The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 150 - Kecurigaan terhadap Astrapi



Semua murid akademi pun langsung menyetujui hal tersebut sambil menganggukkan kepala mereka.


“Ayo… Tunggu apa lagi… Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang,” ucap Astrapi mengajak mereka semua untuk pergi.


***


Beberapa saat kemudian, berpindah pada Drakon dan Neyndra yang masih sedang berkelliling kota, dimana Venerate yang sebenarnya berasal dari negeri Geracie itu nampak merasa canggung karena sedari tadi perempuan yang bernama Neyndra tersebut terus memegang tangannya, yang membuatnya berpikir bahwa orang-orang yang dilewati mereka berpikir bahwa mereka kemungkinan merupakan pasangan.


“Nona Neyndra… Maaf jika aku lancang, tapi apa kau bisa melepaskan tanganku? Jangan khawatir… Aku tetap bisa terus kemanapun kau pergi,” ucap Drakon sambil, memohon agar perempuan itu melepaskan tangannya karena pria tersebut merasa sangat canggung dilihat oleh orang-orang yang kemungkinan bisa salah paham dengan mereka.


“Eh, maafkan aku Drakon…” Mendengar penjelasan dari Drakon, perempuan bernama Neyndra tersebut langsung melepaskan tangan pria itu sambil meminta maaf kepadanya.


“Kalau begitu, kau harus tetap mengikuti yah…”


Neyndra pun berjalan lebih depan sembari Drakon mengikuti perempuan itu dari belakang, akan tetapi tiba-tiba merasakan sebuah tekanan kekuatan, yang membuatnya langsung berhenti kemudian melihat ke sekitaran untuk merasakan sumber tekanan kekuatan tersebut.


**


“Drakon… Apa kau tidak keberatan jika kita singgah ke tempat itu?” Tanya Neyndra sambil menunjuk sebuah tempat yang ingin perempuan itu kunjungi.


“Drakon…” Karena tidak mendapatkan jawaban dari Drakon, Neyndra pun menoleh dan langsung mendapati bahwa pria tersebut sudah tidak berada di belakangnya.


Sambil kebingungan, Neyndra pun mencari-cari pria itu dari kerumunan orang yang cukup ramai tersebut.


“Drakon…” Tak berapa lama, ketika melihat pria itu tampak sedang berdiri diam, Neyndra langsung memanggilnya sambil datang mendekat.


“Ada apa Drakon?” Tanya Neyndra, penasaran melihat ekspresi wajah dari pria itu yang nampak terlihat khawatir.


“Nona Neyndra, hati-hati… Ak merasakan ada Venerate tingkat atas berada di sekitar ini,” jawab Drakon sambil tetap memperhatikan ke sekitaran tempat tersebut, masih mencari keberadaan dari tekanan kekuatan Venerate tingkat atas yang kemungkinan berada di sekitar.


Beberapa saat kemudian, saat masih terus fokus memperhatikan ke sekitaran, Drakon pun langsung melihat para murid-murid akademi sihir berjalan di dekat tempat mereka berada.


“Nona Neyndra… Kau lihat orang-orang yang berada disana…” Ucap Drakon kepada Neyndra sambil menunjuk para murid-murid akademi sihir.


“Iya… Memangnya kenapa?” Tanya Neyndra, nampak penasaran karena tidak terlalu paham dengan maksud pria itu.


“Jika kau secara detail memperhatikan mereka, kau pasti bisa mengetahui bahwa mereka adalah para Venerate,” jawab Drakon.


Mendengar hal tersebut, Neyndra pun langsung mengaktifkan kekuatan observasi miliknya, dan lantas terkejut bahwa ternyata orang-orang yang ditunjuk oleh Drakon adalah para Venerate karena memancarkan sebuah tekanan kekuatan.


“Aku belum pernah meihat para Venerate itu… Apa mungkin mereka para peserta turnamen juga?”


Akan tetapi, Neyndra tidak sadar bahwa salah satu diantara mereka merupakan Venerate tingkat atas yang berada pada tingkat Contient Venerate.


Karena mash berada pada tingkatan Regional Venerate, Neyndra tidak bisa merasakan tekanan kekuatan dari Venerate tingkat atas selain, Venerate tersebut sedang melancarkan sebuah serangan.


