The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 79 - Raja kelas



Hechary seketika memanipulasi Mana miliknya menjadi elemen petir yang memancar dari salah satu tangannya.


“Fulmine sillabare… Ground spark…” Ketika murid laki-laki itu menghantamkan tangannya ke lantai, seketika pancaran elemen petir yang dilancarkannya menjalar menuju ke arah Zchaira.


Dengan sigap Zchaira memanipulasikan energi sihirnya menciptakan sebuah sayap proyeksi pada kedua kakinya dan lantas terbang ke atas.


Akan tetapi, Hechary dengan cepat meluncur mendekati Zchaira sambil hendak akan melancarkan serangan kembali.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Mengantipasi serangan yang akan dilancarkan oleh Hechary, Zchaira lantas mengakses energi sihirnya dalam jumlah yang lebih banyak, menciptakan sebuah perisai proyeksi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


“Incantesimo segreto… Coup de tir…” Namun, Hechary ternyata mampu menggunakan teknik sihir rahasia walaupun masih berada di tingkatan Division Venerate.


“Akh…” Serangan tersebut menghantam perisai proyeksi Zchaira hingga hancur dan langsung membuat gadis itu pun terhempas ke bawah menabrak permukaan dengan kerasnya.


“Uakh…” Disaat yang bersamaan Wenra dan Dorolia terhempas jauh ke belakang ketika tidak mampu menandingi kemampuan dari dua murid yang lain.


Zchaira perlahan kembali berdiri dengan keadaan yang lemah setelah menerima serangan langsung dari Hechary sebelumnya. Dua murid yang sebelumnya berhadapan dengan Wenra dan Dorolia kemudian maju ke hadapan Zchaira untuk berusaha menyeranganya secara bersamaan.


Melihat dua murid tersebut, tiba-tiba Zchaira memejamkan kedua matanya berusaha memfokuskan energi sihirnya untuk mengakses sebuah teknik yang dipirkan olehnya.


Ketika Zchaira kembali membuka mata, sejenak kedua mata dari gadis tersebut memancarkan cahaya yang cukup terang. Tiba-tiba disaat bersamaan, sebuah pancaran energi sihir keluar dari tubuhnya, memancar meluas hingga ke arah murid yang akan menyerangnya, serta sampai ke arah Hechary.


“Ekh…” Ketika merasakan pancaran energi sihir dari Zchaira, Hechary tiba-tiba sedikit tersentak ke belakang sampai merasakan penglihatannya sejenak menjadi kabur.


Pancaran energi sihir dari Zchaira yang memancar ke arah dua murid itu lantas langsung membuat mereka jatuh terkapar dan dalam sekejap tak sadarkan diri.


Ternyata teknik sihir yang digunakan oleh gadis itu merupakan teknik sihir persepsi yang pernah digunakannya saat sedang berlatih kemampuan teknik sihir persepsi sebelumnya.


Walaupun efek dari teknik yang dilancarkan oleh Zchaira tidak membuat Hechary sampai tak sadarkan diri, tetapi murid laki-laki itu sontak merasakan bahwa kepalanya tiba-tiba merasa pusing hingga kesadaran perlahan-lahan mulai menghilang.


Melihat kesempatan itu, Zchaira sontak meluncur mendekati Hechary sambil memfokuskan Mana miliknya pada keduanya.


“Incantesimo segreto… Coup de amoreux…” Zchaira langsung melancarkan sebuah serangan teknik sihir rahasia yang pernah digunakannya secara tidak sengaja kepada Megathirio.


“Uakh…!” Hechary menerima serangan proyeksi dari Zchaira sampai membuatnya terhempas menembus tembok ruangan tersebut dan terkapar di luar bangunan para murid Division Venerate.


Dalam sekejap murid laki-laki itu pun langsung tak sadarkan diri setelah menerima serangan yang cukup kuata dari Zchaira.


Setelah mengalahkan Hechary, Zchaira yang mendapatkan luka serta memar di beberapa bagian tubuhnya, tiba-tiba perlahan-lahan mulai sembuh akibat pengaktifan otomatis kekuatan kesuburan abadi dari makhluk suci yang berada di dalam dirinya.


