
Zchaira tersadar tiba-tiba telah berada di sebuah pandang rumput yang sangat luas membentang.
“Dimana ini?” Ucap gadis itu, bertanya-tanya dirinya kini berada ditempat yang asing.
Walau kebingungan tiba-tiba berada di tempat tersebut, Zchaira berdiri dan perlahan-lahan berjalan di tengah rerumputan hijau sambil menatap ke kiri dan ke kanan.
“Apakah mungkin aku sudah mati? Dan ini adalah surga?” Sekali gadis itu bergumam bahwa dirinya telah mati setelah kejadian yang menimpanya sebelumnya.
“Haah… Padahal aku belum tahu dunia luar itu seperti apa… Kenapa harus seperti ini?”
“Eh…” Mendadak gadis itu merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar ditempat itu, yang saking besarnya tekanan tersebut hingga membuat seluruh tubuhnya menjadi gemetaran.
*
“Apa-apaan ini?” Gumam Zchaira dalam hati, merasakan dengan jelas tekanan tersebut lama-kelamaan terasa semakin mengintimidasi.
**
Hingga tak berselang lama sesosok makhluk raksasa secara mendadak keluar dari bawah tanah.
Makhluk tersebut merupakan naga biru dengan sorot mata tajam, memiliki sepasang sayap berwarna hijau yang mirip seperti bulu seekor merak.
“Aahhh…!” Saking ketakutannya, Zchaira seketika berteriak berlari dengan terbirit-birit menjauhi makhluk itu.
“Sial… Ternyata ini adalah neraka…” Umpat gadis itu sambil dia berlari dengan kencangnya.
Zchaira kemudian menghentikan langkahnya, setelah dirasa dirinya telah jauh dari jangkauan makhluk tersebut.
“Eh…” Betapa terkejutnya gadis itu melihat naga tersebut telah berada tepat dihadapannya lagi.
“Aaahhhh…!” Dia pun berteriak kembali hingga berlari menjauhi makhluk itu lagi.
Sampai beberapa kali gadis itu berlari dan berteriak melihat naga tersebut mendadak terus-terusan muncul di hadapannya.
***
Hingga kesekian kalinya Zchaira mencoba melarikan diri kembali, naga itu tetap muncul di hadapannya.
Zchaira yang telah kehabisan tenaga akibat terus-terusan berlari, lebih memilih untuk tidak kabur lagi, serta merasa pasrah dengan apa yang akan diperbuat oleh naga itu padanya.
“Kumohon jangan hukum aku. Selama hidup, aku bahkan selalu berbuat baik. Aku bahkan hanya sekali memarahi ibuku…” Ucap Zchaira memohon ampunan makhluk tersebut.
“Untuk apa kau seperti itu? Aku tidak mau menghukummu.” Naga tersebut seketika membuka suaranya.
“Jadi, siapa kau sebenarnya? Dan tempat apa ini?” Tanya Zchaira, tampak kebingungan mengetahui bahwa tempat tersebut bukanlah surga, neraka atau semacamnya.
“Seperti yang kau lihat aku adalah seekor naga. Tapi, orang-orang sering menyebutku sebagai salah satu dari makhluk suci…” Jawab naga tersebut.
“Makhluk suci...”
*
“Ibu pernah menceritakan juga tentang mereka… Aku tidak menyangka bisa bertemu salah satu diantara mereka…”
“Ngomong-ngomong, tekanan kekuatan makhluk ini, terasa lebih besar dari tekanan kekuatan yang dimiliki ibu.”
**
“Ternyata ibumu juga pernah memberitahukanmu tentang makhluk suci… Tapi, sepertinya kau belum mengetahui tentangku,” ucap naga itu.
“Kau bisa mengetahui isi pikiranku?” Zchaira terkejut mengetahui naga tersebut bisa mengetahui suara hatinya.
“Heh… Kau tidak perlu melakukan itu, lagipula ini adalah alam bawah sadarmu, secara tidak langsung kau sudah berbicara dalam hati.”
“Alam bawah sadar…?”
“Tunggu dulu…” Tiba-tiba gadis itu menyadari sesuatu yang terlintas di pikirannya.
“Apa kekuatan yang ingin diincar padaku itu adalah kau?” Tanya gadis itu.
“Bisa dibilang seperti itu…”
Naga itu lalu menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu, kedua orangtua dari Zchaira pergi untuk menemui naga tersebut ke wilayah barat laut negeri Lightio, yang juga telah berbatasan dengan wilayah Fuegonia, dimana tempat merupakan tempat makhluk itu berdiam.
Orangtua Zchaira memohon kepada naga itu untuk memberikan kekuatannya pada Zchaira, yang saat itu mengidap sebuah penyakit, dan hanya kekuatan dari naga tersebut yang dapat menyembuhkannya.
