
Melbourne
Elano kembali berjalan menyusuri sepanjang trotoar taman kota Melbourne, saat ini sedang musim semi sehingga banyak warga disana termasuk El berjalan menikmati udara segar di musim semi.
Pagi ini kebetulan weekend dan El tidak sedang ada kesibukan apapun jadi dia memutuskan untuk memarkir mobilnya di tepi jalan taman, mungkin iseng untuk sekedar berjalan pagi di taman kota Melbourne.
El menikmati lagu klasik milik Mariah Carry dari Ipod nya. Tiba-tiba pandangan mata El tertuju ke arah seorang gadis bersurai ikal kemerahan, Freya...? Pikir El.
Iya gadis itu benar-benar Freya, gadis yang El temui beberapa malam yang lalu dan hanya beberapa jam saja sudah membuat El tidak kuasa berhenti memikirkan nya.
Taman pagi itu terlihat lumayan ramai, El masih mencoba mengamati lagi dan memastikan jika gadis itu benar-benar orang yang dia maksud.
"Fe...!!!" Seru El begitu dia sudah yakin dengan apa yang dia lihat.
Gadis yang dipanggil Fe itu pun menoleh ke arah El, surai panjang ikal kemerahan dia kibaskan dengan sangat anggun.
Freya menoleh ke arah El dan tersenyum manis, sungguh senyuman yang bisa meluluhkan hati El walau dari kejauhan dia melihatnya.
El melambaikan tangan ke arah Freya dan diikuti langkah kaki Freya mulai mendekati cowo itu.
"Hai... nice to see you this morning." Senyum Freya, ah... senyuman itu selalu saja bisa membuat Elano berbinar.
"Me too, oh ya mau joging atau hanya sekedar jalan-jalan?" Tanya El.
"Just take a walk and having fun, aku bosen tiap pagi ketemu aktifitas sehari-hari itu mulu heee." Freya sedikit tertawa kecil.
"Eemm lo tiap pagi ke taman kota?" Tanya Freya, kali ini dia duduk di salah satu kursi taman yang saat itu dekat dengan posisi El berdiri.
"Hhmm, baru pagi ini eh malah ketemu lo." Jawab El yang juga sedikit terkekeh.
"Kayak jodoh ya kita hahaha...!!" Celetuk Freya yang mencoba becanda.
"I don't mind." Jawab El dengan ekspresi setengah serius dan becanda.
"By the way, gue laper lo mau nemenin gue sarapan?" Ajak Elano kali ini.
Freya sedikit berfikir sejenak hingga akhirnya gadis itu mengangguk tanda setuju dengan ajakan El.
"Good..."
Elano kembali tersenyum kecil lalu berjalan yang diikuti langkah Freya di sampingnya.
****
Elano duduk berdua bersama Freya pagi ini, secangkir latte pesanan mereka kini menemani sepotong kue black forest yang sangat manis. Freya menolak saat El mengajaknya untuk makan steak pagi itu.
"Aku gak biasa makan berat di jam segini El, sorry..." tolak Freya saat itu.
El mengangguk pelan memahami kebiasaan Freya. Kebanyakan cewe memang begitu, sangat menjaga penampilan mereka.
"Kamu kuliah dimana Fe?" Tanya El sambil menyesap latte di genggamannya.
"Monash." Jawab Freya antusias.
El membolakan matanya takjub.
"Hhmm kampus yang sangat bagus." Balas El dengan senyuman mengembang.
"Oh ya El, boleh kapan-kapan aku main ke apartemen kamu?" Tanya Freya to the point.
El mengangguk cepat. "Boleh lah, atau pulang dari sini kita mampir dulu ke apartemen ku?" Ajak El, Freya langsung mengangguk menerima ajakan El.
"Ntar ada yang marah gak kalo aku ke apartemen kamu?" Tanya Freya.
"El..." sapa Freya mengusik lamunan Elano.
"Eh, siapa yang akan marah? Kan gue sendiri di Melbourne." Ucap El dengan sedikit gugup, kegugupan yang berusaha dia sembunyikan.
Freya mengangguk kecil dan tersenyum.
Ah lagian Freya tidak peduli jika kemungkinan ada gadis lain di Jakarta, lagian saat ini El hanya sendirian di Melbourne, pikir Freya.
Mereka kembali saling tertawa kecil, mengobrol segala hal yang tidak ada kaitannya dengan mereka.
Terkadang mereka membicarakan bagaimana hujan turun di saat mentari sedang terik-teriknya. Atau bahkan mereka membahas makanan apa saja yang biasa dimakan oleh kupu-kupu.
Bukan hal yang penting memang namun El dan Freya sangat menikmati semua kebersamaan mereka saat ini.
Membicarakan semua hal yang bukan tentang mereka adalah salah satu moment yang bisa membuat El dan Freya terlihat bisa tertawa bahagia bersama.
"Hahaha gimana caranya membedakan kupu-kupu jantan dan betina coba?"
Tanya Freya dengan senyuman yang kembali mengembang.
"Entahlah, mungkin ada bijinya kali?" Jawab El dengan gelak tawa.
"Ish, emang salak ada bijinya? Hahaha." Kekeh Freya disela obrolan mereka.
El kembali tertawa mendengar celotehan gadis cantik itu.
***
Jakarta
Martha kembali berjalan mengetukkan pelan heels nya di koridor kantor Sam. Perlahan dia membuka pintu ruangan Sam dan langsung mendekap erat punggung CEO tersebut.
Membuat Sam sedikit terkejut, terlebih Maya. Dia membolakan kedua matanya tajam ke arah Martha dan Sam.
"Lo apaan sih Tha!!" Ketus Sam, dia berusaha merenggangkan pelukan erat Martha.
"Aku kangen kamu sayang."
Martha masih saja menggelayut mesra ke pundak dan leher Sam. Bahkan kecupan kecil Martha mendarat di salah satu pipi Sam.
Maya masih mencoba bersikap tenang, walau dalam hati gadis itu tentu saja ingin sekali berteriak dan menampar wajah cantik Martha.
"Cukup ya Tha, gue gak suka lo seenaknya datang ke kantor gue." Erang Sam kesal.
"Tante setuju kok kalau aku ke kantor kamu, sebentar lagi kita tunangan sayang... dan mama kamu setuju, malah pengen kita cepet-cepet nikah." Jawab Martha manja.
Bagai tersambar petir siang itu, Maya kembali memandang nanar ke arah Sam.
Hampir saja cairan bening lolos dari kedua sudut mata Maya.
Dengan cepat gadis itu berlari keluar ruangan, Maya tidak ingin Sam melihat air matanya berderai keluar.
"Maya...!!" Sam berusaha mengejar, namun lagi-lagi Martha dengan cepat meraih lengan Sam.
"Lepasin gue!!" Teriak Samuel, membuat Martha sedikit bergidik ketakutan.
Sam keluar dari ruangan dengan sedikit berlari kecil berusaha mengejar Maya.
>>> To be continue