The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 149 - Para murid akademi sihir tiba di kota Novacurve



Beberapa saat kemudian kedua orang itu telah berada di tengah kota Novacurve, yang tampak ramai, dimana terlihat orang-orang berlalu-lalang.


“Eh, maaf nona… Kenapa kita harus berjalan-jalan ke kota?” Pria itu pun langsung merasa heran ketika dirinya diajak oleh perempuan tersebut pergi jalan-jalan ke kota Novacurve.


“Sudah ikuti saja… Kau kan bilang ingin membantuku kan,” ucap perempuan tersebut, terus mengajak pria itu sambil memegang tangannya.


Pria itu pun hanya bisa terdiam terus ditarik oleh perempuan tersebut, namun disaat merasa sedikit canggung ketika perempuan tersebut terus menggenggam tangannya.


“Ngomong-ngomong aku adalah Neyndra…” Ucap perempuan tersebut, memberitahukan namanya kepada pria itu.


“Apa boleh aku tahu siapa namamu?” Perempuan bernama Neyndra itu kemudian bertanya tentang nama dari pria tersebut.


“Aku Drakon…” Jawab pria itu, memberitahukan namanya.


“Kalau begitu, kau berasal dari clan mana?” Tanya perempuan itu kembali.


Mendengar hal tersebut, pria bernama Drakon itu lantas terkejut, merasa ragu untuk memberitahukan identitasnya lebih detail kepada perempuan bernama Neyndra tersebut.


“Sebenarnya aku bukan merupakan salah satu dari clan api Fuegonia… Aku sebenarnya berasal dari negeri Geracie di benua seberang.” Namun, pria bernama Drakon itu lebih memilih untuk jujur dibandingkan harus menyembunyikan identitasnya kepada perempuan itu.


“Kau bukan dari Fuegonia yah… Walaupun kau sekalipun bukan berasal dari negeri ini, tapi aku tetap akan meganggapmu sebagai salah satu dari kami,” respon perempuan bernama Neyndra tersebut sambil memperlihatkan ekspresi senyuman diwajahnya.


Dengan refeks, Drakon pun langsung tersenyum ketika melihat perempuan bernama Neyndra itu memperlihatkan senyuman kepadanya.


“Ayo… Mau sampai kapan kita berdiam disini.” Neyndra kemudian kembali menarik Drakon untuk berjalan.


Tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika melihat sebuah pesawat mendekat ke kota Fuegonia.


“Sepertinya itu bukan pesawat dari negeri Fuegonia…” Ucap Drakon, langsung mengetahui bahwa pesawat tersebut bukan berasal dari Fuegonia karena melihat sebuah lambang di badan pesawat tersebut, yang berbentuk lingkaran berwarna biru, memiliki tepian tiga warna berbeda, serta dipenuhi bintang-bintang di dalamnya.


“Itu pesawat dari negeri Lightio… Sepertinya peserta turnamen Venerate satu per satu mulai berkumpul,” ucap Neyndra.


“Turnamen Venerate…” Drakon pun nampak menjadi penasaran ketika mendengar Neyndra berkata mengenai sebuah turnamen Venerate.


“Iya… Esok hari di kota ini akan dilaksanakan sebuah turnamen yang akan diikuti oleh para peserta yang berasal dari negeri-negeri di benua ini,” ucap Neyndra, menjelaskannya kepada Drakon.


“Aku menjadi salah satu peserta yang akan mewakili negeri Fuegonia… Drakon, apa mungkin besok hari kau bisa datang menonton turnamen itu?” Lanjut Neyndra, mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu peserta yang ikut serta kedalam turnamen tersebut, sambil memin pria tersebut untuk menontonnya besok.


Dengan refleks, Drakon pun langsung menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia menyetujui permintaan dari perempuan tersebut.


Neyndra pun lantas tersenyum melihat respon dari Drakon, karena merasa senang bahwa pria itu akan menonton turnamen tersebut pada esok hari.


***


“Wah… Jadi ini kota Novacurve itu… Memang tidak terlihat berbeda dengan kota Workyen dan kota Xemico.”


Berpindah di dalam pesawat dari para murid-murid akademi sihir, dimana tampak Zchaira terkesima melihat kota Novacurve dari atas yang didominasi dengan gedung-gedung yang tinggi sama seperti dengan kota Workyen dan kota Xemico di negeri Lightio.


