The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 5 - Alasan sebenarnya wilayah utara terisolasi



Setelah berjabat tangan dengan Rayvor, Megathirio pun pergi meninggalkan tempat itu.


“Kakak, tunggu aku.” Tak berapa lama Megathirio melangkah, Zchaira pun mengikuti saudaranya tersebut meninggalkan tempat itu.


“Rayvor apa yang kalian berdua lakukan sampai harus bertengkar seperti tadi?” Tanya Lucierence.


“Ayah, aku mau mengatakan pada gadis bernama Zchaira itu bahwa dia merupakan anak dari paman Hefaistos, tapi saudaranya tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa ibu mereka memanggilnya...”


“Setelah gadis itu pergi, saudaranya memperingatiku untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada gadis itu, namun aku sedikit berkata dengan nada tinggi kepadanya, yang membuat dia seketika kesal lalu memukulku... Dari situlah pertengkaran kita dimulai,” jawab Rayvor, menjelaskan panjang lebar kepada ayahnya.


“Ternyata seperti itu... Aku juga paham mengapa mengapa mereka selama ini menyembunyikan keberadaan dari Zchaira... Jika dia mengetahui bahwa dia adalah anak dari pamanmu, maka cepat atau lambat gadis itu akan mengetahui alasan sebenarnya mengapa wilayah ini terisolasi.”


“Apa maksudmu ayah? Alasan sebenarnya mengapa wilayah ini terisolasi?” Rayvor pun nampak kebingungan dan bertanya-tanya setelah mendengar pernyataan yang dituturkan oleh ayahnya tersebut.


“Yah... Alasan sebenarnya mengapa wilayah ini terisolasi bukanlah sekedar takut ancaman kepada para bangsa Vampireman. Melainkan untuk menyembunyikan Zchaira dari bangsa Machora Tira yang berusaha untuk mengincar kekuatan yang ada di dalam gadis itu.”


***


Sekitar dua ratus kilometer dari pemukiman tempat tinggal Zchaira, tampak pasukan clan Bridgehunts dan para Vampireman sampai di depan sebuah desa yang berada di tempat tersebut.


Terlihat para warga telah menanti dengan persenjataan seadanya untuk menghadang mereka masuk ke dalam desa tersebut.


“Bukankah mereka... Adalah Vampireman...” Salah satu warga nampak terkejut setelah mengetahui bahwa pasukan yang menyerang wilayah mereka ternyata bukan para clan Bridgehunts saja.


“Jangan takut, kita serang mereka secara bersamaan.” Salah satu warga yang lain sontak meyakinkan rekan-rekannya untuk tidak ragu menyerang para Vampireman serta clan Bridgehunts yang berada di depan mereka.


Para warga seketika memunculkan lingkaran sihir mereka hendak menyerang musuh yang berada di hadapan mereka.


Melihat hal tersebut, para clan Bridgehunts seketika juga memunculkan lingkaran sihir mereka hendak mehalau serangan yang akan diluncurkan oleh para warga tersebut.


“Tenang saja, biar aku yang menanganinya.” Silvan, pimpinan dari para Vampireman mengangkat tangannya meyakinkan para clan Bridgehunts bahwa dia bisa menangani para warga tersebut tanpa campur tangan dari mereka.


Dalam sekejap pria itu menghilang dan muncul tepat didepan para warga. Dengan memutar tubuhnya, seketika proyeksi elemen api berwarna biru memancar keluar dalam tubuhnya hingga membuat para warga terhempas ke segala arah.


Masih belum puas, Vampireman itu kembali melancarkan serangan elemen apinya pada para warga yang masih bertahan hingga tak berdaya.


Tanpa aba-aba dari ketua clan Bridgehunts, para Vampireman seketika mengambil tindakan sendiri dengan melancarkan serangan elemen api biru mereka membakar seluruh rumah warga yang berada di desa tersebut.


*


“Ini terlalu berlebihan...” Gumam Hayliver, ketua clan Bridgehunts kembali dikejutkan oleh tindakan dari para Vampireman yang membantai para warga wilayah pedalaman utara.


**


Tak jauh dari tempat tersebut, terlihat beberapa warga tampak terkejut menyaksikan para Vampireman menyerang orang-orang mereka dengan brutalnya.


“Kita harus melaporkan hal ini secepatnya pada tuan Timonar.” Salah satu warga tersebut seketika memerintahkan warga yang bersamanya untuk segera memberitahukan hal tersebut pada tetua desa seberang.


