
Roselix kemudian menjelaskan tentang rencana penyerangan yang akan mereka lakukan, dimana para Venerate yang hadir di dalam ruangan tersebut akan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan penyerangan ke beberapa wilayah yang berada di daerah Xetas.
Zchaira bersama semua murid akademi yang datang akan dikumpulkan dalam satu kelompok untuk mencoba menyerang salah satu wilayah di daerah Xetas yang dikuasai oleh para para pemberontak.
Tujuan dari para Venerate daerah Xetas dalam rencana penyerangan ini bukan hanya untuk menduduki kembali wilayah yang telah direbut, melainkan mereka juga memiliki tugas penting menyelamatkan para warga yang ditangkap serta mencari tahu keberadaan dari pemimpin pergerakan pemberontakan para Venerate tersebut.
“Dari penyerangan yang dilakukan sekitar dua hari yang lalu… Kami berhasil mengetahui pemimpin dari pergerakan tersebut, yang tidak lain merupakan Aiver Portner, salah satu Continent Venerate dari negeri ini sendiri,” ucap Roselix, memberitahukan kepada seluruh Venerate mengenai pemimpin dari pergerakan pemberontakan di daerah tersebut.
Beberapa dari Venerate yang berada di dalam ruangan itu pun lantas terkejut, tidak menyangka bahwa pemimpin dari pergerakan tersebut merupakan seorang Continent Venerate.
“Jadi, pemimpin mereka adalah Continent Venerate…” Ucap Toner, tidak menyangka hal yang diijelaskan oleh pemimpin daerah Xetas tersebut.
“Bukan hanya Aiver saja yang merupakan Continent Venerate diantara mereka… Sebelumnya kami juga melihat bahwa ada Venerate dengan tingkatan setarah yang tiba-tiba muncul menyelamatkan Aiver bersama dua Venerate yang lain…” Ucap Roselix.
“Namun, kita tidak boleh takut karena di pihak kita juga ada Continent Venerate…” Roselix kemudian menunjuk Venerate Pavonas bernama Vahal, yang merupakan Continent Venerate dipihak mereka.
“Kami juga tidak akan lupa meminta bantuan dari para Continent Venerate lainnya untuk membantu kita dalam rencana penyerangan ini,” lanjut Roselix, menjelaskan.
Roselix selanjutnya kembali menjelaskan bahwa dalam rencana penyerangan pada wilayah-wilayah di daerah Xetas, para Venerate yang terbagi menjadi beberapa kelompok tidak bisa pergi menggunakan pesawat tempur atau semacamnya, dikarenakan akan dapat langsung diketahui oleh para pemberontak, yang akan membuat mereka langsung meninggalkan wilayah yang diserang sambil membawa para warga.
Roselix juga menekankan bahwa rencana penyerangan mereka harus mementingkan keselamatan para warga yang sedang tertangkap, karena jika mereka melakukan kesalahan, maka mereka akan kehilangan jejak para warga karena akan dibawa lari oleh para Venerate pemberontak tersebut ke tempat lain.
Setelah Roselix selesai menjelaskan tentang rencana mereka, satu per satu Venerate yang berada di dalam ruangan tersebut mulai keluar untuk langsung menjalankan rencana yang dijelaskan tersebut.
***
Beberapa saat kemudian, Zchaira berserta para murid akademi yang lain kini telah berada diluar bangunan dalam kediaman clan Syndiotactic, serta bersama Roselix dan Caimiyah.
“Apa kalian tidak mau mengunggu sampai beberapa Land Venerate dari daerah New Xemico serta Niazora datang lebih dulu?” Tanya Roselix, menyarankan kepada para murid-murid akademi untuk menunggu para Venerate dari daerah seberang untuk bergabung bersama kelompok mereka melakukan penyerangan.
“Nyonya Roselix, tenang saja… Kami pasti bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik,” jawab Toner, berbicara secara formal kepada ibunya tersebut.
“Benarkan begitu, kawan-kawan?” Lanjut pemuda itu, bertanya tentang kesiapan dari para murid-murid akademi.
Para murid-murid akademi lantas menganggukan kepala mereka secara bersamaan, merespon bahwa mereka telah siap untuk menjalankan misi yang diberikan kepada mereka.
