The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 122 - Arlias dan para Venerate Xetas datang membantu



“Incantesimo segreto… Coup de pousser…”


“Ukh...” Tiba-tiba Anmaguel menerima sebuah serangan dorongan yang sangat kuat dari arah atas, hingga membuat tetua akademi sihir itu seketika terhentak dan menghantam tanah dengan keras.


Illios pun terkejut sambil menunjukkan ekspresi keheranan, dimana pria itu langsung menoleh ke arah atas untuk memastikan siapa yang telah melancarkan serangan tersebut kepada tetua akademi sihir itu.


Ketika Illios menoleh ke atas untuk melihat, tiba-tiba seseorang mendarat di dekat mereka, yang tidak lain merupakan Arlias Atebasto, sang tetua kepala dalam akademi sihir.


“Akhirnya kau datang juga pak tua… Aku sudah lama menunggumu,” ucap Illios nampak senang ketika melihat sang tetua kepala tersebut datang ke tempat persembunyian para Venerate pemberontak.


“Ternyata benar yang kucurigai, bahwa Venerate misterius itu adalah kau Anmaguel…” Ucap Arlias, ketika melihat Anmaguel berada di tempat itu sedang melawan Illios.


“Anmaguel, sebenarnya apa tujuanmu mendukung Aiver Portner untuk melakukan pergerakan pemberontakan di daerah ini?” Lanjut Arlias, bertanya kepada Anmaguel.


“Tentu saja, pria itu menawarkanku sesuatu yang sangat kubutuhkan selama ini… Namun, aku masih tidak bisa mengatakannya kepada kalian alasan itu…” Jawab Anmaguel, masih enggan untuk menjelaskan secara detail alasannya mendukung Aiver melakukan pemberontakan.


“Jika kalian memaksa untuk membuatku sadar, maka kalian terlebih dahulu harus mengalahkanku.”


Anmaguel pun mengacungkan tombaknya ke atas, dan mulai berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua miliknya.


Melihat hal tersebut, Illios dan Arlias pun hanya membiarkan pria tersebut mengaktifkan kekuatan miliknya sendiri, tanpa harus berusaha untuk mengahalanginya.


“I defteri ekdosi… Tepaloz the lightning rain…” Sontak pancaran proyeksi elemen petir bertegangan tinggi dan berskala besar, memancar keluar dari tombak yang diacungkannya, kemudian menyelimuti tubuh pria itu.


Dalam sekejap, Anmaguel berubah menjadi makhluk berkulit biru dengan mengenakan sebuah topeng besi dan tombak cukup panjang, yang memancarkan proyeksi elemen petir. Perubahan Anmaguel juga terlihat, dimana pria itu kini memiliki sebuah lingkaran proyeksi elemen petir tepat melingkar dari belakang punggungnya sampai ke bagian belakang atas kepalanya.


Anmaguel seketika meluncur ke arah Illios dan Anmaguel sambil mengacungkan tombaknya yang memancarkan proyeksi elemen petir bertegangan tinggi.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Dengan sigap, Arlias langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan Anmaguel yang meluncur ke arahnya berserta Illios.


Namun, karena saking kuatnya tekanan dari serangan tetua akademi tersebut, perisai proyeksi yang diciptakan oleh Arlias pun seketika hancur, membuat dia bersama dengan Illios sontak melompat untuk menghindari Anmaguel yang meluncur dengan kecepatan sangat tinggi.


“Incantesimo segreto… Coup de flame sabrer…” Ketika Anmaguel meluncur melewati mereka, Illios dengan sigap langsung melancarkan serangan tebasan proyeksi elemen api berskala besar ke arah tetua akademi tersebut.


Serangan itu pun membuat Anmaguel terhempas kemudian langsung tersungkur di tanah. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan oleh Illios dan Arlias untuk hendak melancarkan serangan secara bersamaan.


“Incantesimo segreto… Coup de pousser…” Arlias seketika kembali melancarkan serangan dorongan yang kuat seperti sebelumnya, hingga Anmaguel terhentak ke tanah dengan kerasnya.


“Incantesimo segreto… Coup de flame sabrer…” Disaat yang bersamaan, Illios kembali melancarkan serangan proyeksi tebasan elemen api miliknya ke arah Anmaguel.


