
“Benar sekali, itulah tujuanku datang kemari… Untuk menagih janji yang kalian setujui,” ucap Aguirre.
“Aku dan Barbiond Cane memang masih baru dalam hal ini karena belum menjadi Venerate Fuegonia ketika kesepakatan itu dibuat, tapi para Venerate Fuegonia masih tetap mengingatnya,” lanjut Aguirre berkata.
“Kesepakatan itu tidak pernah terjadi… Vertorn Nomos waktu itu hanya bertindak sendiri setelah kematian presiden penyihir sebelumnya, maka aku sebagai pimpinan Lightio yang baru saat itu menolak kesepakatan tersebut,” ucap Hefaistos dengan tegas.
“Haah… Sudah kuduga dia akan mengatakan hal itu… Percuma saja walaupun si pak tua itu yang datang kemari,” gumam Aguirre.
Aguirre kemudian tidak mempunyai selain hendak meninggalkan tempat tersebut karena dirinya kini sudah tidak memiliki keperluan apa-apa lagi akibat penolakan dari Hefaistos.
“Tapi tuan presiden, ingat satu hal… Saat aku kembali ke Fuegonia nanti dan memberikan informasi ini, maka saat itulah hubungan aliansi antara negeri Fuegonia dan negeri Lightio akan langsung retak.” Namun, sebelum beranjak dari tempat itu, Aguirre lantas memberikan sebuah pesan kepada Hefaistos mengenai hubungan aliansi kedua negeri tersebut akan segera hancur.
“Aku tidak peduli… Yang pasti aku tidak mau memberikan Venerate Lightio kepada kalian… Tidak satupun,” balas Hefaistos, yakin dengan keputusannya.
Aguirre pun pergi dari ruagan tersebut untuk segera kembali ke negerinya.
Disamping itu, kelima Land Venerate yang berada di tempat itu merasa tidak nyaman karena mendengar perselisihan antara pemimpin dua negeri tersebut.
“Mohon maaf, tuan presiden… nyonya wakil presiden… Kami tidak sengaja mendengar perbincangan kalian tentang masalah antar negeri.” Salah satu anggota perempuan diantara Land Venerate tersebut sontak meminta maaf kepada Hefaistos serta Artemis dengan cara yang sopan.
“Tidak masalah, lagipula ini juga untuk kalian semua… Pria Elfman tadi kan sempat mencoba untuk merekrut kalian,” balas Hefaistos, tidak mempermasalahkan hal tersebut karena hal tersebut menyangkut dengan mereka juga.
“Terima kasih tuan karena sudah mau melakukan hal itu untuk kami,” ucap perempuan tersebut, kemudian semua anggotanya pun memberikan hormat kepada Hefaistos dan Artemis dengan membungkukan badan mereka.
Saat memperhatikan perempuan itu lebih detail lagi, Hefaistos seperti nampak mengenalinya.
“Kalau tidak salah kau sepertinya adalah orang yang disukai oleh Kral,” ucap Hefaistos.
Perempuan itu tiba-tiba terkejut mendengar ucapan dari Hefaistos. Dia tidak menyangka bahwa pemimpin negeri Lightio akan membicarakan hal tersebut.
“Hefaistos apa yang kau bicarakan? Lihat, gadis itu jadi tersipu malu…” Artemis pun lantas menyambung ucapan Hefaistos, mendengar pemimpin negeri Lightio mengatakan sesuatu tentang Kral.
“Tapi, apakah itu benar? Aku tidak menyangka bahwa Kral si penakut di depan perempuan ternyata bisa menyukai seseorang juga,” ucap Artemis dengan sedikit tersenyum, mengetahui anak tertuanya menyukai seseorang.
Mendengar pernyataan dari Artemis, membuat perempuan itu lebih terkejut hingga membuat wajahnya memerah. Bahkan keempat temannya tersebut tampak memberikan kode bahwa sesuatu yang bagus akan segera terjadi padanya.
“Maaf nona… Apakah aku bisa mengetahui siapa namamu?” Tanya Hefaistos.
“Eh, namaku… Aphrodia dari clan Piercethorn daerah Rofidal,” jawab perempuan itu, memberitahukan identitasnya.
“Clan Piercethorn yah… Kurasa kau dengan Kral akan cocok,” ucap Hefaistos, nampak merestui perempuan bernama Aphrodia itu bersama dengan Kral, karena clan serta daerah tersebut berada di wilayah timur negeri Lightio.
“Maaf tuan… Nyonya… Aku harus segera pergi sekarang.” Karena tidak kuat menahan rasa tidak nyamannya, perempuan bernama Aphrodia itu lantas pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Keempat temannya pun menjadi heran melihat sikap perempuan itu, dan sontak pergi menyusulnya.
