The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 61 - Kesialan Megathirio terus berlanjut



“Zchaira, apakah kakakmu itu memang memiliki tenaga yang besar?” Tanya Lucia, melihat Megathirio terus berlari tanpa berhenti, walaupun merasa bingung bahwa Zchaira juga terlihat memiliki semangat yang sama dengan saudaranya tersebut.


“Yah, tidak heran karena sebelumnya kakakku selalu berlatih jauh di dalam hutan ketika kami masih tinggal di wialyah utara,” jawab Zchaira.


“Bagaimana denganmu? Apa kau juga selalu melakukan hal yang dengan kakakmu?” Tanya Lucia lagi.


“Aku… Aku sebenarnya tidak terlalu menyukai untuk berlatih sebelumnya… Karena itu aku tidak bisa menjadi sekuat kakakku,” jawab Zchaira.


“Tapi, bukankah kau juga memiliki stamina yang besar… Bahkan kemarin saat sampai di depan akademi, kau terlihat masih sehat bugar,” ucap Lucia.


“Eh, entahlah… Aku juga tidak mengerti mengapa bisa seperti itu,” balas Zchaira.


Namun, walaupun tidak jujur kepada perempuan itu, Zchaira menyadari bahwa staminanya bisa kembali penuh adalah karena kekuatan makhluk suci yang berada pada dirinya yang selalu memasok energi secara otomatis.


***


“Eh…” Kembali pada Megathirio, dimana pemuda itu kini tiba-tiba berhenti ketika menemui sebuah jurang yang cukup dalam.


Megthirio sejenak merasa bingung harus melakukan apa, namun dia langsung terpikir bahwa menuruni sebuah jurang serta menaikinya kembali merupakan hal yang biasa dilakukannya ketika masih berada di wilayah pedalaman utara.


Dengan mudah pemuda itu melompat, menuruni bebatuan yang berada di pinggiran jurang tersebut hingga sampai ke dasarnya.


***


Di belakang, Zchaira dan Lucia pun melakukan hal yang sama seperti Megathirio ketika menemui jurang tersebut.


Saat sampai di dasar jurung tersebut, mereka meneruskan langkah mereka, hingga sampai di depan sebuah tebing.


Zchaira dan Lucia melihat Megathirio dengan lincahnya melompati bebatuan sambil menaiki bebatuan itu.


Tidak mau kalah, Zchaira dan Lucia pun melakukan hal yang sama untuk menyusul pemuda itu yang telah lebih dulu daripada mereka.


**


“Uwaah…!” Entah kesialan apa yang didapati oleh Megathirio, pemuda itu tiba-tiba menginjak bebatuan yang rapuh hingga membuatnya terjatuh bebas dari atas tebing.


Megathirio pun terkapar tak berdaya sambil melihat Zchaira dan Lucia yang berada di atas.


**


“Kakak!” Melihat Megathirio terjatuh dari dari atas tebing, Zchaira pun langsung berhenti karena mengkhawatirkan saudaranya tersebut.


“Jangan khawatir… Aku akan segera menyembuhkannya… Kalian tetap lanjutkan perjalanan kalian saja,” ucap Raumian, tiba-tiba muncul dari atas dengan menggunakan sayap proyeksi menghampiri Megathirio dan menyuruh Zchaira serta Lucia tetap fokus melanjutkan perjalanan mereka.


Zchaira dan Lucia pun tidak punya pilihan selain melanjutkan perjalanan mereka dan membiarkan Raumian menangani Megathirio yang sedang mengalami cidera akibat terjatuh dengan bebas dari atas tebing.


Raumian mengakses kekuatan sihirnya, mulai untuk menyembuhkan pemuda itu agar dia bisa kembali melanjutkan perjalanannya.


***


Beberapa saat kemudian, posisi pertama serta kedua dari para murid-murid baru yang sampai ke depan akademi sihir tidak berubah, dimana yang menjadi murid yang berada diposisi pertama tetaplah Zchaira serta murid yang berada di posisi kedua adalah Lucia.


“Zchaira… Di posisi pertama… Lucia di posisi kedua…” Ucap guru lain yang berada di depan akademi, mengumumkan posisi Zchaira dan Lucia, menggantikan Raumian karena pria itu tengah menyembuhkan Megathirio.


