The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 10 - Vampireman menemukan Zchaira



“Mengincarku…? Maksudmu mengincar desaku?” Tanya Zchaira, masih belum paham dengan penjelasan dari Rayvor.


“Tidak, mereka datang untuk mengincarmu… Alasan sebenarnya mengapa wilayah pedalaman utara ini terisolasi bukanlah takut akan ancaman para bangsa Vampireman, tapi untuk menyembunyikanmu mereka, yang berusaha untuk mengincar kekuatan yang ada padamu,” ucap Rayvor menjelaskan hal tersebut lebih detail agar gadis itu paham.


Zchaira nampak terkejut mendengar penjelasan tersebut, hingga membuat gadis itu pun terdiam sejenak.


“Bagaimana mungkin wilayah ini terisolasi hanya karena untuk melindungiku? Sebenarnya kekuatan macam apa yang ada pada diriku, sehingga ras campuran itu ingin mengincarnya?” Ucap gadis itu, nampak bertanya-tanya.


“Maafkan aku Zchaira, aku tidak mengetahui pasti detailnya. Kau akan mengetahui segalanya setelah kita pergi dari tempat ini,” ucap Rayvor.


Pemuda itu itu kemudian menarik tangan Zchaira lagi untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka.


***


Disaat yang bersamaan, para Vampireman dan clan Bridgehunts akhirnya sampai di depan desa.


Kedatangan mereka sontak langsung disambut oleh para warga, dengan langsung menyerang mereka tanpa basa-basi.


Kali ini, clan Bridgehunts yang sebelumnya belum melakukan apa-apa setelah masuk ke dalam wilayah pedalaman tersebut akhirnya menunjukkan kemampuan mereka dengan menyerang balik para warga, menggunakan serangan proyeksi energi sihir mereka.


“Akh…” Satu per satu dari para warga pun seketika tumbang hingga tak berdaya karena kekuatan sihir mereka tidak cukup kuat untuk mengimbangi kekuatan sihir dari clan tersebut.


Namun, tiba-tiba Timonar, tetua desa mereka muncul dan langsung menyerang sebagian besar anggota clan Bridgehunts tersebut hingga tak berdaya.


Hayliver sebagai pemimpin mereka pun tidak tinggal diam, dengan cepat pria itu langsung menyerang Timonar, hingga mereka berdua pun seketika saling melancarkan serangan, dan menghindari serangan satu sama lain.


“Kurasa kali ini, kita biarkan dulu clan Bridgehunts menyerang mereka,” ucap Silvan.


Sedangkan para Vampireman yang tidak melakukan apa-apa, dengan santainya menyaksikan pertarungan dari kedua orang tersebut.


***


Di dalam hutan, Rayvor yang menuntun Zchaira untuk keluar dari wilayah tersebut tiba-tiba menghentikan langkahnya setelah melihat Joker, Vampireman yang berusaha mengejarnya tadi seketika berada di depan mereka berdua.


“Wah… Wah… Aku tidak menyangka saat mengikuti pemuda itu, akhirnya aku menemukanmu gadis kecil,” ucap Joker dengan memasang ekspresi menyeringai.


*


“Sial…” Umpat Rayvor dalam hati, terkejut melihat Vampireman itu.


**


“Zchaira, cepat lari dari sini, aku akan menahannya.” Rayvor pun langsung menyuruh perempuan tersebut untuk pergi dari tempat itu, sementara pemuda itu menahan pergerakkan Vampireman yang berada dihadapannya.


“Tapi, bagaimana denganmu?” Tanya Zchaira.


“Jangan khawatirkan aku…”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tia-tiba Joker bergerak dengan cepatnya langsung berada tepat dihadapan pemuda itu.


“Akh…” Tanpa pikir panjang, Vampireman itu langsung menyerang dengan mengibaskan tangannya hingga Rayvor pun terhempas menabrak pohon.


“Ukh…” Vampireman itu lalu mencekik leher Zchaira dan gadis itu lebih tinggi.


“Fiamma sillabare…”


“Ukh…” Mendadak sebuah serangan proyeksi elemen api meluncur ke arah Joker hingga membuat cengkraman tangannya pada leher Zchaira seketika terlepas.


Vampire itu lalu menatap Rayvor dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Hei, kau mau melawanku?” Ucap Joker dengan tatapan tajam pada pemuda itu.


*


“Sial… Vampireman itu sepertinya setarah dengan ayah,” gumam Rayvor dalam hati, merasa tertindas oleh tekanan kekuatan dari Vampireman tersebut.


**


“Jangan coba-coba kau sentuh dia.” Rayvor kembali berdiri dan bersiap melawan Vampireman yang berada di depannya tersebut.


***


“Hayliver, kau sudah salah besar mengikuti perkataan dari para ras campuran itu,” ucap Timonar.


