
Brynzel kemudian menjelaskan satu per satu tipe macam sihir dimulai dari sihir yang pertama, yaitu sihir pertahanan, sihir yang bersifat sebagai penangkal, penghalau yang umumnya digunakan untuk melindungi diri dari sebuah serangan. Mereka yang mengakses sihir ini dapat menciptakan sebuah perisai, penghalang ataupun meningkatkan daya tahan tubuh dari energi sihir mereka.
Kemudian sihir tipe yang kedua adalah sihir pernyerangan, dimana sihir tipe ini merupakan sihir yang umumnya paling utama digunakan saat sedang behadapan dengan musuh. Mereka dapat memanipulasi energi alam atau yang disebut sebagai Mana menjadi energi serang serta beberapa elemen alam yang bisa membuat kerusakan fisik kecil ataupun besar kepada musuh mereka.
Sihir yang ketiga adalah sihir ruang, dimana seseorang yang memiliki kemampuan ini dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu tertentu, baik menggunakannya kepada diri sendiri atau kepada orang lain serta pada benda mati.
Kemampuan lain dari sihir tipe ini yaitu dimana mereka dapat mengakses sebuah kekuatan spasial. Berbeda dengan tipe Venerate yang lain, yang harus mencapai tingkatan minimal Continent Venerate untuk bisa mengakses kekuatan spasial mereka, dimana para penyihir Venerate sendiri dapat mengakses kekuatan spasial mereka pada tingkatan Venerate di bawah Continent Venerate, walaupun harus melalui sebuah bantuan benda yang mampu mengirim mereka atau benda lain yang mereka kirim ke dalam sebuah ruang penyimpanan yang disediakan oleh para Venerate tingkat atas.
Sihir yang keempat yaitu sihir observasi yang memiliki kemampuan untuk mengetahui tekanan kekuatan yang berada di sekitarnya serta memiliki kemampuan meningkatkan indera mereka dalam keadaan tertentu.
Tipe sihir ini sebenarnya mirip, bahkan sama persis dengan kekuatan dasar yang dimiliki oleh para Venerate, namun yang membuat sihir ini lebih unggul adalah karena para Venerate berada dibawah tingkatan Regional Venerate mampu untuk mengakses kemampuan ini, sama halnya dengan sihir ruang yang bisa digunakan walaupun tipe Venerate yang lain harus memiliki syarat minimal berada pada tingkatan Continent Venerate.
Selanjutnya tipe sihir yang kelima adalah sihir pembentukan, dimana para penyihir mampu megakses energi sihir mereka untuk menyusun sebuah materi padat atau memproyeksikan energi sihir sesuai dengan kebutuhan serta keinginan mereka masing-masing.
Sebenarnya sihir ini masih lebih luas dibandingkan dengan namanya, dimana para penyihir mampu melakukan tahap kedua dari tipe sihir ini untuk mengubah struktur dari jenis materi yang mereka ciptakan ataupun yang telah diciptakan.
Dan sihir yang keenam atau terakhir adalah sihir persepsi, dimana memiliki kekuatan utama untuk mengubah pandangan visualisasi serta keadaan fisik untuk memperlihatkan sebuah keadaan kenyataan yang sangat berbeda hanya dalam sudut pandang musuh.
Sihir ini juga memiliki sebuah kemampuan lain yaitu dapat mempengaruhi pikiran musuh, mengubah cara pikir mereka untuk selanjutnya dapat mengendalikan tindakan yang akan mereka perbuat.
“Untuk bisa mengakses Mana yang berada di dalam tubuh kalian untuk memanipulasi menjadi kekuatan sihir, faktor terpenting yang harus kalian tingkatan adalah imajinasi kalian sendiri… Dengan imajinasi yang kuat maka Mana yang kalian manipulasi tersebut akan lebih mudah terproyeksikan menjadi kekuatan sihir sesuai dengan kebutuhan serta keinginan kalian masing-masing,” ucap Braylin, menjelaskannya kepada semua murid-murid baru yang berada di dalam kelas tersebut.
**
“Ternyata konsep sihir ini rumit juga… Aku khawatir jika nantinya tidak bisa menguasai dengan baik kekuatan sihir ini,” gumam Zchaira, tampak kesulitan untuk memahami konsep sihir yang dijelaskan oleh guru perempuan itu.
**
“Dari enam konsep sihir tersebut juga memiliki tingkatan lanjutannya yang sering disebut dengan nama Incantesimo segreto atau teknik sihir rahasia.”
