The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 158 - Merasakan kehadiran naga merak



“Aku sebenarnya tidak memiliki tujuan untuk memenangkan turnamen ini, namun jika kalian menginginkannya, apa boleh buat? Aku juga pasti akan berusaha sebisanya, karena kemungkinan tim dari negeri lain setidaknya pasti memiliki dua anggota Land Venerate,” ucap Aphrodia.


“Dua Land Venerate…” Ucap Zchaira, Rayvor, Flogaz serta Haniwa, seketika terkejut mendengar pernyataan yang dikatakan oleh Aphrodia.


“Jangan khawatir… Kalian berusahalah memenangkan pertandingan di babak pertama, karena sebagian Land Venerate dari tim-tim lawan akan dihadapi olehku…”


“Jadi, kita dalam babak pertama kita akan berhadapan dengan Venerate yang memiliki tingkatan setarah?” Tanya Rayvor, penasaran.


Perempuan itu pun mengangguk, merespon bahwa pertanyaan dari Rayvor memanglah benar.


“Lalu, bagaimana dengan babak selanjutnya?” Lanjut Rayvor bertanya.


“Kita semua akan saling berhadapan dengan semua anggota tim-tim lawan di sebuah wilayah yang luas… Tidak menutup kemungkinan jika Venerate paling rendah akan berhadapan dengan tingkatan Venerate paling tinggi dalam turnamen ini,” jawab Aphrodia.


“Jadi seperti itu yah…” Respon Rayvor, nampak menjadi lebih bersemangat lagi setelah mendengar hal yang dijelaskan oleh Aphrodia.


“Jangan khawatir kakak… Walaupun hanya kau satu-satunya Land Venerate di tim kita, tapi kau tetap bisa mengandalkan kami semua… Benarkan Flogaz?” Ucap Rayvor sambil meyakinkan Flogaz mengenai ucapannya.


“Benar… Setidaknya di dalam turnamen ini kita akan diberikan kesempatan untuk berhadapan dengan para Venerate yang berada di tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan tingkatan kami,” sambung Flogaz.


“Karena itu aku memilih kalian masuk ke dalam anggota tim ini, karena kalian memiliki kekuatan yang unik,” ucap Aphrodia, kemudian menatap Zchaira, karena mengingat tentang potensi kekuatan yang besar dari gadis tersebut.


“Ngomong-ngomong kakak Aphrodia… Tim dari negeri mana yang paling hebat pada turnamen Venerate yang sebelum-sebelumnya?” Tanya Haniwa, penasaran.


“Tim yang terkuat yah…” Mendengar pertanyaan dari Haniwa, Aphrodia pun memikirkan mengenai hal tersebut.


“Menurut informasi yang kudengar dari peserta tim Lightio yang pernah mengikuti turnamen ini, mereka selalu saja mengatakan bahwa tim dari negeri Cielas-lah yang paling membuat mereka kesusahan…” Jawab Aphrodia.


“Menurut para murid-murid Land Venerate dari akademi sihir, maupun Astrapi yang kini adalah murid kelas Continent Venerate, para Venerate Cielas memiliki kekuatan serangan yang kuat, bahkan jika serangan mereka diterima oleh anggota tim lawan, maka mereka dalam sekejap akan langsung dikalahkan,” lanjut Aphrodia.


Mendengar hal tersebut, Zchaira beserta tiga murid lainnya lantas merasa tegang, namun mereka tetap tidak merasa takut dengan pernyataan yang dikatakan oleh perempuan itu, dan malah membuat mereka menjadi lebih bersemangat lagi.


***


Berpindah ke tempat lain, dimana tampak lima anggota tim Cielas sedang berlatih di malam hari pada sebuah pegunungan yang sebelumnya pernah ditunjuk oleh Kral.


Walaupun di sekitar mereka tampak sangat gelap akibat kurangnya pencahayaan, namun kelima anggota tim negeri Cielas itu memiliki kemampuan khusus melihat dibalik kegelapan, dan dengan santainya berlatih sambil secara bergantian memproyeksikan serangan energi dalam skala yang besar tanpa mengenai satu sama lain.


Ketika merasa bosan, salah satu anggota tim Cielas itu tiba-tiba dengan sengaja melancarkan serangan proyeksi energi ke arah salah satu anggota timnya.


Untungnya dengan sigap, Venerate Cielas serangan yang hampir menerima serangan proyeksi tersebut langsung menghindar.


