The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 35 - Kota Hawkingson



“Zchaira… Jangan khawatir, pakai sabuk pengamanmu… Ini biasa terjadi…” Saat itu juga Illios memerintahkan gadis itu untuk tenang dan memakai pengaman.


“Astrapi…” Panggil Illios.


Astrapi pun tersadar dan langsung menghentikan tekanan kekuatannya.


“Iya… Ada apa?” Tanya perempuan itu.


“Pakai juga sabuk pengamanmu,” ucap Illios.


Zchaira tahu benar bahwa goncangan tersebut bersamaan dengan tekanan kekuatan yang dikeluarkan oleh saudara perempuannya itu, bukan hanya karena pesawat yang mereka naiki tersebut sedang berada di dalam kepungan awan hitam.


Zchaira memang terkejut, namun dia tidak mau bertanya mengapa perempuan itu melakukan hal tersebut setelah melihat ekspresinya sebelumnya.


***


Di ruangan sebelah Hefaistos tampak curiga merasakan goncangan tersebut bersamaan dengan salah satu Venerate yang mengeluarkan tekanan kekuatan.


*


“Aku tidak salah mengira, tekanan kekuatan sebelumnya berasal dari Astrapi… Ada apa sebenarnya?” Ucap Hefaistos dalam hati.


“Untung saja Artemis tidak sedang mengaktifkan kekuatannya.” Hefaistos memperhatikan Artemis yang duduk disebelahnya hanya merasa bingung dengan goncangan sebelumnya, namun tidak menyadari bahwa tekanan kekuatan tersebut berasal dari Astrapi.


***


Berpindah ke ruangan sebelahnya lagi, tampak Zchaira kini hanya bisa berdiam diri sambil kembali melihat-lihat keluar.


Gadis itu tidak mau menanyakan sesuatu pada kakak itu karena sempat terhentak serta sedikit ketakutan dengan kejadian sebelumnya.


*


“Astrapi… Kau terbawa emosi setelah menjawab pertanyaan Zchaira… Aku mohon untuk selanjutnya jangan melakukan hal itu lagi. Zchaira tahu betul bahwa kau emosi.” Tiba-tiba terdengar suara Kral berbicara kepada Astrapi melewati telepati.


“Maafkan aku kakak… Aku tidak akan mengulangi lagi,” respon Astrapi, berkomunikasi dengan Kral melalui telepati juga.


**


Setelah masalah tersebut selesai, suasana di dalam ruangan pesawat tersebut pun menjadi tenang, akan tetapi dua orang, yaitu Megathirio dan Rayvor yang tidak tahu-menahu tentang masalah mengapa Astrapi sebelumnya tiba-tiba emosi sempat merasa curiga.


Megathirio memberi kode pada Rayvor yang duduk disebelahnya, menunjuk Astrapi menggunakan matanya lantas ingin bertanya kepada Rayvor apa sebenarnya masalah yang terjadi pada kakak perempuan itu.


Namun, Rayvor pun menggelengkan kepalanya karena tidak mengetahui masalah tersebut.


Walaupun sedikit acuh karena baru saja bertemu kembali dengan ketiga saudaranya tersebut, tapi Megathirio juga merasa peduli dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika dia dan Zchaira tidak bersama Astrapi dan yang lain.


***


Beberapa jam pun berlalu, pesawat yang dinaiki oleh mereka sampai di kota Hawkingson dan mendarat di sebuah lapangan udara.


Satu per satu orang keluar dari dalam pesawat hingga tidak ada yang tersisa.


“Bagaimana mungkin yang seharusnya menjadi penghuni kota ini malah terlambat?” Seseorang dari kejauhan berbicara kepada mereka semua.


Perlahan-lahan orang tersebut berjalan mendekat hingga tampak jelas ternyata adalah Kenrow Silkbar dengan penampilan yang masih sama seperti dua puluh tahun yang lalu, tak menua sedikitpun.


Artemis pun tersenyum melihat pria itu datang lebih awal dari perkiraannya.


“Salam tuan Kenrow… Kau terlihat tidak berubah sejak enam belas tahun silam,” ucap Artemis.


“Enam belas tahun…? Aku bahkan tidak pernah berubah sejak dua puluh lima tahun yang lalu ketika menemuimu di daerah Wiaminnota,” balas Kenrow.


Kenrow kemudian mendekati Megathirio dan Zchaira dengan ekspresi serius.


“Megathirio… Zchaira… Benarkan?” Ucap Kenrow, menunjuk Megathirio dan Zchaira secara terbalik.


“Hei pak tua… Ternyata hanya penampilan luarmu saja yang tidak berubah… Kau ternyata sudah tanpa pikun dari sebelumnya… Kau bahkan sekarang tidak bisa membedahkan mana laki-laki dan perempuan,” ucap Hefaistos, meledek ayahnya tersebut.


