The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 189 - Kemenangan Neyndra



Brock ternyata menggunakan kekuatan pengendali pikiran miliknya untuk membuat pikiran dari perempuan Cielas itu menjadi kosong hingga tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk membebaskan dirinya dari gumpalan tanah yang menjeratnya.


***


“Kenapa perempuan itu hanya diam saja?” Tanya Haniwa, nampak kebingungan melihat ekspresi datar dari Chiera, layaknya pikiran perempuan tersebut sedang kosong.


“Perempuan dari tim Cielas itu sepertinya sedang terpengaruh dalam kekuatan psikis milik Fairyman tersebut… Mungkin saja saat ini Fairyman itu sedang mengendalikan pikiran dari perempuan tersebut,” jawab Aphrodia, menjelaskannya kepada para anggota timnya.


“Mirip seperti sihir persepsi… Tapi, kurasa kekuatan dari ras campuran itu nampak lebih kuat teknik sihir milik kita,” respon Zchaira, menduga sebuah fakta dari kemampuan ras Fairyman tersebut, dimana dirinya nampak merasa ragu jika nantinya harus berhadapan dengan para ras Fairyman.


“Iya, kau benar Zchaira… Kekuatan mereka memang jauh lebih kuat dibandingkan teknik sihir persepsi milik para penyihir…”


Aphrodia kemudian menjelaskan bahwa kemampuan psikis dari para Fairyman mampu membuat mereka dengan mudah membaca pikiran dari seseorang bahkan mengendalikan serta memanipulasinya. Para ras Fairyman juga memungkinkan menggunakan kekuatan pikiran mereka untuk dapat mengetahui keberadaan dari Venerate yang ingin mereka cari, bahkan memungkinkan mereka untuk dapat menggerakkan suatu benda.


“Baik kakak… Kurasa penjelasanmu sudah sangat jelas untuk membuat kita memang tidak boleh meremehkan para ras itu,” respon Zchaira terhadap penjelasan dari Aphrodia.


“Tetapi walaupun kemampuan mereka cukup merepotkan, namun kita sebagai Venerate penyihir dapat menangkalnya dengan menggunakan teknik sihir persepsi…”


“Termasuk kau Zchaira yang kemungkinan memiliki kemampuan sihir persepsi yang lebih unggul dibandingkan kita semua… Kurasa seruling milikmu bisa membuat pikiran dari ras Fairyman menjadi kacau sehingga mereka bisa kesulitan menggunakan kekuatan psikis,” ucap Aphrodia.


“Benarkah seperti itu…” Balas Zchaira, sontak tersenyum ketika mendengar penjelasan Aphrodia yang membuat keraguannya berkurang jika nantinya harus berhadapan dengan ras Fairyman.


***


Kembali pada Brock yang tengah bersiap untuk menyerang Chiera dalam keadaan pikiran kosong, dimana Fairyman tersebut mengangkat salah satu tangannya ke depan sambil mengakses kekuatannya, memproyeksikan elemen air untuk membuatnya menjadi sebuah tembakan bertekanan tinggi.


“Water manipulation… Holy water shot…” Brock pun seketika meluncurkan proyeksi elemen airnya ke arah Chiera.


“Flame projection… Fire burst…” Akan tetapi, sebuah serangan proyeksi elemen api meluncur dan menerjang serangan elemen air milik Brock.


“Akh…” Hal tersebut sontak membuat efek ledakan yang cukup kuat, membuat Brock pun seketika terhempas.


Efek ledakan tersebut juga membuat Chiera yang tengah terjerat gumpalan tanah sebelumnya sontak terbebas.


“Eh…” Disaat yang bersamaan, Chiera sontak terbebas dari jeratan kekuatan psikis milik Brock.


“Sialan…” Umpat Chiera nampak merasa kesal mengetahui bahwa dirinya sebelumnya dikendalikan oleh Fairyman tersebut.


Chiera pun kembali berdiri, kemudian dengan cepat meluncur ke arah Brock yang tengah terkapar untuk menyerangnya.


“Uakh…!” Dalam sekejap, perempuan Cielas itu melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, hingga diterima oleh Brock dan membuatnya langsung tak sadarkan diri.


Akibat hal tersebut, Brock pun menjadi peserta kedua yang tumbang dalam pertandingan tersebut, menyisakan Neyndra serta Chiera yang masih bertahan untuk menentukan pemenang diantara mereka.


Setelah berhasil menyerang Brock dan mengalahkannya, perhatian Chiera pun kemudian tertuju pada Neyndra, yang tengah berdiri santai di depannya.


