
“Percaya saja kepada Zchaira kakak, karena bagaimanapun juga gadis itu memiliki potensi kekuatan yang lebih kuat dibandingkan Venerate yang setingkat dengannya,” ucap Astrapi, meyakinkan Illios bahwa Zchaira memiliki potensi kekuatan, yang tidak lain merupakan kekuatan dari makhluk suci yang berada pada diri gadis tersebut.
“Benar juga… Secara tidak langsung, gadis itu sebenarnya adalah World Venerate,” respon Illios, sambil kembali mengingat ketika penetuan kekuatan para murid-murid akademi, dimana ketika giliran Zchaira, adiknya tersebut mampu meningkatkan tekanan kekuatan hingga setarah World Venerate.
**
“Baiklah, bersiap… Mulai…!” Ucap sang wasit, memulai pertandingan kedua dalam turnamen Venerate.
Dengan sigap, Vampireman perempuan bernama Maeve langsung meluncur ke arah Zchaira sambil mengayunkan pedang yang dipegang olehnya.
“Uwaah…” Untungnya, dengan refleks Zchaira dengan lincah langsung menghindari ayunan pedang Maeve yang sebenarnya diarahkan langsung ke leher gadis tersebut.
“Untung saja aku bisa menghindarinya…” Gumam Zchaira, nampak legah bisa menghindari serangan tersebut.
*
“Tapi, bagaimana jika pedangnya menebas leherku… Apa mungkin aku tidak akan mati seperti waktu itu?” Ucap Zchaira dalam hati, nampak bertanya-tanya jika serangan Vampireman perempuan itu diterima olehnya, sambil mengingat kembali ketika dia dalam keadaan kritis setelah menerima serangan dari Vampireman bernama Joker sebelumnya.
**
Masih belum menyerah, Vampireman perempuan bernama Maeve tersebut kembali meluncur mendekati Zchaira, kemudian mengayunkan pedangnya secara beruntun.
Akan tetapi, Zchaira dengan mudahnya menghindari setiap serangan dari Vampireman tersebut dengan hanya mengandalkan kelincahannya.
“Hei penyihir… Apakah seperti ini caramu bertarung? Setidaknya keluarkanlah kemampuanmu yang sebenarnya,” ucap Maeve sambil menyerang Zchaira, menyuruh gadis itu untuk menggunakan kekuatan Venerate miliknya darpada hanya terus-terusan mencoba menghindar.
“Bahkan dengan tanpan menggunakan kemampuanku sebagai penyihir, kau masih belum bisa mengenaiku,” balas Zchaira sambil dengan lincahnya menghindari setiap serangan dari Vampireman perempuan itu.
“Heh, beraninya kau meremehkanku…”
Maeve seketika mengakses kekuatannya, hingga dalam sekejap menghilang dari depan Zchaira. Seketika Vampireman perempuan itu dalam sekejap muncul dari arah belakang tanpa disadari oleh gadis tersebut.
Dengan cepat Maeva pun mengakses kekuatannya kembali, hingga pedang yang dipegangnya langsung memancarkan proyeksi energi berwarna putih.
**
“Awas Zchaira…!” Teriak Flogaz, memperingati Zchaira dari tribun, saat melihat Vampireman perempuan yang dilawan oleh gadis itu hendak melancarkan serangannya.
**
Mendengar teriakan peringatan dari Flogaz, Zchaira pun langsung menyadari bahwa Maeve kini berada di belakanngnya. Dengan sigap, gadis itu pun langsung menghadap ke belakang untuk mengantisipasi serangan yang hendak dilancarkan oleh Vampireman perempuan tersebut.
“Akh…” Akan tetapi, Zchaira menerima serangan tebasan proyeksi energi berwarna putih yang dilancarkan oleh hingga membuatnya terhempas, kemudian terkapar di tanah.
Maeve pun langsung mengambil kesempatan tersebut dengan menggunakan kemampuan perpidahan ruang miliknya, menghilang kemudian dalam sekejap muncul tepat di depan Zchaira.
“Difesa sillabare…” Maeve kembali melancarkan serangan tebasan proyeksi energi berwarna putih dari pedangnya, namun dengan sigap Zchaira langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menangkis serangan tersebut.
Zchaira seketika mendorong perisai proyeksi yang diciptakan olehnya, akan tetapi Maeve menggunakan kemampuan perpinadahan ruang, dan dalam sekejap menghilang sebelum perisai proyeksi yang diluncurkan oleh Zchaira diterima olehnya.
