MySam

MySam
It's a Happy Ending



Enam tahun kemudian....


Hari ini ulang tahun ke enam Benua dan Samantha.


Maya menghembuskan napas lega setelah memastikan segala persiapan perayaan ulang tahun kedua buah hatinya bisa dibilang sembilan puluh sembilan persen selesai.


Tahun ini akan seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja mungkin undangan yang hadir akan minus dua anggota keluarga, yaitu Daniel dan Tessa.


Pekerjaan Daniel di Australia yang mengharuskan mereka tidak dapat hadir dalam perayaan ulang tahun keponakan kembarnya.


Namun beberapa hari sebelumnya, Daniel memastikan jika dia akan melakukan vidio call dan mengirim kado kejutan untuk kedua keponakan kembarnya di malam perayaan ulang tahun mereka.


Ponsel pipih Maya tiba-tiba berdering menyela segala lamunannya saat ini.


Ia lirik sebentar hingga akhirnya senyuman merekah Maya mengembang di sudut bibir peach yang masih selalu terlihat menawan.


"Sayang___ iya semuanya hampir selesai___hhmm kamu hati-hati pulangnya, okey?___ kami menunggu kamu, Sam___ hhm.... love you more, suami."


klik...


Ia meletakkan kembali ponsel pintarnya begitu sambungan telepon dari Sam berakhir.


"Mommy.....!! kak Am nakal..... ganggu-in Sammy terus...." rengek seorang gadis kecil bersurai ikal sembari memeluk boneka teddy bear mungil.


Maya tersenyum sebentar sebelum akhirnya ia membentangkan kedua lengannya lalu membawa gadis kecil itu ke dalam pangkuannya.


"Sammy.... itu tandanya kakak Am sayang sama Sam."


"Gak Mommy.....! Kak Am nakal kak Am gak sayang Sam..." protes Samantha lucu.


Maya kembali tersenyum sebentar sembari mengelus lembut puncak kepala Samantha.


"Anak mommy udah besar, minta kado apa dari mommy, hm?" Maya memandang lekat wajah mungil Samantha yang kini tengah berekspresi seperti sedang berfikir.


"Sam minta.... Mommy-Daddy sayang terus ama Sam dan kak Ben," ujar Samantha lucu. Tangan mungilnya pun kini memainkan ujung rambut ibunya yang tergerai begitu saja.


"Oh ya Sam juga minta Moms-Dad sayang kak Am...." usul Samantha lagi.


"Walau kak Am nakal tapi Sam sayang kak Am...." ucap gadis kecil itu dengan ekspresi wajah menggemaskan. Netra coklat jernihnya seolah terdapat ribuan gemintang yang sedang bersinar.


"Iya sayang, Moms-Dad akan selalu sayang kalian sampai kapan pun."


Maya memeluk punggung kecil putrinya lalu mendaratkan serbuan kecupan kecil ke wajah ke-indo-an putrinya. Sungguh mirip dengan ayahnya.... pikir Maya geli.


"Sam....!! ayo sini...! kak Am buatin mainan untuk kamu....!" seru Samudra dari balik dinding bersekat yang terhubung dengan taman belakang, tempat mereka akan mengadakan pesta ulang tahun.


"Tuh kak Am manggil....." ucap Maya.


"Sammy....! ada Ben juga lho di sini....!! kalo gak keluar nanti kak Am sama kak Ben tinggal lho....!"


Netra Samantha membola begitu mendengar ancaman gurauan dari Samudra.


"Hm, tunggu sebentar kak.....!!" teriak Samantha kecil.


"Mommy.... Sam mo sama kak Am dulu yah?" ucap Samantha lucu.


Maya mengangguk pelan, ia pun menurunkan tubuh mungil Samantha dan kembali mendaratkan kecupan kecil di kedua pipinya.


"Hati-hati sayang....."


"Hm...." Samantha mengangguk patuh, lalu berlari menuju arah Samudra dan juga kembarannya yaitu Benua.


Senyuman kecil Maya kembali mengembang begitu melihat tingkah lucu gadis kecilnya.


Waktu tak terasa begitu cepat berlalu, melihat ketiga buah hatinya tumbuh besar adalah kebahagiaan buat Maya. Dan dia berharap akan selalu ada dirinya dan Samuel untuk bisa selalu menyaksikan anak-anak lucu itu tumbuh dewasa.


Dan itu adalah harapan terbesar Maya saat ini.


...


Tepuk tangan dari beberapa tamu yang hadir pun bergemuruh riyuh begitu lilin ulang tahun, mereka tiup bersama.


Benua dan Samantha pun berhambur ke pelukan Maya dan Samuel yang berdiri tak jauh dari mereka. Tubuh kekar sang ayah selalu menjadi tempat bergelayut terfavorit bagi Benua dan Samantha.


Sam mencium kedua puncak kepala anaknya. Begitupun dengan Maya, ia memeluk hangat Benua dan Samantha.


