The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 67 - Informasi menggemparkan



Zchaira tiba-tiba memperhatikan Flogaz berada di belakang Rayvor. Dia merasa penasaran dengan pemuda itu yang belum dikenalinya tersebut.


“Ngomong-ngomong, tadi kakak Astrapi bilang murid-murid clan Silkbar kan… Apa mungkin pemuda itu juga adalah salah satu dari clan Silkbar?” Tanya Zchaira pada Rayvor.


“Oh, ini baru pertama kalinya kau bertemu dengan Flogaz… Perkenalkan dia adalah adikku.” Rayvor kemudian menarik Flogaz untuk menghampiri Zchaira.


“Kau pasti Zchaira kan… Salam kenal, namaku Flogaz…. Aku dengar bahwa kita seumuran, kurasa kau tidak perlu memanggilku kakak atau sebutan formal lainnya, cukup panggil aku dengan namaku saja…” Ucap Flogaz sambil tersenyum dan memberikan tangannya ke arah Zchaira.


“Senang bertemu denganmu Flogaz… Aku tidak mengira bahwa memiliki saudara sepupu yang lain,” balas Zchaira sambil menjabat tangan Flogaz kemudian tersenyum kepada pemuda itu.


Flogaz dalam sekejap terpesona melihat senyuman manis dari Zchaira, hingga membuatnya terdiam menatap gadis itu dalam waktu yang lama. Flogaz juga tampak tidak melepaskan tangan Zchaira, membuat gadis itu pun kebingungan melihat sikap pemuda tersebut.


“Eh, Flogaz…”


“Maaf-maaf…” Flogaz pun langsung melepaskan tangannya ketika sadar bahwa sudah lama menahan tangan gadis itu.


“Zchaira, apa mungkin kau memiliki orang yang disukai?” Dengan spontan Flogaz langsung melontarkan pertanyaan, membuat Zchaira tiba-tiba merasa bingung.


“Apa maksudmu?” Tanya balik Zchaira.


“Ekh, apa yang kukatakan? Tidak-tidak, kurasa aku hanya bergurau… Lupakan saja itu,” jawab Flogaz, mencari-cari alasan karena malu menyadari pertanyaan spontannya tersebut.


“Megathirio, bagaimana denganmu? Kau tidak berkenalan dengannya?” Tanya Astrapi.


“Aku sebelumnya sudah bertemu dengannya… Lagipula kami berada di kelas yang sama,” jawab Megathirio.


Disamping itu, Megathirio yang mendengar tentang pertanyaan dari Flogaz, nampak merasa curiga dengan pemuda tersebut.


“Baiklah, kalau begitu… Rayvor, Flogaz, ayo ikut dengan kami sekarang,” ucap Astrapi sambil menarik kedua saudara itu, diikuti oleh Megathirio dan Zchaira dibelakang mereka.


“Kakak kita mau kemana?” Tanya Rayvor, merasa bingung, tiba-tiba dia dan Flogaz ditarik oleh Astrapi.


“Ikut saja… Kita akan memandu Megathirio dan Zchaira berkeliling di akademi ini,” jawab Astrapi sambil masih menarik dua saudara itu.


***


Di sisi lain, Illios sampai di sebuah bangunan yang merupakan tempat khusus dari para Venerate petinggi di dalam akademi sihir tersebut.


**


“Salam pak tua…” Pria itu masuk ke salah satu ruangan yang berada di bangunan tersebut kemudian menemui serta menyapa Arlias, sang tetua kepala di akademi itu.


“Anak muda, sikap kasarmu terhadap orang yang lebih tua ternyata tidak berubah juga… Dan bahkan menjadi lebih kasar setelah menjadi Continent Venerate,” ucap Arlias, sedikit megoreksi ucapan dari pria itu.


“Maaf tuan Arlias, mungkin aku sudah terlalu kasar memanggilmu seperti itu… Tapi, kau memang kau itu adalah pak tua.” Walaupun sempat mengubah sebutannya kepada tetua itu menjadi normal, namun Illios langsung mengubahnya kembali.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tidak mau mengambil pusing, Arlias lantas bertanya tentang tujuan pria itu tiba-tiba datang ke akademi sihir tersebut.


“Aku dengar bahwa salah satu World Venerate Fuegonia datang untuk menagih janji sewaktu peperangan dengan negeri Machora Tira,” jawab Illios.


“Kalau begitu, apakah kalian memberikan apa yang diinginkan mereka?”


