The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 6 - Menyergap para penyerang



“Ada apa kakak? Kenapa harus menjauh dari mereka? Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Lucierence.


“Lucierence, pasukan yang menyerang wilayah pedalaman ini, bukan hanya para anggota clan Birdgehunts. Mereka juga datang bersama para ras Vampireman,” jawab Artemis.


“Apa...? Vampireman katamu...?” Mendengar pertanyaan dari Artemis seketika membuat pria itu menjadi terkejut.


“Kakak, sudah kubilang kan kita harus membawah Zchaira secepatnya dari tempat ini,” lanjut pria itu berkata.


Namun, Artemis nampak tidak menanggapi perkataan dari Lucierence dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


“Kakak.”


*


“Bagaimana ini? Aku harus menyembunyikan putriku dari mereka, tapi disisi lain bagaimana dengan para warga pedalaman. Mereka khawatir mereka akan diserang oleh para ras campuran itu jika aku tidak bersama dengan mereka,” gumam Artemis dalam hati, merasa dilema untuk menentukan pilihannya.


**


“Kakak, kita tidak punya waktu lagi. Ayo kita segera pergi dari sini, orang-orangku sekarang menunggu di...”


“Tidak Lucierence, aku tidak bisa meninggalkan para warga disini... Tolong bantu aku, kita pergi temui mereka sekarang,” ucap Artemis, memotong perkataan Lucierence.


“Apa kau yakin?” Tanya Lucierence.


“Iya...” Wanita itu pun menganggukkan kepalanya.


“Aku harus bertemu tuan Timonar terlebih dahulu.” Artemis kemudian pergi untuk menemui tetua desa mengajak Lucierence bersamanya.


***


Beberapa saat kemudian, mereka berdua menghampiri Timonar bersama dengan beberapa warga yang telah bersiap untuk pergi melawan musuh yang menyerang wilayah mereka.


“Artemis, kami akan menemui para penuerang itu sebelum mereka mencapai desa kita. Jangan khawatir, kau bisa membawa pergi Zchaira ke tempat lebih aman,” kata Timonar, saat melihat Artemis dan Lucierence datang menghampirinya.


“Tidak tuan Timonar, hanya aku dan Lucierence yang akan pergi menemui mereka.” Namun, Artemis menolak tetua desa tersebut.


“Tapi Artemis...”


“Tuan Lucierence, aku mohon yakinkan dia agar bisa pergi menyembunyikan Zchaira. Para Vampireman itu pasti mengincar Zchaira.” Timonar sontak memohon pada Lucierence agar meyakinkan wanita itu untuk membawa pergi putrinya.


“Tuan, sebenarnya aku sudah meyakinkannya, tapi kakak Artemis tidak mau meninggalkan kalian disini. Dia khawatir jika kalian akan diserang oleh mereka nantinya,” ucap Lucierence.


“Tuan Timonar, tenang saja, aku dan Lucierence pasti akan mengusir clan Bridgehunts dan para Vampireman itu dari wilayah ini... Aku juga titip Zchaira padamu, serta anak-anak yang lain,” sambung Artemis, meyakinkan tetua desa itu agar tidak khawatir.


**


Tak jauh dari situ, terlihat Megthirio mendengarkan pembicaraan dari mereka semua.


“Vampireman... Sial, ini tidak bagus,” gumam pemuda itu.


“Benar kakak, ini tidak bagus...” Tiba-tiba Rayvor juga telah berada di tempat itu.


“Hei, kau membuatku kaget saja.” Megathirio pun seketika terkejut setelah mendengar pemuda itu mendadak berbicara dengannya.


“Tapi kakak, kenapa ras Vampireman datang untuk mengincar adikmu? Memangnya apa yang terjadi,” tanya Rayvor.


“Aku pikir kau sudah mengetahuinya.”


“Tidak, aku tidak mengtahui hal itu.”


**


“Tuan Timonar, kami pergi dulu...”


Setelah mengatakan hal tersebut, Artemis kemudian terbang bersama Lucierence meninggalkan desa tersebut.


**


“Nanti saja aku ceritakan... Ayo kita ikuti mereka.” Tanpa pikir panjang Megathirio seketika berlari dengan kencangnya saat melihat Artemis dan Lucierence pergi meninggalkan desa.


“Eh, tunggu aku kakak...” Rayvor pun kemudian mengikuti pemuda itu berlari.


***


“Tuan Timonar, apa kau melihat ibu dan paman itu, atau bahkan Megathirio dan pemuda bernama Rayvor?” Tanya Zchaira pada tetua desa tersebut.


“Hah... Aku dari tadi mencari mereka berdua. Aku bahkan mau bertanya padamu dimana mereka sekarang...” kata Timonar, nampak berbohong walau mengetahui kebenarannya.


“Tapi, aku juga tidak melihat kakakmu ataupun pemuda itu dari tadi,” lanjut Timonar.


“Aneh sekali, kenapa mereka tidak ada dalam waktu yang bersamaan?” Ucap Zchaira, bertanya-tanya dimna keberadaan orang-orang yang dicarinya itu.


