The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 48 - Astrapi dan yang lain bergabung ke wilayah barat



“Astrapi, tenang saja kami berdua akan ikut bersamamu ke wilayah barat,” ucap Kral.


“Benarkan Illios…” Lanjut Kral, meyakinkan Illios untuk ikut juga.


“Eh… Haah… Terserah kalian saja.” Illios pun menyetujui saran dari Kral karena tidak memiliki pilihan yang lain.


***


Lima hari kemudian, dimana hari pernikahan Aiver dan Astrapi akan dilaksanakan di kota Hawkingson.


Aiver merasa senang akan segera menikahi perempuan yang disukainya tersebut, akan tetapi ekspresinya tiba-tiba berubah ketika mendengar bahwa Astrapi telah melarikan diri. Disaat yang bersamaan juga Kral dan Illios juga tidak berada di kota Hawkingson.


Aiver pun geram mengetahui Astrapi melarikan diri dengan dua saudara perempuan itu karena tidak mau menikahinya.


***


Berpindah ke wilayah barat, dimana Astrapi dan kedua saudaranya akhirnya telah sampai di kota Angeloses, daerah Calfarinai, tempat para Venerate tingkat atas pihak barat berkumpul.


Mereka bertiga langsung disambut oleh Leagerenza, Continent Venerate yang tinggal di kota tersebut


“Kalian kan adalah anak-anak dari tuan Hefaistos kan?” Tanya Leageranza.


“Iya nyonya… Pertama-tama perkenalkan namaku adalah Kral Silkbar,” jawab Kral sambil memperkenalkan namanya.


“Itu tidak penting bagiku… Katakan saja kenapa kalian datang kemari? Apa kalian mau menyerang kami? Kurasa bukan itu… Apa ayah kalian yang mengutus kalian? Atau mungkin ada hal yang lain?”


Leageranza tidak memperdulikan ucapan sopan dari Kral. Wanita itu memberikan beberapa pertanyaan mengapa mereka datang ke kota itu.


“Tidak nyonya, ini tidak seperti yang kau pikirkan…”


Astrapi pun menjelaskan bahwa dia memiliki sebuah masalah yang mengharuskannya pergi melarikan diri. Astrapi bermohon kepada wanita itu untuk menerima mereka semua di tempat itu menjadi bagian dari para Venerate wilayah barat. Dia menjelaskan bahwa tidak apa-apa baginya serta kedua saudaranya untuk menjadi kubuh penentang dari para Venerate di wilayah timur, walaupun itu termasuk ayah mereka, Hefaistos.


Leagerenza tidak bisa berkata apa-apa melihat perempuan itu bermohon kepadanya, dia sendiri langsung menyetujui mereka bertiga untuk bergabung dengan menganggukan kepalanya.


***


Setelah Leagerenza menyetujui Astrapi dan dua saudaranya untuk bergabung, mereka bertiga harus sekali lagi bermohon kepada salah satu Venerate.


Leageranza membawa Astrapi dan dua saudaranya menghadap Vertorn Nomos, World Venerate Lightio yang berasal dari ras Giantman.


Awalnya Vertorn ragu untuk menerima Astrapi dan dua saudaranya menjadi bagian wilayah barat karena mengetahui bahwa mereka adalah anak-anak dari seorang presiden penyihir.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Astrapi bahwa dia terpaksa harus pergi meninggalkan wilayah timur karena dipaksa menikah dengan orang yang bermasalah, Vertorn pun akhirnya menerima mereka menjadi bagian dari para Venerate wilayah barat.


Giantman tersebut menerima Astrapi dan yang lain bukan hanya karena mendengar penjelasan dari Astrapi saja, namun alasan utamanya menerima mereka dikarenakan ketiga orang itu merupakan seorang Continent Venerate yang menjadi murid-murid terbaik dalam akademi sihir kota Xemico. Dengan bergabungnya mereka, maka itu akan membuat kekuatan wilayah barat menjadi lebih kuat lagi.


***


Pada keesokan harinya Hefaistos pun datang ke kota Angeloses dengan alasan ingin membawa pulang ketiga anaknya.


Hal tersebut langsung dihalangi oleh Vertorn karena telah ketiga anak dari pria itu kini telah resmi menjadi bagian dari wilayah barat.


“Tuan Vertorn, jangan menghalangiku. Aku ingin mengajak anak-anakku untuk pulang,” ucap Hefaistos dengan ekspresi serius.


“Maaf sekali tuan presiden, tapi Kral dan yang lain sudah menjadi bagian dari kami… Aku tidak akan membiarkanmu mengambil mereka.” Vertorn pun membalas dengan menolak ucapan dari pemimpin negeri Lightio itu.