“Tapi, bukankah Zchaira itu laki-laki?” Tanya Kenrow.


Mendengar pertanyaan dari pria itu, mereka sontak menertawakannya.


“Salam tuan… Aku adalah Megathirio.”


“Dan aku Zchaira.”


Keduanya memperkenalkan nama mereka kepada Kenrow, agar pria itu nantinya tidak akan salah menyebut mereka.


Kenrow langsung menaruh tangannya ke atas kepala Megatirio dan Zchaira, merasa senang melihatnya kembali kedua cucunya yang sudah lama tidak dilihatnya tersebut.


Disaat pria itu akan memeluk dua cucunya tersebut, tiba-tiba dia terkejut melihat Kral, Illios dan Astrapi juga berada di tempat itu.


Dia mengurungkan niatnya memeluk Megathirio serta Zchaira, dan pergi menghampiri tiga orang itu.


Dengan tatapan serius, Kenrow memperhatikan mereka bertiga serta bertanya-tanya mengapa mereka bisa bersama dengan Hefaistos dan yang lain.


Akan tetapi, ekspresi serius dari pria itu berubah menjadi bahagia setelah mengetahui mereka juga datang untuk melihat kembali ibu serta dua saudara mereka.


“Akh…” Tiba-tiba Kenrow melingkari leher Kral menggunakan tangannya.


“Lihat kau bocah… Beraninya tidak menyambut kakekmu ini dan malah bersembunyi dibelakang saja,” ucap Kenrow.


Illios, Astrapi serta yang lain terkejut melihat pria itu melakukan hal tersebut kepada Kral.


“Apa ibumu sudah mengetahui tentang kebenaran kalian?” Tanya Kenrow dengan berbisik.


“Belum… Dia belum mengetahuinya,” jawab Kral dengan berbisik juga.


“Oke, mari kita pergi terlebih dahulu…” Kenrow berjalan lebih dulu sambil tetap melingkari leher Kral.


“Lepaskan aku, pak tua sial,” keluh Kral merasa tidak nyaman serta malu dengan hal tersebut.


“Sudahlah… Terima saja kalau kewibawaanmu akan hilang setelah bertemu denganku,” ucap Kenrow.


***


Dari lapangan udara tersebut semua orang pun menaiki kendaraan untuk menuju ke kediaman dari presiden penyihir Lightio yang berada di tengah-tengah kota itu.


Zchaira tampak terkesima setelah memasuki kediaman tersebut dan melihat sebuah gedung serba putih yang tepat berada di tengah.


“Itu adalah istana putih, tempat pemimpin Lightio tinggal saat dia sedang menjabat,” ucap Artemis.


“Apakah di gedung itu kita akan tinggal?” Tanya Zchaira.


“Sebenarnya wakil presiden penyihir memiliki kediaman khususnya juga, tapi karena dua pemimpin Lightio adalah keluarga jadi tempat itu tidak diperlukan,” jawab Artemis.


“Apa tempat itu lumayan?” Lanjut Artemis, bertanya pada Zchaira.


“Ini jauh dari perkiraanku… Tempat ini bahkan lebih menakjubkan dari kediaman clan Slikbar,” jawab Zchaira.


***


Setelah berada di depan istana tersebut, semua orang pun turun dan masuk ke dalam.


Zchaira tidak berhentinya terkesima melihat kemewahan yang berada di dalam istana tersebut. Dia tidak menyangka akan tinggal di tempat sebagai putri dari dua pemimpin negeri Lightio.


“Acara penobatanmu akan dilaksanakan esok hari… Semua pemimpin dari empat puluh delapan daerah serta kota Xemico ditambah juga para Venerate tingkat atas akan hadir ke dalam acara itu…” Ucap Hefaistos, pada Artemis.


“Oh, tidak lupa juga bahwa petinggi dari negeri Fuegonia dan negeri Cielas akan hadir besok.” Lanjut Hefaistos.


“Negeri Fuegonia dan Cielas yah…”


“Iya, karena negeri itu negeri di benua ini yang menjalin kerja sama dengan kita.”


***


Berpindah ke salah satu daerah di negeri Lightio yang bernama New Hammershine, terlihat seorang pria sedang duduk bersantai sebuah balkon ditemani oleh dua orang prajurit.


“Jadi Artemis Hairowl akan kembali menjabat sebagai wakil presiden penyihir Lightio…” Ucap pria itu.


“Aku yakin pasti Astrapi akan hadir karena dia sekarang adalah salah satu Continent Venerate Lightio… Aku sudah tidak sabar lagi menemui perempuan itu,” lanjutnya sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.