
Maya semakin mengeratkan pelukannya ke pinggang Samuel, saat-saat seperti ini yang selalu ia rindukan. Berada dalam dekapan hangat suaminya dan bermanja-manja dengan sang suami.
"Kenapa sayang? Kamu masih ingin berada di Paris, hhhmmm....?"
Maya menggeleng, semakin mengeratkan lingkaran lengannya di pinggang kekar Samuel. "Aku senang kita seperti ini, Sam. Dan aku mau kita seperti ini terus," ucap Maya yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Iya, sayang." Sam mencium lembut puncak kepala Maya dan semakin mendekap erat tubuh istrinya.
.....
Hari ini dua bulan sudah berlalu sejak pernikahan mereka dan sepulangnya dari Paris, hari-hari mereka selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Meskipun keduanya kini telah sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing. Samuel yang kembali disibukkan dengan pekerjaannya dan begitupun dengan Maya yang kini disibukkan dengan kegiatan barunya yaitu mengurus cafe bersama Martha.
Cafe yang mereka beri nama M2M Cafe n' Resort, yang artinya dua M, adalah inisial dari nama mereka Maya-Martha. Martha menemukan tempat berlantai dua yang sangat strategis dengan view pemandangan kota Jakarta yang terlihat dari atas rooftop begitu memukau saat senja hari. Karena memang salah satu keunggulan cafe mereka adalah view pemandangan yang sangat Instagrammable di kalangan para remaja ataupun pasangan muda Jakarta. Sangat susah menemukan view pemandangan yang asri lengkap dengan bunga-bunga jika hidup di Jakarta, makanya ketika Martha melihat ada tempat yang dirasa sangat potensial untuk cafe mereka, gadis itu langsung menego dengan harga yang cukup fantastis. Dan memang benar feeling Martha, tempat itu memberikan keuntungan buat mereka. Sedang Maya selalu menciptakan menu makanan yang cukup enak dan dengan harga yang bersahabat di kantong para remaja. Maya menerapkan tujuan market mereka adalah kalangan kaum remaja yang bisa dikatakan sembilan puluh sembilan persen bermain dengan sosial media. Menurut Maya, cafe mereka akan sangat diuntungkan apabila pengunjung akan mempromosikan M2M cafe n' Resort di postingan sosial media mereka.
Dan bicara soal Samuel, meskipun ia kembali disibukkan dengan segala urusan bisnisnya, namun perhatiannya terhadap Maya tidak pernah ia lewatkan.
Sam selalu menyempatkan diri untuk makan siang di cafe mereka ataupun menelpon dan melakukan vidio call dengan Maya di sela kesibukannya. Selain khawatir, Sam juga selalu merindukan gadis itu.
Seperti saat ini, Sam tengah melakukan vidio call dengan Maya, kedua bibirnya terangkat ketika melihat Maya tertawa di seberang sana yang melihat aksi lucu Samudra di ruangan kerja Maya yang terletak di lantai dua cafe tersebut.
Samudra memang selalu dibawa Martha jika gadis itu datang ke cafe untuk mengurus beberapa menu yang telah direservasi oleh pelanggan cafe di hari weekend. Cukup dimaklumi, sebab hari-hari weekend ataupun long weekend selalu menjadi hari-hari rame di cafe mereka. Dan Martha tidak mau jika Maya kelelahan mengurus cafe mereka sendirian.
^^^Sayang.... kamu sudah makan siang?^^^
Tanya Samuel dalam vidio call dengan Maya.
Maya terlihat menggeleng pelan dari layar ponselnya,
^^^Nanti, Sam. Aku makan siangnya nunggu kamu kesini.^^^
Masih terlihat, sesekali Maya tertawa melihat kelakuan Samudra yang selalu melakukan goyangan dan menyanyikan lagu Baby Shark mengikuti gerakan di layar ipad milik Maya.
^^^Kamu liat tingkah Samudra, sayang? dia gemesin banget... hahahaha^^^
Maya mengarahkan layar ponselnya ke arah Samudra, bayi yang kini menginjak usia dua tahun. Namun badannya yang comel dan gendut membuat ia terlihat seperti bayi berusia lebih dari dua tahun.
^^^Iya, sayang. Aku lihat.^^^
Sam menjeda sejenak kalimatnya.
^^^Aku juga lihat kalau kamu terlihat begitu cantik siang ini, dan aku jadi kangen sama istriku tercinta.^^^
Maya tersipu, kembali mengarahkan layar ponsel ke arahnya.
^^^Aku juga kangen sama kamu, suami...^^^
Maya tersenyum, memandang lembut wajah Sam dari layar ponselnya.
^^^Bentar lagi aku on the way ke cafe, sayang. Kamu tunggu aku, okey.....^^^
Maya mengangguk semangat begitu mendengar jawaban Samuel.
^^^Aku akan menunggu kamu, suami.... Hati-hati di jalan, okey....^^^
Jawab Maya semangat, yang lalu terdengar nada sambungan terputus seiring dengan ciuman jarak jauh mereka saling menyapa hangat.
