The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 56 - Tingkatan tertinggi dalam rana Venerate



“Megathirio Hairowl…” Panggil tetua, kini giliran dari Megathirio.


**


Mendengar namanya, dengan memasang ekspresi sedikit dingin, pemuda itu pun langsung berdiri kemudian menuju ke tengah tempat tersebut.


**


“Putra ketiga presiden penyihir yah…” Ucap, tetua kepala pada tetua yang lain, saat melihat pemuda itu menuju ke tengah.


“Karena lama tinggal di wilayah utara, pemuda itu sampai terlambat sekitar enam tahun masuk ke akademi ini,” balas tetua yang lain.


“Tapi aku yakin juga bahwa tingkatannya berada di atas Division Venerate, karena nyonya Artemis pasti selama ini selalu melatihnya,” sambung tetua yang lain juga.


**


Megathirio kini berada di tengah tempat itu, kemudian mencoba mengeluarkan tekanan kekuatannya tepat di atas diagram sihir yang berada di tempat tersebut.


Tekanan kekuatan yang dikeluarkan oleh pemuda itu sontak dapat dirasakan oleh semua orang yang berada di tempat itu nampak lebih besar dari para murid-murid baru yang mencoba mengeluarkan tekanan kekuatan mereka sebelumnya.


Warna dari diagram sihir itu terjadi beberapa perubahan warna, dimulai dari warna ungu, berubah menjadi warna biru, menjadi biru muda, kemudian yang terakhir berubah menjadi warna hijau.


Hefaistos, Artemis, serta para tetua akademi itu tersenyum mengetahui bahwa pemuda itu berbeda dengan murid-murid baru yang sebelumnya dengan melihat perubahan warna yang terjadi pada diagram sihir, yang merespon tekanan kekuatan dari Megathirio.


“Regional Venerate…”


Mendengar tingkatan kekuatan dari yang dinyatakan oleh tetua kepala, para murid-murid pun lantas bertepuk tangan sambil bersorak, tidak menyangka bahwa ada Venerate yang memiliki dua serta tiga tingkatan diatas mereka.


Megathirio tidak menggubris sorakan serta pujian yang ditujukan ke arahnya. Pemuda itu terlihat kembali meninggalkan wilayah tengah tempat tersebut dengan masih memasang ekspresi wajah yang sedikit dingin.


**


“Lucia Dirkcourt…” Ucap tetua kepala, kini memaggil Lucia, si Vampireman perempuan tersebut.


**


“Nona, ayo pergi kesana dan percaya dirilah…” Mendengar nama Lucia disebut, Zchaira pun lantas menyemangati Vampireman perempuan itu.


Lucia pun berdiri dari tempatnya duduk, lalu menuju ke wilayah tengah dimana terdapat diagram sihir yang dapat mengukur tingkatan Venerate para murid-murid baru.


Dengan ekspresi kurang tenang, di dalam benak prempuan itu merasakan apakah hal tersebut memanglah benar, dia merasa takut jika nantinya identitas dirinya akan diketahui oleh semua orang.


**


Megathirio yang telah kembali ke kursi penonton, nampak menatap Lucia dengan ekspresi kesal, tidak bisa mengungkapkan identitas dari perempuan itu karena sebelumnya langsung mengurungkan niatnya melihat perempuan tersebut menangis.


**


“Aku tidak tahu bahwa tuan Gahaelix memiliki seorang putri,” ucap salah satu tetua kepada tetua yang lain.


“Bukan berarti jika nama clannya Dirkcourt dia adalah anak dari tuan Gahaelix… Kemungkinan gadis itu adalah anak dari anggota clan Dirkcourt lainnya,” sambung tetua yang lain, mengutarahkan pendapatnya tentang Vampireman perempuan itu.


**


Lucia sampai di tengah, tepat di atas diagram sihir tersebut, kemudian mulai berkonsentrasi mengeluarkan tekanan kekuatannya.


Dimulai dari perubahan warna ungu yang terjadi pada diagram sihir tersebut, lalu kembali berubah menjadi warna biru, serta menjadi warna biru mudah.


**


“Dis…”


“Tunggu… Lihat itu,” Dissat salah satu tetua akan mengumumkan tingkatan kekuatan dari Vampireman perempuan itu, salah satu tetua yang lain lantas menghentikannya dulu karena melihat diagram sihir tersebut masih tetap bergenti warna.


**


Tampak warna diagram sihir tersebut berubah kembali menjadi warna hijau, yang menandakan bahwa tingkatan Venerate dari Lucia merupakan Regional Venerate, sama seperti milik Megathirio.


