The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 141 - Merekrut anggota



“Tapi, jangan khawatir kakak… Aku tahu beberapa orang yang bisa menggantikanku bergabung ke dalam timmu, walaupun sebenarnya mereka adalah murid kelas Regional Venerate, namun mereka sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup unggul dibandingkan denganku,” ucap Megathirio, mengusulkan kepada Aphrodia mengenai murid-murid di dalam kelas Regional Venerate yang bisa menggantikannya bergabung ke dalam tim dari perempuan tersebut.


“Jika memang begitu… Apakah aku bisa mengetahui siapa mereka?” Aphrodia pun langsung menyetujui usulan dari Megathirio, dan sontak bertanya mengenai murid-murid yang dibahas oleh pemuda tersebut.


“Mereka adalah Rayvor dan Flogaz, dua bersaudara dari clan Silkbar daerah Workyen, dan merupakan saudara sepupuku,” jawab Megathirio, mengatakan bahwa murid-murid yang diusulkannya ternyata adalah Rayvor dan Flogaz.


“Rayvor dan Flogaz… Mereka berdua adalah anak dari salah satu Continent Venerate Lightio, serta keponakan presiden penyihir… Kurasa mereka bisa bergabung ke dalam timku,” ucap Aphrodia.


“Kau tidak perlu khawatir… Ketika kami sebelumnya menjalankan misi di daerah Xetas, Rayvor dan Flogaz merupakan dua Venerate yang berjasa…”


Megathirio kemudian menjelaskan bahwa ketika menjalankan misi di daerah Xetas, para murid-murid akademi serta para Venerate daerah Xetas yang saat itu berhadapan dengan para Venerate pemberontak sempat disudutkan karena tidak mampu menangani sebuah serangan proyeksi yang mampu menyerap serangan proyeksi yang lain.


Disaat itu, Rayvor serta Flogaz adalah para Venerate yang mampu menangani serangan para pembetontak menggunakan teknik mereka yang cukup unik.


“Rayvor dan Flogaz yah…” Mendengar penjelasan dari Megathirio, Aphrodia pun nampak merasa senang karena kedua murid Regional Venerate tersebut sepertinya cocok untuk bergabung ke dalam timnya.


“Tapi, apa kau juga bisa mengusulkan dua murid Regional Venerate lain yang kemungkinan bisa kurekrut?” Tanya Aphrodia.


“Hmph… Siapa yah?”


Saat sedang memikirkan para murid-murid Regional Venerate selain Rayvor dan Flogaz, Megathirio hanya bisa terbayang mengenai dua bersaudara dari clan Raynote, yang tidak lain merupakan Andras dan Shaevanjoe, karena sudah melihat langsung kemampuan mereka di medan pertarungan, saat menjalankan misi di daerah Xetas beberapa saat yang lalu.


“Kurasa… Usulanku mengenai dua anggota lain adalah Andras dan Shaevannjoe… Aku tidak tahu nama clan mereka, tapi mereka adalah murid kelas Regional Venerate sam seperti Rayvor dan Flogaz,” ucap Megathirio, mengusulkan Andras dan Shaevanjoe sebagai dua anggota lain yang bisa direkrut oleh Aphrodia.


“Andras dan Shaevanjoe... Mereka berasal dari clan Raynote daerah New Xemico, wilayah barat,” ucap Aphrodia.


“Oh iya… Pantas saja mereka berdua terlihat cukup akrab dengan Toner, murid Land Venerate yang berasal dari dari Xetas,” respon Megathirio.


*


“Andras dan Shaevanjoe yah… Mereka berdua berasal dari wilayah barat, apakah bisa merekrut mereka?” Ucap Aphrodia dalam hati, merasa ragu jika harus merekrut kedua murid Regional Venerate tersebut masuk ke dalam timnya.


“Entah apa mereka berasal dari wilayah timur ataupun barat, tapi jika masih menjadi murid akademi sihir ini, mereka masih dianggap sebagai Venerate wilayah selatan,” lanjut Aphrodia, berkata dalam hati.


**


“Terima kasih Megathirio, kalau begitu aku pergi dulu untuk menanyai mereka…”


“Sama-sama kakak…”


“Eh…” Ketika berjalan hendak meninggalkan ruangan tersebut, Aphrodia tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat ada yang masuk ke ruangan tersebut, yang tidak lain merupakan Illios dan Astrapi.


“Kakak, kau terlihat terburu-buru… Memangnya mau kemana?” Tanya Illios.


“Aku sebenarnya mau menemui seseorang,” jawab Aphrodia.


