The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 31 - Kota Workyen



–13 Mei 3024–


Kembali ke masa kini, dimana Artemis telah menyelesaikan cerita masa lalunya ketika bertemu Hefaistos yang membuat Zchaira terkagum serta merasa sedih disaat yang bersamaan.


Begitu juga dengan Megathirio yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama, namun tidak memperlihatkan ekspresi kagumnya kepada mereka.


“Aku tidak menyangka kalau nenek selama ini masih hidup dan berada di negeri Machora Tira… Kau belum pernah menceritakannya padaku ibu…” Ucap Zchaira.


“Apa lagi hal yang masih kau sembunyikan?” Lanjutnya, bertanya pada Artemis.


“Daripada itu, aku masih terngiang-ngiang tentang pernyataan cinta dari tuan Hefaistos padamu ibu.”


“Kakak, ayo berdiri…” Zchaira menarik saudaranya berdiri, ingin mencoba memperagakan tentang momen saat menyetakan perasaannya pada Artemis pada bertahun-tahun.


“Zchaira, apa yang kau lakukan?” Artemis pun tersipu malu dengan wajah memerah melihat kelakuan kedua anaknya.


Walau tampak merasa malu juga, namun Hefaistos tersenyum melihat kedua anaknya ingin memperagakan hal tersebut.


“Daripada kalian melakukan itu, ada hal penting yang harus kau ketahui juga Zchaira,” ucap Artemis.


“Apa itu ibu?” Zchaira menjadi penasaran dan sontak menghentikan apa yang sedang dilakukannya.


“Dengar… Megathirio bukanlah satu-satunya saudara yang kau miliki… Kau memiliki tiga saudara yang lebih tua dari kakakmu ini dan tinggal bersama dengan ayahmu.”


“Jadi maksudmu aku memiliki empat orang saudara?” Pernyataan dari Artemis itu sontak membuat Zchaira heran dan bertanya-tanya tentang hal tersebut.


“Ibu kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu?” Tanya Zchaira kini dengan ekspresi wajah yang serius.


Artemis lalu menjelaskan bahwa saat membawa gadis itu ke tempat dari makhluk suci di wilayah utara, hanya Megathirio-lah yang ikut bersama mereka.


Ketika Artemis memutuskan untuk melindungi Zchaira dari ancaman luar dan memilih menetap di daerah Wiaminnota, dia sebenarnya juga merasa sangat bersalah kepada ketiga anaknya karena harus meninggalkan mereka.


Alasan mengapa ibu gadis tersebut tidak mengatakan hal tersebut adalah untuk membuat Zchaira tidak memiliki keinginan kuat keluar dari wilayah utara.


Zchaira hanya bisa terdiam tidak percaya selama enam belas tahun dirinya hidup dia baru saja mengetahui bahwa memiliki saudara selain Megathirio.


“Zchaira… Maafkan ibu karena tidak pernah mengatakan hal itu, namun kali ini berbeda keluarga kita akan kembali utuh lagi,” ucap Artemis, meyakinkan putrinya itu.


“Baiklah, aku mengerti…”


Zchaira lebih memilih untuk tidak merusak momen itu hanya untuk mempermasalahkan hal tersebut. Dia paham dengan alasan Artemis, yang penting hal tersebut sudah tidak akan disembunyikan kepada lagi.


“Hefaistos, apakah anak-anak baik-baik saja?” Tanya Artemis.


Hefaistos melamun memikirkan sesuatu, tidak menjawab ketika Artemis bertanya kepadanya.


“Hefaistos…” panggil Artemis lagi.


“Eh… Iya… Mereka tentu saja… Baik-baik saja,” jawab Hefaistos dengan sedikit terbata-bata.


Hefaistos khawatir harus bagaimana ketika Artemis sampai nantinya dan mengetahui bahwa ketiga anaknya tersebut sebenarnya sudah tidak lagi tinggal bersamanya dan lebih memilih mendukung para Venerate di wilayah barat.


–14 Mei 3024–


Waktu berlalu, pada keesokan harinya kapal mereka akhirnya sampai di daerah Workyen dan bersandar pinggir sungai.


Saat menuruni kapal bersama yang lain, Zchaira tampak terkejut melihat pemandangan yang sebelumnya tidak pernah dilihat olehnya.


“Wah… Kota ini terlihat sangat besar dibandingkan dengan pedesaan kita…” Zchaira terkejut serta terkesima melihat bangunan-bangunan kota yang berada di pinggir sungai itu tampak lebih modern daripada tempat tinggalnya di daerah Wiaminnota.