“Walaupun terlihat maju seperti kota Workyen dan Xemico, tapi sebenarnya kota Novacurve ini masih sedikit jauh kalah dibandingkan dengan kedua kota kita yang dipadati oleh para penduduk…” Ucap Haniwa, menjelaskan mengenai kota tersebut kepada Zchaira.


“Namun, kota ini salah satu kota terbesar di negeri Fuegonia ini,” lanjut Haniwa berkata.


“Bocah… Kau tahu banyak juga mengenai kota ini,” respon Flogaz, mendengar penjelasan dari Haniwa.


***


Beberapa saat kemudian, pesawat yang dikemudikan oleh Kral, Illios dan Astrapi mendarat di sebuah lapangan yang luas di dalam kota tersebut.


Tak berapa lama kemudian, satu per satu murid yang akan mengikuti turnamen Venerate serta murid-murid kelas Continent Venerate, mulai keluar di dalam pesawat tersebut.


“Baiklah… Pertama-tama kalian harus mendaftarkan diri dulu ke arena pertandingan yang berada disana bersama dengan Astrapi…” Ucap Illios menyuruh para murid-murid untuk mendaftarkan diri mereka sebagai peserta turnamen ke sebuah arena yang tampak terlihat dari lapangan tersebut.


“Aku dan kakak Kral akan mencari penginapan untuk kalian terlebih dahulu,” lanjut Illios.


“Astrapi… Tolong jaga para peserta kita, termasuk pemimpinnya.” Sebelum pergi meninggalkan mereka, Kral pun berpesan kepada Astrapi untuk menjada kelima murid akademi sihir tersebut, termasuk pemimpinnya yang merupakan Aphrodia.


“Tenang saja kakak… Mereka semua akan aman bersamaku,” respon Astrapi, menyetujui permintaan dari Kral.


Mendengar hal tersebut, Aphrodia pun lantas tersenyum karena mendengar hal tersebut dari Kral.


Setelah berpesan Kral kemudian pergi bersama dengan Illios untuk mencari penginapan bagi para murid-murid akademi.


“Sepertinya kau kembali akrab dengan kakak Aphrodia…” Ucap Illios, menyinggung mengenai hal yang dikatakan oleh Kral sebelumnya.


“Apakah mungkin karena kau mengantarnya kemarin? Aku jadi penasaran sebenarnya kejadian apa yang terjadi diantara kalian berdua tadi malam…” Tanya Illios sambil memperlihatkan sebuah senyuman menyeringai diwajahnya.


“Kau terlalu berpikir berlebihan…” Ucap Kral, merasa heran melihat ekspresi serta pikiran berlebihan dari adiknya tersebut.


***


“Ayo kita pergi kesana,” ucap Astrapi, mengajak kelima murid akademi sihir menuju ke sebuah arena pertandingan yang ditunjuk oleh Illios sebelumnya.


***


Setelah berjalan dari lapangan tersebut, Zchaira dan yang lain pun sampai di depan arena pertandingan tersebut, kemudian masuk ke dalamnya.


Di dalam mereka kemudian datang menemui seseorang yang berada di tempat pendaftaran.


“Selamat siang tuan… Kami berasal dari negeri Lightio yang akan mendaftarkan diri mengikuti turnamen ini,” ucap Astrapi.


“Para Venerate Lightio yah… Kalau begitu silahkan tulis nama-nama peserta kalian yang beranggotakan lima orang Venerate,” ucap orang yang berjaga di tempat pendaftaran tersebut.


Ketika akan menuliskan namanya, tiba-tiba Aphrodia langsung merebut pulpen yang dipegang oleh Astrapi.


“Astrapi… Apa kau lupa bahwa kau sekarang adalah Continent Venerate?” Ucap Aphrodia.


“Mohon maaf kakak, aku lupa bahwa aku tidak boleh mengikuti turnamen ini,” respon Astrapi.


Perempuan itu kemudian mempersilahkan Aphrodia untuk menulis namanya, kemudian dilanjutkan oleh keempat murid akademi sihir yang lain.


Setelah semua selesai menuliskan nama mereka, Zchaira dan yang lain pun kemudian pergi meninggalkan tempat pendaftarann tersebut dan keluar darii arena pertandingan tersebut.


***


“Disamping menunggu kakak Kral dan kakak Illios mencari penginapan, bagaimana jika kita berjalan-jalan terlebih dahulu?” Setelah berada diluar, Astrapi pun langsung menyarankan mereka semua untuk pergi berkeliling kota Novacurve.