Mendengar hal tersebut, Illios tiba-tiba tersenyum menyeringai, mengira bahwa perempuan tersebut akan menemui Kral.


“Tenang saja kakak, orang yang mau kau temui itu sedang berada di luar ruangan ini… Dia tidak mau masuk ketika melihat dirimu,” ucap Illios sambil menunjuk ke luar ruangan.


**


Di luar ruangan tepat dibalik dinding, tampak Kral sambil merasa kesal mendengar bahwa Illios mengatakan kepada Aphrodia bahwa dirinya berada di tempat itu.


**


“Memangnya siapa yang berada disana?” Tanya Aphrodia, kebingungan mendengar ucapan dari Illios.


“Maksudku Kral… Orang yang ingin kau temui itu sampai terlihat sedang buru-bru begini adalah dia kan,” jawab Illios.


Aphrodia sejenak terdiam, nampak mersa canggung ketika mendengar bahwa Kral berada di luar ruangan tersebut, akan tetapi tujuan sebenarnya dari perempuan itu sebenarnya bukanlah untuk menemui Kral, seperti yang dikira oleh Illios.


“Maaf, sebenarnya aku bukan mau menenmuinya… Aku sebenarnya ingin menemui para murid-murid akademi sihir yang harus aku rekrut untuk mengikuti turnamen Venerate di negeri Fuegonia,” ucap Aphrodia.


“Eh… Jadi kau bukan mau menemui Kral?” Tanya Illios.


Aphrodia pun lantas menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia tidak bermaksud untuk menemui Kral.


“Maksudmu turnamen Venerate yang biasa dilaksanakan di kota Novacurve itu?” Tanya Astrapi, nampak mengetahui mengenai turnamen tersebut.


“Iya… Sebenarnya turnamen itu akan dilaksanakan pada dua hari kedepan, namun sampai hari ini, belum ada satupun anggota yang kurekrut…” Ucap Aphrodia.


“Maaf, aku harus segera pergi menemui murid-murid yang diusulkan oleh Megathirio sebelumnya,” lanjut Aphrodia, kemudian pergi bergegas keluar dari ruangan tersebut.


**


“Eh…” Ketika melihat Aphrodia keluar, Kral yang sebenarnya hendak masuk ke dalam ruangan tersebut dengan sigap langsung menoleh ke belakang.


Akan tetapi, Kral tiba-tiba terkejut karena Aphrodia dengan tidak sadar langsung berlari melewatinya pergi beranjak dari tampat tersebut.


**


“Turnamen Venerate yah… Kakak, kau pernah dengar waktu itu tuan Vertorn mengatakan bahwa di kota itu tersembunyi sebuah senjata suci yang sebenarnya dicuri dari negeri Lightio,” ucap Astrapi.


“Hmph… Maksudmu batu kristal itu…”


“Aku juga tahu… Bahkan sampai sekarang tuan Vertorn masih mencari cara untuk bisa masuk ke negeri itu seusai Lightio dan Fuegonia menjadi bersitegang akibat pengusiran World Venerate Fuegonia itu oleh ayah,” ucap Illios.


“Ngomong-ngomong Megathirio… Sebelumnya kakak itu mengatakan bahwa dia mendapatkan usulan darimu mengenai murid akademi sihir untuk direkrutnya… Memangnya siapa mereka?” Lanjut Illios berkata, tiba-tiba bertanya kepada Megathirio karena merasa penasaran.


“Sebelumnya dia ingin merekrutku menjadi anggotanya, tapi aku menolak dan mengusulkan Rayvor, Flogaz… Kemudian Andras dan Shaevanjoe untuk kemungkinan direkrut olehnya,” jawab Megathirio.


“Mereka semua adalah murid Regional Venerate… Sedangkan hanya Aphrodia satu-satunya Land Venerate…”


“Tunggu dulu… Dimana murid Land Venerate yang lain?” Tanya Illios, ketika baru saja menyadari di dalam ruangan, bahkan bangunan tersebut memang sangat sunyi, tidak terlihat satupun murid Land Venerate selain Aphrodia sebelumnya, serta Megathirio yang berada di depannya.


“Kakak Aphrodia bilang bahwa semuanya sedang menjalankan misi…” Jawab Megathirio.


“Padahal kemarin aku melihat mereka lengkap…” Gumam Illios, mengetahui bahwa para murid-murid tersebut hadir di dalam aula kemarin hari.


“Entahlah… Kakak Aphrodia juga bilang bahwa setelah itu mereka langsung pergi untuk menjalankan sebuah misi,” lanjut Megathirio.