The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 34 - Membencinya sejak hari itu



“Baiklah, jika kau memang memaksa.” Zchaira perlahan mendekati Kral kemudian memeluk erat saudaranya tersebut.


“Kakak…” Ucap gadis itu menatap Kral dengan senyuman manis.


“Eh…” Sontak hal tersebut membuat Kral pun terkejut hingga membuat wajahnya pun memerah.


“Hei, apa yang kau lakukan?” Kral melepaskan pelukan erat Zchaira, tampak tersipu malu walaupun gadis yang memeluknya tersebut merupakan saudaranya sendiri.


“Hah… Memangnya kenapa?” Tanya balik Zchaira, kebingungan.


“Tidak aku hanya terkejut saja… Lebih baik kau masuk saja untuk beristirahat.”


Setelah menjelaskan pada Zchaira, pria itu langsung meninggalkan saudaranya tersebut di tempat itu.


Zchaira pun heran dengan sikap saudara tertuanya itu, mengapa pria itu merasa tidak nyaman saat dipeluk.


Walaupun akhirnya gadis itu tidak terlalu mempermasalah hal tersebut dan lebih memilih beranjak dari tempat untuk beristirahat.


**


Dibalik pintu masuk ke ruangan makan, ternyata Hefaistos bersama Artemis sedang mengintip, memperhatikan kedua anak mereka sedang berbicara sebelumnya.


“Hefaistos, ternyata putra tertua kita masih sama seperti dulu…” Ucap Artemis.


“Kau benar, padahal anak itu sekarang sudah dewasa, tapi kenapa dia masih saja tidak nyaman berhadapan dengan perempuan yang bahkan saudaranya sendiri?” Balas Hefaistos.


“Iya, setidaknya aku bersyukur bisa melihat keluarga kita bersama-sama lagi,” ucap Artemis sambil memperlihatkan senyumannya yang mirip seperti Zchaira pada Hefaistos.


Pria itu membalas senyuman Artemis, tetapi disaat yang bersamaan dia nampak khawatir jika nantinya senyuman tersebut akan berubah saat mengetahui kebenaran tentang ketiga anaknya tersebut.


–15 Mei 3024–


Keesokan harinya, Zchaira terbangun di pagi hari yang indah. Gadis itu membukan pintu kamar menuju balkon dan kemudian menghirup udara segar yang berada di luar.


“Eh…” Sembari memperhatikan kediaman dari clan Silkbar yang luas tersebut, gadis tiba-tiba melihat Rayvor sedang berada di taman sendirian.


***


“Kakak… Ada apa kau disini?” Beberapa saat kemudian, Zchaira datang menghampiri pemuda itu dan bertanya kepadanya.


“Oh, Zchaira… Ternyata kau yang datang,” balas Rayvor menengok ke belakang ketika seseorang berbicara kepadanya.


“Sebenarnya aku berada disini karena tiba-tiba terbangun lebih cepat dari biasa…”


“Apa kau bermimpi buruk?” Tanya Zchaira.


“Iya, aku bermimpin buruk… Tapi, itu tidaklah penting…”


“Oh yah… Bagaimana denganmu?” Tanya balik Rayvor.


“Aku baru saja bangun dan keluar menghirup udara segar dari balkon… Tiba-tiba aku melihat di taman sendirian… Itu saja,” jawab Zchaira.


Rayvor pun tersenyum mendengar penjelasan dari Zchaira.


“Ngomong-ngomong… Apa memang clan Silkbar sangat berpengaruh hingga bisa memiliki kediaman yang luas seperti ini yang bahkan tepat di tengah kota ini?” Tanya Zchaira.


“Bisa dibilang seperti itu karena clan Silkbar adalah clan penyihir terbesar serta paling dihormati oleh penduduk biasa dan beberapa clan lain di daerah Workyen ini…” Jawab Rayvor.


“Tapi, clan Hairowl juga memiliki kedudukan yang sama sebagai clan terbesar di daerah Wiaminnota, sama seperti clan Silkbar.”


Di negeri Lightio sendiri memiliki setidaknya dua ratus lebih clan penyihir yang terbagi di setiap empat puluh delapan daerah, dimana setiap daerah-daerah tersebut dipimpin oleh salah satu anggota yang berasal dari clan penyihir terbesar.


Layaknya di daerah Wiaminnota, Timonar yang sering disebut sebagai tetua desa sebenarnya memiliki jabatan yang lebih tinggi dari pada itu. Jabatan yang dipegangnya tersebut adalah sebagai Gubernur Wiaminnota, pimpinan tertinggi dan membawahi clan Hairowl, serta clan-clan yang berada di daerah tersebut.


Begitu juga dengan Hayliver Bridgehunts, salah satu Venerate yang menyerang daerah Wiamonnota bersama para Vampireman, juga merupakan Gubernur dari salah satu daerah bernama Risoumi.


