
Tanpa pikir panjang, Aphrodia pun langsung berlari masuk ke dalam bangunan dari para murid Division Venerate tersebut, walaupun masih belum menngetahui apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam.
**
Saat berada di dalam bangunan tersebut, Aphrodia perlahan mengendap-ngendap untuk menengok ke dalam sebuah ruangan yang dapat dirasakannya memiliki sebuah tekanan kekuatan yang besar.
Aphrodia pun langsung terkejut ketika melihat seseorang di dalam ruangan tersebut, yang tidak lain merupakan Zchaira, dimana gadis tersebut nampak sedang berlatih mengaktifkan kekuatan makhluk suci, yang membuat tubuhnya memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna biru, serta secara bersamaan memancarkan tekanan kekuatan yang tampak lebih besar dibandingkan tekanan kekuatan milik seorang Land Venerate.
Sambil melihat pancaran proyeksi energi berwarna biru, serta merasakan pancaran tekanan kekuatan yang besar, Aphrodia tiba-tiba mengingat bahwa gadis yang berada di dalam ruangan tersebut disaat penentuan tingkatan kekuatan para murid-murid akademi sihir pada setiap akhir bulan hampir bahkan selalu saja mencapai tekanan kekuatan tingkat Venerate teratas, walaupun hanya dalam waktu yang sebentar saja.
**
“Eh…” Merasakan hawa keberadaan seseorang diluar ruangan tersebut karena sedang mengaktifkan kekuatan dari makhluk suci miliknya, Zchaira pun lantas menoleh, dan langsung melihat bahwa Aphrodia sedang memperhatikannya.
Karena keberadaannya sudah diketahui oleh Zchaira, Aphrodia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut mendekati Zchaira.
“Kau adalah saudara Kral yang berasal dari clan Hairowl kan?” Tanya Aphrodia.
“Iya itu adalah aku… Perkenalkan kakak, namaku Zchaira dari clan Hairowl daerah Wiaminnota,” jawab Zchaira sambil menganggukkan keplanya serta memasang ekspresi tersenyum di wajahnya.
“Apa mungkin dalam mode ini kau bisa merasakan tekanan kekutan besar berasal dariku?” Lanjut Zchaira, bertanya mengenai alasan mengapa perempuan itu datang ke dalam bangunan murid Division Venerate.
“Tentu saja… Aku pikir sebelumnya bahwa tetua akademi ataupun para murid Continent Venertae berada d tempat ini…” Jawab Aphrodia.
“Sebenarnya kekuatan apa yang kau miliki hingga mampu memancarkan tekanan kekuatan, yang bahkan lebih kuat dibandingkan Land Venerate?” lanjut Aphrodia, bertanya kepada gadis itu.
Mendengar hal tersebut, Zchaira pun menjadi terdiam, sebenarnya tidak mau mengatakan hal tersebut kepada orang lain.
“Kau mungkin sedikit terkejut melihat Division Venerate sepertiku bisa melakukan ini.. Aku sebenarnya merupakan pemegang dari kekuatan makhluk suci yang merupakan seekor naga.” Namun, karena tidak tahu harus menjelaskan apa, Zchaira pun terpaksa harus menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi, mengapa dirinya mampu memancarkan tekanan kekuatan yang begitu besar.
“Makhluk suci katamu…” Ucap Aphrodia, nampak terkejut mendengar pernyataan dari gadis itu.
Walaupun tidak menyangka bahwa gadis tersebut memiliki kekuatan sebesar itu, namun Aphodia pun percaya denngan hanya merasakan tekanan kekuatan besar yang masih bisa dirasakannya pada gadis tersebut.
Tiba-tiba suatu hal sontak terlintas ke dalam pikiran Aohrodia karena mendengar pernyataan dari Zchaira, serta masih merasakan tekanan kekuatan yang besar dari gadis itu.
“Zchaira, apa kau bisa ikut denganku sekarang?” Tanya Aphrodia.
“Kemana?” Tanya balik Zchaira.
“Ikut saja… Ada sesuatu yang harus kita pastikan,” ucap Aphrodia, sambil berjalang meninggalkan ruangan tersebut, mengajak Zchaira untuk pergi ke suatu tempat.
***
Beberapa saat kemudian, Zchaira serta Aphrodia tiba di sebuah aula yang luas, yang dimana sebelumnya merupakan tempat para murid-murid akademi menentukan tingkatan kekuatan mereka.
