The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 173 - Wakil presiden penyihir datang ke Novacurve



“Tidak kakak… Setelah kupikir-pikir, kakak Kral benar karena saat melihat perempuan itu aku juga merasakan bahwa dia mirip sekali dengan ibu…” Ucap Astrapi.


“Aku juga pernah mendengar ketika kita masih tinggal di kota Hawkingson bersama ibu, mereka pernah membicarakan seorang Venerate dari clan Hairowl untuk dibawa kembali ke negeri kita,” lanjut perempuan tersebut.


Mendengar hal tersebut, Illios pun langsung sepemikiran dengan Astrapi, walaupun hal yang pernah mereka dengar itu sudah bertahun-tahun yang lalu ketika mereka masih berusia sangat muda.


***


Sementara itu di kota Hawkingson, Kral muncul dari sebuah lingkaran sihir tepat di dalam kediaman presiden penyihir negeri Lightio.


Dalam waktu yang bersamaan, prajurit ang berjaga di dalam kediaman tersebut sontak berkumpul megepung Kral karena masih belum mengetahui bahwa sang putra pertama dari Hefaistos dan Artemis, datang secara tiba-tiba.


“Eh… Anda kan tuan Kral…” Ucap salah satu prajurit, terkejut saat mengetahui bahwa Venerate yang muncul menggunakan teknik sihir perpindahan ruang tersebut tidak lain merupakan Kral.


“Maaf mengagetkan kalian semua… Apakah presiden penyihir atau wakil presiden penyihir ada di tempat ini?” Tanya Kral.


“Keduanya berada di tempat ini…” Jawab salah satu prajurit.


“Kalau begitu, aku ingin bertemu dengan nyonya Artemis, karena informasi yang ingin kuberikan lebih diperlukan oleh beliau,” ucap Kral.


“Baik tuan Kral… Kalau begitu mari kami antar…”


Prajurit yang berjaga tersebut sontak langsung mengantar Kral agar menemui ibunya untuk memberikan informasi mengenai Lethis yang kini berada di kota Novacurve.


***


Beberapa saat kemudian, seorang prajurit datang memasuki sebuah ruangan dimana terdapat Artemis di dalamnya.


“Maaf mengganggu, nyonya Artemis… Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda,” ucap prajurit tersebut, kemudian langsung meninggalkan ruangan itu.


Tak berapa lama, tampak Kral masuk ke dalam ruangan tersebut, membuat Artemis pun seketika langsung terkejut, karena putranya datang ke ibukota Lightio menemuinya.


“Kral…” Ucap Artemis, sontak berdiri dari tempat duduknya, kemudian langsung memeluk putranya tersebut.


“Kenapa kau datang kemari nak?” Tanya Artemis, nampak penasaran.


“Ada yang ingin kusampaikan kepadamu ibu bahwa Lethis Hairowl berada di negeri Fuegonia saat ini,” ucap Kral.


“Apa katamu…?” Artemis pun lebih terkejut ketika mendengar informasi tentang keberadaan dari Lethis dari putranya tersebut.


“Kral… Bagaimana mungkin kau bisa mengetahui mengenai Lethis?” Tanya Artemis lagi, semakin penasaran.


“Tentu saja aku mengetahuinya… Dibandingkan adik-adikku, aku sudah cukup mengerti ketika kalian menceritakan mengenai nenek Lethis yang telah menjadi Venerate Machora Tira, ketika kami masih kecil…” Jawab Kral.


“Ngomong-ngomong, walaupun aku tidak melihat secara langsung, namun aku percaya bahwa orang yang dikatakan oleh Illios memanglah nenek Lethis,” lanjut pria itu berkata.


“Tapi, kenapa bisa di negeri Fuegonia? Dan kenapa juga kau dan Illios berada disana Kral?” Ucap Artemis, melontarkan beberapa pertanyaan kepada anak pertamanya tersebut.


Kral pun menjelaskan bahwa sebenarnya Zchaira dan empat murid akademi sihir lain saat ini sedang mengikuti turnamen Venerate di kota Novacurve, dimana Kral sendiri, dengan Illios dan Astrapi ikut bersama Zchaira dan yang lain untuk mencoba mencari keberadaan dari benda pusaka negeri Lightio yang pernah dicuri oleh Rox, premier daerah Camburtile, Fuegonia yang informasinya tersebut pernah dibocorkan oleh salah satu Venerate Fuegonia. Sementara itu, ketika berada di suatu tempat, Illios, Astrapi dan Zchaira bertemu dengan Lethis dan melaporkannya kepada pria itu.