Tak ketinggalan, Anita dan juga Permana pun memberikan peluk dan cium pada cucu-cucu kesayangan mereka.


Senyum bahagia tampak di wajah Anita dan juga Permana. Kini keluarga mereka telah lengkap.


Samuel dan Maya serta anak-anak mereka dan kini ditambah lagi dengan kehadiran Daniel dan istrinya, Theresia.


Anita berkali-kali tersenyum bahagia melihat keluarga kecil Sam dan juga Maya yang begitu sempurna.


Keduanya pun kini terlihat ikut membaur dalam kebahagiaan anak dan cucu-cucunya.


....


Samuel meraih pinggang Maya dan memeluknya hangat. Ia pun menarik perlahan tubuh Maya dan membawanya ke taman bunga mawar dan anggrek yang berada tak jauh dari tempat pesta ulang tahun si kembar di adakan.


"Sam.... kenapa kita malah kesini, hm?" tanya Maya heran.


Sam tersenyum sejenak dan kembali memeluk tubuh istrinya yang tidak pernah berubah.


"Aku kangen sama kamu, sayang..." bisik Samuel lembut.


Mereka berdiri saling berhadapan, dengan jemari Samuel yang begitu lembut membelai wajah dan juga rambut hitam Maya.


"Ish-kamu ini, tiap hari kan kita ketemu, Sam...." kekeh Maya.


"Iya-tapi aku masih selalu kangen kamu meski gak liat kamu sedetik aja," jawab Samuel.


Ia masih saja menatap lekat wajah Maya yang kini kembali merona dan itu bukan karena blass on yang Maya pakai.


"Sayang, kamu ini paling pintar bikin aku malu," kekeh Maya geli.


"Makasih, sayang....."


"Hm?"


"Makasih karena memberikan aku dua anak terhebat."


Maya mengangguk pelan.


"Mereka hebat karena mempunyai daddy yang super hebat, hehehehe....." tawa Maya.


Ia pun mengeratkan kedua lengannya di pinggang Samuel.


Perlahan wajah Samuel semakin mendekat dan hanya dalam sedetik, Sam telah memiringkan wajahnya.


Satu ciuman Samuel mendarat di bibir peach Maya yang tetap terasa manis.


"I will always falling in love with you, my Maya...." bisik Samuel tepat di telinga Maya.


"Aku juga, Sam...."


Maya kali ini memajukan beberapa centi wajahnya. Ia pun mendekatkan bibirnya ke arah bibir Samuel.


Bibir Maya melakukan pergerakan kecil di sana. Memaut bibir tebal suaminya dan menciumnya dengan ada sedikit pertukaran saliva dari keduanya.


"Terima kasih sudah menjadi suami dan ayah terhebat, Sam...." ucap Maya setelah beberapa menit bibir keduanya saling berpaut lembut.


Samuel tersenyum lembut, ia belai wajah cantik istrinya dan sesekali menciumi wajah perempuannya itu.


"Kalian adalah segalanya buat ku.... dan tidak akan ada yang sanggup menggantikan posisi kalian di hatiku, sayang."


Sam kembali mencium bibir Maya untuk beberapa detik.


"I love you my Maya...."


"I love you more, my Sam...." jawab Maya lirih.


Kembali mereka saling berpeluk.


Sam benar-benar tidak akan pernah melepas perempuan yang saat ini berada dalam dekapannya.


Perempuan yang menyempurnakan hidupnya. Perempuan yang telah menjadi ibu dari anak-anaknya.


Keduanya kini saling berpeluk erat, mereka benar-benar telah berusaha sembunyi dari hiruk pikuk pesta ulang tahun dari dua anak kembar yang berusia enam tahun.


"Sayang....."


"Hm?"


"Gimana kalo kita bikin anak ke-empat?"


"Samuel.....!!" pekik Maya.


Serbuan cubitan kecil Maya pun mendarat di pinggang Sam dan dibalas oleh suara tawa Sam dengan sedikit ringis kesakitan.


"Satu lagi, sayang...."


"Gak....!!"


"Cewe lagi--- Ya sayang....?? please...."


"Gak Sam.....!"


Samuel menggelitik pinggang Maya.


"Hahahaha..... !! Sam geli ih- Sam....!!!


Gelak tawa keduanya pun kini terdengar.


"Love you my love...." bisik Samuel.


Bibir keduanya pun kini kembali saling berpaut lembut.


...****************...


...The End...


catatan penulis,


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini dari awal๐Ÿ˜š dari yang tulisannya amburadul (mungkin sampai end pun masih amburadul ya๐Ÿคญ) but Thank's buat yg sudah suport cerita ini, dan mungkin.... akan ada skuel dari cerita MySam.


Mungkin kisah dari anak-anak mereka? Maybe....


Mungkin cerita dg judul Samudra&Samantha akan jadi project saya setelah ini, dan spil ceritanya akan saya up sbg bab tambahan d cerita ini.


Mohon doa dan dukungan akak2 semua ya๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


See U.....