
Kedua Venerate Pavonas yang bersamanya tersebut, nampak menjadi khawatir setelah mendengarkan pernyataan dari atasan mereka itu. Mereka merasa bahwa pria itu seperti memikirkan sebuah rencana melirik para murid-murid akademi sihir itu untuk bergabung ke negeri Pavonas.
***
Pada salah satu kota di daerah Xetas, terlihat Perlex dan Winscarlo yang kini menjadi pemimpin diantara kelompok para Venerate pemberontak, serta merupakan dua Venerate terkuat diantara mereka.
Perlex dan Winscarlo yang sementara bersantai di sebuah ruangan tiba-tiba menjadi terkejut ketika merasakan sebuah tekanan kekuatan yang kuat mengarah ke kota dimana mereka.
***
Berpindah ke sudut pandang berbeda, dimana tekanan kekuatan yang dirasakan oleh Perlex dan Winscarlo sebelumnya merupakan Vahal yang sedang mendekat bersama dengan para Venerate bawahannya, serta para murid-murid dari akademi sihir.
Disaat yang bersamaan pasukan Venerate pemberontak tiba-tiba keluar dari dalam kota ketika melihat sebuah pesawat tempur sedang mendekat.
“Kalian tolong tangani mereka semua, akum au mencari terlebih dahulu pemimpin mereka,” Ucap Vahal, menyuruh para Venerate Pavonas serta murid-murid akademi sihir melawan para Venerate pemberontak yang datang menanti mereka, sembari pria itu terus terbang masuk ke dalam kota untuk mencari pemimpin dari pasukan Venerate pemberontak kali ini, yang tidak lain merupakan Perlex dan Winscarlo.
Vahal pun keluar dari pesawaat tersebut, dan terbang masuk ke dalam kota yang dikuasai oleh para Venerate pemberontak.
Pesawat tempur dari pasukan Pavonas itu mendarat di depan kota. Tak berapa lama setelah itu para Venerate Pavonas yang ada, serta murid-murid akademi sihir yang berada di dalamnya, satu per satu mulai keluar untuk menyerang para Venerate pemberontak yang sudah bersiap di depan kota.
***
Berpindah pada Vahal, dimana pria Pavonas itu akhirnya mendarat di tengah kota sambil memperhatikan keadaan disekitar.
Beberapa saat kemudian, Perlex dan Winscarlo datang menemui pria tersebut. Walaupun nampak merasa segan akibat merasakan tekanan kekuatan serta mengetahui bahwa pria tersebut berada pada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka, kedua pria itu tetap hanya menunjukan ekspresi yang santai.
“Kalian yang sebelumnya yah…” Ucap Vahal, nampak mengenali kedua pria itu karena sempat melihat mereka bersama dengan Aiver sebelumnya.
“Dan kau, Venerate yang sebelumnya juga, yang mampu menandingi kekuatan dari pemimpin kami,” balas Perlex.
“Apakah kalian bisa memberitahukan keberadaan dari pemimpin kalian itu? karena aku tidak mau membuang waktu,” tanya pria Pavonas itu.
“Kalau begitu, paksa kami agar mau memberitahu keberadaan dari pemimpin kami,” jawab Perlex.
Kedua Venerate itu dengan cepat meluncur sambil hendak melancarkan serangan kepada Venerate Pavonas itu.
Akan tetapi, Perlex dan Winscarlo tiba-tiba tidak bisa menggerakan tubuh mereka ketika Vahal mengangkat salah satu tangannya ke arah mereka. Vahal pun langsung memperlihatkan senyuman menyeringai di wajahnya, merespon ekspresi kebingungan dari Perlex serta Winscarlo yang tidak bisa menggerakan tubuh mereka.
***
Di luar kota tersebut, tampak semua Venerate pemberontak dengan mudah dapat dikalahkan oleh para Venerate Pavonas serta para murid-murid akademi sihir dikarenakan memiliki beberapa Land Venerate yang berada di pihak mereka.
Beberapa Venerate Pavonas tinggal di tempat tersebut untuk menjaga para pemberontak yang telah dikalahkan, sedang Venerate Pavonas yang lain bersama dengan murid-murid akademi sihir kemudian bergegas masuk ke dalam kota untuk menyusul Vahal yang sudah berada disana.