**


**


“Apa? Dia juga Regional Venerate?” Ucap Megathirio, tidak menyangka Vampireman perempuan itu memiliki tingkatan yang sama dengannya.


Disaat Megathirio terkejut, semua murid baru pun langsung bertepuk tangan serta bersorak melihat bahwa murid baru dengan tingkatan Regional Venerate kedua.


***


Pada sebuah bangunan yang berada tidak terlalu jauh dari tempat tersebut, tampak Rayvor bersama dengan adiknya Flogaz sedang mengamati para murid baru mengukur tingkatan Venerate mereka.


“Jadi Vampireman itu bersama dengan saudara kita itu akan masuk ke kelas Regional Venerate sama seperti kita,” ucap Flogaz, mendengar tetua mengumumkan dua Regional Venerate yang tidak lain merupakan Megathirio dan Lucia.


“Iya… Tinggal menunggu sadara kita yang satunya apakah dia akan masuk ke kelas yang sama dengan kita,” respon dari Rayvor.


***


“Wah… Jadi untuk sekarang ada dua murid baru dengan tingkatan Regional Venerate.”


Di sisi lain, terlihat dua orang pemuda sedang mendengarkan tetua mengumumkan tingkatan Venerate dari Megathirio dan Lucia.


“Kakak, bagaimana pendapatmu?” Tanya salah satu pemuda kepada pemuda yang satunya, yang merupakan saudaranya.


“Entah mereka adalah Regional Venerate, tapi mereka adalah murid-murid baru. Aku yakin kemampuan mereka tidak akan sama dengan kemampuan serta pengalaman kita yang sudah lama berada di akademi ini.” Pemuda yang ditanya tersebut lantas mengutarahkan pendapatnya dengan yakin bahwa kemampuan mereka lebih unggul dari Megathirio dan Lucia, sebagai murid yang sudah lama di dalam akademi tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, murid-murid yang lain kemudian kembali bergantian menuju ke tengah untuk mengukur tingkatan Venerate mereka masing-masing.


Dari hasil tekanan kekuatan yang mereka keluarkan, tidak ada yang bisa mencapai level dari Megathirio dan Lucia, yang saat ini menjadi dua murid baru terkuat.


Tingkatan Venerate dari para murid baru tetap didominasi tingkatan Tribe Venerate, walaupun ada juga beberapa diantara mereka memiliki satu tingkatan di atas, yaitu Division Venerate.


***


“Zchaira Hairowl…”


Tak berapa lama setelah semua murid-murid dipanggil, kini hanya tersisa Zchaira yang menjadi murid terakhir yang akan mengukur tingkatan Venerate-nya.


Mendengar hal tersebut, Zchaira lantas berdiri dari tempatnya kemudian menatap Lucia terlebih dahulu.


“Ayo kesana, dan semangatlah…” Ucap Lucia memberikan semangat pada gadis itu sambil tersenyum.


Zchaira pun merspon ucapan serta senyuman dari Lucia dengan membalas tersenyum juga, lalu pergi menuju tengah.


**


Zchaira sampai di tengah kemudian berkonsentrasi mengeluarkan tekanan kekuatannya, tepat di atas diagram sihir yang berada di bawahnya.


Ketika mengeluarkan tekanan kekuatannya, tiba-tiba warna dari diagram sihir tersebut dengan cepat warnanya berubah-ubah, dimulai dari warna ungu, biru, biru muda, hijau, kemudian warna kuning, jingga, merah, terus berulang-ulang.


Diamping hal itu terjadi, para tetua serta Hefaistos dan Artemis pun merasakan tekanan kekuatan yang besar hingga membuat mereka terkejut.


Tiba-tiba perubahan warna yang terjadi pada diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan Zchaira berhenti ke warna jingga.


**


“Tidak mungkin…”


Melihat hal tersebut para tetua lantas terkejut karena mengetahui warna jingga pada diagram sihir tersebut menandakan bahwa tingkatan Venerate Zchaira berada di tingkatan Continent Venerate.


“Tunggu dulu… Ini aneh sekali. Kenapa bisa seperti ini?” Ucap salah satu tetua melihat sesuatu kembali.


Para tetua tidak berhenti terkejut ketika melihat warna tersebut belum berhenti berubah. Tiba-tiba warna dari diagram sihir itu berubah menjadi warna merah, yang menandakan bahwa tingkatan Zchaira kini telah menjadi World Venerate, tingkatan tertinggi dalam rana Venerate selama ini.