The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 185 - World Venerate Machora Tira



Sementara Zchaira berlatih dengan sang naga merak, tampak Artemis menunggu putrinya tersebut sambil duduk di pinggiran sebuah tebing, tanpa ditemani oleh Astrapi seperti hari kemarin.


Artemis terus memperhatikan ke sekitaran pegunungan tersebut, berharap agar ibunya Lethis bisa kembali ditemuinya lagi.


Karena merasa bahwa penglihatannya masih kurang jauh untuk memperhatikan keadaan di sekitar pegunungan tersebut, wanita itu pun lantas memunculkan busur panah senjata sucinya, kemudian mengaktifkan kekuatan dari senjatanya tersebut, hingga membuatnya memiliki kemampuan penglihatan jarak jauh bahkan sampai ratusan kilometer dari tempat wanita itu berada.


“Eh… Apa itu?” Ucap Artemis, tiba-tiba terkejut ketika melihat sesuatu dari langit terbang mendekati kota Novacurve.


Artemis kemudian mengakses kekuatan yang lebih agar bisa dengan jelas melihat sesuatu yang sedang mendekati kota yang berada di depannya.


Wanita itu lantas terkejut ketika melihat dengan jelas bahwa sesuatu yang mendekat ke kota Novacurve merupakan para Venerate.


“Mereka Venerate tingkat atas…” Ucap Artemis, mengetahui bahwa para Venerate yang sedang mendekat merupakan para Venerate diatas tingkatan Land Venerate, karena memiliki kemampuan terbang tanpa menggunakan sebuah bantuan.


“Sepertinya mereka bukan Venerate Fuegonia…” Ucap Artemis, menduga bahwa Venerate tingkat atas yang sedang mendekati kota Novacurve dari arah barat daya itu bukan merupakan Venerate dari negeri tersebut.


“Tunggu dulu… Bukankah dia adalah ras Lamiaman…” Artemis pun terkejut ketika melihat salah satu Venerate yang diperhatikannya tersebut nampak dikenalinya merupakan Aelacia, ras Lamiaman dengan tingkatan World Venerate yang berasal dari negeri Machora Tira.


“Apa-apaan ini? Kenapa mereka datang kemari…”


Merasakan sebuah bahaya dengan kedatangan para Venerate tersebut, termasuk Lamiaman bernama Aelacia itu, Artemis lantas mengangkat busur panahnya, membidik lalu memproyeksikan energi sihirnya menjadi sebuah anak panah, hendak menyerang para Venerate yang datang tersebut tempatnya berada.


Akan tetapi, Artemis tiba-tiba mengurungkan niatnya karena berpikir bahwa bukan saatnya dirinya menyerang para Venerate Machora Tira yang datang tersebut.


Artemis kemudian memperhatikan tujuan para Venerate itu datang ke kota Novaurve menggunakan kemampuan penglihatan jarak jauhnya, karena kemungkinan dirinya akan mengetahui letak tempat para peserta tim Machora Tira, beserta tempat Lethis berada.


Baru saja berpikir mengenai hal tersebut, para Venerate itu tiba-tiba mendarat pada sebuah kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan kota Novacurve.


***


Berpindah pada kapal Machora Tira, dimana Aelacia bersama dengan dua Venerate yang merupakan ras Lamiaman serta ras Harphyman, yang juga pernah ada ketika perang antara negeri Lightio dan Machora Tira terjadi, mendarat di atas kapal tersebut, namun kedua Venerate ras campuran yang bersama Aelacia tersebut kini telah berada dalam wujud manusia mereka masing-masing.


“Selamat datang nyonya Aelacia… Tuan Alexei, dan tuan Lovarge…” Disamping itu, Lethis yang telah berada di atas kapal menanti kedatangan mereka lantas menyapa satu per satu para Venerate tersebut.


Tak berapa lama, Vampireman bernama Zenef bersama dengan para anggota tim Machora Tira datang menghampiri para Venerate tingkat atas tersebut, kemudian menyapa mereka.


“Ngomong-ngomong… Dimana tempat naga merak itu berada?” Tanya Aelacia.


“Disana nyonya Aelacia…” Ucap Lethis, langsung menjawab pertanyaan dari Lamiaman tersebut serta menunjuk ke arah pegunungan tempat berdiamnya naga merak yang merupakan tujuan mereka datang ke kota tersebut.