“Tunggu apa lagi? Kalau begitu ayo kita pergi kesana,” ucap Artemis, memutuskan untuk pergi ke negeri Fuegonia setelah mendengar penjelaskan dari Kral.


“Apa…? Ibu akan pergi kesana?” Tanya Kral, tampak tidak percaya dengan pernyataan dari Artemis.


“Tentu saja.” Setelah menjawab pertanyaan dari anaknya, Artemis tanpa pikir panjang keluar dari ruangannya menuju ke sebuah balkon, kemudian terbang ke langit dengan kecepatan penuh.


“Tunggu ibu…” Kral pun seketika mengukuti ibunya yang telah lebih dulu terbang menuju ke negeri Fuegonia.


–5 Januari 3025–


Waktu pun berlalu, keesokan harinya di penginapan dari para murid akademi sihir, semua orang dibuat sangat tercengang ketika bangun pada pagi hari melihat Artemis, salah satu World Venerate, dan merupakan wakil presiden penyihir negeri Lightio berada di kota negeri Fuegonia tersebut.


“Sungguh tidak bisa kupercaya… Wakil presiden penyihir sekarang berada disini untuk mendukung anggota tim yang menjadi perwakilan negeri kita,” ucap Astrapi sambil menggelengkan kepalanya.


“Maaf jika aku datang secara tiba-tiba begini… Ngomong-ngomong bagaimana dengan hasil turnamen kalian untuk saat ini?” Ucap Artemis sambil tersenyum, kemudian bertanya mengenai kontribusi kelima anggota tim Lightio pada turnamen Venerate.


“Untuk sementara ini, kami berhasil memimpin di posisi kedua setelah tim dari negeri Vielass, karena Zchaira berhasil memenangkan pertadingan pada kemarin hari,” jawab Aphrodia, dengan nada sopan, walaupun sebenarnya sedikit canggung melihat ibu dari pria yang disukai olehnya.


“Zchaira memenangkan pertandingan kemarin hari?” Ucap Artemis karena tidak menyangka bahwa putri bungsunya berhasil memenangkan pertandingan, dan membuat tim Lightio mendapatkan poin.


“Memangnya aku tidak bisa melakukan itu...” Balas Zchaira.


“Tunggu dulu nyonya wakil presiden… Lebih baik kau jelaskan dulu mengapa kau sampai datang ke tempat ini?” Tiba-tiba Illios bertanya kepada Artemis karena tidak bisa percaya dengan kedatangan dari ibunya serta salah satu World Venerate Lightio itu.


“Memangnya tidak boleh jika seorang ibu ingin mendukung salah satu anaknya yang sementara mengikuti turnamen Venerate… Tidak lupa ibu juga mendukung keempat anggota lain… Benarkan Aphrodia?” Jawab Artemis, lalu bertanya pada Aphrodia.


“Ekh… Benar nyonya… Ngomong-ngomong terima kasih karena sudah mau mendukung kami,” ucap Aphrodia dengan sedikit merasa canggung.


“Berhenti membahas hal lain… Kami akan berada dalam masalah jika para Venerate Fuegonia tahu jika ibu datang secara diam-diam ke tempat ini,” ucap Illios.


“Tenang saja Illios, keberadaan ibu di kota ini tidak akan bisa diketahui oleh para Venerate Fuegonia,” balas Artemis, meyakinkan Illios agar tidak terlalu khawatir mengenai hal tersebut.


Mendengar hal tersebut, Illios pun lantas menjadi diam karena percuma saja harus memperingati ibunya tersebut yang kemungkinan datang berhubungan dengan penjelasan Kral semalam.


Setelah itu, Artemis pun memperhatikan Flogaz serta Haniwa yang belum dikenal olehnya tersebut.


“Kalau begitu, apa bisa kalian berdua memperkenalkan diri kalian?” Tanya Artemis sambil menunjuk dua murid akademi yang tampak asing baginya.


Tanpa pikir panjang Flogaz dan Haniwa secara bersamaan berdiri dari tempat duduk mereka.