Incantesimo segreto sendiri merupakan sebuah teknik sihir khusus bagi para penyihir yang mampu memproyeksikan Mana mereka dalam jumlah yang besar. Umumnya teknik tersebut sebagian besar didominasi oleh penyihir dalam penggunaan mengakses sebuah kekuatan sihir penyerangan, dimana efek dari teknik sihir penyerangan tersebut akan bisa berdampak sangat besar pada musuh yang menerima serangan dari teknik tersebut.
“Baiklah, kurasa penjelasan tentang teknik ini selesai sampai disini… Untuk keesokan harinya, kalian akan segera mempelajari secara langsung bagaimana cara memproyeksikan kekuatan sihir kalian masing-masing…”
“Dan ingat, beristirahatlah dengan baik agar proses penyerapan Mana ke tubuh kalian akan terproses dengan baik, karena besok hari kalian membuang Mana yang banyak untuk proses pelatihan kalian,” ucap Braylin, menjelaskan hal tersebut kemudian perlahan-lahan berjalan untuk beranjak dari ruangan kelas itu.
Setelah guru perempuan itu keluar dari kelas tersebut, para murid-murid baru pun satu per satu mulai meninggalkan kelas tersebut.
**
Hanya tertinggal beberapa saja murid yang masih tinggal di dalam kelas tersebut, termasuk Zchaira, Megathirio dan Lucia, yang terlihat masih mencerna dengan penjelasan yang dipaparkan oleh guru bernama Brynzel tersebut.
“Tentu saja… Tapi, aku belum bisa menggunakannya secara terus-menerus,” jawab Megathirio.
“Kalau begitu coba perlihatakan kepada kami sekali saja…” Ucap Zchaira, memohon kepada saudaranya tersebut.
“Apa kau gila… Kau mau jika aku tidak sengaja menghancurkan kelas ini.” Lantas Megathirio pun menolak karena hal yang diminta oleh adiknya tersebut bisa berdampak besar pada orang-orang yang berada disekitar.
“Kau tidak seru… Kalau begitu coba, aku memperagakannya saja,” ucap Zchaira menarik Megathirio berdiri dari tempat duduknya.
“Percuma saja… Division Venerate tidak mungkin bisa menggunakan teknik itu,” ucap Megathirio.
“Setidaknya aku cuma mau memperagakannya saja,” balas Zchaira.
Akan tetapi, walaupun mengatakan hanya ingin memperagakan kuda-kuda dari teknik tersebut, Zchaira tetap saja berkonsentrasi untuk memanipulasikan energi Mana-nya.
“Incantesimo segreto… Coup de amoreux…” Zchaira meluncurkan tangannya ke arah Megathirio.
“Uwaah…!” Tiba-tiba sebuah tekanan kekuatan keluar melalui tangan gadis tersebut, hingga membuat Megathirio seketika terhempas menabrak kursi serta meja yang berada di dalam kelas tersebut.
“Bagaimana bisa?” Ucap Zchaira, terkejut serta tidak percaya dengan apa yang dilakukannya sambil menutup kedua mulutnya menggunakan kedua tangannya.
Lucia serta murid-murid yang masih tersisa di dalam kelas itu pun sontak terkejut melihat Megathirio terhempas oleh serangan yang tidak dikira oleh Zchaira sendiri.
“Zchaira…” Dengan kesal Megathirio berdiri dan langsung menghampiri adiknya.
“Maaf kakak… Aku tidak sengaja. Padahal aku memikirkan sedang berpelukan dengan seorang laki-laki saat mengucapkan mantra itu,” ucap Zchaira nampak ketakutan sambil perlahan-lahan menjauhi Megathirio yang sedang kesal.
“Aku tidak peduli… Kemari kau, biar kuperlihatkan bagaimana cara memeluk dengan cinta,” ucap Megathirio.
“Maafkan aku kakak…!”
Karena ketakutan Zchaira pun lari keluar dari ruangan kelas tersebut membuat Megathirio langsung mengejarnya.
**
“Apa-apaan dua orang itu?” Gumam Lucia hanya memperhatikan dua bersaudara itu saling mengejar.
“Mungkin saja hubungan saudara seperti itu… Ngomong-ngomong, apa kau mau menjadi kakakku?” Tiba-tiba Haniwa datang menghampiri Lucia dan kemudian berbicara kepada perempuan itu.