The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 130 - Kembali membuat semua terpukau



“Baiklah… Inilah tiga murid yang memiliki kelas tertinggi di dalam akademi sihir ini… Kral, Illios, dan Astrapi dari clan Silkbar daerah Workyen,” ucap Arlias dengan suara yang menggema, memperkenalkan ketiga murid Continent Venerate tersebut kepada para murid-murid akdemi, khususnya kepada sebagian besar para murid-murid baru yang baru pertama kali melihat mereka.


Para murid-murid akademi pun langsung bertepuk tangan ketika Arlias menunjuk Kral, Illios dan Astrapi yang kini sudah berada di tempat tempat khusus para murid kelas Continent Venerate.


“Baik-baik, semuanya harap tenang… Sudah waktunya satu per satu dari kalian untuk datang ke tengah tempat ini untuk menentukan apakah tingkatkan kekuatan pada awal bulan kalian masing-masing telah naik atau masih tetap begitu saja…” Setelah menenangkan para murid-murid akademi yang bertepuk tangan, sang tetua kepala tersebut kemudian akan memulai penentuan tingkatan kekuatan dari seluruh murid-murid akademi sihir yang berada di dalam aula tersebut.


Arlias bersama para tetua yang lain, serta guru-guru akademi sihir meninggalkan bagian tengah tersebut menuju ke tempat khusus mereka yang berada pinggiran aula yang luas tersebut.


**


“Baiklah… Ketika nama kalian dipanggil mohon untuk segera menuju ke bagian tengah, dan berdiri tepat di tengah lingkaran sihir itu…” Ucap Arlias, menyuruh para murid satu per satu datang ke tangah aula untuk masing-masing dari mereka akan mengeluarkan tekanan kekuatan mereka, yang sama seperti dilakukan oleh para murid-murid baru saat pertama kali masuk ke dalam akademi sihir tersebut.


“Kita mulai pada para murid-murid yang berada di kelas Tribe Venerate…” Lanjut Arlias berkata, akan memulai penentuan tingkatan kekuatan mereka dengan terlebih dahulu memanggil para murid-murid yang berada di kelas Tribe Venerate.


***


Satu per satu murid-murid kelas Trbe Venerate yang berjumlah empat ribu lima ratus lima murid, dan merupakan murid dengan jumlah paling banyak diantara para murid-murid yang berada di kelas yang lain. Para murid-murid kelas Tribe Venerate menuju ke aula setelah masing-masing nama dari mereka dipanggil.


Setelah para murid kelas awal tersebut mencoba mengeluarkan tekanan kekuatan mereka, diagram sihir berwarna putih yang berada tepat dibawah mereka sebagian besar langsung berubah warna menjadi warna ungu, yang mengartikan bahwa sebagian besar dari para murid-murid tersebut masih tetap akan berada di kelas Tribe Venerate. Sedangkan untuk puluhan murid Tribe Venerate lain, memiliki perubahan warna diagram sihir yang berbeda setelah pengaktifan tekanan kekuatan mereka masing-masing.


Digram sihir yang merespon tekanan kekuatan dari puluhan murid Tribe Venerate itu seketika berubah menjadi ungu kemudian kembali berubah menjadi warna biru, yang mengartikan bahwa mereka akhirnya ke depannya akan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya, yaitu kelas Division Venerate.


***


“Baiklah… Waktunya kita lanjut kepada para murid-murid yang berada di kelas Division Venerate… Ketika nama kalian dipanggil, harap untuk segera menuju ke bagian tengah, tepat di bawah lingkaran sihir yang berada disana,” ucap Arlias.


Setelah selesai dari murid-murid Tribe Venerate, akhirnya penentuan tingkatan kekuatan para murid-murid yang berada di kelas Division Venerate akan segera dimulai, yang dimana murid-murid yang berada di dalam kelas tersebut tidak lain adalah Zchaira, Wenra, Dorolia serta anak laki-laki bernama Haniwa.


