The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 168 - Bertemu dengan keluarga yang tidak diketahui



Astrapi seketika menghilang bersama Illios, dan dalam sekejap muncul tepat di dekat Zchaira.


“Astrapi… Ada apa?” Tanya Illios, sedikit bingung tiba-tiba adiknya tersebut mengakses teknik sihir ruang, membuat dirinya yang hendak melancarkan serangan ke arah Vampireman tersebut, tiba-tiba gagal.


“Maaf kakak, tapi jika kita memaksa menyerang ketika Vampireman itu sedang melancarkan tekniknya, maka kita berdua akan terbawah oleh kemampuan perpindahan ruang miliknya, dan entah akan pergi kemana,” jawab Astrapi, menjelaskannya kepada Illios.


“Teknik itu yah… Aku pernah mendengarnya sekali… Untung saja kau mengetahuinya, jika tidak aku pasti telah menghilang entah kemana,” respon Illios.


“Zchaira… Jangan sekali-kali kau mencoba untuk menyerangnya, karena sepertinya Vampireman itu tidak akan segan-segan melancarkan tekniknya tersebut,” ucap Astrapi, memperingati Zchaira agar tidak melakukan hal yang tidak berguna, karena kedua saudaranya tersebut kini sedang kebingungan untuk mencari cara agar mereka tidak bisa terkena teknik tersebut, ketika hendak melancarkan serangan pada Vampireman itu.


“Baik kakak… Aku mengerti…” Ucap Zchaira.


“Astrapi… Lebih baik kau tetap disini, untuk mengantisipasi agar jika Vampireman itu muncul tepat di depan kalian, kau bisa menanganinya.”


Setelah memerintahkan Astrapi untuk menjaga Zchaira, Illios pun langsung memunculkan pedang senjata sucinya, lalu meluncur ke arah Vampireman itu untuk menyerangnya.


Illios berkali-kali mengibaskan pedangnya melancarkan serangan proyeksi elemen api, sambil mengantisipasi pergerakan dari Vampireman tersebut.


“Difesa sillabare… Holy eldritch barrier…” Dengan cepat, Illios langsung menciptakan sebuah penghalang proyeksi, namun Vampireman tersebut terlebih dahulu menggunakan teknik perpindahan ruangnya, hingga tidak sempat terkurung di dalam penghalang tersebut.


Vampireman itu seketika muncul dari arah belakang Illios, tetapi dengan sigap pria itu langsung melompat kemudian mengibaskan pedang senjata sucinya, melancarkan serangan proyeksi elemen api, yang sontak membuat Vampireman itu terhentak ke tanah.


“Difesa sillabare… Holy eldritch barrier…” Illios pun melompat ke atas, kemudian kembali menciptakan penghalang proyeksi, yang langsung mengurung Vampireman tersebut.


“Fulmine sillabare…” Selanjutnya, ketika pria itu mendarat ke permukaan, dia seketika menyalurkan proyeksi elemen petir ke setiap sisi dari penghalang proyeksi yang diciptakan olehnya.


“Akh…” Ketika Vampireman itu menggunakan teknik perpindahan ruang miliknnya dengan seketika menghilang, namun dalam sekejap Vampireman tersebut kembali muncul tepat di dalam penghalang proyeksi tersebut sambil menabrak salah satu sisi yang membuat langsung tersengat pancaran elemen petir.


“Sillabare dimisit…”


Tiba-tiba Vampireman itu menggunakan sebuah mantra sihir yang biasa digunakan oleh para Venerate penyihir Lightio, yang sontak membuat Illios, Astrapi serta Zchaira pun langsung terkejut.


“Bagaimana bisa?” Ucap Illios, nampak bertanya-tanya mengapa Vampireman itu bisa menggunakan teknik sihir para Venerate negeri Lightio.


“Heh, jika kau penasaran, aku akan menggunakan teknik yang lain,” ucap Vampireman tersebut.


“Fulmine sillabare…” Seketika Vampireman itu langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir berskala besar ke arah Illios.


Dengan sigap, Illios pun langsung menepis serangan tersebut dnegan menggunakan pedang senjata sucinya, sambil melancarkan serangan proyeksi elemen api, yang terus meluncur dengan cepat ke arah Vampireman tersebut.


“Difesa sillabare…” Dengan sigap, Vampireman itu pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan elemen api dari Illios.