“Maaf nona… Walaupun kau sudah menyelamatkanku, namun karena kita berada dalam sebuah turnamen… Karena itu lebih baik kau majulah untuk menentukan siapa yang akan memenangkan pertandingan ini,” ucap Chiera, menantang Neyndra untuk berhadapan dengannya.


“Itulah yang mau kulakukan…” Balas Neyndra, menerima tantangan perempuan Cielas itu kemudian dengan cepat meluncur sambil memproyeksikan kobaran api pada kedua tangannya.


“Akh…” Namun, akibat serangan dari Chiera nampak lebih unggul, membuat Neyndra pun langsung terhempas menerimanya.


Chiera dengan cepat meluncur mendekati Neyndra sambil melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, namun dengan sigap langsung dihindari oleh Neyndra.


“Flame projection…”


Neyndra melancarkan serangan proyeksi elemen api, namun dengan mudah mampu ditepis oleh Chiera menggunakan serangan proyeksi energinya.


Karena serangan elemen api miliknya tersebut nampak kurang mengungguli serangan milik Chiera, Neyndra tidak mempunyai pilihan selain harus melompat ke belakang untuk menghindar serangan yang hendak dilancarkan oleh perempuan Cielas itu.


Neyndra pun mengeluarkan sepasang belati yang merupakan senjata suci miliknya, yang mirip seperti sepasang yang pernah dicuri oleh Illios di kediaman clan Drown.


Ketika Chiera melancarkan serangan proyeksi energi, Neyndra seketika berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan dari kedua belati yang dipegangnya tersebut.


Saat berhasil mengaktifkan kekuatan dari kedua belatinya, senjata suci itu sontak memancarkan proyeksi energi berwarna merah, yang langsung diluncurkan oleh Neyndra menjadi sebuah serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah.


Kedua serangan tersebut saling bertabrakan dan sontak menciptakan sebuah ledakan yang besar.


“Senjata suci yang cukup hebat…” Ucap Chiera sedikit terkejut ketika melihat kemampuan dari serangan yang dilancarkan oleh Neyndra mampu mengimbangi serangannya.


Chiera pun kemudian meningkatkan kekuatannya dengan menarik energi yang berada di alam dengan jumlah yang besar, hingga membuat tubuhnya memancarkan proyeksi energi.


Tidak mau kalah, Neyndra pun juga berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan yang lebih dari kedua belatinya hingga memancarkan proyeksi energi berwarna merah, yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.


Mereka berdua kemudian meluncur secara bersamaan, kemudian saling melancarkan serangan mereka masing-masing, baik secara bersamaan maupun secara bergantian.


Hingga beberapa lama, Neyndra dan Chiera saling menyerang, tiba-tiba saja Chiera yang telah memaksakan dirinya perlahan-lahan mulai melemah.


Hal tersebut lantas membuat skala serangan yang dilancarkannya perlahan-lahan mulai lebih kecil dibandingkan sebelumnya. sementara serangan yang dilancarkan oleh Neyndra masih tetap konsisten dalam skala yang sama seperti sebelumnya.


Ketika sekali lagi mereka melancarkan serangan secara bersamaan, hingga saling bertabrakan, tampak serangan tebasan proyeksi energi merah dari dari Neyndra mengungguli serangan Chiera hingga seketika lenyap.


“Akh…” Serangan tebasan proyeksi dari Neyndra sontak diterima oleh Chiera, menghempaskannya hingga menabrak dinding arena.


Tidak mau membuang waktu, Neyndra pun mengambil kesempatan itu dengan langsung mengayunkan kedua belatinya berulang-ulang kali, meluncurkan serangan tebasan proyeksi secara beruntun ke arah Chiera.


“Uakh…!” Serangan beruntun tersebut lantas diterima oleh Chiera, membuatnya seketika langsung mengalami kekalahan.


“Haah… Haah…” Setelah mengalahkan Chiera, Neyndra nampak membuang nafas panjang karena nampak merasa kewalahan dengan pertarungan tersebut.


***


“Akhirnya tim Fuegonia bisa mendapatkan poin kali ini…” Ucap salah satu anggota tim Fuegonia bernama Rourke, meredah senang melihat Neyndra menjadi satu-satunya peserta yang masih berdiri pada pertandingan yang masih berlangsung tersebut.


***


Setelah Chiera berhasil tumbang dalam pertandingan tersebut, sang wasit pun kembali masuk ke tengah arena untuk menginformasikan pemenang pada pertandingan tersebut.