Melihat ketulusan mereka naga itu pun setuju untuk memberikan kekuatannya. Dia menyalurkan kekuatannya pada gadis tersebut.
“Jadi, aku sekarang memang sudah sekarat?” Ucap gadis itu.
“Tenang saja, kau tinggal menggunakan kekuatanku agar bisa pulih kembali.”
“Tapi, bagaimana caraku menggunakan kekuatanmu? Aku bahkan masih belum mengetahui cara menggunakan kekuatan sihir.” Tanya Zchaira.
“Untuk saat ini, kau tinggal memejamkan matamu saja untuk kembali ke dunia nyata,” jawab naga tersebut.
“Akan kucoba...” Zchaira kemudian memejamkan kedua matanya.
“Satu hal lagi yang kuingin tahu, apa kau memiliki sebuah nama?” Tiba-tiba gadis itu kembali membuka matanya dan bertanya tentang nama dari naga itu.
“Kau boleh memanggilku Shydhie…”
Zchaira pun tersenyum setelah mengetahui nama dari naga tersebut.
“Tapi, kau harus mengingat satu hal lagi. Jika kau kehilangan kekuatan ini, maka itu akan membuat penyakitmu kembali, dan lama-kelamaan akan semakin parah saat kau menggunakan kekuatan sihir atau kekuatan yang lain,” ucap naga itu, memberitahukan Zchaira agar terus mengingat hal yang dikatakannya tersebut.
“Baiklah… Terima kasih sudah membantuku, Shydhie,” ucap Zchaira, lalu memejamkan matanya kembali.
****
Di dunia nyata, tampak Rayvor hanya bisa terdiam melihat Zchaira telah terbujur kaku dipangkuannya.
“Sial… Aku terlanjur membunuhnya.” Berbeda dengan Joker yang merasa kesal, secara tidak sengaja menyerang gadis itu hingga tak berdaya.
“Setidaknya kekuatan yang berada di dalamnya masih bisa diambil.” Joker kemudian perlahan mendekat.
Namun, tiba-tiba Vampireman itu sontak menghentikan langkahnya, terkejut melihat luka yang diterima oleh gadis itu akibat serangannya mulai sembuh dengan sendirinya.
*
“Apa-apaan itu?” Gumam Joker dalam hati, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
**
Begitu juga dengan Rayvor yang terkejut melihat luka dari gadis tersebut perlahan-lahan mulai sembuh.
“Haah… Haah… Akhirnya aku bisa kembali…” Setelah luka tersebut sembuh, Zchaira kemudian membuka kedua matanya.
“Zchaira… Bagaimana bisa?” Tanya Rayvor nampak terkejut melihat gadis itu kembali hidup.
“Ternyata kau masih hidup…” Melihat gadis itu masih bertahan hidup, Joker sontak mengaktifkan kekuatannya hingga tangan Vampireman itu langsung memancarkan sebuah kobaran api biru.
Dengan cepat dia pun melancarkan serangannya ke arah Zchaira.
Namun, dengan sigap Zchaira langsung menahan serangan kepalan api pria itu, tanpa terhempas sedikitpun oleh efek tekanan kekuatannya.
“Apa…?” Joker seketika terkejut melihat serangannya dengan mudah dapat ditahan oleh gadis itu.
“Ternyata kekuatan ini sangat berguna,” ucap Zchaira sambil tersenyum.
Tanpa merasakan kesulitan, Zchaira perlahan-lahan berdiri kembali sambil tetap menahan tangan Vampireman itu.
*
“Kenapa gadis ini kuat sekali? Apa mungkin dia sudah bisa mengandalikan kekuatannya?” Ucap Joker dalam hati, bertanya-tanya mengapa gadis itu tiba-tiba menjadi kuat.
**
Zchaira kemudian memukul wajah Joker, hingga Vampireman itu sontak terhempas menabrak pepohonan.
Seketika Joker menghilang dan muncul di dekat gadis itu, tetapi dengan refleks sambil tersenyum Zchaira langsung mencengkram leher Vampirman itu dan membantingnya dengan keras ke tanah.
“Akh…!” Tidak sampai disitu, Zchaira kemudian melancarkan serangan secara bertubi-tubi hingga Joker pun menjerit kesakitan.
Zchaira lalu menendang Vampireman itu hingga kembali terhempas.
“Sialan kau…” Masih bisa bertahan Joker pun kembali berdiri sambil mengumpat kepada gadis itu.
Joker memunculkan sebuah pedang dan melapisinya dengan api birunya, siap untuk menyerang kembali gadis itu.
“Eh…” Tiba-tiba dengan sendirinya, seluruh tubuh dari gadis itu terlapisi oleh sebuah proyeksi energi berwarna biru.