Ketika mendengar bahwa para murid-murid Division Venerate akan segera dipanggil satu per satu oleh sang tetua kepala, Zchaira pun nampak tegang karena sedikit berharap bahwa dirinya kali ini tingkatan kekuatannya akan berada di tingkatab yang lebih tinggi dari Division Venerate.


Satu per satu para murid kelas Division Venerate dipanggil untuk segera menuju ke bagian tengah aula untuk menentukan tekanan kekuatan mereka masing-masing.


Setelah cukup lama empat ribu empat ratus sembilan puluh dua murid Division Venerate, termasuk Wenra dan Dorolia satu per satu dipanggil kemudian menuju ke tengah aula untuk mengaktifkan tekanan kekuatan, sebagian kecil dari mereka yang hanya berjumlah kurang dari dua puluh murid berhasil naik tingkatan dari Division Venerate ke District Venerate.


***


Mendengar namanya dipanggil, membuat Zchaira pun langsung menjadi merasa lebih tegang, namun tetap berusaha untuk bersikap tenang. Gadis itu berdiri dari tempat duduknya diantara para murid Division Venerate kemudian perlahan berjalan menuju ke tengah aula.


Setelah berada di tengah tempat tersebut, dan menginjak diagram sihir berwarna putih, berukuran besar itu, Zchaira pun langsung mengakses tekanan kekuatannya yang sontak membuat warna dari diagram sihir tersebut berubah warna. Diagram sihir tersebut berubah menjadi warna ungu, dan seketika kembali berubah menjadi warna biru, yang menentukan bahwa warna tersebut merupakan warna tekanan kekuatan Venerate pada tingkatan Division Venerate.


Arlias pun masih belum kunjung mengumumkan tingkatan kekuatan dari Zchaira setelah warna dari diagram sihir tersebut masih belum kunjung kembali berubah warna, karena mengharapkan hal yang sama seperti yang terjadi kepada gadis itu pada waktu pertama kali masuk ke dalam akademi sihir, serta saat penentuan tekanan kekuatan yang biasa dilangsungkan setiap awal bulan.


Karena belum kunjung mendengar pernyataan dari sang tetua kepala, Zchaira pun terus melanjutkan mengaktifkan tekanan kekuatan miliknya.


Benar saja apa yang diprediksi oleh Arlias, bahwa perubahan warna diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan dari gadis tersebut kembali berubah warna menjadi lebih tinggi lagi, yang dimana kini menunjukkan warna biru muda.


**


“Mari kita lihat, apakah hal yang unik akan terjadi lagi…” Diantara para murid-murid Regional Venerate, tampak Megathirio tersenyum melihat Zchaira berusaha mengeluarkan tekanan kekuatannya, yang pada saat bulan-bulan lalu sama seperti ketika pertama kali adiknya tersebut mengetes tekanan kekuatan miliknya.


Megathirio nampak senang melihat hal unik yang diperlihatkan oleh Zchaira, dan berharap kali ini adiknya tersebut akan berada pada tingkatan Venerate yang lebih tinggi, walaupun sedikit iri jika nantinya Zchaira akan melampaui tingkatan kekuatan miliknya.


**


Perubahan warna dari diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan Zchaira kembali terjadi, dimana kini menunjukkan warna hijau, dan seketika kembali lagi berubah menjadi warna kuning, yang membuat Zchaira kini kemungkinan berada pada tingkatan Land Venerate.


Hal tersebut pun langsung membuat semua orang yang berada di dalam aula tersebut kembali dikejutkan oleh hal yang dilakukan oleh gadis tersebut.


**


“Hei… Hei… Tunggu dulu… Apa-apaan ini? Bagaimana hal ini bisa terjadi?” Ketika meihat bahwa perubahan warna pada diagram sihir menjadi warna jingga, Illios pun langsung terkejut dan tidak menyangka hal tersebut.


Bersamaan dengan Astrapi, pria itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya karena merasa bahwa tekanan kekuatan dari Zchaira semakin lebih besar.