The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 203 - Memegang janji sebagai ucapan terima kasih



“Astrapi, apa yang kau lakukan?”


“Maaf ibu, sudah kubilang bahwa aku tidak akan membiarkanmu melakukannya…” Ucap Astrapi, menjelaskan kepada Artemis bahwa dia tidak akan membiarkan ibunya tersebut menghapus ingatan Dierill.


“Astrapi… Apa kau sadar dengan yang kau katakan? Dia adalah anak Rox Drown, jika kita membiarkannya, maka kemungkinan mengatakan hal ini kepada Rox… Aku tidak mau menyakitinya, karena itu aku lebih memilih untuk membuat ingatannya tentang hilang,” ucap Artemis dengan ekspresi serius.


“Aku tetap tidak akan membiarkanmu ibu…” Balas Astrapi, kini menarik Dierill ke belakangnya, menghalangi Artemis yang hendak menghapus ingatan anak laki-laki itu mengenai mereka.


“Astrapi… Apa kau serius? Walaupun kau merupakan putriku, aku tetap tidak akan segan-segan jika berani menghalangiku…”


Artemis mengaktifkan tekanan kekuatannya, bermaksud untuk menggentarkan Astrapi putrinya, namun perempuan tersebut dengan penuh keyakinan tidak mau bergeming dari tempatnya yang sedang menghalangi ibunya tersebut.


Tidak mau kalah, Astrapi pun mengeluarkan tekanan kekuatannya, walau tidak cukup kuat menandingi tekanan kekuatan dari Artemis sendiri.


Zchaira dan Dierill yang sedang bersama mereka lantas merinding karena merasakan tekanan kekuatan dari kedua Venerate tingkat atas tersebut.


***


“Eh…” Sementara di kota, Rox bersama dengan istrinya sontak dapat merasakan tekanan tersebut, namun hanya menyangka bahwa tekanan kekuatan yang bersumber dari pegunungan bernama Galbrid ulah dari sang naga merak yang diketahui oleh mereka.


“Jarang-jarang makhluk suci itu seperti ini… Apa mungkin dia sedang tidak senang?” Gumam Rox, masih menyangka bahwa tekanan tersebut berasal dari naga merak.


Karena sedang mencari Dierill yang tidak diketahuinya berada di pegunungan tersebut, Rox serta istrinya lantas tidak memperdulikan hal itu dan melanjutkan pencarian mereka bersama dengan kedua anak mereka.


***


Kembali pada Artemis dan Astrapi yang masih saling memancarkan tekanan kekuatan mereka, membuat Zchaira tidak tinggal diam, dan sontak bergerak menengahi mereka berdua.


“Ibu… Kakak… Hentikan… Jika kalian melakukan ini, para Venerate yang berada di kota akan mengetahui keberadaan kita,” ucap Zchaira, memperingatkan mereka berdua agar tidak melakukan hal tersebut, karena para Venerate tingkat atas dari negeri Fuegonia dan Machora Tira akan merasakan tekanan kekuatan yang dipancarkan mereka.


Namun, walau sudah diperingatkan oleh Zchaira, Artemis serta Astrapi tidak menghentikan hal tersebut, karena tetap pada pendirian mereka masing-masing.


“Akh…” Artemis seketika berhenti mengeluarkan tekanan kekuatannya, karena disaat bersamaan dada tiba-tiba merasa sakit.


Hal tersebut lantas membuat Astrapi kebingungan, dan langsung berhenti mengeluarkan tekanan kekuatannya.


“Ukh…” Tiba-tiba saja, Artemis mengeluarkan darah dari mulutnya, dan langsung jatuh terkapar.


“Ibu…” Astrapi dan Zchaira yang melihat hal tersebut lantas khawatir dan langsung melihat keadaan ibunya.


“Ibu… Ada apa denganmu?” Tanya Astrapi, nampak kebingungan melihat keadaan dari Artemis yang tiba-tiba saja sulit bernafas serta mengalami kejang-kejang.


Astrapi langsung mengakses kekuatan sihir penyembuhan untuk memulihkan keadaan dari ibunya tersebut.


“Zchaira… Apa selama ini ibu menderita sebuah penyakit?” Tanya Astrapi pada Zchaira, karena adiknya tersebut yang lebih mengetahui tentang keadaan dari ibu mereka.


“Tidak… Aku juga tidak mengerti…” Jawab Zchaira, menyatakan bahwa ibu mereka tidak menderita sebuah penyakit seperti yang ditanyakan oleh Astrapi.


