The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 154 - Momen yang gagal



Belum lama setelah dua pesawat dari negeri Cielas serta negeri Asimir datang, terlihat juga dua pesawat dari dua negeri di bagian selatan benua Aizolica.


“Kali ini negeri Neodela dan negeri Vielass akhirnya sampai ke kota ini,” ucap Aphrodia, menyebut asal negeri dari pesawat tersebut yang dapat dikenalinya dengan melihat sebuah lambang yang berada di masing-masing badan pesawat tersebut.


Aphrodia melihat sebuah lambang di badan pesawat negeri Neodela, yakni sebuah perisai berlatarkan empat tombak yang memiliki bendera, sementara di dalam lambang perisai tersebut terdapat tiga simbol khusus.



Sementara untuk lambang yang berada di badan pesawat negeri Vielass, tampak terlihat sebuah lambang perisai yang memuat lima simbol khusus yang berbeda-beda.



“Tinggal negeri Mormist dan musuh bebuyutan kita, negeri Machora Tira,” ucap Kral.


“Bagaimana dengan negeri Blueland?” Tanya Zchaira.


“Untuk negeri Blueland tidak bisa diperbolehkan untuk ikut turnamen ini karena suatu kejadian yang dilakukan oleh salah satu Elfman mereka beberapa tahun yang lalu…” Jawab Kral.


“Namun, karena hal itu… Negeri Fuegonia yang sebelumnya memiliki hubungan tidak baik dengan Blueland sebelumnya, kini menjadi menjadi aliansi mereka… Dan banyak Venerate Elfman yang menjadi prajurit di negeri ini, seperti para Venerate Fuegonia yang sebelumnya datang ke acara penobatan ibu menjadi wakil presiden penyihir,” lanjut Kral berkata, menjelaskannya kepada Zchaira.


“Sayang sekali… Padahal aku ingin melihat kemampuan mereka di turnamen ini,” respon Zchaira.


“Karena pernah sekali bertarung dengan mereka, aku bisa mengatakan bahwa kemampuan para Elfman itu memanglah hebat… Bagaimana jika saat itu Elfman World Venerate tersebut tidak menyelamatkan kami saat para Elfman hendak melancarkan serangan tingkat tinggi?” Ucap Aphrodia, kembali mengingat saat pertarungannya dengan murid-murid kelas Land Venerate melawan para Elfman yang setingkat dengan mereka.


“Maka saat itu aku akan merasa sedih karena kehilanganmu Aphrodia…” Ucap Kral.


“Ehh…” Aphrodia tiba-tiba terkejut hingga membuat wajahnya seketika memerah mendengar ungkapan Kral ketika hal yang dibicarakannya benar-benar terjadi.


“Maaf aku menggangu… Kurasa aku harus pergi dulu…” Melihat Kral menggoda Aphrodia, membuat Zchaira pun merasa canggung berada di tempat itu.


“Zchaira… Tunggu dulu…” Ketika Zchaira pergi meninggalkan mereka berdua, Aphrodia pun langsung mengejar gadis tersebut.


Akan tetapi, dengan sigap Kral pun langsung menahan tangan perempuan itu, hingga tidak bisa lagi mengejar Zchaira yang sudah pergi meninggalkan mereka.


“Mau kemana kau?” Tanya Kral sambil menatap perempuan itu.


“Aku mau pergi menyusul Zchaira,” jawab Aphrodia.


“Jadi kau mau meninggalkan aku sendirian disini?” Ucap Kral.


“Memangnya untuk apa kita berada di disini Kral?” Tanya Aphrodia.


Secara bersamaan Aphrodia pun nampak terkejut serta kebingungan memikirkan bahwa Kral ternyata bisa menggodanya seperti itu, padahal setahunya bahwa Kral yang dikenal olehnya sering bersikap tenang dibanding sikapnya kali ini.


“Tentu saja aku ingin bersamamu di tempat ini lebih lama,” jawab Kral.


Mendengar jawaban tersebut, membuat wajah Aphrodia kembali memerah hingga lantas merasa canggung dengan keadaan tersebut.


***


Berpindah kepada Zchaira yang telah turun dari lantai atap tersebut meninggalkan Kral dan Aphrodia berduaan disana.


“Akh…” Ketika sedang tergesa-gesa, tiba-tiba gadis itu menabrak Illios, yang membuatnya malah jatuh terduduk ke lantai.


