The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 147 - Bersiap berangkat



–3 Januari 3025–


Hari pun berganti, keesokan harinya di sebuah lapangan tempat dimana sebuah pesawat di dekat akademi sihir, terlihat Rayvor dan Flogaz sedang bersama dengan Aphrodia telah berkumpul di satu tempat untuk bersiap berangkat ke negeri Fuegonia.


Tak berapa lama kemudian, tampak Haniwa dengan tergesa-gesa datang menemui ketiga murid akademi tersebut.


“Maaf aku terlambat… Apakah kita akan segera berangkat sekarang?” Ucap Haniwa, kemudian bertanya kepada mereka.


“Jangan khawatir… Kami hanya terlalu cepat datang kemari,” balas Aphrodia.


“Untung saja… Kukira aku memang sudah terlambat…” Respon Haniwa, nampak legah ketika mendengar penjelasan dari Aphrodia yang menyatakan bahwa merekalah yang terlalu cepat datang ke tempat tersebut.


“Halo semuanya…” Tiba-tiba anggota terakhir yang akan mengikuti turnamen Venerate, tidak lain merupakan Zchaira datang ke tempat itu menemui rekan-rekannya.


“Eh… Zchaira…” Melihat gadis itu, Rayvor pun langsung terkejut.


“Apa kau juga akan mengikuti turnamen Venerate di negeri Fuegonia?” Tanya Flogaz, yang juga nampak terkejut melihat Zchaira berada di tempat itu.


“Tentu saja… Kakak Aphrodia yang merekrutku kemarin hari,” jawab Zchaira.


Mendengar pernyataan dari gadis tersebut, membuat Rayvor serta Flogaz pun langsung merasa senang sambil memperlihatkan ekspresi senyuman.


Selain kedua pemuda itu merasa senang, tampak Haniwa pun memperlihatkan ekspresi tersenyum sambil perlahan datang mendekati Zchaira.


“Kurasa ini merupakan sebuah jodoh… Akhirnya aku bisa menjalankan sebuah misi bersamamu kakak,” ucap Haniwa, mendekat ke arah Zchaira sambil mempertahankan ekspresi senyumannya.


“Iya… Ini memang pertama kalinya, tapi setidaknya berhentilah berkata secara berlebihan untuk mencoba menggodaku bocah,” balas Zchaira, perlahan-lahan mundur ke belakang, menjauhi anak laki-laki itu.


Ketika mendengar hal tersebut, Flogaz pun langsung bereaksi hingga datang menghampiri anak laki-laki itu sambil menghalanginya untuk mendekati Zchaira.


“Ada yang bisa kubantu bocah?” Tanya Flogaz sambil mencengkram erat pundak Haniwa.


“Flogaz, jangan seperti itu…” Melihat perlakuan Flogaz, Rayvor pun langsung melepaskan tangan adiknya tersebut karena merasa kasihan dengan anak laki-laki tersebut.


“Maaf… Tapi, setidaknya kau harus bersikap lebih sopan pada Zchaira, karena bagaimanapun dia itu lebih tua dari padamu,” ucap Rayvor kepada anak laki-laki itu untuk bersikap lebih sopan kepada Zchaira.


“Aku mohon maaf kakak… Aku janji tidak akan menggoda kakak Zchaira lagi setelah mendapat peringatan darimu.” Haniwa pun langsung menyetujui ucapan dari Rayvor yang nampak serius memperingatinya.


***


Beberapa saat kemudian, setelah mereka masih menunggu di tempat itu, tiba-tiba para murid-murid Continent Venerate, yang tidak lain merupakan Kral Illios dann Astrapi, datang ketempat tersebut bersama dengan Anelsa, salah satu tetua akademi sihir.


“Sepertinya kalian sudah bersemangat ingin berangkat kesana,” ucap Anelsa.


“Salam nyonya Anelsa… Benar sekali, kami tinggal menunggu pengemudi pesawat saja untuk berangkat kesana,” balas Aphrodia, menyapa tetua akademi itu, serta menjelaskan mengapa mereka masih menunggu di tempat itu.


“Kalau begitu, kalian sekarang akan segera berangkat, karena para pengemudinya sudah datang kemari,” ucap Anelsa.


Mendengar hal tersebut, membuat Aphrodia beserta yang lain pun nampak kebingungan karena mereka hanya melihat tetua akademi tersebut, bersama dengan tiga murid Continent Venerate yang bersamanya, sedangkan pegemudi pesawat yang dikatakan oleh wanita itu tidak berada di tempat itu.