“Kenapa bisa begini?” Astrapi lantas merasa khawatir ketika melihat ibunya nampak tidak membaik, dimana sihir penyembuhan yang dilakukannya tidak berefek pada Artemis dan tetap membuat mengalami kejang-kejang.


Astrapi lantas bingung harus melakukan apa, karena sihir penyembuhan bahkan bisa membuat Artemis membaik, dimana dia tidak bisa berpikir jernih akibat terlalu khawatir melihat keadaan dari ibunya tersebut.


Disamping Astrapi tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, Zchaira pun tiba-tiba mengingat perkataan Shydhie, dimana kekuatan kesuburan abadi memiliki kemampuan utama dalam hal penyembuhan yang memang kemungkinan lebih unggul dibandingkan sihir penyembuhan para Venerate penyihir.


“Kakak… Biar aku yang melakukannya…” Ucap Zchaira, kemudian berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan makhluk sucinya.


Salah satu tangan Zchaira seketika memancarkan pancaran energi berwarna biru yang langsung disalurkannya pada Artemis.


Melihat apa yang sedang dilakukan oleh adiknya tersebut, Astrapi pun berharap bahwa hal tersebut akan bisa membuat keadaan ibu mereka menjadi membaik.


Perlahan-lahan energi yang disalurkan oleh Zchaira membuat Artemis bisa bernafas dengan baik kembali, serta membuat wanita tidak mengalami kejang-kejang.


Artemis kemudian membuang nafas panjang dan setelah terlihat nampak tidak sadarkan diri.


“Ibu… Ibu…” Melihat hal tersebut Zchaira pun nampak panik.


“Zchaira… Zchaira… Tenang, ibu baik-baik saja, dia hanya pingsan karena anehnya kehabisan Mana miliknya,” ucap Astrapi, menjelaskan bahwa dirinya telah memeriksa keadaan dari ibu mereka yang masih baik-baik saja walaupun kehilangan energinya, meski merupakan seorang World Venerate yang memang memiliki energi dalam jumlah besar.


“Ibu kehabisan Mana… Kenapa? Bagaimana bisa hal itu terjadi?” Tanya Zchaira, tidak mengerti bahwa ibunya bisa mengalami hal tersebut.


“Entahlah… Kini tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita bertemu ibu,” jawab Astrapi, sambil mengingat sebelumnya bahwa Artemis sempat mengubunginya lewat kemampuan telepati untuk mencari keberadaan para Venerate tingkat atas Machora Tira, dimana kemungkinan apa yang terjadi kepada wanita itu berhubungan dengan para Venerate tersebut.


“Daripada berdiam disini, lebih baik kita kembali ke penginapan saja…”


“Dan kau, apakah untuk sementara ikut bersama kami?” Tanya Astrapi pada Dierill.


Karena memang tidak mengetahui jalan untuk kembali ke kota Novacurve, anak laki-laki bernama Dierill tersebut lantas menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang dikatakan oleh Astrapi.


Setelah melihat respon anak laki-laki tersebut, Astrapi kemudian mengakses kekuatan sihir, memunculkan sebuah diagram sihir untuk memindahkan mereka secara langsung ke penginapan para anggota tim Lightio.


“Libera sillabare…”


***


Waktu pun berlalu, dimana singkat cerita setelah Astrapi muncul, Kral, Illios serta para murid akademi sihir nampak terkejut melihat Artemis tidak sadarkan diri akibat kehabisan energi Mana yang tidak mereka ketahui alasannya.


Bukan hanya itu saja, mereka juga nampak lebih terkejut ketika Astrapi membawa Dierill ke penginapan tersebut, dimana perempuan itu menjelaskan bahwa sebelumnya dia hanya bermaksud untuk menyelamatkan anak laki-laki dari ancaman para Venerate Machora Tira, serta menjelaskan hal-hal lain setelahnya.


***


“Jadi namamu Dierill…” Ucap Artemis, mengetahui nama anak laki-laki tersebut setelah memperkenalkan namanya.


“Baiklah, ingatanmu mengenai kami tidak akan hilang, namun kau ingat bahwa kau tidak boleh memberitahukan bahwa para Venerate tingkat atas dari negeri Lightio berada di kota ini… Apakah kau bisa berjanji nak Dierill?”


“Aku berjanji bibi… Lagipula kakak itu sudah menyelamatkanku dari para ras campuran… Setidaknya tidak memberitahukan kalian adalah ucapan terima kasihku,” ucap Dierill, menyetujui permintaan dari Artemis.


Setelah hal tersebut, Kral kemudian mendekati Dierill dengan ekspresi datar, membuat anak laki-laki itu lantas merasa tegang.