“Masih terlalu awal untuk terkejut… Masih ada kota yang lebih besar lagi dibandingkan dengan kota ini…” Ucap Artemis.


“Benarkah?”


“Ekspresimu sama persis seperti seorang gadis dulu, yang juga tampak terkejut pertama kalinya menginjakan kaki di daerah Workyen ini,” ucap Hefaistos, menyambung pembicaraan mereka dengan membahas seorang perempuan yang tidak lain merupakan Artemis, saat pertama kali melihat wilayah Workyen.


“Oke, mari kita lanjutkan perjalanan berikut ke kota Workyen…”


Tak berapa lama, Lucierence dan Rayvor juga turun dari kapal dan kemudian langsung menuntun mereka ke sebuah pesawat.


Semua naik ke dalam pesawat tersebut lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka sekitar beberapa jam lagi menuju ke kota Workyen.


***


Di kota Workyen, terlihat Flophia, ibu dari Rayvor sedang berada disebuah ruangan yang tak lama kemudian ditemui oleh salah satu prajurit dari clan Silkbar yang sepertinya ingin melaporkan sesuatu.


“Maaf mengganggu nyonya Flophia, tapi kita kedatangan tamu,” ucap prajurit tersebut.


“Baik, aku akan segera kesana…”


Flophia tersenyum mendengar laporan tersebut. Wanita itu sebenarnya sudah mengetahui dari pemberitaan Lucierence sebelumnya bahwa Artemis bersama anak-anaknya akan kembali dari daerah utara.


Wanita itu pun sangat bersemangat ingin sekali bertemu dengan Artemis dan yang lain hingga membuat langsung berlari keluar dari ruangannya berada.


***


“Selamat datang… Eh…” Baru saja akan menyambut, Flophia seketika terkejut dengan kedatangan tamu yang berada di depannya itu.


***


Beberapa jam kemudian, pesawat yang dinaiki oleh Zchaira dan yang lain akhirnya sampai di atas kota Workyen.


“Kakak, minggir dulu…” Megathirio yang duduk di samping jendela pesawat langsung disingkirkan oleh Zchaira, karena gadis tersebut ingin melihat pemandangan yang berada dibawah.


“Apa-apaan semua ini…?” Zchaira sontak lebih terkejut lagi melihat pemandangan kota yang berada di luar dibandingkan saat melihat kota yang berada di pinggir sungai sebelumnya.


Pasalnya kota itu terlihat lebih modern lagi dengan memiliki bangunan-bangunan yang menjulang tinggi ke langit serta saling berdekatan satu sama lain.


***


Pesawat mereka kemudian mendarat di sebuah lapangan udara, yang langsung disambut oleh beberapa prajurit Lightio lengkap dengan beberapa kendaraan yang akan mengantar Zchaira dan yang lain ke tempat tujuan.


Satu per satu orang-orang yang berada di dalm pesawat turun dan dituntun oleh para prajurit Lightio masuk kedalam kendaraan mereka masing-masing.


“Oke, kediaman clan Silkbar sudah dekat…” Ucap Hefaistos.


Zchaira dan yang lain pun kembali melanjutkan perjalanan ketiga mereka kini akan menuju ke kediaman dari clan terbesar yang berada di daerah tersebut.


Kendaraan-kendaraan yang dinaiki mereka lalu menyebrang ke sebuah pulau yang menjadi pusat dari kota tersebut.


Zchaira terkesima dengan keramaian yang berada di setiap sudut kota tersebut, dimana di setiap sudut yang dia lewati terdapat banyak sekali orang yang sedang melakukan aktivitas harian mereka.


***


Kendaraan-kendaraan mereka sampai di depan kediaman clan Slikbar yang berada di tengah-tengah pulau tersebut.


Para prajurit yang berjaga sontak membukakan gerbang untuk membiarkan kendaraan-kendaraan masuk.


Setelah berada di halaman utama kediaman tersebut kendaraan-kendaraan mereka berhenti dan semua orang di dalamnya pun turun.


Di tempat itu juga sudah terlihat Flophia yang sedang menunggu kedatangan mereka.


“Kakak Artemis… Lama tidak bertemu denganmu.” Flophia langsung menghampiri Artemis dan memeluknya.


Artemis pun langsung membalas pelukan wanita itu, merasa sangat rindu setelah lama tidak melihatnya.


“Kalian berdua pasti Megathirio dan Zchaira kan…” Ucap Flophia, menyapa kedua saudara itu.


Megathirio dan Zchaira lalu merespon sapaan wanita itu dengan tersenyum.