“Sepertinya raja untuk kelas Division Venerate sekarang telah berganti tangan ke murid perempuan,” ucap Wenra sambil tersenyum, menyatakan bahwa Zchaira kini mendapatkan julukan sebagai murid Division Venerate terkuat karena berhasil mengalahkan Hechary yang sebelumnya diakui para murid-murid Division Venerate sebagai murid terkuat di kelas mereka.


**


Tak berapa lama setelah itu, tiba-tiba anak laki-laki yang bernama Haniwa masuk ke dalam ruangan tersebut sambil langsung membungkukan badannya.


“Aku sebelumnya mendengar sebuah suara gaduh yang ternyata para senior sedang berlatih di tempat ini…” Ucap Haniwa, memperkenalkan dirinya serta menjelaskan mengapa dia tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.


“Ekh…” Anak laki-laki itu sontak terkejut ketika kembali meluruskan badannya melihat Zchaira berdiri dihadapannya, serta juga memperhatikan bahwa beberapa murid-murid baru tergeletak masih tak sadarkan disekitar gadis itu.


“Kakak, kenapa kau ada disini? Apa mungkin suara gaduh sebelumnya karena kau sedang merundung murid-murid disini?” Tanya Haniwa dengan ekspresi terkejut, nampak sedikit salah paham dengan apa yang dilihatnya.


“Ini tidak seperti yang kau pikirkan… Mereka seoerti ini sebenarnya bukan karena ulahku. Aku hanya mencoba melawan para perundung yang melakukan semua ini kepada mereka,” jawab Zchaira.


Haniwa pun percaya dengan perkataan dari Zchaira sambil menganggukan kepalanya, walaupun sebenarnya alasan dia mempercayai Zchaira karena sedikit takut dengan gadis tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, Zchaira, Wenra, Dorolia serta Haniwa menolong para murid-murid memulihkan keadaan setelah bertarung melawan Hechary dan dua murid yang sebelumnya mereka menggunakan sihir penyembuhan.


Ketika selesai menyembuhkan para murid-murid, tiba-tiba Raumian datang dengan ekspresi terkejut melihat dinding ruangan itu jebol akibat serangan yang dilancarkan oleh Zchaira sebelumnya.


“Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?” Tanya Raumian dengan ekspresi wajah serius.


Semua murid pun lantas menunjuk Hechary dan dua murid lain yang masih tergeletak tak sadarkan diri sebagai pelaku dari jebolnya dinding ruangan tersebut. Bahkan Haniwa yang tidak mengetahui apa-apa serta tidak menunjuk ketiga murid itu, lantas langsung mengikuti semua murid karena masih merasa takut kepada Zchaira.


“Sepertinya apa yang mereka tanam, telah dituai sendiri oleh mereka,” ucap Raumian, yang sepertinya mengetahui kelakuan sebenarnya dari ketiga murid tersebut.


***


Berpindah di bangunan dari murid-murid kelas Regional Venerate, dimana pada salah satu ruangan tampak sebuah kejadian yang hampir sama pun terjadi.


Tampak Megathirio berdiri di tengah ruangan tersebut sambil disekitar terlihat beberapa murid Regional Venerate yang perlahan-lahan mulai kembali berdiri dengan keadaan yang mulai melemah.


Ternyata alasan mengapa hal tersebut terjadi adalah ketika Megthirio, Rayvor serta Flogaz masuk ke dalam ruangan tersebut mereka melihat Lucia sedang digoda oleh beberapa murid Regional Venerate.


Rayvor dan Flogaz yang melihat hal tersebut lantas langsung menolong Lucia, namun para murid tersebut tidak terima dan lantas ingin menyerang kedua bersaudara itu.


Disaat yang bersamaan Megathirio pun turun tangan dan langsung melawan para murid-murid tersebut.


“Sial… Ternyata dia kuat juga,” ucap salah satu murid, mengakui kemampuan dari Megathirio yang nampak lebih baik dibandingkan dengan mereka.


Para murid-murid itu pun secara bersamaan langsung mengangkat kedua tangan mereka berusaha untuk menyerah melawan pemuda itu.


“Aqua sillabare…” Namun, Megathirio tidak peduli dengan pernyataan menyerah dari mereka, seketika pemuda itu menciptakan bola-bola air bertekanan tinggi di sekitarnya.


“Shooting star…”


“Uakh…!” Dalam sekejap, bola-bola air tersebut langsung meluncur dan menghantam satu per satu para murid hingga membuat mereka terhempas dan langsung tak sadarkan diri.