The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 111 - Rencana kerja sama



Disaat yang bersamaan, Astrapi pun perlahan mendekati mereka dengan memasang ekspresi tersenyum sambil tetap mempertahankan kobaran api yang terus menyala pada salah satu tangannya.


“Siapa yang berikutnya?” Tanya Astrapi.


Ketiga Venerate itu pun lantas hanya terdiam dikarenakan diantara mereka semua, hanyalah Zeidonas yang memiliki kekuatan paling kuat setelah Joker.


“Maaf nona… Kami dengan terpaksa harus menyerah… Walaupun kami masih memiliki tekad, namun kami juga masih sadar bahwa kekuatan kami memang jauh berada di atasmu,” ucap Venerate pria diantara mereka bertiga, secara langsung mengakui bahwa mereka telah menyerah kepada Astrapi, karena bagaimanapun juga mereka tidak bisa mengalahkan Venrate tingkat atas, sedangkan tingkatan kekuatan mereka kini baru mencapai tingkat Regional Venerate.


“Baiklah… Yang penting kalian memang sudah berniat untuk menyerah… Tapi, jika kalian mencoba untuk menyerangku secara tiba-tiba, maka kalian semua pasti akan mendapatkan akibatnya nanti,” respon Astrapi, memperingati mereka jika hendak berbuat macam-macam, namun tetap menerima pernyataan menyerah dari mereka yang diwakili oleh Venerate pria diantara mereka bertiga.


“Tapi, rekan kalian yang paling kuat itu sepertinya masih bersikeras melawan temanku,” ucap Astrapi sambil memperhatikan pertarungan dari Illios dan Joker yang masih berlangsung.


**


Berpindah ke pertarungan dari Illios dan Joker yang masih sengit, dimana kedua pria itu masih saling beradu pedang mereka secara bergantian.


Illios melancarkan serangan proyeksi tebasan elemen api dari pedang senjata sucinya, yang langsung ditepis oleh Joker dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api biru dari pedang senjata sucinya juga.


Mereka berdua kemudian meluncur saling mendekat, dan kembali beradu keahlian pertarungan pedang mereka satu sama lain. Ayunan serangan yang terus mereka lancarkan tersebut, hanya terus dapat ditepis serta dihindari oleh masing-masing dari mereka.


Karena terus membuang tenaga degan serangan yang nampak percuma, Illios maupun Joker secara bersamaan melompat ke belakang untuk sejenak menjaga jarak terlebih dahulu.


“Permisi…” Tanpa disadari oleh Joker, Astrapi tiba-tiba sudah berada tepat disampingnya.


“Ukh…” Karena tidak mengira kehadiran dari perempuan itu, Joker sontak mendapatkan sebuah tamparan yang kuat dari Astrapi hingga menghempaskannya ke jarak yang cukup jauh.


Joker pun langsung mengontrol tubuhnya hingga mampu mendarat dengan mulus tanpa harus jatuh tersungkur ke tanah.


**


“Kau sudah selesai?” Tanya Illios menghampiri Astrapi.


“Tentu saja… Untuk apa aku kemari untuk mengganggu pertarunganmu?” Jawab Astrapi.


Disaat sedang berbincang dengan Astrapi, Illios pun langsung terkejut ketika Joker yang dilihatnya berada di depan tiba-tiba menghilang. Hal tersebut lantas membuat pria itu langsung meningkatkan fokusnya.


“Astrapi, kali ini kau memang harus fokus… Venerate yang kita lawan kini memiliki kemampuan teleportasi yang sangat cepat.” Illios pun tidak lupa memberitahukan kemampuan merepotkan dari pria yang dilawannya, serta memperingati pada adiknya tersebut untuk tidak meremehkan lawannya.


Baru saja mengatakan hal tersebut, dalam sekejap Joker muncul di atas Illios dan Astrapi, tanpa disadari oleh mereka berdua.


Dalam sepersekian detik, Joker berkonsentrasi memproyeksikan elemen api biru yang lebih besar dari pedang senjata sucinya, lalu dalam sekejap langsung melancarkannya ke arah Illios dan Astrapi yang berada di bawah.


Dengan refleks pun langsung Illios menyadari bahwa sebuah serangan meluncur dari atas mereka, pria itu pun langsung mendorong Astrapi menjauh dari tempat itu sembari dirinya hendak menahan serangan elemen api biru tersebut.


