The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 101 - Bala bantuan mulai berdatangan



“Eh… Kalau begitu, bagaimana keadaan dari murid-murid yang lain?” Tanya Toner, mengkhawatirkan keadaan dari murid-murid yang datang bersama dengannya.


“Soal mereka, kau tidak perlu khawatir… Karena mereka baik-baik saja,” jawab Eliadryn.


Toner pun berdiri kembali lalu berjalan hendak menemui murid-murid yang datang bersamanya.


**


Hingga tak berapa lama, dia pun akhirnya melihat bahwa para Venerate pemberontak yang dikalahkan sebelumnya telah terkurung di dalam sebuah penghalang proyeksi.


Di dekat tempat tersebut dia pun melihat para murid-murid akademi yang datang bersamanya nampak sedang berkumpul dengan keadaan baik-baik saja.


“Heh, dasar… Ternyata keadaan mereka masih lebih baik dibandingkan denganku,” ucap Toner tampak merasa legah melihat murid-murid tersebut tidak apa-apa.


“Kakak Toner…” Melihat Toner datang ke tempat itu, Andras pun langsung datang menghampirinya bersama dengan Shaevanjoe.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Shaevanjoe.


“Iya… Tenang saja. Aku baik-baik saja,” jawab Toner.


Tak berapa lama, Eliadryn, Pedrobal, Charlett serta Auphia datang menghampiri Toner dan berkumpul dengan murid-murid yang lain.


“Kalau begitu, apa rencana kita selanjutnya?” Tanya Eliadryn.


“Kita akan terus menyelamatkan para warga yang masih disekap di wilayah yang lain sampai pasukan yang menyerang berhasil mendapatkan tempat persembunyian dari Aiver Portner, pemimpin dari pergerakan pemberontakan…” Jawab Toner.


“Kalian berempat apakah masih ingin melanjutkannya?” Lanjut pemuda itu, bertanya kepada Eliadryn, Pedrobal, Charlett dan Auphia.


“Tentu saja… Untuk apa aku repot-repot kabur dari akademi sihir untuk datang kemari,” jawab Pedrobal.


“Lagipula jika ada kami, kekuatan kita menjadi lebih kuat,” sambung Eliadryn.


Toner kemudian menatap Charlett dan Auphia, ingin mendengarkan jawaban dari kedua murid perempuan itu.


“Mau bagaimana lagi… Aku sudah terlanjur berada disini, jadi lebih baik kita lanjutkan saja… Benarkan Charlett,” jawab Auphia, kemudian meminta jawaban dari temannya juga.


Charlett pun sontak menganggukan kepalanya, menyetujui bahwa dia juga tetap akan mengikuti Toner dan yang lain untuk terus menyerang wiilayah yang dikuasai oleh pemberontak, serta menyelamatkan para para warga yang ditangkap.


“Bagaimana dengan kalian?” Tanya Toner kepada para murid-murid yang berada di kelas Regional Venerate ke bawah.


“Tentu saja kami tetap ikut… Kau juga tahu kan bahwa kami masih terikat hukuman sampai masalah yang berada di daerah ini selesai,” jawab Megathirio.


Para murid-murid yang lain pun langsung mengangguk secara bersamaan, merespon bahwa mereka juga tetap akan menjalankan misi tersebut.


“Baiklah kalau begitu… Besok hari kita akan melanjutkan misi kita. Untuk saat ini kalian semua beristirahatlah memulihkan keadaan kalian,” ucap Toner.


***


Waktu pun berlalu, saat malam hari tiba, berpindah ke bagian wilayah daerah Xetas yang lain, dimana para Venerate dari negeri Pavonas dengan mudah mengalahkan para Venerate pemberontak yang menguasai salah satu kota di daerah tersebut.


“Entah kapan hal ini bisa selesai,” ucap Venerate bernama Vahal, nampak mulai bosan harus menjalankan perintah untuk membantu para Venerate daerah Xetas membereskan para pemberontak yang menguasai daerah mereka.


“Jika kau ingin berhenti, maka lebih baik kita kembali saja,” ucap Venerate yang menjadi bawahan dari pria tersebut.


“Heh, apa kau mau mendapatkan omelan dari tuan Rumen…” Ucap Vahal, membahas tentang seseorang yang akan memarahi mereka jika tidak berhasil mencapai tujuan datangnya mereka ke negeri tersebut.