“Mereka ada dimana nyonya Anelsa?” Tanya Aphrodia, merasa penasaran sambil melihat ke sekitaran untuk mencari keberadaan dari pengemudi pesawat.


“Tentu saja itu adalah kami kakak…” Jawab Illios, menyatakan bahwa dirinya bersama dengan Kral dan Astrapi yang akan membawa pesawat menuju ke negeri Fuegonia.


“Mereka akan mengantar kalian menuju ke negeri Fuegonia, beserta akan menjadi pengawal kalian saat mengikuti turnamen Venerate tersebut,” ucap Anelsa, menjelaskannya kepada Aphrodia dan para murid yang lain.


“Benarkah seperti itu?” Tanya Aphroda sekali lagi.


Kral, Illios serta Astrapi kemudian secara bersamaan menganggukkan kepala mereka, merespon bahwa hal tersebut memang benar adanya.


Aphrodia serta keempart murid yang lain pun nampak terkejut, karena tidak menyangka bahwa tiga Venerate tingkat atas akan menuntun mereka ke negeri Fuegonia untuk mengikuti turnamen Venerate disana.


“Kalau begitu, lebih baik kalian segera berangkat kesana,” ucap Anelsa, menyuruh semuanya untuk segera berangkat.


Setelah mendengar ucapan tetua akademi itu, semuanya pun langsung berjalan mendekat ke pesawat yang berada di tempat itu.


“Zchaira…!” Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil Zchaira.


Ketika mereka semua menoleh ternyata Megathirio terlihat berlari mendekati mereka sambil melambaikan tangannya.


Hal tersebut langsung membuat para murid akademi pun sejenak mengurungkan niatnya mereka terlebih dahulu untuk masuk ke dalam pesawat tersebut.


“Ada apa kakak?” Tanya Zchaira, penasaran melihat saudaranya tersebut datang menemuinya yang akan segera berangkat ke negeri Fuegonia.


“Kau tidak bilang bahwa kau ternyata sudah berhasil mencapai tingkatan District Venerate… Padahal dari tadi aku mencarimu untuk memberikan selamat kepadamu,” jawab Megathirio.


“Eh… Maaf jika aku belum mengatakan hal itu kepadamu.”


“Kau sudah berhasil naik ke tingkatan District Venerate… Bagaimana bisa? Bukankah saat penentuan tingkatan kekuatan dua hari yang lalu kau masih berada di tingkatan Division Venerate,” ucap Rayvor, nampak terkejut mendengar hal tersebut.


Begitu juga dengan Flogaz serta Haniwa, yang nampak terkejut mendengar bahwa gadis tersebut kini telah berada di tingkatan district Venerate.


“Kemarin saat kakak Aphrodia menemuiku, dia tiba-tiba mengajakku ke aula tempat para murid-murid akademi sihir mengetes tingkatan kekuatan mereka…”


“Ketika kakak Aphrodia menyuruhku untuk mengetes tingkatan kekuatanku, akupun berhasil mencapai tingkatan District Venerate, dan disaat itu para tetua akademi serta murid-murid kelas Continent Venerate datang ke dalam aula itu,” ucap Zchaira, menjelaskannya kepada para murid yang belum mengetahui hal tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari tersebut, Megthirio, Rayvor, Flogaz serta Haniwa pun satu per satu langsung memberikan selamat kepada Zchaira.


“Darimana kau mengetahui bahwa aku telah mencapa tingkatan District Venerate?” Tanya Zchaira, penasaran.


“Aku mendengarnya dari tuan Juanrigo, saat menemuinya… Dia mengatakan bahwa kemarin dirinya sempat merasakan tekanan kekuatan di dalam akademi sihir, kemudian bergegas pergi ke aula tersebut,” jawab Megathirio, mengetahui hal tersebut dari salah satu tetua akademi sihir.


“Ngomong-ngomong, kau sekarang adalah murid kelas Land Venerate… Kenapa kau tidak mengikuti turnamen ini?”


“Sebenarnya kakak Aphrodia pertama kali bertanya kepadaku, tapi aku menolaknya karena memiliki sebuah janji untuk melakukan sesuatu.”


“Memangnya janji apa itu?”


“Ehh… Nanti saja aku ceritakan jika kau sudah kembali dari negeri Fuegonia.”


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Megathirio, Zchaira sontak merasa penasaran dengan janji yang akan ditepati oleh kakaknya tersebut.


Berbeda hal dengan Rayvor dan Flogaz, yang nampak mengetahui janji yang akan dilakukan oleh perempuan itu, dimana mereka terlihat saling menatap kemudian memberikan kode masing-masing.