The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 126 - Tahanan misterius



Dalam beberapa hari kemudian, pergerakan pemberontakan dari para Venerate pemberontak yang tersisa akhirnya secara total berhasil diberantas oleh para Venerate daerah Xetas, dibantu oleh dua pemimpin negeri itu sendiri, Hefaistos dan Artemis.


Beberapa Venerate pemberontak sebagian langsung ditahan di sebuah penjara daerah Xetas, sedangkan sebagian dari mereka dibiarkan bebas karena telah menyesal perbuatan yang mereka lakukan dengan ikut sebagai para pemberontak.


Sementara para Venerate petinggi dari kelompok pemberontak, yaitu Aiver, Anmaguel, Perlex, Winscarlo serta dua Land Venerate yang lain, dibawah ke daerah Rofidal, wilayah timur negeri Lightio untuk ditahan di sebuah penjara khusus bagi para Venerate, dimana memiliki sistem keamanan sangat ketat di seluruh negeri tersebut, yang membuat para tahanan didalamnya tidak memungkinkan untuk bisa kabur.


Kemudian, untuk para Venerate negeri Pavonas yang ditinggal oleh para pemimpin mereka yang datang ke Lightio, diampuni oleh Hefaistos dan secara terpaksa harus mengikuti presiden penyihir tersebut ke kota Hawkingson untuk menjadi prajurit khusus dari pemimpin negeri tersebut.


–19 Desember 3024–


Di daerah Rofidal yang berada di bagian tenggara negeri Lightio, tampak di sebuah penjara khusus para Venerate terlihat Perlex, Winscarlo, Olirvine serta Grovenzo, para Land Venerate dari kelompok pemberontak berjalan di sebuah lorong dalam penjara untuk menuju ke sel mereka masing-masing, sambil dituntun oleh beberapa sipir penjara.


Walaupun merupakan Venerate yang cukup berada pada tingkatan tinggi, namun keempat pria itu kini tampak tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan mereka masing-masing telah dibelenggu oleh sebuah diborgol khusus yang dapat mengekang akses kekuatan mereka sendiri.


“Hei… Kenapa di penjara ini terlihat sangat sunyi? Apakah mungkin hanya kita tawanan pertama yang berada di tempat ini? Ucap Grovenzo, bertanya-tanya setelah melewati beberapa ruang sel di dalam penjara tersebut yang nampak kosong tidak ada satupun tahanan.


“Tentu saja… Pada bagian tahanan Land Venerate, hanya kalianlah tahanan yang ada,” jawab salah satu sipir penjara.


“Apa mungkin itu berarti bahwa kami adalah tahanan paling berbahaya karena harus ditahan di tempat ini?” Tanya Winscarlo.


Para sipir penjara pun tidak menjawab pertanyaan Winscarlo, karena sudah jelas bahwa alasan mereka dibawah ke penjara tersebut adalah karena negeri Lightio sudah menganggap keempat Land Venerate tersebut, serta Aiver dan Anmaguel yang masih belum terlihat merupakan para penjahat yang berbahaya akibat telah memimpin sebuah pergerakan pemberontakan.


Setelah berjalan cukup lama di dalam lorong yang panjang, para sipir penjara yang menuntun Perlex dan yang lain kemudian menghentikan langkah mereka karena telah sampai di depan beberapa ruang sel tertutup dengan yang hanya memiliki sebuah lubang pada pintunya masing-masing.


Beberapa dari sipir penjara kemudian membuka satu per satu ruang sel tersebut yang luasnya hanya sekitar dua setengah meter persegi.


Perlex dan tiga Land Venerate yang lain pun seketika terkejut melihat luas dari ruangan sel tersebut yang memang hanya diperuntuhkan oleh satu orang tahanan saja.


“Sial… Aku sudah memiliki firasat buruk setelah masuk ke dalam tempat ini,” ucap Perlex sambil mengumpat.


“Kalau begitu, bagaimana cara kami untuk buang air nantinya?” Tanya Winscarlo, karena hal tersebut akan membuat mereka kesulitan jika telah berada di dalam.