Tanpa berlama-lama lagi, beberapa dari mereka kemudian menaiki kuda mereka pergi meninggalkan desa menuju ke desa seberang, tempat tinggal dari Zchaira.


***


Pada malam harinya, kembali ke desa tempat tinggal dari Zchaira, nampak Artemis terlihat datang menghampiri Timonar, tetua desa tersebut bersama dengan para warga yang telah bersiap untuk mempertahankan desa mereka.


“Pergi kemana maksudmu tuan?” Artemis yang bingung mendengar pertanyaan dari pria itu sontak bertanya balik padanya.


“Kau kan yang mengatakan bahwa adik dari tuan Hefaistos itu akan membantumu untuk membawa lari Zchaira dari tempat ini untuk sementara,” jawab Timonar.


“Tentang hal itu mungkin belum saatnya... Lagipula yang menyerang wilayah kita hanyalah clan yang berasal dari luar, dan bukanlah para ras Machora Tira itu...” ucap Artemis.


“Tetapi yang membuatku bertanya-tanya, bagaimana mungkin mereka bisa melewati penghalang... Apakah ada Venerate tingkatan atas yang datang bersama dengan mereka?” Setelah dipikirnya kembali, wanita itu nampak bingung mengetahui bahwa para penyerang dari wilayah luar dapat melewati penghalang yang diciptakannya.


“Aku juga berpikir hal yang sama denganmu. Apa mungkin ada seorang Continent Venerate yang datang bersama clan Bridgehunts itu?”


“Tuan Timonar, hal itu juga yang membuatku lebih memilih untuk tidak meninggalkan tempat ini. Aku khawatir jika kalian tidak bisa melawan mereka nantinya.”


Saat sedang membahas tentang penyerang yang masuk ke wilayah mereka, tiba-tiba beberapa warga yang sebelumnya berangkat menggunakan kuda dari desa seberang akhirnya sampai di tempat tersebut.


Tanpa memberikan salam atas kedatangan mereka, para warga tersebut sontak turun dari kuda mereka dan menghampiri Timonar yang sedang bersama dengan Artemis.


“Tuan Timonar, ada yang ingin kami sampaikan... Pasukan dari clan Bridgehunts sekarang telah menyerang desa kami.” Salah satu warga seketika mengatakn alasan dari kedatangan mereka pada tetua desa itu.


“Ternyata mereka sekarang sudah lebih dekat...”


“Mohon maaf, aku belum selesai. Selain clan Bridgehunts, pasukan yang datang menyerang adalah para Vampireman...” Salah satu warga yang datang tersebut seketika memotong perkataan Timonar karena langsung mengambil kesimpulan saat informasi yang lebih penting belum sempat dikatakan.


“Apa...?” Timonar berserta Artemis seketika terkejut setelah mendapati fakta bahwa perkiraan pikirkan sebelumnya salah.


Artemis yang mendengar pernyataan tersebut nampak terkejut hingga membuatnya terdiam sejenak.


“Artemis, kurasa kau harus membawah pergi Zchaira sekarang,” kata Timonar.


“Aku harus pergi menemui Lucierence sekarang.” Tidak mau terlarut lebih lama lagi, mendadak wanita itu pergi meninggalkan mereka semua.


“Artemis...” Panggil Timonar, namun wanita itu sudah terlanjur meninggalkan mereka.


***


Masih berada di wilayah pedesaan, terlihat Lucierence sedang duduk menceritakan pengalamannya di depan sebuah api unggun bersama dengan Rayvor, Megathirio dan Zchaira.


“Aku pernah bertemu dengan para ras Elfman sekitar beberapa tahun yang lalu... Dan asal kalian tahu, orang-orang itu bahkan memiliki postur tubuh lebih dari dua meter... Bahkan leherku menjadi sakit saat menatap wajah mereka.”


Disaat pria itu sedang menceritakan hal tersebut pada ketiga pemuda itu tiba-tiba Artemis datang menghampirinya.


“Lucierence...”


“Iya kakak...” Mendengar panggilan dari Artemis, pria itu seketika berdiri.


“Ada yang ingin kukatakan padamu.”


Mereka kemudian pergi meninggalkan anak-anak mereka untuk berbincang di tempat lain agar tidak didengar oleh ketiga pemuda itu.


“Memangnya apa yang ingin mereka bicarakan sampai pergi ke tempat lain?” Megathirio yang melihat mereka pergi meninggalkan tempat tersebut sontak menjadi bingung dan bertanya-tanya.


Begitu juga dengan Rayvor serta Zchaira yang nampak heran melihat kedua orang itu seperti mau membicarakan sesuatu yang penting.