“Zchaira, lebih baik kau masuk saja, mungkin mereka ada di desa ini,” kata Timonar, memberikan alasan agar gadis itu tidak khawatir mencari orang-orang tersebut.


“Iya, mungkin mereka ada di sekitar sini... Kalau begitu aku pergi dulu.”


“Eh...” Belum sempat Timonar mengatakan sesuatu lagi, gadis itu sudah telanjur meninggalkannya.


***


Beberapa kilometer di dalam hutan, terlihat para anggota clan Bridgehunts dan para Vampireman berjalan menuju desa tempat tinggal Zchaira.


“Tunggu...” Tiba-tiba Silvan menyuruh mereka semua untuk berhenti sejenak.


“Ada apa tuan?” Tanya Hayliver, pemimpin clan Bridgehunts.


“Ada seseorang yang berada di depan kita,” jawab Silvan.


“Di depan kita...?” Hayliver nampak kebingungan mendengar pernyataan Vampireman tersebut, karena tidak bisa melihat apa-apa yang berada di depannya akibat kurangnya penerangan di malam hari.


Tak berapa lama kemudian, dugaan dari Vampireman itu benar adanya. Nampak Artemis bersama dengan Lucierence muncul dari balik kegelapan.


“Salam semuanya, maaf mengganggu. Sepertinya kalian hanya bisa sampai disini saja,” ucap Artemis.


“Apa...? Jadi kau yang duluan kemari menemui kami yah.” Hayliver pun sontak terkejut melihat wanita itu muncul dari balik kegelapan.


“Siapa wanita itu tuan Hayliver?” Tanya Silvan.


“Dia adalah Artemis Hairowl. Salah satu World Venerate Lightio. Dia dulunya merupakan wakil pemimpin dari negeri ini,” jawab Hayliver.


“Hmph... Begitu yah. Terlebih lagi sepertinya aku mengenal pria yang berada di samping wanita itu...”


“Apakah itu memang kau, Lucierence Silkbar?” Tanya Vampireman itu.


“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu... Tapi, dimana yah? Aku sudah tidak ingat lagi,” Berbeda dengan Silvan yang langsung mengenalinya, Lucierence nampak masih belum bisa mengenal Vampireman yang mengetahui namanya tersebut.


“Heh... Walaupun penampilanmu tidak berubah sama sekali, tapi sekarang kau sudah menjadi pelupa rupanya setelah tiga puluh tahun berlalu,” kata Silvan.


“Tiga puluh tahun yang lalu... Kalau diingat-ingat lagi, bukannya waktu itu terjadi peperangan antar negeri kita kan? Apa mungkin aku bertemu denganmu?”


“Maaf tuan-tuan jika aku memotong pembicaraan kalian, karena sekarang bukanlah waktu untuk kalian membicarakan hal tersebut...” kata Artemis, memotong pembicaraan antara Lucierence dan pria Vampireman itu, yang dirasanya tidak terlalu penting.


“Aku meminta maaf juga karena kalian semua tidak boleh berada di wilayah ini... Lebih baik kalian semua pergi dari tempat ini sebelum aku masih bersikap baik pada kalian semua,” lanjut wanita itu berkata dengan mengancam para clan Bridgehunts dan Vampireman.


“Nyonya, kami kemari untuk membantu menyelesaikan permasalahan internal yang terjadi di dalam negeri kalian... Sebagai aliansi dari negeri Lightio kami datang membantu membuka perbatasan wilayah utara ini.” kata Silvan dengan memasang senyuman tipis diwajahnya.


“Setidaknya jika kalian tidak mau sebuah kekerasan mari kita berunding saja.”


“Tidak ada yang bisa dirundingkan... Lagipula ini bukan urusan dari kalian wahai ras campuran. Jangan terlalu mencampuri urusan dari negeri lain.” Namun, Artemia sontak menolak tawaran dari pimpinan ras Vampireman itu.


Wanita itu kemudian mengangkat salah satu tangannya ke depan. Melihat hal tersebut para anggota clan Birdgehunts sontak langsung bersiaga, namun para Vampireman terlihat tidak menanggapi berlebihan dari pergerakkannya tersebut.


“Eh...” Baru saja Silvan menyadari, tiba-tiba sebuah lingkaran sihir muncul tepat di bawah tempat berpijaknya.


“Semuanya menghindar...!”


Semua anggota clan Bridgehunts serta para Vampireman seketika bergerak menjauhi lingkaran sihir yang diciptakan oleh Artemis setelah teriakan dari Hayliver.


“Sial, kenapa aku tidak bisa bergerak?” Namun, anehnya Vampireman yang di dalam lingkaran sihir tersebut nampak tidak bisa bergerak untuk menjauhinya.


“Incantesimo segreto… Sainte esplosione...” Seketika lingkaran sihir yang berada di bawah Vampireman itu meledak dan menghancurkan pohon-pohon yang berada di sekitarnya.