The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 207 - Hasil seri



Tak berapa lama kemudian, wasit pun masuk ke tengah arena untuk mengumumkan hasil dari pertandingan tersebut yang memang akan memiliki hasil berbeda dibandingkan pertandingan sebelumnya.


“Hasil dari pertandingan ini memiliki dua pemenang… Govorus Andracouis dari tim Cielas serta Ascelin Wilmond dari tim Machora Tira mendapatkan perolehan poin yang sama seperti layaknya poin peserta yang memenangkan pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ucap sang wasit, mengumumkan bahwa dalam Govorus maupun Ascelin mendapatkan perolehan poin yang sama.


Setelah menginformasikan hal tersebut, layar yang berada di arena turnamen tersebut langsung memperlihatkan perolehan poin dari seluruh tim yang ada.


Lightio (9), Machora Tira (8), Cielas (7), Mormist (6), Fuegonia (5), Vielass (5), Neodela (3), Asimir (2).


**


“Perolehan poin kita paling rendah…” Ucap salah satu anggota tim Asimir bernama Dossur yang merupakan ras Dwarfman, nampak sedikit kesal dengan perolehan poin tim Asimir yang paling rendah diantara tim yang ada.


**


“Tim Machora Tira berhasil menyeimbangkan poin kita…” Ucap Haniwa, melihat perolehan poin dari tim Machora Tira kini seimbang dengan poin tim mereka.


“Jadi Pria dari Cielas bersama dengan Vampireman itu mendapatkan empat poin bersamaan…” Ucap Zchaira.


“Mereka mendapatkan poin kemenangan itu karena sampai waktu tersisa mereka masih mampu bertahan dan tetap berdiri…” Sambung Aphrodia, menjelaskan kepada para rekan timnya.


“Jika saja keduanya sama-sama tumbang, maka kemungkinan mereka akan mendapatkan masing-masing satu poin,” lanjut perempuan itu menjelaskan.


***


Beberapa saat kemudian, sang pembawa acara turnamen tersebut memasuki tengah arena untuk mengumumkan pertandingan selanjutnya.


“Baiklah para hadirin sekalian, mari kita lanjutkan ke pertandingan kedua dalam tingkat Land Venerate…”


“Bagi keempat nama peserta yang tertera pada layar, diharapkan untuk bersiap dan berkumpul di tengah arena ini…”


Setelah mengumumkan hal tersebut, layar yang berada di aren tersebut kembali mengacak nama peserta yang ada, dan tak berapa lama kemudian terlihat nama-nama dari keempat peserta yang akan saling berhadapan.


Fuegonia, Narest Bluntill, 25 tahun, 180 cm, Human, Land Venerate.


Mormist, Nolani Dolliford, 32 tahun, 175 cm, Mermaidman, Land Venerate.


Vielass, Horner Bellyfirn, 26 tahun, 160 cm, Gnomeman, Land Venerate.


Asimir, Dossur Sebastia, 22 tahun, 161 cm, Dwarfman, Land Venerate.


**


“Hei pendek… Jangan kecewakan kami… Kau pasti akan menang kan?” Ucap salah satu anggota tim Asimir bernama Fegant yang merupakan ras Giantman, kepada rekannya Dossur, dan memanggil menyebut rekan Dwarfman-nya tersebut sesuai dengan ukuran tubuhnya.


“Aku tahu… Diam saja,” respon Dossur dengan memperlihatkan ekspresi kesal kemudian berjalan menuju ke tengah arena.


**


“Tuan Narest… Ini giliranmu…” Ucap Neyndra.


“Jangan khawatir, aku pasti akan memenangkan pertandingan ini demi kalian,” respon Narest, kemudian mengambil sebuah tongkat, lalu berjalan menuju ke tengah arena.


**


Saat keempat peserta yang akan saling berhadapan telah berkumpul di tengah arena, tak berapa lama kemudian wasit pun datang untuk memulainya pertandingan tersebut.


“Baiklah… Bersiap… Mulai…” Ucap sang wasit, langsung memulai pertandingan tersebut.


Dengan sigap pun ketiga peserta tersebut langsung menahan serangan tersebut menggunakan kemampuan mereka masing-masing.


Narest dengan cepat memutar tongkatnya, menciptakan kobaran api yang panas, hingga serangan elemen air bertekanan tinggi tersebut seketika menguap, Dossur dengan sigap menciptakan sebuah dinding dari pasir yang padat hingga serangan elemen air tersebut ternetralisir akibat diserap oleh dinding pasir tersebut.


