The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 184 - Informasi kedatangan Venerate Machora Tira



“Apa? Jadi kalian datang untuk mencari benda itu…” Ucap Artemis, terkejut mendengar hal tersebut.


“Tapi, kemungkinan benda itu disimpan oleh premier daerah ini di kediamannya… Bagaimana jika kalian ketahuan menyelinap ke dalam?” Tanya Artemis, nampak merasa khawatir jika kedua putranya tersebut akan mendapatkan masalah.


“Jangan khawatir ibu… Jika kami ketahuan, setidaknya kau bisa langsung mengalahkan premier itu… Lagipula kami mungkin akan sedikit kesulitan karena di kota ini ada salah satu Continent Venerate Fuegonia dari ras Elfman,” jawab Illios, sedikit bergurau jika nantinya ketahuan, maka hal itu bisa diatasi oleh Artemis yang merupakan World Venerate.


“Itu masalahnya Illios… Entah walaupun di kota ini Venerate tingkat atas Fuegonia yang ada hanyalah para Continent Venerate, kita tetap akan mendapatkan masalah jika ketahuan masuk tanpa izin ke negeri mereka…”


Mendengar hal tersebut, Illios pun menjadi terdiam karena tidak bisa membalas perkataan yang diucapkan oleh ibunya.


“Ibu harap kalian harus menahan pergerakan kalian esok hari…” Ucap Artemis, melarang Kral beserta Illios untuk melanjutkan misi mereka masuk ke dalam kediaman clan Drown.


Mereka berdua lantas terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Artemis, ibu mereka.


“Tunggu dulu ibu… Tinggal sedikit lagi kita pasti akan mendapatkan tempat benda itu disembunyikan,” ucap Illios.


“Tidak Illios… Kalian harus menunggu sampai waktunya tepat…” Namun, Artemis tetap bersikukuh tidak mengijinkan kedua putranya tersebut.


Illios lantas memberikan isyarat kepada kakaknya Kral untuk meyakinkan ibu mereka agar mendapatkan ijin untuk terus melakukan misi mereka, namun Kral hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tahu harus mengatakan apa untuk meyakinkan ibu mereka tersebut.


“Baiklah ibu… Setidaknya untuk sekarang kami akan menuruti perkataanmu…” Ucap Illios.


Baik Kral maupun Illios sebenarnya tidak mau menyetujui hal tersebut, namun karena tidak bisa meyakinkan wanita itu, mereka pun tidak bisa melakukan apa-apa selain menyetujui hal tersebut.


“Kalau begitu, ayo kita masuk sekarang…” Ucap Artemis sambil menarik kedua putranya masuk ke dalam penginapan untuk menemui yang lain.


***


Berpindah di pelabuhan, dimana kapal dari para peserta negeri Machora Tira berlabuh ditempat itu. Terlihat Lethis menemui Vempireman bernama Zenef di sebuah ruangan dalam kapal tersebut.


“Ada apa Zenef?” Tanya Lethis.


“Ibu, aku baru saja mendapatkan informasi bahwa Venerate dari negeri kita akan segera datang kemari,” jawab Zenef.


“Memangnya siapa yang akan datang kemari?” Tanya Lethis lagi, nampak penasaran ingin mengetahui siapa Venerate Machora Tira yang hendak datang ke kota tersebut.


“Itu… Dia ingin membantu kita untuk menemui sang naga merak,” jawab Zenef, namun tidak mengatakan siapa sebenarnya Venerate yang hendak datang tersebut.


“Berarti dia adalah Venerate tingkat atas… Kalau begitu siapa dia? Apa memang yang memberikan informasi kepadamu tidak memberitahukan siapa Venerate itu?” Lethis pun semakin penasaran tentang Venerate yang akan datang membantu mereka, ketika mendengar pernyataan dari Zenef yang masih berteka-teki.


“Ibu… Dia adalah nyonya Aelacia…”


“Apa?” Lethis sontak terkejut mendengar siapa Venerate tersebut, yang ternyata merupakan salah satu World Venerate Machora Tira dari ras Lamiaman, yang pernah ada ketika perang antara negeri Lightio melawan negeri Machora Tira.


