
“Mohon maaf tuan premier, biar aku jelaskan… Sebenarnya nona Neyndra datang menemuiku karena merasa asing tidak pernah melihatku sebelumnya… Setelah itu, tiba-tiba none Neyndra mengajak saya untuk ikut dengannya. Karena menghormati para anggota clan Drown, maka aku pun mengikuti saja perintahnya,” ucap Drakon, menjelaskannya kepada Rox.
“Benarkah begitu Neyndra?” Tanya Rox sambil menatap perempuan bernama Neyndra tersebut.
“Maaf jika aku lancang mengajaknya seperti itu ayah…” Jawab Neyndra sambil meninta maaf pada ayahnya itu.
“Haah… Untung saja kau mengajak Venerate Fuegonia berkeliling kota Novacurve…” Gumam Rox.
“Ngomong-ngomong tuan Achilles ini adalah putriku Neyndra… Dia adalah anak tertuaku,” lanjut pemimpin clan Drown itu berkata, memperkenalkan putrinya kepada Elfman bernama Achilles.
“Salam nona Neyndra… Perkenalkan aku adalah Achilles… Seperti yang kau lihat aku adalah salah satu ras Elfman yang kini menjadi Continent Venerate negeri Fuegonia,” ucap Achilles, memperkenalkan namanya kepada Neyndra.
“Senang bertemu dengan anda tuan Achilles… Atau bisa kukatakan pangeran Achilles…” Respon Neyndra.
“Tidak perlu menyebutku seperti itu, karena di negeri Fuegonia ini, aku hanyalah sebagai Venerate biasa, berbeda dengan jabatan yang kumiliki di negeri Blueland asalku,” balas Achilles.
“Baiklah… Waktunya kau mengajak tiga anggota lain untuk berkumpul karena kami akan memperkenalkan kepada kalian anggota terakhir yang akan bergabung ke dalam tim perwakilan Fuegonia,” ucap Rox.
“Jadi anggota terakhir sudah berhasil ditemukan… Baik ayah… Aku akan segera kembali mengumpulkan yang lain,” respon Neyndra, kemudian hendak beranjak dari tempat tersebut.
“Sampai nanti Drakon…” Sebelum pergi mengumpulkan para anggota timnya, perempuan itu tidak lupa untuk berpamitan kepada Drakon sambil memperlihatkan ekspresi senyuman kepada pria itu.
Hal tersebut lantas membuat Drakon pun tiba-tiba tersipu malu hingga membuat wajahnya memerah.
***
Pada malam harinya, dimana tampak Kral, Illios dan Astrapi yang hendak berakhir terlihat perlahan-lahan mendekati kediaman dari clan Drown.
“Kenapa kita harus mencoba menyeliap dari arah depan kakak? Bukankah akan lebih jika kita melewati perairan saja…” Tanya Illios, karena merasa bahwa hal yang dikatakannya tampak lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan posisi mereka yang memang berada tak terlalu jauh dari gerbang masuk kediaman tersebut.
Kediaman dari clan Drown sendiri tampak berada di sebuah tanjung pada bagian ujung selatan dari kota Novacurve, yang dimana tiga dari empat sisi kediaman tersebut sudah berbatasan dengan perairan teluk, yang jika pada malam hari nampak sangat gelap, hingga membuat kediaman tersebut tidak bisa melihat apa-apa ke arah teluk itu.
“Walaupun itu terlihat seperti jalan masuk yang bagus bagi kita, tapi yang sebenarnya para Venerate di dalam kediaman itu lebih memfokuskan pengamanan pada sisi perairan itu,” ucap Kral.
Pria itu kemudian menjelaskan kepada Illios serta Astrapi bahwa hal tersebut bukanlah pilihan yang tepat bagi mereka untuk memasuki kediaman itu, karena bagaimanapun juga daratan seberang selatan dari kediaman clan Drown itu merupakan daratan yang merupakan wilayah negeri dari ketiga murid kelas Continent Venerate tersebut.
“Benar juga… Kenapa aku tidak terpikirkan mengenai hal itu? Walaupun sebelumnya Lightio dan Fuegonia merupakan negeri yang beraliansi, namun mereka tidak mau jika orang-orang kita secara sembarangan masuk ke dalam wilayah mereka,” respon Illios, mengerti dengan penjelasan dari saudaranya tersebut.
