The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 105 - Kemunculan Anmaguel



Walaupun sebenarnya tidak mau membantu Perlex dan Winscarlo, namun kedua Venerate Pavonas yang bernama Viecion serta Sineto itu tidak bisa menolak, dikarenakan pemimpin mereka telah berpindah pihak ke sisi para Venerate pemberontak tersebut.


Mereka berdua pun dengan terpaksa harus membantu Perlex serta Winscarlo melawan Astrapi.


Walau kini mereka telah berempat melawan Astrapi sekligus, namun mereka masih tetap tidak bisa mengimbangi kemampuan dari perempuan itu.


“Ventus sillabare…”


“Fiamma sillbare…”


“Aqua sillabare…”


“Akh…” Astrapi melancarkan serangan proyeksi elemen angin, api serta air secara berturut-turut hingga menghempaskan tiga diantara mereka ke jarak yang cukup jauh, dan hanya meninggalkan Perlex di depannya saja.


“Ukh…” Astrapi seketika mencekik Perlex dengan kuat, hingga pria itu tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


“Fiamma sillabare…”


“Uakh…!” Perlex pun menjerit menerima serangan pancaran elemen petir yang disalurkan oleh tangan Astrapi, yang mencekik lehernya.


Hal tersebut lantas membuat Perlex seketika jatuh terkapar ke tanah, dan dalam sekejap tidak sadarkan diri.


“Incantesimo segreto… Coup de pousser…”


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator flame…”


Setelah Perlex dikalahkan oleh Astrapi, Winscarlo bersama dua Venerate Pavonas bernama Viecion dan Sineto seketika meluncur mendekati perempuan itu sambil melancarkan serangan mereka masing-masing.


“Incantesimo segreto… Coup de fiamma rouland…” Dengan sigap, Astrapi berputar dan langsung menciptakan sebuah pusaran elemen api berskala besar.


Serangan tersebut langsung mengungguli ketiga serangan dari Winscarlo dan dua Venerate Pavonas tersebut, hingga membuat mereka seketika kembali terhempas ke jarak yang cukup jauh.


**


Sementara itu, Illios yang sedang berhadapan dengan Vahal, tampak terus-terusan melancarkan serangan proyeksi dengan jeda waktu yang sangat cepat.


Vahal yang tidak mampu mengimbangi kecepatan serangan dari pria itu, seketika mulai tersudutkan karena beberapa kali menerima beberapa serangan secara langsung.


“Incantesimo segreto… Coup de poignard…”


“Ukh…” Illios sontak melancarkan serangan proyeksi tusukan ke arah Vahal, hingga membuat pria itu menerimanya, dan membuatnya dengan kuat terhentak ke belakang.


***


Di sisi lain, tepat di tempat persembunyian utama para Venerate pemberontak, terlihat Aiver nampak khawatir memantau keadaan dari beberapa kelompok Venerate bawahannya. Di pihak lain pria itu melihat bahwa para Joker serta Venerate yang bersama Vampireman tersebut, nampak telah mengalahkan para Venerate pemberontak yang lain, sedangkan dari pihak yang berbeda, Aiver melihat bahwa Perlex telah dikalahkan, sementara Winscarlo nampak tersudut saat berhadapan dengan Astrapi.


“Maaf membuatmu repot lagi tuan Anmaguel, tapi sepertinya kau harus menolong Perlex dan Winscarlo sekarang… Di tempat mereka mereka berada sekarang telah ada Illios dan Astrapi… Mereka tidak mampu melawan dua Continent Venerate itu, walaupun sebenarnya ada Venerate yang berasal dari luar, yang sekarang berada di pihak mereka.” Aiver pun langsung meminta pertolongan Anmaguel yang sedang bersamanya untuk menolong kedua temannya tersebut.


“Libera sillabare…” Anmaguel mengakses kekuatan sihir ruangnya untuk berpindah tempat tanpa harus bertanya kepada Aiver, karena sebelumnya telah mengetahui lokasi dari Perlex dan Winscarlo berada.


***


Kembali ke salah satu kota, dimana merupakan tempat Zchaira dan yang lain berada. Tampak Illios yang sedang berhadapan dengan Vahal, terus-terusan membuat Venerate dari negerii Pavonas itu menjadi kewalahan.