“Hmph… Aku langsung mengetahuinya dengan merasakan tekanan kekuatan yang mencekam di atas pegunungan tersebut,” ucap Aelacia, lantas percaya dengan ucapan Lethis karena mampu merasakan tekanan kekuatan dari naga merak tersebut yang kini memang berada di atas pegunungan itu.


“Biar kutebak… Kalian pasti belum bisa mendapatkan kekuatan dari naga itu kan...”


“Mohon maaf nyonya Aelacia… Kendala kami saat pertama kali sebenarnya bukan karena sang naga merak tersebut…” Ucap Lethis.


“Sebenarnya hal yang membuat kami gagal menemui naga merak itu karena kami tiba-tiba saja bertemu dengan para Venerate Lightio,” sambung Zenef, menjelaskannya kepada Aelacia.


“Siapa itu?” Tanya Aelacia sekali lagi, merasa penasaran dengan para Venerate Lightio yang telah menggagalkan rencana mereka.


“Artemis katamu…” Aelacia langsung terkejut karena tidak menyangka bahwa salah satu Venerate terkuat dari negeri Lightio juga berada di kota itu, dan merasa bahwa Artemis akan menjadi penghalang bagi para Venerate Machora Tira untuk bisa mendapatkan kekuatan dari sang naga merak.


***


“Ibu…” Kembali pada Artemis yang sontak terkejut ketika melihat kembali ibunya berada di atas kapal Machora Tira yang bersandar di pelabuhan kota Novacurve.


Wanita itu tiba-tiba memejamkan kedua matanya kemudian, berkonsentrasi mengakses kekuatannya.


*


“Tuan naga merak… Maaf menggangumu, tapi apakah kau bisa menjadi putriku untuk sementara, karena sepertinya aku ingin pergi ke suatu tempat,” ucap Artemis dalam hati, ternyata menggunakan kemampuan telepati untuk berkomunikasi dengan naga merak yang sedang bersama Zchaira.


“Tenang saja gadis muda… Aku akan menjaga putrimu sampai dia selesai latihan dan kembali ke kota,” balas sang naga merak menerima permintaan dari Artemis, menjaga Zchaira untuk sementara.


**


Setelah naga merak menyetujui hal tersebut, Artemis kemudian terbang dengan kecepatan penuh menuju ke kapal Machora Tira.


***


“Nyonya Aelacia… Namun disamping itu, ada sebuah hal menarik, dimana gadis pemegang kekuatan dari sang naga merak yang merupakan putri dari Artemis berada di kota ini,” ucap Zenef.


“Gadis pemegang kekuatan kesuburn abadi berada di kota ini… Kurasa ini akan lebih mudah untuk mendapatkan kekuatan kesuburan abadi tanpa harus memaksa makhluk suci itu,” respon Aelacia, merasa senang ketika mendengar penjelasan dari Zenef.


Lethis pun lantas merasa khawatir mengenai cucunya yang kini menjadi incaran para Venerate Machora Tira karena karena mengetahui sedang berada di kota itu.


Tiba-tiba Artemis mendarat tepat ditengah mereka, yang membuat para Venerate, selain Venerate tingkat atas langsung terhentak merasakan tekanan kekuatannya.


***


“Eh… Apa itu?”


Di lain sisi, para anggota tim dari negeri Mormist, yang memang berada di dalam kapal sebelah kapal negeri Machora Tira sontak terkejut merasakan tekanan kekuatan yang dikeluarkan oleh Artemis.


Kelima anggota tim Mormist tersebut lantas berbondong keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi diluar.


**


Mereka pun langsung terkejut ketika melihat para Venerate tingkat atas dari luar negeri Fuegonia berkumpul di atas kapal Machora Tira.


Kelima anggota tim Mormist tersebut tampak merasa tegang melihat para Venerate tingkat atas tersebut, yang lebih banyak dari jumlah mereka.


“Kakak… Aku mau pulang saja… Sepertinya Machora Tira, Lightio, serta Fuegonia akan berperang di kota ini,” ucap Mermaidman bernama Sereia pada saudaranya bernama Nolani yang juga merupakan ras Mermaidman.


“Untuk apa mereka semua berada disini?” Ucap Nolani, bertanya-tanya mengenai tujuan para Venerate tingkat atas itu berkumpul di kota Novacurve.