“Zchaira… Kenapa seperti dikejar-kejar hantu saja?” Tanya Illios sambil membantu adiknya tersebut berdiri kembali.


“Apa maksudmu?” Illios pun lantas tidak mengerti dengan jawaban yang diberikan oleh adiknya tersebut.


“Ngomong-ngomong, apa kau melihat kakak Kral berada dimana?” Tidak memperdulikan hal yang dikatakan oleh Zchaira, Illios pun lantas bertanya tentang keberadaan Kral kepada gadis itu.


“Dia ada di lantai atap… Eh…” Dengan refleks Zchaira langusng menjawab pertanyaan Illios bahwa Kral kini sedang berada di lantai atap.


“Oke… Terima kasih…” Respon Illios, sambil beterima kasih kepada Zchaira.


Ketika Illios hendak menuju ke lantai atap melewati tangga, Zchaira yang mengeingat bahwa Kral yang berada di atas sedang bersama dengan Aphrodia, lantas langsung menahan kakaknya tersebut.


“Zchaira… Ada apa?” Tanya Illios, kebingungan melihat Zchaira menahan tangannya.


“Kakak Kral bilang kepadaku sebelumya bahwa dia ingin bersantai di atas sana tanpa harus diganggu oleh seseorang,” jawab Zchaira.


“Bersantai… Dari kakak itu, beraninya ingin bersantai, padahal kita kemari bukan untuk itu,” ucap Illios.


Pria itu kemudian menepis tangan Zchaira hingga terlepas, kemudian dengan cepat menaiki tangga menuju ke lantai atas untuk menemui Kral yang berada disana.


***


Kembali pada Kral dan Aphrodia yang kini masih saling bertatapan satu sama lain, dimana terlihat Aphrodia hanya bisa terdiam ketika wajah Kral perlahan-lahan mendekat ke wajahnya.


“Kral… Beraninya… Kau… Ingin bersantai…” Illios yang tiba-tiba datang memergoki Kral yang sedang merangkul Aphrodia seketika langusng terkejut.


Akibat hal tersebut juga membuat pria itu merasa sangat canggung hingga tidak tahu harus berbuat apa lagi.


“Illios… Ada apa kemari?” Tanya Kral, nampak terkejut melihat adiknya tiba-tiba datang ke tempat itu.


“Maaf menganggu sebenarnya aku ingin mengatakan tentang rencana kita,” jawab Illios.


“Baiklah aku mengerti…” Respon Kral, mengerti dengan penjelasan dari Illios, walaupun sebenarnya sedikit kecewa saat momennya bersama dengan Aphrodia terganggu.


“Aphrodia, ayo kita kembali ke bawah,” ucap Kral mengajak Aphrodia beranjak dari tempat tersebut karena pria itu bersama dengan Illios dan Astrapi akan segera merencanakan misi mereka untuk mengendap-ngendap ke dalam kediaman clan Drown.


***


Beberapa saat kemudian, di kediaman clan Drown, tampak Neyndra dan Drakon kini kembali setelah cukup lama berkeliling di kota Novacurve sebelumnya.


Ketika sampai di depan sebuah bangunan yang berada di dalam kediaman tersebut, Neyndra dan Drakon berpapasan dengan Rox, ketua clan Drown, serta Achilles, pria Elfman yang merupakan salah satu Venerate Fuegonia.


“Neyndra, dari mana saja kau?” Tanya Rox kepada perempuan itu sambil melihat pria yang datang bersamanya.


“Maaf ayah… Aku sebelumnya sedang berkeliling di kota Novacurve bersama dengannya,” jawab Neyndra sambil menunjuk Drakon.


“Kira-kira kau siapa? Sepertinya ini baru pertama kali aku melihatmu?” Tanya Rox pada Drakon, karena pria tersebut nampak asing baginya.


“Sebelum itu biar aku jelaskan dulu tuan Rox… Dialah Venerate baru yang berasal dari negeri Geracie,” respon Rox.


“Salam tuan premier… Namaku adalah Drakon. Walaupun berasal dari negeri Geracie, tapi kini telah menjadi salah satu Venerate Fuegonia, aku tetap akan terus mengabdi di negeri ini,” ucap Drakon sambil memperkenalkan dirinya.


“Salam kenal Drakon…” Respon Rox.


“Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa saling kenal dan bersama-sama? Padahal ini baru pertama kalinya Drakon datang kemari…” Tanya Rox, nampak penasaran.