
“Ada yang ingin kau tanyakan? Tapi maaf, apa sebelumnya aku mengenalmu atau pernah bertemu dengamu?” Pria bernama Aguirre itu lantas bertanya balik kepada Aguirre, karena merasa gadis yang berada di hadapannya tersebut nampak asing baginya.
“Apa mungkin sekitar delapan tahun yang lalu kau pernah bertemu dengan seorang gadis kecil di wilayah utara negeri ini?” Tanya Zchaira, berharap bahwa pria tinggi yang berdiri di depannya itu kemungkinan merupkan pemuda berambut putih yang pernah ditemuinya.
“Bertemu dengan gadis kecil? Wilayah utara Lightio katamu? Aku tidak mengerti maksudmu? Aku bahkan baru pertama kalinya berkunjung ke negeri ini.” Namun, pria Elfman itu tidak paham dengan maksud tersebut serta menjawab hal yang bertentangan dengan apa yang gadis tersebut harapkan.
“Aguirre, apa-apaan kau datang kemari hanya untuk menggoda seorang gadis.” Tiba-tiba dua saudara dari Elfman itu datang menghampirinya.
“Kakak, apa kau pernah bertemu dengan seorang gadis kecil sekitar delapan tahun yang lalu di wilayah utara Lightio,” tanya Aguirre pada salah satu saudaranya.
“Haah… Apa maksudmu? Aku baru pertama kali datang kemari… Lagipula wilayah utara? Bukannya tempat itu sulit untuk dimasuki oleh orang luar…” Saudara dari pria bernama Aguirre itu juga nampak tidak paham dan menjawab sebuah jawaban sama pula.
“Bagaimana denganmu, kakak?” Tanya Aguirre pada saudaranya yang satunya.
Elfman yang ditanya tersebut lantas merespon dengan menggelengkan kepalanya, yang juga tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Zchaira pun merasa malu karena telah salah mengira bahwa para Elfman itu adalah salah satu dari pemuda yang pernah ditemuinya.
“Maaf mengganggu kalian… Mungkin sudah salah mengira orang,” ucap gadis itu, meminta maaf sambil menundukan kepalannya.
Dia pun berbalik dan kemudian perlahan-lahan beranjak dari tiga Elfman itu.
“Tunggu dulu…” Elfman bernama Aguirre itu tiba-tiba melihat kalung bunga salju yang dipakai oleh gadis tersebut dan langsung memanggilnya.
Mendengar hal tersebut Zchaira pun kembali berbalik menatap mereka lagi.
“Dari mana kau mendapatkan kalung es itu?”
Zchaira sejenak melihat kalung bunga yang dipakai pada lehernya lalu menceritakan bagaimana benda tersebut bisa berada padanya, dimana sekitar delapan tahun yang lalu seorang pemuda yang ditemuinya membentuk kalung itu mengunakan kekuatan elemen es dan kemudian memberikannya kepada gadis itu sebagai penuntun agar dia bisa kembali pulang.
Zchaira juga menjelaskan bahwa penampilan pemuda itu mirip sekali dengan tiga Elfman tersebut, dimana memiliki warna rambut putih dan sepasang mata berwarna biru.
“Bukan hanya itu tuan… Jika kuperhatikan lagi, wajah kalian mirip sekali dengan orang itu,” ucap Zchaira.
Mendengar hal tersebut, sejenak ekspresi wajah dari Elfman bernama Aguirre itu tiba-tiba menjadi terkejut, namun dia seketika mengubah ekspresi terkejutnya itu menjadi tersenyum.
“Delapan tahun yang lalu yah… Pria berambut putih serta memiliki mata berwarna biru…”
“Yang memiliki ciri-ciri seperti kami bukan hanya ras Elfman saja. Banyak orang-orang diluar sana juga yang memiliki penampilan yang mirip dengan kami… Mungkin pria yang kau temui itu bukanlah ras Elfman.”
“Tapi tuan…”
“Gadis cantik, kau mungkin sudah salah orang… Kami ras Elfman tidak bisa sembarangan memasuki negerimu, layaknya ras Vampireman atau ras lainnya di negeri Machora Tira, kami juga sebenarnya adalah musuh kalian,” Ucap dengan tegas pada Zchaira.
“Baiklah, mungkin kau benar… Maafkan aku telah mengganggu kalian.” Zchaira menerima ucapan Aguirre dan dengan ekspresi kecewa pergi meninggalkan mereka.
