannya.


"Is this the first one for you, dear?" tanya Sam sedikit berbisik.


Maya mengangguk pelan, semakin mengeratkan lingkaran lengannya ke leher Samuel.


"And I will do it very gently, dear." Sam kembali berbisik. Maya kembali mengangguk, merasakan tiap sentuhan yang Sam berikan.


Sam kini membawa tubuh Maya masuk ke dalam bathtub yang telah terisi air sabun dengan aroma mawar ditambah dengan ribuan kelopak mawar yang menggenang di atasnya.


Mendudukan tubuh polos Maya ke dalam pangkuannya, mereka saling berpangku di dalam bathtub yang telah bercampur busa sabun beraroma dan juga kelopak mawar merah. Maya memunggungi Sam, menyandarkan kepalanya ke dada telanjang Samuel, sementara Sam... jemari tangannya bermain dengan pundak mulus Maya, mengusapnya perlahan, sesekali ciuman kecilnya mendarat di kedua pundak Maya. Tubuh polos mereka kini saling menyatu.


Ciuman Sam menyusur hingga turun ke leher dan bahu belakang Maya, meninggalkan hickey tanda kepemilikan Sam.


Sementara kedua tangannya beringsut ke arah kedua bulatan kembar milik Maya yang begitu menyembul sempurna. Memainkan dua bulatan kecil yang kini menantang, seolah ingin disentuh oleh suaminya.


"Kamu mau melanjutkan di ranjang pengantin kita, sayang?" tanya Sam lembut.


Maya mengangguk pelan, memandang sayu wajah Sam. Jantungnya berdegup kencang, bergemuruh merasakan hawa panas yang kini menjalar ke seluruh tubuhnya.


Samuel bangkit, mengulurkan tangannya ke arah Maya, membantu istrinya untuk berdiri dari bathtub, menahan tubuh istrinya untuk tidak terjatuh dari bathtub.


Kembali Sam menggendong tubuh Maya ala bridal style keluar dari kamar mandi, lekat memandang iris hitam istrinya yang kini mulai terlihat sayu dan sangat menggoda.


Tubuh polos mereka masih basah oleh air sabun dan keduanya tidak peduli. Sam merebahkan tubuh polos Maya perlahan di atas ranjang yang bertabur ribuan kelopak mawar merah. Sam pun kini merebahkan tubuhnya di atas Maya.


Kembali bibir Sam mencium lembut bibir istrinya yang tentu saja dibalas oleh Maya, mereka bahkan saling bertukar saliva, tangan kanan Sam menyusuri dua bulatan kembar Maya hingga kini bibir tebal Sam beringsut turun semakin ke bawah. Leguhan demi leguhan keluar dari bibir Maya. "Aaarrggghhh.... Sam...." desah Maya pelan.


Sam tidak bisa menahan diri melihat dua bongkahan bulat milik Maya yang kini menyembul sempurna, memainkan kecupan hangat di sana.


"You want more, honey?" tanya Sam lembut.


Maya mengangguk pelan dan mengelus wajah Sam. "Tolong, lakukan dengan perlahan ya sayang," pinta Maya dengan setengah berbisik.


"Of course, baby...." jawab Sam tenang.


Bibir Sam menyusuri seluruh lekuk tubuh Maya. Lalu Sam menindih tubuh Maya, bibir dan lidahnya menyentuh, mencumbu dan menjilati tubuh Maya tanpa terkecuali.


Maya merasakan kehangatan di seluruh tubuhnya, ia meremas rambut Sam sambil mengerang menikmati seluruh cumbuan Sam. Hingga junior Sam mulai memasuki **** ***** Maya.


"Maaf, sayang... kamu tahan sebentar ya." bisik Sam, kini ia melembutkan pergerakannya. Berusaha membuat kenyamanan untuk Maya.


Sam semakin memaju mundurkan pinggulnya, sesekali kecupan kecil ia daratkan ke seluruh wajah dan bibir Maya, mencoba membuat istrinya nyaman dengan penyatuan mereka. Menenggelamkan kepalanya kini di dua bukit kembar Maya, sesekali bibir Sam mencium dada dan memainkan dua bulatan kecil berwarna pink pucat.