“Haah… Padahal ini sudah malam,” ucap salah satu Venerate Pavonas, nampak mengeluh untuk melanjutkan penyerangan mereka karena hari sudah malam.


***


Berpindah ke kota Thouson, dimana Illios dan Astrapi kini telah sampai di kota tersebut dan langsung menemui pemimpin daerah Xetas, yang tidak lain merupakan Roselix.


“Salam tuan Illios… Nona Astrapi… Kenapa kalian datang malam-malam begini?” Ucap Roselix, menyapa dua Continent Venerate itu sambil bertanya tentang tujuan kedatangan mereka.


“Tentu saja kami datang kemari karena mendapatkan informasi mengenai pemimpin dari pergerakan pemberontak adalah Aiver Portner,” jawab Illios.


“Setelah mendengarnya, kami tidak mau tinggal diam karena musuh yang akan kita hadapi adalah seorang Continent Venerate… Walaupun sebenarnya, salah satu Venerate negeri Pavonas yang dikirim kemari juga merupakan seorang Continent Venerate,” sambung Astrapi.


“Terima kasih karena sudah datang dan ingin membantu kami disini… Kalau begitu, mari kita masuk dulu… Aku akan membahas mengenai situasi kita sekarang,” ucap Roselix, hendak mengajak Illios dan Astrapi untuk masuk terlebih dahulu.


“Tidak usah… Kami mengerti bagaimana situasi di daerah ini. Kami akan segera berangkat untuk menyerang serta menyelamatkan para warga yang tertangkap sekarang juga,” balas Illios.


“Sekarang…” Respon Roselix, tampak sedikit terkejut mendengar pernyataan dari pria itu.


“Iya… Daripada membuang waktu, lebih baik kami juga langsung membantu yang lain untuk menyelesaikan masalah ini,” ucap Illios.


“Baiklah… Kalau begitu, aku tidak bisa menahan kalian.”


***


Di kota Hawkingson, terlihat Kenrow menemui Artemis yang berada di dalam sebuah ruangan.


“Tuan Kenrow…” Ucap Artemis, melihat pria itu menemuinya.


“Tidak usah begitu formal, lagipula aku juga adalah ayahmu,” balas Kenrow, menyuruh Artemis tidak memanggil dengan sebutan tuan karena bagaimanapun juga wanita itu merupakan istri dari anaknya.


“Baik ayah… Sedang apa kau berada disini?” Tanya Artemis.


“Bagaimana mungkin kau tidak tahu keadaan di negeri ini, padahal aku baru saja kembali dari negeri Tsureya.”


“Apa maksudmu ayah?” Tanya Artemis lagi, karena kurang paham dengan maksud dari Kenrow.


“Daerah Xetas sekarang telah mengalami sebuah pergerakan pemberontakan… Walaupun wilayah itu tidak sepenuhnya mendukung kita, namun daerah tetap menjadi daerah kekuasaanmu.”


“Apa?” Artemis lantas terkejut, karena tidak tahu-menahu dengan hal tersebut.


“Aku harus segera pergi kesana.” Artemis pun langsung berdiri dari tempat duduknya setelah mendengar hal tersebut.


“Hei, tunggu dulu… Aku hanya ingin memberitahukan kepadamu saja karena kau adalah salah satu pemimpin negeri Lightio… Untuk hal itu tenang saja, aku sudah mengirim beberapa Venerate untuk membantu mereka yang berada disana,” ucap Kenrow, sambil menyuruh Artemis untuk tetap tenang.


“Siapa para Venerate yang dikirimkan kesana?”


“Mereka adalah para Venerate yang baru saja direkrut… Setidaknya ini adalah tugas pertama mereka sebagai Venerate Lightio.”


***


Di sisi lain, Vampireman bernama Joker yang kini telah menjadi Venerate Lightio tampak sedang memasuki wilayah daerah Xetas bersama beberapa Venerate.


Para Venerate baru yang sebelumnya dibahas oleh Kenrow sebenarnya merupakan para Venerate yang sedang bersama dengan Vampireman bernama Joker tersebut, dimana Joker pergi bersama dengan Kenrow ke negeri Tsureya di benua seberang, mereka langsung merekrut para Venerate itu, dikarenakan para Venerate tersebut hanya bertugas sebagai prajurit bayaran dari negeri Tsureya itu sendiri.