“Akh…” Serangan tersebut langsung diterima oleh tetua akademi sihir tersebut, hingga menciptakan sebuah ledakan yang besar.


Akibat hal tersebut Anmaguel pun seketika terkapar tak berdaya, namun Illios serta Arlias nampak merasa heran melihat wujud kekuatan pelepasan kedua Anmaguel, masih belum kunjung kembali seperti semula.


Tiba-tiba Anmaguel membuka kedua matanya, yang seketika membuat tetua akademi itu memancarkan proyeksi elemen petir dari tubuhnya, yang langsung meluncur dan diterima oleh Illios dan Arlias, hingga membuat mereka pun menjadi sulit untuk bergerak.


Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh Anmaguel, dengan cepat kembali berdiri lalu meluncur melewati dua Continent Venerate tersebut.


Ternyata Anmaguel sebelumnya hanya memanfaatkan keadaan dengan berpura-pura tidak sadarkan diri setelah menerima serangan dari Illios maupun Arlias.


Anmaguel pun perlahan-lahan mendekati kedua Continent Venerate yang sulit untuk bergerak tersebut sambil mengacungkan tombaknya ke arah atas, berniat untuk mengakhiri mereka.


“Eh…” Tiba-tiba Anmaguel mengurungkan niatnya ketika mendengar suara sedikit gaduh dar arah depan.


Setelah tetua akademi sihir itu menoleh, ternyata para pasukan Venerate daerah Xetas yang dipimpin oleh Roselix akhirnya datang untuk membantu melawan para Venerate pemberontak.


“Akh…” Ketika legah saat memperhatikan pasukan Venerate Xetas, Anmaguel sontak menerima serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Arlias.


Hal itu pun langsung membuat Anmaguel seketika langsung terhempas dan tersungkur di tanah.


“Difesa sillabare… Holy eldritch barrier…” Dengan sigap, Arlias menciptakan sebuah penghalang proyeksi yang langsung mengurung Anmaguel di dalamnya.


Arlias kemudian perlahan-lahan berjalan mendekati Anmaguel yang terkurung di dalam penghalang proyeksi yang diciptakan olehnya.


“Fiamma sillabare… Hall of holy flame…” Arlias menyentuh penghalang proyeksi yang diciptakannya, yang seketika memunculkan kobaran api di dalamnya.


“Uakh…!” Kobaran api tersebut sontak langsung menyambar Anmaguel yang berada di dalamnya.


Setelah kobaran api yang dilancarkan oleh Arlias perlahan-lahan lenyap, terlihat Anmaguel terkapar tak sadarkan diri dan langsung kembali ke wujud semulanya.


***


Sementara itu, pasukan Venerate daerah Xetas yang dipimpin oleh Roselix sontak langsung membantu para murid-murid akademi sihir melawan para Venerate pemberontak.


Karena hal tersebut, para Venerate pemberontak bersama para Venerate negeri Pavonas pun tidak bisa berkutik dikarenakan keadaan mereka telah berbalik.


***


Di sisi lain, Aiver yang dikira sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah berhasil dikalahkan, tiba-tiba kembali berdiri. Tanpa disadari oleh Astrapi, Aiver yang berada di belakangnya sontak hendak melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam ke arah perempuan itu.


“Awas…!” Hal tersebut lantas membuat Joker pun langsung memperingati Astrapi sambil meluncur ke arah perempuan itu.


“Akh…” Akibat menghalangi Astrapi, Vampireman itu pun langsung menerima serangan proyeksi energi hitam dari Aiver hingga membuatnya jatuh terkapar dan langsung tak sadarkan diri di depan Astrapi.


Setelah Joker menerima serangannya, Aiver pun dengan sigap hendak melancarkan serangannya kembali ke arah Astrapi.


“Penetrans sillabare…” Disaat yang bersamaan Megathirio datang dari pintu masuk ruangan tersebut, sambil menggunakan teknik sihir penembus untuk melewati proyeksi penghalang yang diciptakan oleh Aiver.


“Aqua sillabare… Shooting star…” Dalam sekejap, pemuda itu pun langsung melancarkan serangan tembakan elemen air bertekanan tinggi ke arah Aiver yang hendak menyerang Astrapi.


“Uakh…!” Tidak mengira kedatangan serta serangan dar pemuda itu, Aiver pun langsung terhempas dan menabrak dinding ruangan dengan keras.