Sedangkan untuk wilayah Workyen sendiri, pemimpin yang menjabat sebagai Gubernur adalah Flophia Silkbar, istri dari Lucierence dan ibu dari Rayvor.


“Yah, setidaknya dua clan ini merupakan clan terkuat Lightio saat ini karena memiliki anggota World Venerate.” Ucap Rayvor.


“Siapa mereka?”


“Haah… Tentu saja itu ayah dan ibumu.” Rayvor tampak bingung mendengar pertanyaan Zchaira, yang padahal jawabannya adalah kedua orangtua gadis itu.


“Benar juga… Kenapa aku malah bertanya seperti itu?” Ucap Zchaira, baru menydarinya.


“Perbincangannya cukup sampai disini… Kita semua harus segera bersiap,” ucap Rayvor sambil hendak beranjak dari tempat itu.


“Memangnya untuk apa lagi?” Tanya Zchaira.


“Ke ibukota negeri Lightio, kota Hawkingson untuk acara penobatan kembali ibumu menjadi wakil presiden penyihir.”


Zchaira tersenyum mendengar ucapan Rayvor. Kini satu wilayah lagi akan dikunjunginya. Entah perjalanan apa lagi yang akan menantinya setelah ini.


***


Beberapa saat kemudian semua anggota clan Silkbar baik anggota keluarga Hefaistos dan Lucierence telah berkumpul di lapangan udara untuk menuju ke kota Hawkingson dengan menggunakan sebuah pesawat.


Semua orang satu per satu naik ke dalam pesawat itu dan mulai mengambil tempat untuk mereka duduk.


“Bolekah aku duduk disini, cantik?” Astrapi datang menghampiri Zchaira dan meminta izin duduk disamping gadis itu.


“Tentu saja… Kakak cantik,” respon Zchaira mengizinkan saudara perempuannya duduk disebelahnya sambil membalas sebutan perempuan itu padanya.


Astrapi pun tersenyum merespon ucapan Zchaira, tidak percaya bahwa adiknya tersebut akan membalas menyebutnya dengan sebutan cantik juga.


Setelah semuanya telah duduk di kursi mereka masing-masing, pesawat tersebut pun kemudian lepas landas menuju ke kota Hawkingson.


***


Saat pesawat tersebut sedang mengudara, Zchaira yang duduk disamping jendela pesawat tampak bosan melihat pemandangan di luar hanya didominasi oleh awan-awan hitam.


“Kakak… Boleh aku bertanya padamu?” Zchaira pun mencoba mengusir kebosanannya dengan bertanya pada Astrapi yang berada disampingnya.


“Tentu saja adik… Apa yang ingin kau tanyakan?” Astrapi merespon ucapan Zchaira dengan tersenyum, merasa senang adiknya ingin bertanya padanya.


“Bagaimana pendapatmu tentang kota Hawkingson? Apa disana menyenangkan?”


Mendengar pertanyaan tersebut, ekspresi Astrapi yang sebelumnya cerah tiba-tiba berubah derastis.


Perempuan itu terdiam, tampak seperti ada yang menganjal di dalam pikirannya setelah Zchaira menanyakan pertanyaan tersebut.


“Kakak…” Panggil Zchaira sambil menyentuh Astrapi, karena melihat perempuan hanya terdiam.


“Eh… Apa tadi yang kau katakan? Tentang kota Hawkingson kan…”


“Hawkingson adalah kota yang indah dan tenang karena tidak banyak orang yang tinggal di dalamnya seperti kota Workyen…”


“Namun, aku sangat membenci berada disana sejak hari itu…” Ekspresi Astrapi yang sejenak tersenyum tiba-tiba perlahan beruba menjadi serius ketika dia sedang menjelaskan.


Di salah satu ruangan kapal tersebut, tempat Zchaira dan Astrapi berada, terlihat juga Kral, Illios, Megathirio serta Rayvor.


Kral serta Illios yang sedang mendengar penjelasan dari Astrapi tampak menjadi serius juga, layaknya dua orang itu mengerti dengan penjelasan yang diucapkan oleh saudara perempuan mereka tersebut.


Ketika pesawat tersebut masuk di dalam kepungan awan hitam, disaat itu juga secara bersamaan Astrapi yang tampak terlihat emosi mengeluarkan tekanan kekuatannya hingga membuat pesawat tersebut bergoncang.


Zchaira terkejut merasakan tekanan kekuatan dari saudara perempuannya yang tampak emosi setelah mengatakan hal sebelumnya.


***


“Kenapa goncangannya lebih kuat? Apa aku sudah lama tidak naik pesawat?” Di ruangan lain, Artemis tampak bingung ketika pesawat tersebut bergoncang lebih kuat dari yang dia ketahui sebelumnya.