“Perempuan yang berada paling depan diantara mereka, memiliki tekanan kekuatan yang setarah dengan Continent Venerate…” Ucap Drakon, menunjuk salah satu murid akademi sihir, yaitu Astrapi, yang tidak lain merupakan murid kelas Continent Venerate.


“Dia adalah Venerate tingkat atas… Apa kau yakin?” Tanya Neyndra, ingin memastikan kembali ucapan dari Drakon.


“Iya… Karena itu aku sempat terkejut karena mengetahui bahwa tekanan kekuatan itu bukanlah premier Camburstile, ataupun tuan Achilles, komandan kami yang datang ke kota ini,” jawab Drakon sambil menjelaskan bahwa tekanan kekuatan dari Venerate tingkat atas tersebut bukanlah berasal dari Rox maupun Achilles yang juga merupakan Venerate tingkat atas.


“Memang tidak ada Continent Venerate di kota ini, bahkan daerah Camburstile selain premier…” Ucap Neyndra.


“Jika mereka adalah para peserta turnamen, kenapa mereka datang bersama dengan Venerate tingkat atas?” lanjut Neyndra, nampak bertanya melihat para murid-murid akademi sihir itu datang bersama dengan Astrapi, bahkan sebenarnya Kral dan Illios, yang sebagai para Venerate tingkat atas.


Karena merasa penasaran, Neyndra pun langsung berjalan mendekat untuk menghampiri para murid-murid akademi sihir tersebut.


“Nona Neyndra, apa yang ingin kau lakukan?” Melihat Neyndra berjalan mendekati mereka, Drakon pun dengan sigap langsung mengikutinya karena merasa khawatir.


**


Ketika Neyndra datang dari arah depan mereka, Zchaira dan para murid-murid akademi sihir itu pun langsung terkejut sambil beberapa dari mereka memasang ekspresi wajah kebingungan.


“Maaf jika aku datang dan menghalangi jalan kalian, tapi ada yang ingin kutanyakan… Darimana asal kalian? Aku tidak pernah melihat kalian semua di kota ini… Apakah mungkin kalian ada para peserta turnamen Venerate?” Ucap Neyndra, melontarkan beberapa pertanyaan kepada para murid akademi sihir.


“Kami datang ke kota Novacurve ini memang sebagai para peserta yang akan mengikuti turnamen Venerate mewakili negeri Lightio,” jawab Aphrodia.


“Venerate negeri Lightio yah… Namun, ada hal yang ingin kukatakan lagi… Jika kalian adalah para peserta turnamen Venerate, kenapa kalian datang bersama dengan Venerate tingkat atas?” Tanya Neyndra lagi sambil menunjuk Astrapi sebagai Venerate tingkat atas, yang diyakinkannya dari penjelasan Drakon sebelumnya.


Mendengar hal tersebut, Aphrodia pun langsung terkejut, begitu juga dengan Astrapi, yang tidak menyangka bahwa perempuan itu bisa mengetahuinya sebagai Venerate tingkat atas.


*


“Sial… Karena terlalu senang mengajak mereka berkeliling kota, aku lupa menyamarkan tekanan kekuatanku,” gumam Astrapi dalam hati.


“Apa yang harus aku jelaskan kepada mereka? Tidak mungkin jika aku harus mengatakan bahwa aku datang kemari untuk menjadi pengawal dari Zchaira dan yang lain.” Astrapin pun langsung kebingungan harus menjelaskan apa kepada Neyndra yang nampak curiga dengan kehadirannya di kota Novacurve tersebut.


*


“Sejak awal aku memang sudah merasa curiga bahwa Astrapi, dan kedua kakaknya memiliki maksud lain datang ke kota ini… Tapi, jika sudah seperti ini, apa yang harus dijelaskan oleh Astrapi sekarang? Apa mungkin mereka akan percaya begitu saja kalau Astrapi harus menjelaskan bahwa dia datang ke negeri ini untuk menjadi pengawal kami?”


Begitu juga dengan Aphrodia, nampak bergumam dalam hati sebenarnya sudah mencurigai bahwa Astrapi, Kral maupun Illios sebenarnya memiliki maksud lain, serta memikirkan sebuah alasan untuk menjelaskannya kepada Neyndra.


**


“Maaf nona, apakah kau bisa menjelaskan mengapa kau datang ke kota ini?” Tanya Neyndra sekali lagi, karena melihat Astrapi hanya diam.