“Tentu saja tidak… Untung saja waktu itu ada kedua orangtuamu… Bahkan tuan Hefaistos langsung mengusir Elfman itu setelah mengetahui tujuannya datang kemari.”


“Kau datang kemari hanya untuk bertanya hal itu?” Tanya Arlias lagi.


“Tidak juga… Sebenarnya tujuan kedatanganku kemari adalah untuk menginformasikan bahwa ada sekelompok Venerate yang juga memiliki tujuan yang sama… Dan mereka menargetkan para murid-murid di akademi ini,” jawab Illios.


“Siapa para Venerate tersebut?” Tanya Arlias, menjadi penasaran mendengar jawaban Illios.


“Mereka adalah Venerate bangsa Slivan yang berasal dari negeri Pavonas.”


“Negeri Pavonas? Bagaimana bisa mereka berani datang kemari padahal mereka tahu betul bahwa kita adalah kubuh yang bertentangan dengan mereka,” ucap Arlias terkejut mendengar pernyataan dari Illios.


Arlias terkejut mendengar bahwa para Venerate yang datang ke negeri Lightio merupakan Venerate yang berasal dari negeri Pavonas, dimana negeri Pavonas itu sendiri merupakan negeri yang terletak di benua seberang dan memiliki konflik dengan beberapa negeri yang berada di benua yang sama. Pernyataan tentang Arlias yang mengatakan bahwa Pavonas merupakan kubuh bertentangan adalah karena negeri tersebut bermusuhan dengan negeri-negeri yang didukung oleh negeri Lightio itu sendiri.


“Apa kau mengetahui beberapa nama dari Venerate Pavonas itu?” Tanya Arlias.


“Kalau tidak salah nama mereka adalah Zora… Ienin…”


“Apa katamu?” Tidak tanggung-tanggung, Arlias lebih terkejut lagi ketika mendengar nama Venerate Pavonas yang merupakan para World Venerate.


Illios kemudian menjelaskan bahwa pertama kali dua Venerate itu bersama pasukannya datang ke negeri Lightio di daerah Calfarinai, Vertorn yang menemui mereka sempat terlihat segan karena sebenarnya mengetahui bahwa mereka memiliki kekuatan yang setarah dengan Giantman tersebut.


Illios juga menjelaskan bahwa mereka dengan terang-terang ingin agar beberapa Venerate Lightio dikirim ke sisi mereka sembari mereka juga akan mengirim Venerate dari negeri mereka sebagai pertukaran.


Vertorn yang mendengar hal tersebut sontak terkejut dan lebih memilih untuk memikirkannya terlebih dahulu sebelum menolak langsung permintaan mereka karena takut jika akan terjadi hal yang buruk ketika para Venerate itu tidak menerima penolakan dari Vertorn.


“Bagaimana pendapatmu tuan Arlias?” Tanya llios.


“Tentu saja aku juga tidak mau membiarkan hal itu… Akan terjadi hal buruk nantinya jika kita melakukan apa yang mereka inginkan dan diketahui oleh negeri-negeri pihak kubuh barat, termasuk Fuegonia yang menginginkan hal itu juga…” Jawab Arlias.


“Aku harus memberi tahu hal ini kepada tuan Hefaistos dan nyonya Artemis juga…”


“Tunggu… Jika ibuku dan si pak tua mengetahui ini, aku takut jika negeri ini akan menjadi medan perang.”


“Aku memiliki sebuah rencana…” Mendengar hal tersebut, Illios pun langsung menghentikan Arlias dan mencoba meyakinkan tetua itu tentang rencana yang dipikirkannya.


“Baiklah… Aku mengerti,” ucap Arlias, ingin mengurungkan niatnya demi mendengar rencana dari pria tersebut.


***


Kembali pada Zchaira dan yang lain, dimana mereka kini berada di salah satu bangunan akademi sihir yang digunakan khusus oleh murid-murid yang berada di kelas Tribe Venerate.


“Kita sampai pada tempat dimana murid-murid Tribe Venerate berada… Untuk informasi kepada kalian bahwa murid-murid Tribe Venerate yang berada di tempat ini hampir semua merupakan murid-murid baru yang masuk pada tahun kemarin,” ucap Rayvor, menjelaskan kepada Zchaira dan Megathirio.


Melihat Rayvor menjelaskan kepada kedua adiknya, Astrapi pun merasa kesal karena perannya sebagai pemandu kini telah direbut oleh pemuda itu.