“Kalau begitu, bagaimana cara kita melihat masuk ke dalam kediaman itu? Apa mungkin kita harus meluncur dengan kecepatan tinggi? Atau mungkin menggunakan sihir perpindahan ruang?” ucap Illios, bertanya-tanya sambil memberikan kemungkinan cara untuk mereka bisa masuk.
“Tidak bisa begitu… Walau kita sudah menyamarkan tekanan kekuatan kita… Kita bertiga tidak cukup cepat untuk bisa mengelabui para Venerate itu… Dan jika menggunakan sihir perpindahan ruang, maka kita harus terlebih dahulu mengetahui titik dimana para Venerate tidak sedang berjaga.” Kral pun langsung menyangga kemungkinan yang diberikan oleh Illios, karena hal tersebut masih sulit untuk bisa dilakukan oleh mereka.
Bahkan di dalam kediaman tersebut, para Venerate yang sedang berjaga juga tidak kalah banyaknya dengan para Venerate yang berada di depan kediaman.
Disamping Kral dan Illios berpikir keras menemukan cara yang bagus untuk memasuki tempat itu, Astrapi terlihat sedang memperhatikan para pelayan di dalam kediaman tersebut yang nampak keluar masuk ke beberapa bangunan, dimana mereka semua terlihat mengenakan pakaian yang sama, baik itu pria maupun wanita.
“Hei, kakak-kakak bodoh… Benar saja, kalian berdua itu memang hebat dengan omongan saja… Setidaknya kalian harus lihat teliti dengan hal yang ada di dalam kediaman itu,” ucap Astrapi.
“Lihat disana… Para pelayan di dalam kediaman itu terlihat mengenakan pakaian yang sama… Sepertinya itulah jalan masuk kita,” lanjut Astrapi sambil menunjuk para pelayan clan Drown.
Astrapi kemudian mengakses kekuatan sihirnya, dan seketika mengubah penampilan berpakaiannya menjadi seperti para pelayan yang berada di dalam clan Drown tersebut.
“Apa yang kau lakukan adik?” Tanya Illios, nampak kebingungan melihat Astrapi tiba-tiba mengubah penampilannya layaknya seorang pelayan.
Begitu juga dengan Kral, yang nampak tidak mengerti melihat Astrapi mengubah penampilannya sambil memperlihatkan ekspresi kebingungan.
“Dasar para pria bodoh… Aku sengaja mengubah penampilanku seperti para pelayan di dalam karena kita akan bisa dengan mudah masuk ke dalam kediaman itu,” ucap Astrapi sambil mengeluh karena kedua kakaknya tersebut tidak pekah dengan apa yang dia lakukan.
“Aku mengerti sekarang… Maaf Astrapi karena sempat kebingungan melihat kau tiba-tiba mengubah penampilanmu,” respon akhirnya mengerti dengan maksud Astrapi.
“Benar sekali… Untuk saja kita membawa anak bawang ini, jika tidak kita tetap akan kebingungan menemukan cara untuk masuk kesana,” sambung Illios, juga paham dengan masud adiknya tersebut.
Kral dan Illios kemudian mengakses kekuatan sihir mereka untuk mengubah penampilan mereka berdua sama seperti layaknya para pelayan pria yang berada di dalam kediaman clan Drown itu.
Setelah mengubah penampilan mereka, Kral, Illios dan Astrapi kemudian bergegas menuju pintu gerbang kediaman tersebut.
**
“Hei, mau kemana kalian bertiga?” Ketika berada di depan gerbang, tiga murid Continent Venerate itu langsung dicegat oleh salah satu prajurit yang sedang berjaga.
“Tentu saja kami ingin masuk,” jawab Illios dengan percaya diri, walau sedikit ketakutan bahwa penyamaran mereka akan diketahui oleh prajurit tersebut.
“Aku juga tahu itu… Tapi kalian salah memasuki gerbang… Kalian sebenarnya harus masuk dari gerbang yang berada di sebelah sana,” ucap prajurit tersebut, sambil menunjuk gerbang masuk yang berada di samping, dan merupakan gerbang yang biasa dipakai oleh para pelayan.