“Haah… Haah… Akhirnya sampai…” Ucap Lucia, merasa legah akhirnya sampai di depan akademi sihir dengan nafas yang terengah-engah dan tidak peduli walau dirinya berada di posisi kedua.


Berbeda hal dengan Zchaira, dimana gadis itu merasa senang sambil melompat-lompat dengan semangatnya kembali menjadi murid yang sampai pertama kali di posisi pertama.


“Tapi, bagaimana dengan keadaan Megathirio?” Ucap Zchaira, kembali merasa khawatir pada saudaranya tersebut.


***


“Hei, apakah masih lama?” Tanya Megathirio.


“Sabar sedikit… Aku tidak terlalu menguasai sihir penyembuhan, jadi perlu waktu yang cukup lama untuk bisa menyembuhkanmu,” jawab Raumian.


“Ah sial… Apa memang kau sengaja ditaruh dibidang ini karena tidak terlalu hebat menguasai teknik penyembuhan hanya untuk menghalangi para murid yang padahal sudah hampir memimpin tadi,” ucap Megathirio.


***


Hingga tak berapa lama, proses penyembuhan dari Megathirio masih belum kunjung selasai juga, membuat pemuda itu kesal ketika melihat murid-murid yang lain terus-menerus melewatinya, menaiki tebing yang berada di depannya.


***


Hal yang sama pun tetap terjadi, dimana Megathirio tetap menjadi murid yang terakhir sampai di depan akademi sihir.


Dengan kesalnya Megathirio berjalan mendekati para murid-murid baru serta merasa malu menjadi yang terakhir kembali.


“Meg…”


“Megathirio… Di urutan keseribu tiga ratus tujuh puluh enam…” Ucap pemuda itu, mendahului guru yang akan mengumumkan posisinya.


–15 Juli sampai 1 Agustus 3024–


Hingga pada beberapa hari yang berikutnya, para murid-murid baru melakukan kegiatan itu secara rutin.


Zchaira dan Lucia yang terus berada di posisi awal, dengan sengaja hanya berjalan santai membiarkan para murid-murid baru lainnya memimpin untuk yang berikutnya.


Akan tetapi, satu-satunya murid yang selalu menerima kesialan adalah Megathirio, sang murid baru dengan usia tertua serta salah satu Venerate terkuat diantara para murid-murid baru. Entah bagaimana yang terjadi, pemuda itu selalu mendapatkan kesialan baik itu disaat akan memulainya atau bahkan saat hampir saja mencapai garis akhir.


Di hari-hari yang selanjutnya Raumian telah menaruh beberapa jebakan di jalur para murid-murid baru berlari dan yang selalu mendapatkan jebakan tersebut tidak lain merupakan Megathirio.


***


Namun, disaat hari terakhir para murid-murid baru melakukan kegiatan tersebut, anehnya Megathirio akhirnya bisa sampai di depan akademi sihir di posisi pertama.


“Megathirio… Di urutan pertama…” Ucap sang guru, mengumumkan posisi dari Megathirio.


“Akhirnya aku bisa sampai di urutan pertama!” Seru Megathirio, akhirnya menjadi yang pertama setelah selalu menjadi yang paling terakhir.


“Hahaha… Ini kali pertama…” Balas Zchaira, merespon posisi yang didapat oleh saudaranya tersebut dengan ekspresi yang santai karena gadis itu sudah sangat terbiasa berada di posisi awal.


–2 Agustus 3024–


Di hari berikut para murid-murid bisa menyelesaikan pelajaran pertama dalam bidang pelatihan kekuatan fisik mereka, dan akhirnya masuk dalam pelajaran yang kedua.


“Baiklah, untuk pelajaran yang kedua kalian semua akan saling berpasangan untuk saling berhadapan satu sama lain dengan hanya menggunakan kekuatan fisik kalian,” ucap Raumian, menjelaskan tentang pelajaran kedua yang akan dilakukan oleh para murid-murid baru yang sementara berkumpul di dalam kelas.


**


“Saling mengadu kekuatan yah… Kurasa kali ini aku akan menang telak,” Ucap Megathirio dengan percaya diri, menanggapi penjelasan dari Raumian.


***


“Sial…” Pemikiran dari pemuda tiba-tiba berubah ketika melihat lawan yang akan dihadapiya yang tidak merupakan Lucia, perempuan ras keturunan campuran yang memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata.