The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 108 - Identitas Lucia terungkap



Merasakan kedatangan mereka semua, Aiver yang sedang memejamkan kedua matanya kemudian membukanya. Dia kemudian berdiri dan datang menghampiri Anmaguel dan yang lain.


“Salam tuan-tuan, senang bertemu dengan kalian. Aku langsung saja memperkenalkan diriku, namaku adalah Aiver, salah satu Continent Venerate Lightio,” ucap Aiver, memperkenalkan dirinya pada para Venerate Pavonas.


“Senang bertemu denganmu tuan, aku juga ingin memperkenalkan namaku… Aku adalah Vahal, salah satu Continent Venerate Pavonas… Sedangkan dua rekanku ini adalah Viecion dan Sineto, yang merupakan prajurit Land Venerate…” balas Vahal, memperkenalkan dirinya serta dua Venerate Pavonas yang datang bersamanya.


“Tuan Aiver, biar kuberitahu tujuan kami datang ke negeri kalian ini. Sebenarnya kami…”


“Aku bisa menebaknya… Setidaknya jika bukan untuk berusaha menguasai wilayah Lightio, kedatangan kalian pasti karena tertarik para Venerate di negeri kami kan… Bukan begitu…” Aiver pun langsung memotong penjelasan yang akan dikatakan oleh Vahal, karena sebelumnya sudah memperkirakan hal tersebut.


Vahal pun lantas menganggukan kepalanya, merespon bahwa ucapan dari pria itu memang benar adanya.


“Kalau begitu, kenapa kalian para Venerate Pavonas ingin mendukung kami melakukan pergerakan pemberontak ini?” Tanya Aiver.


“Karena kami lebih baik melakukan sebuah perjanjian saja dengan anda untuk menukar beberapa Venerate Pavonas dengan para Venerate Lightio yang berada dibawah pimpinanmu,” jawab Vahal.


“Hmph… Jadi karena itu yah kalian memilih berpihak kepada kami,” respon Aiver.


“Aku bisa saja menyetujui hal itu, namun aku ingin kalian juga membantu kami untuk melawan para Venerate yang berada di bawah pimpinan gubernur daerah ini,” ucap Aiver.


“Tentu saja kami menerimanya dengan senang hati… Karena itu kami datang kemari dan berpihak kepada kalian,” balas Vahal.


Aiver pun senang mendengar pernyataan dari Continent Venerate dari negeri Pavonas itu, karena merasa bahwa kekuatan dari kelompok Venerate pemberontak yang dipimpin olehnya kini telah bertambah menjadi kuat setelah bergabungnya para pasukan dari negeri tersebut.


“Kalau begitu tuan-tuan, silahkan beristirahat terlebih dahulu di tempat ini,” ucap Aiver sambil mempersilahkan para Venerate negeri Pavonas itu untuk beristirahat.


Setelah meladeni para Venerate tersebut, Aiver kemudian menghampiri Anmaguel dan yang lain, namun perhatiannya tiba-tiba tertuju kepada Lucia yang ditahan oleh tetua akademi sihir itu.


“Siapa gadis cantik ini?” Tanya Aiver sambil memegang wajah Lucia dan menunjukan ekspresi tersenyum.


“Dia adalah salah satu dari Venerate daerah Xetas, dan kemungkinan juga merupakan salah satu dari murid akademi sihir yang kemungkinan juga sedang menjalankan sebuah hukuman,” ucap Winscarlo.


“Dia tiba-tiba berada di dalam kapal milik Venerate Pavonas yang kami naiki…” Lanjut Winscarlo berkata.


“Oh, benarkah seperti itu gadis cantik?” Tanya Aiver pada Lucia.


Merasa muak ketika terus memegang wajahnya, Lucia pun dengan sigap melepaskan tangannya dari cengkraman Anmaguel dan langsung melancarkan serangan elemen api biru ke arah Aiver.


“Ukh…” Tidak mengira serangan tersebut, Aiver lantas menerima, hingga membuatnya langsung jatuh terduduk di lantai.


Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan oleh Lucia dengan kembali melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna biru ke arah pria itu.


Lucia belum menyerah dan terus melancarkan serangannya kembali, namun hal itu tetap percuma karena bagaimanapun proyeksi energi hitam dari aiver mampu menyerap serangan lemen api biru dari Lucia.


Melihat Lucia melakukan serangan yang percuma, Anmaguel dengan sigap bergerak lalu melancarkan sebuah teknik sihir yang membuat Lucia seketika jatuh tersungkur dan tidak bisa menggerakan tubuhnya.


Setelah itu, tetua akademi sihir tersebut membantu Aiver yang sedang terduduk di lantai untuk kembali berdiri.


“Serangan elemen api biru… Sangat jarang ada Venerate Lightio yang mampu memanipulasi Mana mereka menjadi elemen api dengan warna yang berbeda… Lagipula itu sangat panas, untuk saja aku sempat menahannya,” ucap Aiver, nampak penasaran dengan teknik serangan yang dimiliki oleh Lucia.


“Yah, karena itu juga aku menjadi sedikit curiga, bahwa sebenarnya diantara kita ada yang berpura-pura menjadi ras manusia murni.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Anmaguel tiba-tiba menarik tangan Lucia lalu melepaskan semua gelang yang dipakai oleh perempuan itu.


Ketika dari salah satu gelang yang berfungsi untuk menyamarkan ciri-ciri fisik dari gadis itu sebagai ras Vampireman terlepas dari pergelangan tangannya, tiba-tiba kulit perempuan itu berubah menjadi pucat.


Hal tersebut langsung membuat Aiver, Perlex dan Winscarlo pun terkejut, mengetahui bahwa perempuan itu ternyata merupakan salah satu dari ras Vampireman dilihat dari warna kulitnya.


“Bagaimana mungkin ada Vampireman yang menjadi murid akademi sihir?” Tanya Aiver, nampak penasaran.


“Gadis cantik, katakan kau berasal dari clan mana? Pasti ada salah satu penyihir Lightio yang menyembunyikan identitasmu…” Tanya Aiver pada perempuan itu.


Namun, Lucia pun tidak mau menjawab pertanyaan dari pria itu dan lebih memilih untuk diam, tidak memberitahukan siapa yang telah berusaha untuk menyamarkan identitasnya.


“Aku ingat sekarang… Dia adalah salah satu murid baru yang berhasil masuk sebagai murid Regional Venerate bersama dengan putra dari presiden penyihir…” Ucap Anmaguel.


“Aku sempat mendengar bahwa dia berasal dari clan Dirkcourt, daerah New Sylievania,” lanjut Anmaguel menjelaskan.


“Wah… Sepertinya hal ini memiliki sangkut paut dengan tuan Gahaelix ternyata,” ucap Aiver.


“Ayolah katakan, kau memiliki hubungan apa dengan salah satu Continent Venerate itu?” Tanya aiver sekali, namun Lucia tetap diam tidak mau menjawabnya.


“Percuma saja aku bertanya padamu, walau sekalipun aku harus menjemur dirimu di tengah panas terik, kau pasti tidak akan menjawab pertanyaanmu… Winscarlo, tolong kurung saja dia, kemungkinan dia bisa berguna untuk kita.” Karena percuma saja terus bertanya kepada Lucia, namun tetap tidak menadapatkan sebuah jawaban, Aiver pun langsung menyuruh salah satu temannya untuk mengurung Vampireman perempuan itu.


Winscarlo pun langsung mengangkat Lucia yang tidak bisa menggerakan tubuhnya tersebut, lalu membawanya pergi dari tempat itu.


“Aiver, ini gawat… Illios dan Astrapi Silkbar akhirnya datang untuk membantu para Venerate Xetas,” ucap Perlex.


“Iya aku juga tahu… Karena itu kita harus lebih berhati-hati untuk kali ini,” respon Aiver, telah mengetahuinya saat sedang menerawang keadaan dari beberapa kelompok Venerate pemberontak, termasuk kedua temannya itu sebelumnya.


“Setidaknya bukan hanya Illios dan Astrapi, Continent Venerate yang datang menyerang kita… Aku bahwa ada beberapa Venerate yang menyerang, yang salah satunya merupakan seorang Continent Venerate, namun tidak pernah kuketahui sebelumnya,” ucap Aiver, membahas tentang Joker dan beberapa Venerate yang berasal dari negeri Geracie, yang juga sedang menyerang kelompok-kelompok Venerate pemberontak di beberapa wilayah daerah Xetas.