“Govorus… Apa kau mau mencari masalah denganku?” Ucap salah satu anggota tim Cielas yang hampir menerima serangan proyeksi sebelum, nampak kesal ketika Venerate bernama Govorus itu melakukan hal tersebut kepadanya.


“Aku merasa sangat bosan… Lebih baik kita mengadu serangan kita saja Phoruta…” Ucap Venerate bernama Govorus menantang Venerate yang hampir diserangnya, yang bernama Phoruta.


“Baiklah… Kurasa itu ide yang bagus…” Tanpa pikir panjang, Venerate itu pun lantas menemrima tantangan dari rekannya tersebut.


Masih belum puas, kedua anggota tim Cielas itu kembali mengadu serangan proyeksi mereka secara berulang-ulang kali hingga menciptakan ledakan-ledakan, dan lantas menimbulkan percikan-percikan cahaya di atas pegunungan tersebut.


***


“Eh… Apa itu?”


Dari sisi wilayah pedalaman utara negeri Lightio, tampak Illios yang sedang bersama dengan Astrapi, bertanya-tanya mengenai percikan cahaya yang dilihat mereka di pegunungan yang berada di wilayah negeri Fuegonia.


“Sepertinya itu hanyalah para Venerate, yang kemungkinan merupakan anggota tim turnamen Venerate,” ucap Astrapi, langsung mengetahui bahwa hal tersebut dilakukan oleh setidaknya anggota tim dari negeri Cielas, karena mampu merasakan tekanan kekuatan mereka yang nampak tidak terlalu kuat dibandingkan Venerate tingkat atas.


“Hmph… Bisa jadi itu adalah mereka… Tapi, mereka mungkin tidak akan tahu apa yang sedang berada di tempat itu,” ucap Illios.


“Iya… Aku jamin mereka akan langsung lari ketar-ketir jika melihat siapa yang tinggal di pegunungan itu,” sambung Astrapi.


***


Kembali pada pegunungan tersebut, dimana kedua Venerate anggota tim Cielas masih terus saling melancarkan serangan proyeksi energi mereka satu sama lain.


Tiba-tiba, disaat sedang beradu serangan, kedua Venerate Cielas itu, berserta tiga rekan mereka yang lain, langsung terkejut ketika mendengar suara aungan dari seekor binatang buas.


Sambil menoleh ke arah sumber aungan tersebut, kelima Venerate Cielas itu menjadi lebih terkejut ketika melihat seekor naga, yang tidak lain adalah naga merak bernama Shydhie, merupakan makhluk suci yang memberikan Zchaira kekuatannya.


“Makhluk suci… Kenapa dia berada disini?” Ucap Venerate bernama Govorus, tidak menyangka bahwa seekor makhluk suci ternyata tinggal di atas pegunungan tersebut.


“Aku mengatakan bahwa sebenarnya pegunungan ini memang tempat tinggal dari seekor naga yang kita lihat itu,” sambung Venerate bernama Phoruta.


Naga merak itu lantas kembali mengaung dengan kuatnya hingga membuat kelima Venerate Cielas itu pun langsung gemetaran merasakan tekanan kekuatan yang terpancar.


“Sialan… Aku tidak mau mati disini… Lebih baik kita pergi saja…”


Tanpa pikir panjang, Venerate bernama Govorus langsung meluncur meninggalkan pegunungan itu, diikuti oleh keempat rekannya, karena memang tidak mau berurusan dengan makhluk suci yang sebelumnya berada di depan mereka.


***


“Eh…”


Kembali pada Zchaira di dalam penginapan, dimana gadis tersebut disaat bersamaan sontak merasakan sebuah tekanan kekuatan yang dipancarkan saat naga bernama Shydhie itu mengaung.


“Ada apa Zchaira?” Melihat gadis itu nampak menunjukan ekspresi kebingungan, Aphrodia pun sontak bertanya kepadanya.


“Aku merasakan tekanan kekuatan barusan,” jawab Zchaira.


“Tekanan kekuatan…” Aphrodia serta ketiga murid akademi sihir lain, lantas kebingungan karena mereka tidak merasakan adanya pancaran tekanan kekuatan yang barusan saja terjadi, karena jarak kota Novacurve dengan pegunungan tersebut sedikit jauh, yang membuat para murid-murid itu tidak bisa merasakannya.