Menegtahui hal tersebut Hefaistos pun sedikit tersenyum karena dia memiliki satu alasan lagi agar bisa menyatuhkan wilayah Lightio.
***
“Aphrodia kenapa kau tidak sopan pada pemimpin Lightio?” Ucap salah satu teman perempuan itu, saat mereka berjalan di sebuah lorong.
“Tentu saja dia merasa malu… Lagipula mustahil baginya bersama dengan Kral Silkbar karena pria itu sudah menjadi bagian wilayah barat,” sambung temannya yang lain.
**
Tak berapa lama mereka berjalan sampai menuruni lantai bagian bawah, tiba-tiba kelima Venerate itu pun berhenti ketika melihat para Elfman sedang bersama dengan Aguirre.
“Eh, kalian…” Salah satu Elfman melihat kedatangan mereka dan sontak menyapa.
“Kalian beruntung karena ditolong oleh pangeran kami… Jika tidak, bagaimana nasib kalian nantinya?” Lanjut Elfman itu berkata.
Kelima Venerate itu pun langsung memperlihatkan ekspresi wajah yang kesal karena merasa terhina oleh kata dari Elfman tersebut.
“Sudahlah… Ayo kita pergi,” ucap Aguirre, mengajak keliima Elfman itu pergi meninggalkan negeri Lightio.
“Sampai ketemu lagi…” Ucap salah satu Elfman, melambaikan tangannya pada lima Venerate Lightio itu sambil beranjak dari tempat itu.
Walaupun merasa kesal, namun mereka tidak bisa menyangkal bahwa pertarungan sebelumnya memang sebenarnya dimenangkan oleh kelima Elfman tersebut, karena serangan terkhir dari para ras keturunan campuran itu bisa berdampak sangat buruk bagi mereka.
***
“Waktunya melihat anak-anak kita sebenarnya berada di tingkatan mana.”
Kembali ke ruangan dimana Hefaistos dan Artemis berada. Kedua orang terlihat antusias ingin melihat kedua anak mereka, Megathirio dan Zchaira menunjukan tingkatan kekuatan mereka.
***
“Baiklah, setelah pertarungan tadi selasai, mari lanjutkan ke penyeleksian tingkatan Venerate kalian semua,” ucap sang tetua kepala.
Setelah tetua mengatakan hal tersebut, di tengah-tengah tempat itu tiba-tiba muncul sebuah diagram sihir berukuran besar dengan berwarna putih.
“Satu per satu dari kalian semua akan menuju ke tengah dan kemudian mencoba mengeluarkan tekanan kekuatan kalian tepat dibawah lingkaran proyeksi itu…”
“Kami akan menentukan tingkatan kalian dengan melihat perubahan warna yang terjadi pada lingkaran tersebut,” ucap sang tetua, memberitahukan proses untuk menentukan tingkatan Venerate dari para murid baru.
Satu per satu peserta dipanggil untuk menuju ke diagram sihir tersebut. Mereka mulai mengeluarkan tekanan kekuatan mereka masing-masing, dimana semua hasil dari perubahan warna pada diagram sihir tersebut adalah berwarna ungu.
“Tribe Venerate…” Ucap sang tetua, menyatakan bahwa beberapa murid yang melakukan hal tersebut berada di tingkatan Venerate terendah.
***
“Haniwa Bloodshifter…” Tak berapa lama kemudian, tetua kemudian memanggil seorang murid yang merupakan anak yang ditabrak oleh Zchaira sebelumnya.
Dia dengan percaya diri datang menuju ke tengah kemudian mencoba mengeluarkan tekanan kekuatannya.
Perubahan warna yang tampak pada diagram shir itu berbeda dengan perubahan warna yang terjadi pada murid-murid yang sebelumnya, dimana diagram sihir tersebut kini berwarna biru.
“Division Venerate…” Ucap sang tetua, menyatakan bahhwa ank bernama Haniwa itu berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari murid-murid sebelumnya.
Hal tersebut langsung mencuri perhatian semua murid-murid hingga membuat mereka bertepuk tangan, pertama kali melihat seorang murid baru dengan tingkatan Venerate lebih tinggi.
***
Hingga tak berapa lama murid-murid terus bergantiian menuju ke tengah tempat itu, mengeluarkan tekanan kekuatan mereka. Hasil dari sebagaian besar tingkatan Venerate mereka didominasi oleh Tribe Venerate, walaupun ada juga diantara yang dapat dihitung dengan jari merupakan Division Venerate.