***
“Apa-apaan ini? Ekh…”
Kembali ke dalam kota, dimana Perlex nampak tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi kepadanya.
Seberapa keras pun mereka mencoba, Perlex dan Winscarlo tetap tidak bisa menggerakan tubuh mereka yang nampak sedang dalam pengaruh teknik aneh milik pria Pavonas tersebut.
Namun, Perlex dan Winscarlo masih tetap bersikukuh tidak mau mengatakan keberadaan dari Aiver.
“Fiamma sillabare…” Tiba-tiba Winscarlo melancarkan seragan elemen api dari dalam mulutnya, yang membuat Vahal pun langsung terhentak ke belakang.
Akibat hal tersebut, teknik dari Vahal yang membuat tubuh agar tidak bisa bergerak sontak terlepas. Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan oleh mereka berdua dengan meluncur mendekati Vahal sambil hendak melancarkan sebuah serangan.
Namun, tiba-tiba Toner dan Eliadryn muncul dan langsung mendahului menyeranga Perlex dan Winscarlo, hingga mereka berdua sontak terhentak ke belakang.
“Perlex dan Winscarlo dari daerah New Hammershine yah… Aku tidak menyangka bahwa kalian ikut andil dalam pergerakan ini juga,” ucap Eliadryn, nampak mengenal dua Venerate tersebut.
Disaat yang bersamaan para Venerate Pavonas serta murid-murid kademi yang lain datang ke tempat tersebut.
“Apa mungkin kalian adalah murid-murid akademi sihir? Untuk apa kalian berada di tempat ini?” Tanya Perlex.
“Untuk apa lagi, kalau bukan untuk membereskan kalian yang membuat kekacauan di daerah ini,” jawab Toner sambil meluncur ke arah Perlex dan Winscarlo sambil mengayunkan tongkat sabitnya.
“Akh…” Tiba-tiba pemuda itu terhempas menerima sebuah serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Vahal.
Saking kuatnya serangan yang dilancarkan oleh Venerate Pavonas tersebut, membuat Toner pun terkapar hingga langsung tak sadarkan diri.
“Toner…” Melihat hal tersebut, Eliadryn yang berada lebih dekat dengan pemuda itu lantas datang menghampirinya.
Para murid-murid akademi lantas terkejut melihat Venerate dari negeri Pavonas tersebut tiba-tiba menyerang Toner. Begitu juga dengan Venerate Pavonas bernama Viecion dan Sineto, dimana mereka juga tampak terkejut karena tidak menyangka bahwa pria itu akan melakukan sebuah penghianatan.
**
“Kalau seperti ini, apa mungkin aku bisa menemui pemimpin kalian?” Tanya Vahal kepada Perlex dan Winscarlo.
Kedua pria yang merupakan para Venerate pemberontak itu lantas keheranan melihat Venerate tersebut yang merupakan aliansi para murid-murid akademi itu, tiba-tiba menyerang Toner.
“Kalau begitu bereskan dulu musuh yang masih tersisa disana.” Namun, Winscarlo pun langsung mempercayai Vahal, dan menyuruh Venerate Pavonas itu untuk mengalahkan para murid-murid akademi terlebih dahulu.
“Baiklah…”
“Viecion, Sineto… Ayo kita habisi mereka semua.” Vahal pun langsung menyetujui permintaan dari Winscarlo, lalu menyuruh kedua Venerate bawahannya untuk menyerang para murid-murid akademi.
**
“Maaf, tapi kami tidak punya pilihan…”
Salah satu dari Venerate Pavonas itu lantas meminta maaf terlebih dahulu kepada para murid-murid akademi sebelum hendak menyerang mereka.
Mendengar pernyataan dari para Venerate Pavonas itu, Zchaira dan yang lain pun menjadi siaga terhadap mereka.
Seketika Eliadryn, Pedrobal, Charlett dan Auphia meluncur ke arah Vahal, karena hanya diri mereka yang setidaknya memiliki kemampuan lebih kuat dibandingkan murid-murid yang lain untuk bisa berhadapan dengan Vahal serta para Venerate Pavonas tersebut.
Keempat murid Land Venerate itu secara bergantian melancarkan serangan, namun dengan mudah dapat dihindari oleh Vahal.
“Uakh…” Tiba-tiba Vahal melancarkan sebuah serangan pancaran proyeksi energi, membuat Eliadryn dan yang lain seketika terhempas.