Setelah Zchaira pergi dengan rasa kecewa, Aguirre terlihat memasang ekspresi menyesal seakan-akan tidak mengatakan yang sebenarnya pada gadis itu.
“Aku tidak mau membuat gadis itu lebih menyesal lagi… Kalau orang yang dimaksudnya itu sudah tidak ada,” balas Aguirre.
“Bocah nakal… Ada seorang gadis cantik yang juga sangat merindukanmu… Kembalilah jika kau masih hidup,” gumam Aguirre.
**
“Hefaistos, apa yang sedang Zchaira bicarakan dengan para Elfman itu?”
Dari kejauhan, Artemis yang sedang bersama Hefaistos nampak khawatir melhat putrinya datang menemui tiga Elfman tersebut. Dia bertanya-tanya apa yang sedang dibicarakan oleh Zchaira hingga membuatnya datang menemui para ras keturunan campuran itu.
“Biarkan saja… Lagipula banyak anak-anak di wilayah utara sering mendengar bahwa ras campuran itu adalah penyelamat kita sewaktu dulu.”
Namun Hefaistos tampak tidak mengkhawatirkan hal tersebut karena berpikir bahwa Zchaira ingin melihat langsung dari sosok kaum yang memang pernah didengar oleh gadis tersebut serta anak-anak di wilayah utara Lightio sebagai penyelamat bangsa Lightio pada zaman dahulu.
Mendengar kata Hefaistos, Artemis pun sedikit merasa legah, lagipula Zchaira juga telah meninggalkan tiga Elfman itu setelah mereka berdua membicarakan tentang hal tersebut.
**
Berpindah kepada Zchaira yang masih berada di dalam ruangan yang luas itu, gadis tersebut terlihat sedang duduk sendirian dengan ekspresi murung setelah memikirkan pernyataan yang dikatakan oleh pria Elfman bernama Aguirre sebelumnya.
“Zchaira, kenapa aku selalu melihat kau sendirian lagi? Itu selalu membuatku ingin menemanimu lagi.” Dan sekali lagi Rayvor, saudara sepupu dari gadis itu datang menghampirinya.
“Tapi, kenapa kau terlihat lebih murung kali ini?” Tanya pemuda itu.
“Kakak, sebelumnya aku menceritakan tentang pertemuanku dengan seseorang yang menyelamatkanku dulu… Setelah melihat para ras Elfman itu, aku merasa bahwa salah satu diantara mereka adalah orang itu, karena memiliki wajah yang sangat mirip…”
“Tetapi, setelah aku bertanya, ternyata mereka bukan salah satu dari orang tersebut, bahkan salah satu dari mereka mengatakan bahwa mungkin orang yang kutemui bukanlah ras Elfman, masih banyak diluar sana orang-orang yang memiliki penampilan mirip seperti mereka,” ucap Zchaira, langsung menjelaskan kepada Rayvor mengapa dia terlihat murung.
“Jadi itu yah mengapa kau terlihat murung seperti ini?”
“Berarti kau memang harus berkeliling dunia ini untuk bisa menemui orang itu… Jika kau mau aku bahkan akan mencari orang itu dan menyeretnya ke hadapanmu agar kau bisa mengucapkan terima kasih padanya.”
“Kakak, mungkin kau sudah terlalu berlebihan…” Walaupun mendengar ucapan yang berlebihan dari pemuda itu, namun tampak sedikit tersenyum dan kembali bersemangat setelah mendengar hal tersebut.
Di dalam benak gadis itu memang benar bahwa sekarang bukan saatnya merasa kecewa karena tidak menemukan orang yang dicarinya tersebut. Dia harus tetap bersemangat dan pantang menyerah untuk bisa mencari salah satu orang yang pernah berjasa pada hidupnya itu.
**
Kembali pada Artemis dan Hefaistos yang tiba-tiba dihampiri oleh Vertorn berserta orang-orang yang datang bersama Giantman itu.
Ekspresi dari Artemis serta Hefaistos pun menjadi serius ketika melihat Giantman tersebut, mereka berdua kembali mengingat perkataan dari Silvan, salah satu Vampireman yang pernah menyerang daerah Wiaminnota bahwa yang telah mengijinkan para Vampireman itu masuk ke Lightio adalah ras campuran yang kini berada di hadapan mereka.
“Nyonya Artemis, selamat karena telah kembali ke posisimu.” Dengan tersenyum dan tanpa merasa salah kepada mereka, Giantman itu sontak memberikan selamat kepada Artemis.