“Untuk apa aku harus mempercayai perkataan dari seorang pembangkang sepertimu,” balas Hayliver.


“Kau tidak tahu bahwa alasan utama wilayah ini terisolasi karena untuk melindungi gadis pemegang kekuatan makhluk suci, dari ancaman mereka yang mau mengincarnya.”


“Gadis pemegang kekuatan makhluk suci? Apa maksudmu?” Hayliver pun nampak terkejut mendengar ucapan Timonar.


“Uakh…!” Namun, baru saja menjelaskan hal tersebut, tiba-tiba Silvan meluncurkan serangan proyeksi elemen api berwarna biru, menyerang tetua desa tersebut hingga tak sadarkan diri.


“Hei, sekarang aku tahu niat busuk kalian. Pantas saja sebelumnya kau menyerang orang-orangku, dan bahkan berusaha untuk menyerangku juga,” ucap Hayliver dengan tatapan tajam pada Vampireman tersebut.


“Akhirnya kau mengetahuinya… Tidak ada alasan lagi untuk membiarkan kau hidup sekarang.” Ucap Silvan, yang seketika langsung melancarkan serangan proyeksi elemen apinya ke arah Hayliver.


“Fiamma sillabare…” Hayliver membalas serangan tersebut dengan serangan elemen apinya juga.


Serangan tersebut saling bertabrakkan hingga menciptakan ledakan yang cukup besar. Hayliver pun sedikit terhempas setelah menerima serangan tersebut.


“Semuanya, serang mereka…” Hayliver kembali berdiri, dan sontak memerintahkan semua anggota clannya yang tersisa untuk menyerang para Vampireman.


Para clan Bridgehunts dibantu dengan para warga yang tersisa seketika langsung menyerang para Vampireman.


Sedangkan ketua clan mereka, Hayliver berusaha keras keras mengimbangi kekuatan Silvan yang berada satu tingkat di atasnya. Pria itu menyerang Silvan sambil tetap mengantisipasi kemampuan berpindah tempat dalam sekejap dari Vampireman tersebut.


Hayliver semakin tersudut ketika Edana datang membantu Silvan melawan pria itu. Dia tidak bisa lagi mengimbangi kekuatan kombinasi dari kedua Vampireman tersebut, hingga membuatnya menjadi tak berdaya lagi.


Disaat pria itu akan diakhiri oleh Silvan, tiba-tiba Lucierence datang, dan langsung menyerang Silvan bersamaan dengan Edana hingga keduanya pun terhempas.


“Sial… Ternyata kau masih bisa bertahan,” umpat Silvan, terkejut melihat Lucierence berada di hadapannya.


Tak menggubris kata dari Silvan, Lucierence pun maju dengan cepat mendekatinya, langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi.


Dalam sekejap, Silvan menghilang dan tiba-tiba di atas pria itu. Vampireman tersebut kemudian melancarkan serangan elemen apinya.


Namun, Lucierence yang sudah menduganya seketika memunculkan sebuah lingkaran sihir, menepis serangan elemen api tersebut.


“Fiamma sillabare…” Lucierence langsung melancarkan serangan elemen api balasan pada hingga Vampireman tersebut terhempas leboh jauh ke atas.


Dengan satu lompatan yang kuat Lucierence seketika mendekati Silvan.


“Fulmine sillabare… Slashes of death…” Pria itu kemudian melancarkan sebuah serangan tebasan elemen petir hingga Vampireman itu terhempas ke sisi lain.


***


“Haah… Haah…”


Sementara itu, Rayvor tampak telah mencapai batasnya melawan Joker yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari dibandingkan dengannya.


Tidak kuat berdiri lagi, pemuda tersebut seketika jatuh terkapar dihadapan Vampireman itu.


Belum puas melihat Rayvor telah tak berdaya dihadapannya, Joker tiba-tiba mengeluarkan kobaran api biru dari tangannya, dan membentuknya menyerupai sebuah pisau.


Seketika Vampireman itu menganyunkan tangannya ke arah pemuda tersebut.


Namun, Zchaira tiba-tiba bergerak menghalangi Joker, hingga serangan yang dilancarkan Vampireman itu mengenai gadis tersebut.


Zchaira tersadar kini melihat tangan Vampireman itu telah menembus jantungnya.


“Zchaira…!” Dengan berusaha keras, walau dalam kondisi yang lemah, Rayvor kembali berdiri menghampiri Zchaira, yang telah terkapar tersebut.


Dengan panik Rayvor mengeluarkan energi sihirnya mencoba untuk menyembuhkan gadis itu.


Namun, usaha pemuda tersebut percuma karena luka yang diterima oleh gadis itu sangatlah parah.


Perlahan-lahan mata gadis itu mulai tertutup dan kehilangan kehilangan kesadarannya.