“Kalau begitu, apa dari kalian ada yang belum bisa menggunakan sayap proyeksi sihir?” Tanya Toner.
Semua murid-murid yang diitanya oleh pemuda itu sontak merespon dengan mengelengkan kepala mereka secara bersamaan juga.
Mendengar hal tersebut, Toner pun menjadi legah, karena wilayah yang akan mereka tuju jaraknya sedikit jauh dari kota Thouson, maka dengan menggunakan sayap proyeksi sihir akan menghemat waktu mereka untuk sampai ke tempat tersebut.
Toner mengakses kekuatan sihirnya, menciptakan sepasang sayap proyeksi di belakang punggungnya, yang juga langsung diikuti oleh para murid-murid lain, mengakses kekuatan sihir mereka menciptakan sepasang sayap proyeksi. Dari semua sayap proyeksi yang diciptakan oleh masing-masing murid, tampak sayap milik Zchaira yang memiliki keunikannya tersendiri, dimana gadis itu memunculkan sepasang sayap proyeksi sihir pada kedua kakinya.
“Zchaira, apa kau yakin bisa terbang dengan sayap seperti itu?” Hal tersebut langsung membuat Rayvor menjadi penasaran dan sontak bertanya kepada gadis itu.
“Jangan khawatir kakak… Aku yakin bahwa sayap proyeksi sihir yang kuciptakan ini bisa lebih cepat dibandingkan dengan milik kalian,” balas Zchaira, meyakinkan Rayvor serta murid-murid yang lain bahwa sayap proyeksi sihir yang diciptakannya lebih baik dibandingkan yang lain.
Setelah mendengar penjelasan dari Zchaira, semua murid-murid akademi secara bersamaan terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju ke wilayah yang akan mereka tuju. Disaat sedang terbang ke langit, nampak Zchaira mampu mengguli semua kecepatan dari para murid-murid.
“Maaf Zchaira, tapi jangan terbang lebih dulu… Diantara kita semua hanya aku yang mengetahui arah tujuan kita.” Melihat Zchaira terbang lebih dulu untuk memperlihatkan kecepatannya yang lebih unggul dibandingkan dengan yang lain, Toner sontak sedikit memperingatinya untuk mengurangi kecepatannya agar dia tidak terpisah dengan yang lain.
“Maaf kakak…” Mendengar peringatan dari Toner, Zchaira pun langsung mengurangi kecepatan terbangnya, membiarkan Toner yang berada di depan sebagai penunjuk jalan.
***
Berpindah ke kota Angeloses, daerah Calfarinai, dimana tampak seorang prajurit datang memasuki sebuah ruangan menemui tiga kakak dari Zchaira dan Megathirio, yang tidak lain merupakan Kral, Illios dan Astrapi.
“Maaf menganggu kalian… Ada yang ingin akau sampaikan mengenai pemberontakan di daerah Xetas… Ternyata mereka telah mengetahui siapa yang menjadi kaki tangan dari pergerakan tersebut,” ucap prajurit tersebut.
“Kalau begitu, siapa kaki tangan itu?” Tanya Kral, penasaran.
“Mereka ternyata tiga Venerate dari daerah New Hammershine… Aiver, Perlex dan Winscarlo,” jawab prajurit tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, Kral, Illios dan Astrapi seketika terkejut mendengar bahwa salah satu dari Venerate tersebut merupakan Continent Venerate, serta orang yang pernah bermasalah dengan Astrapi sebelumnya.
“Aiver Portner yah… Memang tidak salah lagi bahwa sihir yang digunakan oleh para pemberontak berasal darinya… Pria itu ternyata selama ini sudah berhasil menguasai teknik-teknik sihir yang tersimpan di dalam ruangan itu,” ucap Kral sambil kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana dia pernah memergoki Aiver masuk ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh buku-buku sihir kuno, serta beberapa tempat, layaknya sebuah tempat-tempat ritual.
“Kami juga mendapatkan informasi bahwa mereka juga dibantu oleh Venerate Lightio yang masih belum jelas identitasnya… Namun, Venerate misterius itu juga merupakan seorang Continent Venerate,” lanjut prajurit tersebut menjelaskan.