....
Maya semakin menarik lebar senyuman di sudut bibir peach nya,ia sungguh tidak sabar bertemu dengan Samuel, suaminya. "Onty Aya.... iat Am deh... Am nali baby sak..." suara cadel Samudra kini membuyarkan lamunan Maya, dan kembali ia tersenyum ke arah Samudra dan mendekat ke anak dengan wajah yang sedikit bule, sangat persis dengan Martha sang mama.
"Iya? coba onty liat lagi.... gimana tadi goyang nya, Am?" Maya mendekat, mencubit gemas pipi anak laki-laki ganteng itu.
"Onty iat Am ...." tak lama kemudian bayi itu kembali menggoyangkan pinggul dan tangannya, tertawa kecil mengikuti lagu dari ipad Apple berlayar 9,7 inci milik Maya.
"Mom.... Am angen cama momy..." Tiba-tiba Samudra merengek dan memeluk Maya erat.
"Iya, momy nya Am lagi keluar sebentar. Am sama onty dulu yah... uuhh.... cup...cup...cup..." Ia peluk dan menggendong Samudra dengan lembut, tak jarang tubuh mungil Samudra ia bawa ke dalam pelukan hangat Maya, mencoba membuat lelucon dan bercerita untuk menenangkan anak itu.
Inilah yang selalu Maya rindukan, seorang bayi mungil dalam pernikahan bersama Samuel. Seorang bayi yang lucu dan menggemaskan seperti Samudra.
Samuel-Samudra.... kenapa kedua nama itu bisa hampir sama? Ah tidak.... sepintas Maya mengesampingkan segala pikiran buruk. Ia tahu jika Martha sangat mencintai dokter Harris. Dan Maya tahu dengan rasa cinta Samuel yang sangat dalam untuknya. Mungkin hanya kebetulan saja, pikir Maya.
Samudra kini terlelap dalam pelukan Maya, selama ini ia bagaikan ibu kedua untuk anak mungil itu. Hanya bersama Maya, Samudra kecil merasakan kenyamanan. Dengan sangat hati-hati, Maya merebahkan tubuh mungil Samudra ke atas sofa nyaman yang berada di sudut ruang kerjanya.
.....
"Sorry, May... aku kejebak macet tadi saat mo pulang dari rumah sakitnya mas Harris," ucap Martha merasa bersalah karena terlalu lama meninggalkan Samudra dengan Maya.
"Gak masalah kok Tha."
"Samudra gimana? gak rewel kan dia?" Martha menanggalkan jaket kulitnya dan menggantung ke hanger berdiri yang ada di samping pintu.
"Samudra anak pinter, tuh dia tidur sekarang. Kecapean main baby shark tadi," jawab Maya dengan tersenyum kecil.
"Thank ya, May...." peluk Martha dan disambut dengan anggukan kepala dari Maya.
"Oh ya tadi aku ketemu Sam di depan, dia nungguin kamu tuh."
"Benarkah?"
"Hhmmm.... udah sana temui suami kamu, kalo nunggu lama ntar di sosot ciwi-ciwi yang nongki di cafe lho." Goda Martha, membuat bibir Maya sedikit mengerucut lucu.
"Aku temuin Sam dulu ya."
Martha mengangguk pelan dan tersenyum kecil, ia lalu menuju ke arah Samudra yang masih terlelap.
....
"Suami...." seru Maya begitu ia menuruni anak tangga, wajah sumringah Maya terlihat jelas di sana. Sam terkekeh lalu berdiri dan memeluk Maya begitu istrinya mendekat ke arahnya dan mendaratkan kecupan di pipi gadis itu.
"Kangen, suami....!" ujar Maya, kepalanya sedikit mendongak menatap lekat iris coklat Samuel.
Selalu bisa membuat seluruh pengunjung cafe, terutama para gadis memandang jealous pada keduanya.
"Kamu mau makan apa, Sam?"
"Seperti biasa aja, sayang."
Maya mengangguk semangat, "Iya, aku buatin sebentar yah." Maya berjalan ke arah pantry seiring dengan senyuman kecil Samuel.
Sam mengedarkan seluruh pandangannya, ternyata apa yang Maya dan Martha bangun dengan niatan awal coba-coba kini memberikan keuntungan untuk kedua gadis itu. Dan Sam senang jika istrinya bahagia dengan bisnis yang kedua gadis itu bangun. Sedikit banyak hal itu bisa membuat Maya melupakan kesedihan tentang sosok buah hati yang belum juga dikaruniai dalam pernikahan mereka.
Sam tahu jika Maya sangat merindukan seorang bayi mungil dalam rumah tangganya.
"Sam...."
Sebuah suara yang tidak pernah asing di telinga Samuel. Ia mengalihkan pandangan matanya ke sumber suara tadi.
"Hai Sam.... apa yang kamu lakukan disini sendirian?" tanya seseorang gadis cantik dengan perut yang terlihat sedikit membuncit.
"Freya...." lirih Samuel kaget.
to be continue.....