The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 58 - Hari kedua di akademi sihir



Zchaira pun akhirnya masuk ke dalam asrama itu dan mencari nomor kamar yang terterah di sebuah kertas yang dipegang olehnya.


Setelah Zchaira menemukan nomor kamar yang sesuai dengan kertas yang dipengangnya, Zchaira pun membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalamnya.


Di dalamnya kamar tersebut nampak seorang anak perempuan yang akan menjadi teman sekamarnya.


“Perkenalkan senior, namaku adalah Zchaira dari clan Hairowl daerah Wiaminnota,” ucap Zchaira, memperkenalkan dirinya ketika melihat anak perempuan itu.


Anak perempuan yang sedang berbaring di tempat tidurnya itu lantas berdiri dan perlahan-lahan mendekati Zchaira dengan ekspresi wajah yang serius.


“Turunkan kepalamu…” Ucap anak perempuan itu, menyuruh Zchaira menunduk, merasa terganggu harus menatap ke arah atas karena tinggi badan gadis itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengannya.


“Maaf senior…” Balas Zchaira, tidak mengerti dengan maksud anak perempuan itu.


“Kau terlihat lebih tua dariku, berapa umurmu? Dan berapa juga tinggi badanmu?” Tanya anak perempuan itu.


“Umurmu enam belas tahun… Dan tinggi badanku kurasa sekitar seratus tujuh puluh sentimeter,” jawab Zchaira.


“Kurasa kau telah menjadi murid tertua di kelas Division Venerate karena umur para murid di kelas ini dimulai dari umur tiga belas tahun sampai lima belas tahun… Dan bahkan kau jauh lebih tinggi dari semua murid laki-laki di kelas Division Venerate…”


*


“Apa aku memang setua itu yah…” Gumam Zchaira dalam hati, mendengar pernyataan dari anak perempuan itu.


**


Anak perempuan itu lantas mengambil salah satu tangan Zchaira lalu mejabatnya, membuat gadis itu merasa bingung.


“Selamat datang di akademi sihir ini kakak… Perkenalkan namaku Wenra dari clan Houghford daerah Giriviani,” ucap anak perempuan itu, tiba-tiba mengubah ekspresi yang sebelumnya serius menjadi tersenyum.


“Salam kenal… Tapi, kenapa kau harus memanggilku kakak, padahal aku disini sebagai junior,” balas Zchaira.


“Karena kau lebih tua dua tahun dariku… Lagipula tidak usah memanggilku senior, karena di tempat ini tidak ada konsep senior-junior seperti itu,” ucap anak perempuan bernama Wenra itu, manjelaskannya pada Zchaira.


“Baiklah kalau begitu… Apa mungkin aku harus memanggilmu Wenra saja?” Tanya Zchaira.


Anak perempuan bernama Wenra itu lantas merespon pertanyaan Zchaira dengan menganggukan kepalanya serta memasang ekspresi tersenyum.


Tak berapa lama, tiba-tiba seorang anak perempuan lainnya datang mengintip ke dalam kamar, membuat Zchaira dan Wenra pun terkejut.


“Hei, ada apa disini?” Tanya anak perempuan itu.


Ketika melihat Zchaira, yang baru dilihatnya, anak perempuan itu masuk ke dalam ruangan tersebut mendekati Zchaira, kemudian menatapnya dengan ekspresi penasaran.


“Maaf, apakah ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Zchaira, sedikit merasa canggung saat anak perempuan itu menatapnya dengan ekspresi yang aneh.


“Iya, ada yang aneh denganmu,” jawab anak perempuan itu, yang membuat Zchaira langsung terkejut.


“Kenapa kau terlihat begitu cantik kakak? Aku jadi iri…” Ucap anak perempuan itu yang ternyata memuji kecantikan dari Zchaira.


“Eh… Kenapa kau harus iri? Kau juga sangat cantik… Dan siapa namamu yah?” balas Zchaira, juga memuji anak perempuan itu sambil bertanya namanya.


“Aku Dorolia dari clan Strixon wilayah Denvana.” Anak perempuan itu kemudian memperkenalkan namanya.


“Zchaira dari clan Hairowl daerah Wiaminnota, tapi aku sebelumnya tinggal di kota Hawkingson,” balas Zchaira, juga memperkenalkan namanya.


“Salam kenal kakak Zchaira…” Ucap anak perempuan bernama Dorolia itu sambil tersenyum.


“Salam kenal juga Dorolia… Tapi, kau dan Wenra juga sangat cantik, kurasa kau tidak perlu iri untuk itu,” balas Zchaira sambil meyakinkan bahwa anak perempuan tidak kalah cantik dengannya.


