MySam

MySam
After Last Night



Maya kembali mengeratkan hoodie berwana pink, pagi ini dia merasa tidak enak badan. Entah kenapa, apa mungkin dia kepikiran dengan apa yang dia lihat semalam? Entahlah tapi yang jelas Maya kini merasa muak dengan El dan juga dengan dirinya sendiri.


Sampai detik ini pun Elano belum juga menghubungi dia kembali, setidaknya untuk bicara soal kejadian semalam. Melihat apa yang telah dilakukan Elano semalam, membuat Maya sedikit berfikir buruk terhadap Samuel.


Apakah Sam juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Elano nantinya?


Apakah dibelakang Maya, Sam juga berselingkuh dengan gadis lain?


Mungkin ini juga kesalahan Maya sehingga Tuhan menghukum dia dengan melihat secara langsung perselingkuhan Elano.


Bukankah lo juga selingkuh dengan bos lo sendiri May?


Pernyataan itulah yang selalu terngiang di kepala Maya.


Dia memang mencintai Samuel dan rasa itu terjadi begitu saja tanpa dia minta, apa kah itu salah?


Kembali suara hati Maya bergejolak dalam kepalanya.


Ahhh.... kepala Maya serasa berat, kedua iris hitam nya kini sangat pedih.


"Lo sakit apa Maya?" Tanya Airin lewat sambungan seluler begitu dia tahu kalau Maya tidak berangkat kerja hari ini.


"Gak enak badan Rin, tadi gue udah izin sama HRD kok jadi lo tenang aja."


"Lo udah izin sama Sam?" tanya Airin dari seberang sana.


Maya terlihat termenung sebentar sebelum akhirnya dia berusaha mengalihkan pembicaraan Airin.


"Udah deh, sana lo kerja yang bener, bye..."


Tuuuttt....tuuttt....


potong Maya, dia mematikan sambungan seluler nya.


Sam...??


Tadi Maya belum menghubungi cowo itu, rasanya Maya ingin sebentar saja berusaha tidak terlalu memikirkan Sam dulu.


***


Melbourne


El menarik kembali selimut tebal yang melindungi tubuh mereka, Freya kembali menggeliat mendekap tubuh atletis El.


Elano mengecup lembut kening Freya yang saat ini sangat dekat dengan dirinya, Freya menyandarkan kepalanya ke dada bidang El dengan kedua lengan yang menggelayut mesra lengan El.


"Morning beb..."


"Morning, kamu mau sarapan apa Fe?"


Freya mengernyit sebentar, lalu menatap El dengan pandangan tidak percaya.


"Kamu bisa bikin sarapan sendiri El?" Tanya Freya seolah tak percaya, senyuman kecil dia tarik kembali di kedua sudut bibirnya.


"Aku udah biasa bikin sarapan dan makan malam sendiri." Elano mengelus lembut pipi Freya.


Kini kedua iris mereka yang sama-sama kecoklatan saling memandang lekat.


Elano merasa sudah tergila-gila dengan gadis yang ada di hadapannya saat ini.


"Aku buatin omlet sama susu hangat ya." Ucap El seraya bangkit dari rebahan, Freya cepat-cepat meraih tangan El dan menarik nya kembali kedalam dekapan tubuh gadis itu yang tanpa penghalang selembar kain pun.


"Thanks El." Lirih Freya dan dengan cepat dia kembali menautkan bibir pink nya ke bibir El. Kembali mereka melakukan morning kiss yang sangat panas.


"Sssshhhh Aahhh I love you El." Desah Freya, El hanya tersenyum kecil dan kembali mencium kening Freya.


Elano bangkit dari atas bed lalu berjalan menuju pantry apartement nya.


Tatapan Freya masih lekat memandang kepergian El, senyuman kembali tertarik disana. Apa gue jatuh hati kali ini?, pikir Freya.


Dulu ada seseorang dalam hidup Freya, seseorang yang sangat dia cintai hingga dia melukai hati cowo itu dan Freya sangat menyesalinya.


Namun kejadian itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Freya sadar life must go on.


Dia tidak mungkin juga terus meratapi kejadian di masa lalu nya.


***


Kantor Samuel


"Maya kenapa gak masuk hari ini Rin? Lo tau kenapa?"


"Maya gak enak badan pak, emangnya dia gak bilang apa-apa sama bapak?"


Sam kembali menautkan kedua alis tebalnya, beberapa kali dia menggelengkan kepala pelan.


"Sakit apa dia?" Tanya Sam lagi.


"Saya juga gak tau pak, mungkin kecapean."


Kali ini ekspresi Sam sedikit kebingungan.


"Ya sudah lo boleh kembali kerja." Ucap Sam yang diikuti anggukan kepala Airin.