Sementara peserta dari tim Vielass bernama Horner yang merupakan ras Gnomeman menciptakan sebuah dinding kristal yang memiliki pertahanan paling kokoh diantara dua peserta lainnya, hingga serangan elemen air dari Nolani dalam sekejap memecah dan kemudian lenyap.


Horner lalu mengakses kekuatannya, membuat dinding kristal yang digunakan sebagai pertahanan sebelumnya seketika menjadi pasak-pasak yang melayang di sekitarnya. Pasak-pasak kristal tersebut dalam sekejap langsung dilancarkan oleh Gnomeman tersebut ke arah Nolani.


Melihat serangan tersebut, Nolani pun langsung mengakses kekuatannya, memproyeksikan elemen air, yang dengan cepat langsung membungkus luncuran pasak-pasak kristal tersebut.


Dengan menggunakan elemen air yang diproyeksikannya, Mermaidman itu meluncurkan pasak-pasak kristal tersebut ke arah tiga peserta yang berada di depannya. Sambil pasak-pasak kristal tersebut meluncur, Nolani menyempatkan diri mengangkat kedua tangannya ke depan, menyalurkan pancaran energi tak kasat mata, yang membuat Horner serta Dossur yang terkejut karena merasakan sesuatu yang nampak berbahaya.


**


“Oh tidak… Dia akan melakukan itu…” Ucap Dossur, sontak langsung beranjak dari tempat tersebut sebelum pasak-pasak kristal yang meluncur sampai ke arahnya.


Begitu juga Horner, melakukan hal yang saa karena sepertinya mengetahui arti arti saluran energi Mermaidman tersebut.


Sedangkan Narest yang tidak mengerti mengapa kedua peserta tersebut menghindar padahal serangan tersebut, nampak bersiap untuk menepis serangan itu.


**


Para anggota tim Fuegonia yang mengetahui kemampuan dari Mermaidman tersebut, hendak memperingatkan Narest, namun akibat waktu yang begitu cepat, mereka pun hanya bisa berharap bahwa Narest bisa menangani apapun bentuk yang akan terjadi.


**


Seketika Narest pun terkejut melihat pasak-pasak kristal yang meluncur ke arahnya tiba-tiba menjadi sepuluh kali lebih besar dari ukuran semula.


Karena tidak sempat melancarkan serangan akibat terkejut dengan perubahan ukuran tersebut, Narest pun hanya bisa panik menghindari pasak-pasak kristal berukuran sepanjang dua sampai tiga meter tersebut.


“Ukh…” Narest pun terhempas dan menghantam dinding arena dengan keras ketika berusaha menangkis salah satu pasak kristal raksasa yang meluncur ke arahnya.


“Sial…” Umpat Narest tidak mengira bahwa hal yang berada diluar ekspetasinya.


Pria Fuegonia itu pun kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga membuat tubuhnya memancarkan kobaran api dalam skala yang besar.


Dengan sigap, Narest pun meluncur dalam kecepatan tinggi ke arah Nolani sambil mengayunkan tongkat yang memancarkan kobaran api.


“Mermaid water technique… Bubble prison…” Dengan refleks, Mermaidman tersebut mengakses kekuatan elemen airnya, menciptakan sebuah gumpalan air yang langsung membungkus tubuh Narest.


Sejenak Narest yang terjebak di dalam gumpalan air tersebut sulit untuk bergerak, namun karena memiliki kemampuan menggunakan elemen api, pria itu pun dengan sigap memancarkan kobaran api dari tubuhnya hingga gumpalan air yang membungkusnya seketika menguap.


“Flame projection… Dragon roar…” Setelah terbebas dari gumpalan air yang mengurungnya, Narest pun langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar.


“Uakh…!” Serangan tersebut sontak diterima oleh Nolani, membuatnya seketika terhempas menabrak dinding arena, kemudian jatuh terkapar dan langsung tak sadarkan diri.


**


Para anggota tim Mormist pun terkejut melihat rekan mereka dapat dikalahkan dalam sat serangan serta menjadi peserta pertama yang mengalami kekalahan dalam pertandingan tersebut.


**


Setelah mengalahkan Nolani, perhatian Narest pun tertuju kepada Horner dan Dossur, yang ternyata sedang berdiam memperhatikan pertarungannya dari tadi.