*


“Bagaimana bisa ini terjadi? Bahkan Artemis juga berada disini… Entah apa yang akan terjadi di kota ini nantinya?” Ucap Lethis dalam hati, nampak khawatir jika kedatangan World Venerate mereka akan diketahui oleh para Venerate Fuegonia.


**


“Kurasa itu tidak mungkin… Walaupun kita merupakan keluarga kerajaan, namun nyonya Aelacia memiliki wewenang yang hampir sama seperti kakek,” jawab Zenef.


Lethis pun nampak khawatir jika sang ras Lamiaman itu datang ke kota Novacurve, dan jika kehadirannya tersebut diketahui, maka hal itu akan memicu perang, ditambah bahwa para Venerate tingkat atas Lightio juga berada di tempat yang sama, entah apa mungkin keadaan yang ada akan menjadi lebih buruk lagi.


***


Sementara itu di kediaman clan Drown, Rox yang memasuki sebuah ruangan tempat disimpannya benda-benda yang memiliki kekuatan di dalamnya, nampak terkejut melihat sepasang belati yang setahunya dipajang kini telah menghilang.


Karena terkejut, pria itu lantas memanggil para pelayan untuk bertanya mengenai hilangnya senjata tersebut.


“Apa kalian tidak mengetahui bahwa belati ganda Dheries sudah menghilang?” Tanya Rox.


Para pelayan yang biasa memasuki ruangan tersebut lantas terkejut karena tidak menyangka bahwa sepasang belati yang merupakan sebuah senjata suci tersebut telah menghilang.


“Tidak tuan Rox… Kemarin hari ketika kami membersihkan ruangan ini, belati itu masih terpajang di ruangan ini,” jawab salah satu pelayan.


“Sepertinya ditempat ini memang ada seorang penyusup…” Rox tidak menyalahkan para pelayan yang biasa membersihkan ruangan tersebut, dan merasa bahwa belati itu memang telah diambil oleh penyusup yang kemungkinan juga merupakan orang yang sama, yang menculik Drakon sebelumnya.


Rox sejenak berpikir mengenai tujuan utama dari para penyusup itu datang memasuki kediamannya, karena merasa bahwa belati ganda yang telah menghilang tersebut hanyalah keisengan dari penyusup tersebut datang mengambilnya.


*


“Apa mungkin mereka ingin mengambil batu kristal itu?” Ucap Rox dalam hati, mulai mengetahui tujuan dari penyusup yang datang ke kediamannya.


“Siapa yang ingin mengincar benda itu… Apakah Venerate Lightio, atau mungkin Venerate Machora Tira?” Lanjut Rox, menerka-nerka kemungkinan penyusup tersebut berasal.


Rox nampak merasa bingung karena satu-satunya saksi yang kemungkinan melihat penyusup tersebut dengan jelas adalah Drakon, namun pria itu kini sudah tidak bisa mengingat apa-apa lagi akibat ingatannya ketika diculik telah dihapus.


**


Rox pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan rasa penasaran pada penyusup yang datang ke kediamannya tersebut.


–6 Januari 3025–


Waktu pun berlalu, keesokan harinya tampak Zchaira kembali berada di pegunungan untuk melakukan latihan bersama dengan sang naga merak lagi.


Nampak gadis itu kini mulai bisa menguasai kekuatan dari makhluk suci tersebut, setelah pada hari kemarin sulit untuk mengaktifkan kekuatan miliknya tersebut.


“Hmph… Aneh sekali, padahal kemarin kau sama sekali tidak bisa mengaktifkan mode dari kekuatan kesuburan abadi… Apa yang terjadi padamu setelah hari kemarin?” Tanya naga merak bernama Shydhie tersebut.


“Ternyata itu cukup simpel… Aku tinggal menjernihkan pikiranku, serta memikirkan bahwa aku memiliki keinginan yang kuat untuk bisa menguasai kekuatan ini… Walaupun kurasa masih belum seberapa, namun aku setidaknya merasa puas bisa mengaktifkan kekuatan ini,” jawab Zchaira sambil tersenyum.


Gadis itu kemudian, kembali berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya kembali, hingga tubuhnya yang lebih besar memancarkan proyeksi energi berwarna biru.


“Sepertinya kau memang cocok memegang kekuatan ini wahai gadis muda,” ucap Shydhie, nampak merasa senang dengan perkembangan dari gadis tersebut yang terbilang cukup cepat.