“Hei, Venerate Lightio… Kalian sering menggunakan cara ini kan…”


Dalam sekejap, Vampireman itu pun langsung mendorong perisai proyeksinya hingga meluncur ke arah Illios, namun dengan mudah langsung ditepis oleh pria itu, karena perisai proyeksii yang diciptakan oleh Vampireman tersebut masih berada pada tingkatan rendah untuk mampu menahan serangan yang besar.


Dia kemudian mengakses kemampuan perpindahan ruanganya dengan menghilang secara tiba-tiba, yang langsung membuat Illios, serta Astrapi yang sedang bersama dengan Zchaira pun meningkatkan fokus mereka.


Tiba-tiba Vampireman itu hendak muncul dari arah atas Illios sambil hendak melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna merah.


“Ventus sillabare…” Akan tetapi, serangan tersebut langsung digagalkan oleh Astrapi dengan langsung melancarkan serangan hempasan elemen angin, hingga membuat ras campuran itu pun seketika terhempas.


“Hentikan…” Ketika hendak meluncur untuk kembali mencoba menyerang Illios serta Astrapi, Vampireman tersebut tiba-tiba mengurungkan niatnya ketika mendengar seseorang berbicara dari balik kegelapan.


Tak berapa lama, orang yang berbicara tersebut perlahan-lahan muncul hingga menampakan dirinya, yang ternyata tidak lain merupakan Lethis.


“Zenef… Jangan menyerang mereka, kita kemari bukan untuk melakukan pertarungan dengan Venerate yang berada di kota ini,” ucap Lethis.


“Tapi ibu, mereka adalah Venerate Lightio, bahkan dua dari mereka adalah Continent Venerate,” ucap Vampireman, yang ternyata memiliki nama Zenef tersebut.


“Venerate Lightio…” Lethis sontak terkejut mendengar bahwa para Venerate yang dilaan oleh Vampireman bernama Zenef tersebut merupakan para Venerate yang berasal dari negeri Lightio.


Setelah mengetahui bahwa ketiga orang tersebut merupakan Venerate Lightio, Lethis kemudian lebih detail lagi menatap wajah Astrapi yang nampak tidak asing baginya.


“Artemis…” Karena berada dibawah cahaya bulan yang cukup terang, wanita itu pun langsung mengenali wajah Astrapi yang terlihat mirip dengan Artemis.


“Artemis… Bagaimana kau bisa mengetahui nama itu?” Tanya Astrapi tiba-tiba terkejut mendengar wanita itu mengucapkan nama dari Artemis.


Begitu juga dengan Illios, yang nampak terkejut ketika mendengar wanita itu menyebut nama ibunya.


Ketika Zchaira merasa penasaran, gadis itu pun sontak datang mendekat, yang membuat Lethis pun langsung terkejut karena wajah yang mirip dengan Artemis bukan hanya satu orang saja.


“Tentu saja kami mengetahui wanita itu, karena bagaimanapun dia adalah salah satu dari pemimpin negeri Lightio, yang bahkan bisa diketahui oleh para Venerate di benua ini,” ucap Vampireman bernama Zenef, menjelaskan kepada tiga saudara tersebut bagaimana dia dan Lethis bisa mengenal Artemis.


Zchaira, Illios serta Astrapi pun lantas mengerti karena mereka ternyata hanya salah paham mengapa para Venerate negeri Machora Tira itu mengenal Artemis.


“Ngomong-ngomong, jika boleh tahu… Apa hubungan kalian dengan Artemis? Jika kuperhatikan wajah kalian berdua, bahkan bertiga memang terlihat mirip dengan sang wakil presiden Lightio itu,” tanya Lethis.


“Kau tidak perlu bertanya lagi tentang itu ibu… Tentu saja mereka kemungkinan adalah anak-anak dari pemimpin negeri Lightio itu,” ucap Zenef, yang malah menjawab pertanyaan dari Lethis.


“Apa benar? Aku setidaknya ingin tahu hal itu…” Tanya Lethis kembali, ingin memastikan tentang perkiraannya.


Ketiga bersaudara itu pun lantas secara bersamaan menganggukkan kepala mereka, merespon pertanyaan dari Lethis.


“Dia ternyata memiliki tiga anak sekarang… Aku tidak menyangka hal ini,” gumam Lethis melihat respon dari ketiga anak-anak dari Artemis yang memang merupakan putrinya tersebut.


“Baiklah… Karena kami sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang giliran kami untuk bertanya… Apa tujuan kalian datang kemari?” Tanya Illios dengan ekspresi wajah yang serius.