Sedangkan kedua tangan Maya meremas kuat punggung Sam yang berada di atas tubuhnya.


"I love you, istriku...." bisik Sam lembut.


.....


Pagi menyapa, sinar mentari dengan leluasanya menyusup di sela-sela tirai kamar hotel yang sedikit terbuka.


Sam lekat memandangi wajah damai istrinya yang terlelap dalam pelukan tubuh atletisnya. Maya tidur laksana seorang bayi mungil, begitu damai.


Sam menarik senyuman kecil memandangi wajah istrinya. Fajar itu sebelum melakukan sholat subuh, mereka sama-sama terbangun dengan terkejut, melihat sosok lain yang berada di samping mereka masing-masing, dengan posisi tidur saling berpeluk. Hingga akhirnya setelah kesadaran mulai terkumpul, baik Maya dan Samuel sama-sama tertawa kecil. "Bukankah kita sudah sah menjadi suami istri, sayang?" kekeh Maya lucu, dan Sam pun tertawa kecil, mengacak-acak rambut hitam gadis itu.


Mereka kembali tidur berpeluk setelah sama-sama melakukan ibadah sholat subuh dengan Sam yang menjadi imam. Hingga pagi ini, ketika mentari mulai terlihat menyembul keluar dan menyusup masuk ke dalam kamar hotel mereka.


Sam masih saja mengamati wajah Maya lekat, tersenyum kecil melihat wajah cantik itu. Bahkan istrinya tetap terlihat sangat cantik meski tanpa sedikitpun polesan make up di wajahnya. Sam tidak bisa mengabaikan pipi chubby yang selalu bersemu kemerahan itu untuk tidak menciumnya.


Sam mencium pelan pipi chubby Maya, tangan kanannya mengelus puncak kepala istrinya sedangkan tangan yang satunya masih erat memeluk tubuh Maya yang terlelap.


"Morning, baby...." sapa Sam begitu Maya menggeliat, membuka perlahan kedua netra hitam pekat itu.


"Pagi, suami....." balas Maya yang masih menggeliat memeluk tubuh Sam. Kini ia sedikit mendongak ke arah Samuel, meskipun dengan mata yang masih sedikit terpejam.


"Sudah tidak kaget lagi melihat aku tidur di samping kamu, May?" goda Samuel, membelai lembut anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya. Sam tersenyum kecil melihat wajah polos Maya di pagi hari. Bibir peach istrinya selalu menggoda untuk berkali-kali mendaratkan kecupan hangat di sana.


"Aku harus mulai terbiasa dengan ini, bukan?" balas Maya, semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Samuel, menghamburkan wajahnya ke pelukan hangat dada bidang suaminya.


"Aku bahagia, Sam." ucap Maya, memandang lembut wajah Sam.


"Kamu adalah kebahagiaanku, sayang." Samuel menjawab tak kalah lembutnya. Menempatkan telapak tangannya di pipi Maya, mengelus lembut pipi chubby istrinya lalu kembali Sam merengkuh erat tubuh Maya dalam dekapannya. Kembali saling menyatukan bibir masing-masing, melakukan pergerakan kecil di sana. Tubuh polos mereka yang terbalut selimut tebal kini kembali saling berpeluk erat. Sesekali terdengar ******* berat keduanya yang memenuhi seluruh ruangan luas dan elegan itu.


"We do it again, honey?" bisik Sam menggoda. Maya tersenyum tersipu, rona merah kini memenuhi seluruh wajah ayu nya ketika kepala Maya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Sam.


Mambuat Sam semakin intens melakukan pergerakan menguasai tubuh Maya. "I love you Mrs. Perdana...." Sam membisikkan lembut ditengah segala pergerakannya. Mencium lembut wajah istrinya yang kini memandang sayu di bawah tubuh kekar Samuel.


to be continue....


Maaf dg 21+ nya, krn alurnya mmng hrs bgt dan penulis buat sehalus mungkin krn bln puasa, maaf jika masih tdk sempurna 🙏