Pasalnya, Illios tidak berhenti-berhenti malancarkan serangan proyeksi energi serta berbagai elemen dalam jeda waktu yang sangat cepat ke arah Venerate tersebut.


**


Sementara itu, para murid-murid yang tidak sadarkan diri, diangkat oleh Flogaz, Andras dan Shaevanjoe ke tempat yang lebih aman. Mereka bersama dengan Zchaira, Wenra serta Dorolia, berusaha memulihkan keadaan dari para murid-murid akademi sihir yang masih belum sadarkan diri setelah mendapatkan menerima serangan dari Vahal sebelumnya.


Zchaira yang tiba-tiba mengingat bahwa kekuatan makhluk suci yang berada pada dirinya tersebut memiliki sebuah kekuatan penyembuhan diri, yang bahkan lebih hebat dari sihir penyembuhan yang dimiliki oleh rata-rata para Venerate negeri Lightio. Zchaira kemudian berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatannya tersebut, hingga membuat kedua tangannya seketika memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna biru.


“Biar aku saja…” Ucap Zchaira.


Para murid-murid akademi yang mencoba memulihkan rekan-rekan mereka sontak percaya dengan kemampuan yang dikeluarkan oleh gadis tersebut.


Zchaira perlahan-lahan berkonsentrasi menyalurkan pancaran energi berwarna biru dari kedua tangannya tersebut pada para murid-murid yang masih tidak sadarkan diri.


Setelah proyeksi energi berwarna biru itu masuk ke dalam tubuh para murid-murid yang tidak sadarkan diri, tak berapa lama kemudian mereka seketika kembali tersadar dan merasakan bahwa keadaan mereka telah pulih kembali seperti semula.


Flogaz serta para murid-murid yang lain, tidak menyangka bahwa Zchaira memiliki kemampuan seperti itu. dalam benak mereka bertanya-tanya sebenarnya kekuatan macam apa yang digunakan oleh gadis tersebut.


“Kalian baik-baik saja?” Tanya Toner mengenai keadaan dari para murid-murid yang tidak mendapatkan serangan dari Vahal sebelumnya.


Mereka lantas menganggukan kepala mereka secara bersamaan, merespon pertanyaan dari Toner bahwa mereka baik-baik saja.


“Tenang saja… Dua Continent Venerate Lightio sebelumnya datang. Mereka kini sedang melawan musuh-musuh yang ada, termasuk para Venerate dari luar itu,” jawab Flogaz, menjelaskan tentang keadaan dari pihak para Venerate yang menyerang.


Toner pun merasa legah akhirnya para murid-murid tersebut bisa diselamatkan oleh dua Continent Venerate, yang tidak lain merupakan Illios dan Astrapi.


***


Berpindah pada pertarungan antara Illios yang sedang melawan Vahal, serta pertarungan antara Astrapi yang sedang melawan Winscarlo dan dua Venerate dari negeri Pavonas.


Sama seperti sebelumnya, dimana para Venerate musuh itu masih tetap tidak bisa mengimbangi kekuatam dari Illios serta Astrapi, hingga selalu membuat mereka tersudut menerima beberapa serangan langsung dari kedua Continent Venerate tersebut.


Tak berapa lama kemudian, Illios dan Astrapi meluncur ke arah Venerate yang sedang berhadapan dengan mereka sambil hendak melancarkan sebuah serangan, namun tiba-tiba Anmaguel dengan menggunakan topeng dan jubah, muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari dua arah pada Illios dan Astrapi.


Tidak mengira kemunculan serta serangan kejut dari orang misterius yang merupakan Anmaguel itu, Illios dan Astrapi sontak menerimanya dan membuat mereka seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Kedua bersaudara itu, tampak sedikit terkejut karena merasakan tekanan kekuatan yang setarah dengan mereka sebagai Venerate yang berada pada tingkatan Continent Venerate.


Illios seketika meluncur ke arah Anmaguel yang dalam sebuah penyaraman tersebut, sambil hendak melancarkan sebuah serangan proyeksi energi.


Akan tetapi, hal tersebut langsung didahului oleh Anmaguel, hingga membuat pria itu pun kembali terhempas.