“Akh…” Illios tidak sempat melancarkan serangan elemen api yang lebih besar, dan sontak hanya membuatnya langsung tersungkur menerima serangan dari Joker.


Saat Illios masih berusaha untuk kembali berdiri, dengan cepat Joker meluncur ke bawah sambil mengayunkan pedang senjata sucinya ke arah Illios.


“Fiamma sillabare… Flame bullets…” Dengan sigap, Astrapi pun langsung melancarkan serangan elemen api layaknya sebuah tembakan dari sebuah senapan serbu.


“Akh…” Serangan Joker yang hendak dilancarkan kepada Illios pun langsung gagal, ketika Vampireman itu menerima serangan beruntun dari Astrapi.


Hal itu pun langsung membuat Joker terhempas ke jarak yang cukup jauh, hingga tersungkur di tanah.


**


“Terima kasih untuk itu…” Ucap Illios.


“Kakak, aku memikirkan sebuah rencana untuk menngalahkannya,” balas Astrapi.


“Apa itu?” Tanya Illos.


“Kemampuan perpidahan ruangnya memang merepotkan… Tapi jika kau menjadi umpat menerima serangannya, maka aku akan berusaha menyerang pria itu… Kita sebaliknya jika aku hendak diserang oleh pria itu.”


“Kurasa ide yang bagus…” Illios pun langsung menyetujui rencana adiknya tersebut, kemudian langsung pergi menjauh dari Astrapi untuk memulai rencana mereka.


Dalam sekejap Joker pun menghilang dari pandangan Illios dan dengan cepat muncul tepat di belakang pria itu.


“Ukh…” Disaat Joker hampir melancarkan sebuah serangan, tiba-tiba sebuah serangan elemen api meluncur ke arah, hingga membuat Vampireman itu seketika terhempas.


**


Joker yang sedang terhempas dengan sigap menggunakan kemempuan teleportasinya untuk berpindah ke hadapan Astrapi sambil hendak melancarkan serangan pada perempuan itu.


“Akh…” Disaat yang bersamaan, sebuah serangan tebasan elemen api dari Illios pun langsung mendahului serangan yang hendak dilancarkan Joker kepada Astrapi.


**


Vampireman kembali terhempas ke jarak yang cukup jauh, namun tidak menyerah dan terus berusaha berpindah tempat dalam sekejap, yang kini muncul di hadapan Illios.


Disaat Illios tidak akan sempat menangkis serangan yang akan dilancarkan oleh Joker, seketika sebuah serangan elemen api dari Astrapi pun meluncur mendahului serangan Vampireman itu.


Akan tetapi, Joker dengan sigap menepis serangan elemen api dari Astrapi hingga lenyap tak bersisa.


“Hei, perhatikan pandanganmu bodoh…” Disaat Joker lengah, Illios yang berada di hadapannya seketika memasang kuda-kuda untuk melancarkan serangannya.


“Fiamma sillabare… Fire horse…”


“Uakh…!” Joker pun langsung menerima serangan elemen api berbentuk seekor kuda raksasa dari Illios hingga membuatnya kembali terhempas.


Akibat menerima serangan yang lebih kuat, Joker pun hanya bisa terbaring lemah, serta dengan pasrah menganggap dirinya telah kalah dari kedua Continent Venerate itu.


Tak berapa lama, Illios dan Astrapi datang menghampiri Joker sambil memasang ekspresi tersenyum karena rencana mereka ternyata berhasil mengalahkan Vamireman itu.


**


Tak jauh dari tempat tersebut, tampak Zchaira dan yang lain datang untuk menghampiri Illios dan Astrapi yang sebelumnya meninggalkan mereka.


“Dia kan…” Zchaira seketika terkejut ketika melihat Joker tengah terkapar dengan keadaan lemah di depan kedua saudaranya tersebut.


Dengan cepat gadis itu pun langsung berlari mendekati Illios dan Astrapi karena ingin menghentikan perbuatan yang akan dilakukan oleh dua saudaranya tersebut kepada Joker.


“Tunggu! Jangan lakukan itu…! Aku mengenalnya!” Teriak Zchaira mencoba menghentikan Illios dan Astrapi yang hendak ingin mengakhiri Joker.


Mendengar teriakan Zchaira, kedua saudaranya tersebut lantas langsung mengurungkan niat mereka.