“Kenapa kita datang kemari?” Tanya Zchaira, nampak penasaran perempuan tersebut membawanya ke tempat itu.
Tanpa menjawab, Aphrodia tiba-tiba mengakses kekuatan sihirnya, memunculkan sebuah diagram sihir berwarna putih tepat ditengah-tengah aula yang luas itu.
“Kemarin hari, aku sempat memperhatikan dirimu terlalu gugup… Kurasa penentuan tingkatan kekuatanmu yang diumumkan oleh tuan Arlias masih belum tentu benar, maka sekarang kita harus kembali melakukannya sekarang.” Aphrodia pun langsung mengatakan tujuannya mengajak Zchaira ke tempat itu adalah untuk kembali mengetes tingkatan kekuatan dari gadis tersebut.
“Bukankah itu tetap sama… Tekanan kekuatanku tetap akan menyentuh tingkatan World Venerate kemudian kembali lagi ke tingkatan Division Venerate,” ucap Zchaira, masih merasa untuk menentukan tingkatan kekuatannya kembali.
“Jangan khawatir… Kali ini kau fokus saja, tanpa harus merasa gugup, karena di tempat ini hanya ada aku saja,” balas Aphrodia, meyakinkan Zchaira untuk tidak ragu kembali mengetes tingkatan kekuatannya lagi.
Mendengar pernyataan dari perempuan tersebut, Zchaira pun langsung maju dan berdiri tepat ditengah-tengah diagram sihir tersebut. Gadis itu kemudian mengaktifkan tekanan kekuatannya, yang seketika mengubah warna dari digram sihir tersebut menjadi warna ungu.
Secara perlahan-lahan, warna diagram sihir tersebut kembali berubah menjadi warna biru ketika Zchaira mulai meningkatkan kekuatannya.
Tak berapa lama, warna diagram sihir berubah menjadi warna biru muda, kemudian kembali menjadi warna hijau. Aphrodia seketika menjadi tegang ketika Zchaira terus meningkatkan tekanan kekuatannya hingga berubah menjadi warna kuning, karena tekanan kekuatan dari gadis tersebut kini telah setarah dengan tekanan kekuatannya yang merupakan seorang Land Venerate.
Aphrodia kemudian terkejut ketika peningkatan tekanan kekuatan Zchaira terus bertambah hingga membuat warna diagram sihir tersebut kembali berubah menjadi warna jingga, yang menandai bahwa tingkatan kekuatan gadis tersebut telah setarah dengan para Venerate tingkatan atas.
Masih belum berakhir sampai disitu, diagram sihir tersebut kembali lagi berubah warna menjadi warna merah, yang menandai bahwa kini tekanan kekutan dari Zchaira telah setarah dengan Venerate tingkatan paling atas.
***
Ketika mencapai tekanan kekuatan tertinggi, para tetua, Kral, Illios serta Astrapi yang berada di dalam akademi sihir tersebut sontak langsung merasakan tekanan kekuatan yang dipancarkan oleh Zchaira, membuat mereka langsung bergerak secara bersamaan untuk mencari sumber pancaran tekanan kekuatan tersebut.
***
Kembali pada Zchaira yang masih megaktifkan tekanan kekuatanya, dimana saat menyentuh titik tertinggi, tiba-tiba tekanan kekuatan gadis itu perlahan-lahan mulai menurun drastis hingga membuat warna diagram sihir tersebut kembali berubah-ubah menjadi warna jingga, kuning, hijau, serta warna biru muda.
“Zchaira, kau harus tenang… Jangan terpaku dengan tekanan kekuatanmu yang sebelumnya meningkat drastis… Itu hanya sebuah dorongan awal saat kau mengaktifkan. Kau harus fokus untuk menstabilkan tekanan kekuatanmu, dan jangan memaksa untuk meningkatkannya lagi,” ucap Aphrodia memberi saran kepada gadis tersebut.
Karena mendengar penjelasan dari Aphrodia, Zchaira pun langsung membuat dirinya tenang hingga mampu menstabilkan tekana kekuatannya yang kini telah menyentuh tingkatan District Venerate.
Beberapa lama kemudian, tekanan kekuatannya terus bertahan, hingga para tetua akademi serta para murid Continent Venerate sampai ke tempat itu.
Ketika melihat diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan Zchaira berwarna biru muda, Arlias pun langsung tersenyum, mengetahui bahwa gadis tersebut kini telah berada di tingkatan District Venerate.