“Semua Venerate yang berada di negeri ini merupakan para penyihir, jadi untuk hal itu pasti bisa diatasi oleh kalian sendiri… Jika itu sudah menumpuk di dalam tubuh kalian, maka lakukanlah teknik sihir pemurnian untuk bisa mengubahnya menjadi energi semacamnya…” Jawab salah satu sipir, menjelaskan jalan keluar yang dihadapi oleh keempat Land Venerate itu nantinya.


“Tak usah banyak bertele-tele dan cepatlah masuk… Sudah untung bahwa aku telah menjelaskannya kepada kalian…”


Para sipir penjara kemudian mendorong Perlex dan tiga Land Venerate lain masuk ke dalam ruang tahanan mereka masing-masing, lalu dengan cepat langsung menutup dan menguncinya. Tanpa pikir panjang lagi, semua sipir penjara yang ada langsung pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan Perlex dan lain, yang sudah berada di dalam sel mereka masing-masing.


“Hei… Apa kalian bercanda?! Bagaimana kami melakukan hal itu kalau borgol ini masih membelenggu tangan kami!” Teriak Perlex dari lubang yang berada pada pintu ruangan selnya, berharap agar mereka melepaskan borgol yang membelenggu tangannya agar bisa melakukan solusi yang dikatakan oleh mereka nantinya.


**


Pria itu kemudian memperhatikan ruangan yang nampak sesak tersebut, yang bahkan harus membuatnya melipat kakinya ketika akan berbaring.


“Haah, sial… Jadi seperti inilah nasib kita… Aku penasaran bagaimana nasib Aiver dan si pak tua itu… Bisa dibilang mereka memiliki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kita,” gumam Perlex, sekali lagi mengumpat karena menyesal telah menjadi bagian dari pergerakan pemberontakan.


***


Berpindah ke sisi penjara yang lain, dimana merupakan bagian dari para tahanan Venerate yang berada pada tingkat Continent Venerate.


Tampak Aiver dan Anmaguel berjalan dituntun oleh beberapa sipir penjara lain di sebuah lorong untuk menuju ke tempat ruang tahanan mereka masing-masing.


Sama seperti Perlex dan yang lain, kedua Continent Venerate tersebut nampak mengalami hal yang sama, dimana kedua tangan mereka juga telah dibelunggu oleh sebuah borgol khusus yang mampu mengekang kekuatan Venerate mereka sendiri. Terlihat juga dimana pada lorong tempat mereka berjalan tampak sangat sunyi tanpa terasa hawa keberadaan dari para tahanan lain.


Aiver dan Anmaguel kemudian diberhentikan oleh para sipir penjara ketika sudah berada di depan ruang tahanan mereka, yang mirip seperti tempat Perlex dan yang lain dikurung.


Dengan tenang Aiver serta Anmaguel pun masuk ke dalam ruangan sel mereka masing-masing tanpa perlu berkomentar mengenai hal yang lain.


Setelah memasukan kedua Continent Venerate itu pada ruangan sel mereka masing-masing, para sipir penjara kemudian meninggalkan tempat tersebut.


**


Aiver yang berada di dalam ruang selnya, kemudian duduk bersilah dan mulai memejamkan kedua matanya untuk berkonsentrasi menenangkan pikirannya terlebih dahulu untuk bisa beradap tadi di dalam ruangan yang sempit tersebut.


“Oh… Sepertinya ada penghuni baru disini rupanya…”


Aiver tiba-tiba membuka matanya dan langsung terkejut ketika mendengar sebuah suara yang tentu saja bukan berasal dari Anmaguel.


**


“Siapa disana?” Begitu juga dengan Anmaguel yang nampak terkejut ketika mengetahui bahwa tawanan yang berada di dalam penjara bagian Continent Venerate ternyata bukan hanya dia dan Aiver saja.


“Aku… Siapa yah? Sepertinya karena sudah berada di dalam ruangan ini cukup lama, aku sudah sedikit lupa namaku sendiri…” Ucap suara misterius, yang merupakan salah satu tahanan.


“Oh yah… Aku ingat sekarang…”