Mendengar hal tersebut, Hefaistos pun menjadi geram, dalam sekejap dia memunculkan sebuah palu bergagang panjang yang merupakan senjata suci, berniat untuk mengambil kembali anak-anaknya dengan cara kasar.


Vertorn pun tidak gentar, dalam sekejap juga Giantman itu memunculkan sebuah pedang berukuran besar yang merupakan senjata sucinya, tidak ragu untuk bertarung dengan pemimpin negeri Lightio itu.


Para Venerate wilayah barat sudah memperkirakan bahwa saat Hefaistos datang kemungkinan bahwa hal tersebut akan berakhir dengan kekerasan, jadi mereka sudah mengantisipasi hal tersebut dengan lebih dahulu mengungsikan para warga kota agar tidak terkena dampak dari pertarungan antara Venerate tingkat atas nantinya.


“Maaf tuan presiden, jika anda terus bersikeras serta menggunakan kekerasan, maka aku juga tidak akan tinggal diam.” Tak berapa lama, salah satu World Venerate wilayah barat, yang tidak lain adalah Levianther juga datang menghalangi Hefaistos serta memperingatinya.


“Sial…” Keluh, Hefaistos kini merasa ragu untuk menyerang karena di depannya kini sudah berada World Venerate sekaligus.


Hefaistos menghilangkan senjata sucinya, mengurungkan niatnya untuk bertarung karena bagaimanapun juga dia berusaha, dia tidak akan bisa mengalahkan dua World Venerate sekaligus.


“Baiklah, ini mungkin bukanlah hari keberuntunganku… Tapi ingatlah, suatu hari nanti aku pasti akan membawa pulang anak-anakku,” ucap Hefaistos lalu pergi begitu saja dengan keadaan kecewa.


–Tahun 3019 sampai 3024–


Setelah gagal membawa pulang kembali tiga anaknya, hari demi hari pun dilewati Hefaistos dengan rasa kecewa karena tidak ada lagi keluarganya yang tersisa di kota itu. Istri serta dua anak bungsunya sudah lama meninggalkannya pergi ke wilayah pedalaman utara, sedangkan tiga anaknya yang lain kini telah menjadi bagian dari para Venerate yang menentangnya.


Disaat yang bersamaan, seorang mata-mata datang menemuinya dan memberikan informasi bahwa mereka melihat Aiver Portner memiliki sebuah kunci untuk bisa memasuki ruangan yang berada di dalam bangunan tua di kota Erestmanch sebelumnya.


Mendengar hal tersebut akhirnya pria itu mengerti mengapa sebelumnya Kral bersikeras ingin memberitahukan kepadanya, namun dirinya tidak mempercayai hal tersebut.


Di sisi lain, Hefaistos akhirnya bersyukur ternyata gagalnya pernikahan Aiver dan Astrapi memang merupakan hal yang baik. Hefaistos tidak bisa membayangkan jika nanti Astrapi harus hidup bersama orang bermasalah seperti itu.


Akan tetapi, Hefaistos tidak mau menyerah untuk membawa kembali ketiga anaknya dari wilayah barat. Disaat negeri Machora Tira yang memiliki sejarah perseteruan panjang bersama Lightio, akhirnya ingin meminta perdamaian serta menjalin aliansi, disaat itu pun Hefaistos hanya terpikir bahwa dia kini akan mendapat bantuan untuk bisa menundukan wilayah barat dan mengambil kembali tiga anaknya.


Hefaistos sebagai pemimpin negeri Lightio tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran untuk beraliansi dengan negeri Machora Tira, yang padahal hal tersebut akan memicu para Venerate wilayah pedalaman utara untuk memberontak.


–16 Mei 3024–


Kembali ke masa kini, dimana Astrapi telah selesai menceritakan kepada Artemis mengapa dirinya bersama dua saudaranya pergi meninggalkan kota Hawkingson, ditambah sedikit penjelasan dari Hefaistos tentang bagaimana dia menyetujui untuk beraliansi dengan negeri Machora Tira.


“Kalau saja aku mempercayai kata Kral waktu tentang hal yang disembunyikan oleh Aiver, pasti kalian tidak akan pergi meninggalkan kota ini,” Ucap Hefaistos, nampak menyesal seharusnya waktu itu mempercayai penjelasan dari Kral.


Mendengar semuanya, Artemis pun hanya bisa terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa. Wanita itu bingung kini harus menyalahkan siapa akibat hal ini. Bagaimanapun juga Hefaistos sebenarnya sudah berusaha semampunya sebagai seorang ayah yang sekaligus adalah seorang pemimpin negeri Lightio.