Dalam sepersekian detik, Zchaira meningkatkan fokusnya, hingga ketika Maeve muncul dan langsung menyerangnya kembali dengan serangan tebasan proyeksi energi, gadis itu pun dengan cepat kembali berdiri kemudian melompat ke belakang untuk menghindar.
Namun, saat yang bersamaan, tiba-tiba Trollman yang menjadi lawan gadis itu pada pertandingan tersebut langsung memegangnya.
“Terima kasih…” Ucap Zchaira, dengan refleks berterima kasih kepada Trollman tersebut, walaupun sebenarnya dia mengetahui bahwa hal tersebut tidaklah diperlukan berhubung ras campuran tersebut merupakan musuhnya.
“Sama-sama… Mohon lebih berhati-hati,” Akan tetapi, Trollman itu sontak membalas ucapan terima kasih Zchaira sambil menunjukan ekspresi tersenyum di wajahnya.
Melihat respon Trollman tersebut, Zchaira pun nampak heran, serta lebih terkejutnya ketika dia menyadari bahwa Trollman tersebut beserta salah satu peserta dalam pertandingan tersebut ternyata sedari tadi masih terus berdiam diri.
Tidak mau berpikir keras lebih lama, Zchaira pun langsung meluncur meninggalkan Trollman tersebut untuk kembali berhadapan dengan Maeve.
Disamping itu, Trollman beserta salah satu anggota tim dari negeri Neodela tampak masih tetap berdiam diri untuk menunggu waktu yang pas bagi mereka untuk melancarkan serangan.
*
“Akan berbahaya jika aku terlalu meremehkan Trollman ini… Bagaimanapun dia tetap akan membaca pergerakanku jika aku sedikit saja melakukan sebuah serangan,” ucap peserta dari tim Neodela yang bernama Keyrate, tampak ragu untuk menyerang Trollman yang berada di hadapannya, karena mengetahui bahwa ras keturunan campuran itu akan mampu membaca pergerakannya dengan menggunakan kekuatan observasi.
“Kalau begitu, aku mungkin harus melawannya dengan meningkatkan kecepatanku,” lanjut Keyrate berkata dalam hati.
**
Keyrate pun langsung mengakses kekuatan miliknya, hingga membuatnya seketika berubah ke wujud Beastman miliknya, yang perwujudan layaknya manusia setengah landak.
**
“Apa-apaan itu?” Ucap Flogaz, terkejut melihat wujud Beastman dari peserta tim Neodela bernama Keyrate tersebut.
“Itu adalah wujud Beatsman dari pria itu…” Jawab Aphrodia.
“Aku sudah melihat beberapa dari jenis ras Beastman, namun ini pertama kalinya aku melihat ras Beastman Hedgehog dengan wujud asli mereka,” lanjut Aphrodia berkata, menjelaskannya kepada Flogaz serta Rayvor.
**
Setelah berada dalam wujud Beastman-nya, Keyrate pun mengakses kembali kekuatannya hingga membuat tubuhnya memancarkan pancaran proyeksi elemen petir.
Dalam sekejap, Keyrate bergerak hingga membuat Trollman bernama Zengu tersebut langsung terkejut dengan kecepatan dari Beastman tersebut.
Keyrate seketika muncul tepat di samping Zengu sambil mengacungkan salah satu tangannya, yang memancarkan pancaran proyeksi energi petir.
Akan tetapi, Zengu dengan sigap langsung menepis serangan berkecepatan tinggi tersebut dengan menggunakan tombaknya.
Zengu pun mengacungkan tombaknya pada Keyrate, melancarkan sebuah serangan proyeksi energi, namun dengan sigap Keyrate pun kembali bergerak dengan kecepatan tinggi menghindari serangan proyeksi dari Trollman tersebut.
Keyrate pun terus bergerak dengan sangat cepat melancarkan serangan secara beruntun ke arah Zengu, namun Trollman tersebut dengan sigap juga langsung menghindar, serta menepis serangan tersebut dengan menggunakan tombaknya.
Berbeda dengan Trollman pada pertandingan sebelumnya, yang bisa dengan santai melakukan perlawanan, Zengu kini tidak bisa menganggap remeh kemampuan dari Beastman yang dilawannya, hingga membuatnya harus fokus dengan pergerakan Beastman tersebut, yang sebenarnya memang sangat sulit untuk bisa dilihat oleh matanya.
Dengan menggunakan kemampuan observasi tingkat tinggi, Trollman itu pun mampur menghindari serangan yang dilancarkan oleh Keyrate walaupun dalam kecepatan yang tinggi sekalipun.
Tiba-tiba Keyrate muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir dalam skala yang cukup besar ke arah Trollman tersebut.