"Permisi pak."


Airin keluar dari ruangan Sam.


CEO itu tiba-tiba tidak dalam mood baik untuk melanjutkan kembali kerjaan nya. Kenapa Maya tidak bilang apa-apa sama dia? Pikir Sam.


"Bay, lo hendel semua meeting pagi ini. Gue ada keperluan sebentar."


"Oh ya Sam, gue tau lo sama Maya ada hubungan dekat kan." Ucap Bayu lagi, kali ini Sam melihat ke arah Bayu.


"Tau dari mana lo? Kenapa? lo cemburu?" Dengus Sam.


"Hahaha gue gak ada hati buat Maya ngapain mesti cemburu? Yang gue sukai Airin sahabat Maya." Jawab Bayu kali ini, dengan sedikit kekehan kecil.


Sam membolakan matanya dan kembali menatap Bayu.


"Jadi lo suka sama Airin? Bagus lah..."


Desis Sam dengan seringai lebar.


"Hahaha Sam... Sam... lo itu gak pernah berubah dari dulu."


Tonjokan kecil Bayu mendarat di dada Sam, cowo itu hanya tertawa lega.


"Udah lo ntar handel semua meeting hari ini sama klien, gue gak mau tau pokoknya harus goal kerja sama kita." Titah Sam lagi, kembali mereka melakukan pelukan khas ala cowo.


"Siap, lo tenang aja." Jawab Bayu yang juga membalas pelukan Sam.


Sam melangkah meninggalkan kantor, dia harus menemui Maya.


***


Sam hampir saja melangkah memasuki mobil hingga sebuah suara terdengar memanggil namanya.


"Sam....!!!"


Samuel menoleh sumber suara yang ternyata Martha, gadis itu dengan anggun nya meliukkan tubuh indahnya ke arah Sam.


"Sam, kamu mau kemana?"


"Bukan urusan lo." Dengus Sam tanpa menghiraukan Martha.


"Sam !!"


Pekik Martha lagi, kali ini gadis itu mencegah tangan Sam yang hendak membuka pintu mobil.


"Lo apaan lagi si Tha? Gue bener-bener heran sama lo."


"Gue yang heran sama lo Sam, kita udah lama kenal dan gue cinta sama lo."


Desis Martha kali ini, kini mata oriental gadis itu menatap Sam tajam.


Kembali Sam mendengus kasar, dia bersandar ke body mobil dan melipat kedua tangannya tepat di dadanya.


"Sekarang mau lo apa si Tha?"


"Gue mau lo juga cinta sama gue."


"Bullshit, lo tau gue gak bisa." Jawab Sam enteng, sorot mata Martha terlihat murka.


"Gue mau lo temenin gue clubing malam ini." Satu lagi permintaan Martha.


"Gue gak bisa."


"Kenapa Sam? Bukannya itu tempat favorit kamu?" Selidik Martha dengan sedikit dahi mengernyit.


"Itu dulu." Ucap Sam cuek, kini cowo itu kembali menaiki sedan sport nya mengacuhkan Martha.


"Sam.... kamu mau kemana si? Aku belum selesai ngomong."


Martha mendengus kesal, bibirnya dia manyunkan kembali.


Bukan urusan lo." Jawab Sam sambil melajukan sedan hitam nya dan lagi-lagi tanpa menghiraukan Martha.


"Sam...!!! Ish...!! Awas ya gue akan bikin perhitungan sama gadis kampung lo itu Sam." Decih Martha kesal, lirikan mengerikan terlihat di kedua bola mata tajamnya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


"Tante... aku kesel sama Sam." Rengek Martha begitu gadis itu sudah berada di dekat Anita.


"Kesel kenapa si Tha?"


"Sam selalu saja mengabaikan aku tapi dia malah lebih milih gadis kampung itu."


"Maksud kamu gadis kampung?" Kali ini kedua mata Anita menyipit heran.


"Siapa lagi kalo bukan asisten Sam itu tant." Dengus Martha.


"Maya maksud kamu? Emang Sam ngapain sama Maya?"


"Hari ini aja Sam gak ngantor malah pergi tadi, pasti deh ke rumah si asistennya itu."


Dengus Martha kesal.


Anita terdiam sebentar. Jika Maya memberikan pengaruh buruk buat Sam dan perusahaan tentu saja Anita tidak akan tinggal diam.


"Tante, kok malah diem aja si? Gimana nih tant? Pernikahan aku sama Sam bisa batal gara-gara cewe kampung itu." Rengek Martha lagi.


"Kamu tenang aja Tha, biar tante yang ngurus."


Anita meraih pundak Martha dan menepuknya pelan.


"Sam kita harus bicara." Lirih Anita dalam hati.


>>> To be continue