“Tidak… Kau yang paling cantik disini,” ucap Dorlia dengan tegas.


–13 Juli 3024–


Waktu pun berlalu, pada keesokan harinya nampak Zchaira sedang bersiap berangkat untuk memulai pelajaran pertamanya di dalam akademi sihir tersebut.


“Kakak, semangat untuk pelajaran pertamamu… Kurasa untuk yang pertama akan terlihat lebih berkesan,” ucap Wenra sambil tersenyum, memberi semangat kepada Zchaira sebelum gadis itu pergi memulai pelajaran pertamanya.


“Terima kasih Wenra… Kalau begitu aku pergi dulu,” balas Zchaira dengan tersenyum kepada anak perempuan itu, kemudian beranjak dari kamar mereka.


***


Zchaira berjalan menyusuri kompleks akademi sihir yang sangat luas tersebut dan akhirnya sampai di bangunan utama pada akademi tersebut, dimana terlihat para murid tidak berhenti lalu-lalang.


Zchaira memasuki sebuah ruangan kelas sesuai intruksi, yang membuatnya seketika terkejut melihat ruangan tersebut begitu luas, dimana dapat menampung begitu banyak murid di dalamnya.


Zchaira merasa bingung harus memilih tempat duduk, yang padahal masih banyak belum diduduki karena murid-murid yang datang di ruangan itu masih bisa dihitung dengan jari.


Tidak mau berdiam diri terlalu lama Zchaira lantas mengambil tempat duduk secara sembarangan.


***


Beberapa saat kemudian, ketika semua murid hampir memenuhi seluruh tempat duduk di ruangan itu, Zchaira pun merasa bingung karena yang diketahuinya bahwa murid baru Division Venerate dalam kelas tersebut tidak sebanyak itu.


“Bukankah mereka juga adalah murid-murid Tribe Venerate?” Ucap Zchaira.


“Zchaira…” Tak berapa lama, tiba-tiba Megathirio muncul.


“Kakak… Kenapa kau ada disini?” Tanya Zchaira, terkejut melihat saudaranya itu.


“Tentu saja, untuk pelajaran pertamanya semua murid baru akan digabung… Itu yang kuketahui kemarin hari,” jawab Megathirio, menjelaskannya pada Zchaira sambil duduk disamping gadis itu.


Zchaira pun mengerti mengapa di dalam kelas itu terdapat semua murid-murid baru, ternyata untuk pelajaran kali ini mereka semua akan digabung terlebih dahulu, namun yang membuatnya penasaran apa pelajaran yang akan mereka dapatkan dengan harus menggabungkan semua murid baru yang ada.


Ketika sedang memikirkan hal tersebut, Zchaira tiba-tiba melihat Lucia sedang berjalan sendirian.


“Kakak Lucia…” Zchaira pun langsung memanggil perempuan itu hingga dia pun menoleh.


“Ayo kemari,” ucap Zchaira memanggil Lucia agar duduk bersamanya.


“Kenapa kau memanggilnya?” Tanya Megathirio, nampak tidak senang melihat Zchaira memanggil Vampireman perempuan itu.


“Sudah… Kau tidak usah banyak omong,” balas Zchaira, tidak memperdulikan tentang komentar dari kakaknya itu.


“Ayo duduk disini kakak.” Saat Lucia datang mendekat, Zchaira pun langsung mengajak perempuan itu untuk disampingnya.


Melihat Lucia duduk di dekatnya, Megathirio lantas memasang ekspresi kesal, namun tidak bisa berbuat apa-apa.


***


Setelah semua murid baru telah berada di dalam kelas, tak lama setelah itu seorang pria sambil terbang menggunakan proyeksi sayap dari energi sihirnya datang memasuki kelas dari arah belakang menuju ke bagian paling depan kelas.


“Selamat pagi para murid-murid baru… Apakah ada yang tahu mengapa aku datang sambil terbang?” Tanya pria tersebut.


Para murid baru merasa bingung dengan pertanyaan dari pria yang sepertinya merupakan seorang guru di dalam akademi tersebut. Mereka lantas menggelengkan kepala dan menjawab bahwa mereka tidak mengetahui mengapa pria tersebut datang dengan cara seperti itu.


“Karena untuk terlihat keren saja, hahaha…” Jawab pria itu sambil tertawa dengan terbahak-bahak.


Akan tetapi, dengan mendengar jawaban darinya membuat semua murid baru pun menjadi kebingungan dan merasa risih dengan candaan yang tidak lucu tersebut.