The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 12 - Merasa dekat



Di sisi lain, pertarungan antara Lucierence dan Silvan menjadi semakin sengit. Lucierence yang sebelumnya bisa membuat Vampireman itu tersudut, kini mulai kehabisan tenaga sehingga membuat Vampireman itu dapat mengimbangi kekuatannya.


Silvan tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Lucierence. Kali ini Vampireman itu melancarkan serangan proyeksi api birunya hingga Lucierence pun terhempas.


Melihat sebuah peluang Silvan kembali berpindah tempat dengan sekejap ke hadapan Lucierence, namun Lucierence yang masih belum menyerah dengan keadaannya, dengan sigap mengangkat kakinya melancarkan serangan proyeksi elemen api ke arah wajah Vampireman tersebut.


Keduanya tampak tidak mau menyerah, secara bergantian mereka melancarkan serangan, berharap salah satu diantara mereka akan mengalami kekalahan.


Edana dan Hayliver yang sedang berhadapan sontak menghentikan pertarungan mereka ketika melihat dua Continent Venerate itu terus bertarung sampai ambang batas.


“Hei Vampireman, setelah tiga puluh tahun berlalu, akhirnya kau bisa mengimbangiku juga,” ucap Lucierence.


“Heh… Kau juga masih kuat seperti yang dulu,” balas Silvan.


Setelah memuji kemampuan satu sama lain, Lucierence maupun Silvan kembali saling melancarkan serangan mereka lagi.


Silvan memunculkan proyeksi elemen api biru dari tangannya, yang kini tampak lebih besar dari sebelumnya.


Lucierence pun tidak mau kalah, pria itu juga memunculkan kobaran api dari tangannya, yang tak kalah besar dari api milik Silvan.


Tiba-tiba Joker terhempas ketika keduanya baru saja akan maju hendak melancarkan serangan mereka masing-masing.


Joker yang terkpar di depan Lucierence dan Silvan seketika tak sadarkan diri.


Baik kedua pria itu maupun yang lainnya nampak kebingungan mengapa Vampireman itu terhempas, dan siapa yang menyerangnya.


Tak lama kemudian kebingungan mereka akhirnya terjawab saat melihat Zchaira muncul ditempat itu, dengan memancarkan proyeksi energi berwarna biru dari tubuhnya.


“Jadi gadis itu sudah bisa menggunakan kekuatannya yah…” Ucap Silvan.


Dalam sekejap mata Vampireman itu menghilang dan muncul tepat dibelakang Zchaira, sambil melancarkan serangan kepalan apinya pada gadis tersebut.


Entah apa yang terjadi, gadis itu dengan mudah dapat menghindari ayunan serangan dari Vampireman itu.


Dengan sigap juga gadis itu seketika melancarkan serangan pada Silvan, hingga menghempaskan Vampireman tersebut ke jarak yang cukup jauh.


Lucierence pun nampak bingung melihat gadis itu dengan mudah menyerang dua Vampireman Continent Venerate tersebut.


“Berani-beraninya kalian menyakiti orang-orang desaku,” ucap Zchaira nampak kesal melihat beberapa warga desa sudah tak sadarkan diri akibat mengalami kekalahan saat melawan para Vampireman sebelumnya.


“Sekarang kalian akan merasakan kekuatan yang kalian incar ini.”


Gadis itu seketika berlari ke arah Silvan dan melompat, hendak melancarkan sebuah serangan.


Akan tetapi pancaran energi biru dari tubuhnya tiba-tiba menghilang, sehingga membuat gadis itu jatuh terkapar.


Akibatnya Zchaira menjadi lemas tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya lagi.


Melihat hal tersebut, Silvan dengan cepat berdiri dan mendekati gadis itu. Dia kembali memunculkan kobaran api biru dari salah satu tangannya sambil memasang ekspresi menyeringai.


“Sial…” Lucierence yang melihat Vampireman itu akan menyerang Zchaira, seketika bergerak.


Dia dengan tepat waktu menghalangi serangan Silvan yang akan ditujukan kepada Zchaira menggunakan proyeksi lingkaran sihirnya.


“Fiamma sillabare…”


Lucierence menyerang balik Silvan, menghempaskan Vampireman itu kemudian mengangkat Zchaira menjauh dari tempat itu.


“Akh…” Tiba-tiba Lucierence menerima serangan proyeksi api biru, hingga membuat Zchaira terlepas dari pegangannya.


Ternyata serangan proyeksi api tersebut berasal dari Joker yang kembali pulih setelah sebelumnya menerima serangan dari Zchaira.


“Hei, gadis kecil ternyata seranganmu masih memiliki kelemahan juga… Kali ini tidak ada keberuntungan untukmu lagi,” ucap Joker nampak kesal sambil dia memunculkan kobaran api biru dari salah satu tangnnya, bersiap untuk menyerang Zchaira yang berada di depannya.


Lucierence yang sudah memaksakan dirinya saat Silvan melawan sebelumnya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah menerima serangan Joker.


Begitu juga dengan Hayliver yang sedang sibuk berhadapan dengan Edana, tidak bisa bergerak ke arah Zchaira karena terus-terusan dihalangi oleh Vampireman perempuan itu.


“Zchaira…!” Bahkan Rayvor yang baru saja datang ke tempat itu hanya bisa berteriak melihat Joker akan melancarkan serangannya.


Walaupun melancarkan serangannya, namun Rayvor tidak memiliki waktu yang cukup untuk bisa mendahului Vampireman tersebut.


Joker pun akhirnya melancarkan serangan proyeksi elemen api birunya, yang langsung menyelimuti gadis tersebut.


Hingga api tersebut lenyap, Zchaira sudah tidak bersisa lagi.


Rayvor, Lucierence, Hayliver, yang melihat hal tersebut nampak terkejut. Bahkan Timonar yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya bisa menyesal melihat Zchaira seketika lenyap dengan serangan Vampireman tersebut.


“Untung saja aku tepat pada waktunya…” Mendadak seorang pria muncul di tempat itu sambil menggendong Zchaira di tangannya.“Aku sebenarnya sudah mengetahui maksud saat kedatangan awal kalian ke negeri ini,” lanjut pria itu berkata.


Lucierence seketika tersenyum melihat pria tersebut muncul dan langsung menolong Zchaira tepat pada waktunya.


Pria itu sendiri merupakan Hefaistos Silkbar, pemimpin tertinggi negeri Lightio yang sebelumnya memerintahkan Lucierence pergi ke wilayah pedalaman utara tersebut. Dia juga sebenarnya merupakan ayah kandung dari Zchaira, yang bahkan belum pernah dilihat oleh gadis itu dalam enam belas tahun terakhir usianya.


“Siapa kau?” Tanya Zchaira pada pria itu.


Pria bernama Hefaistos itu hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan dari Zchaira.


Zchaira sedikit terkejut melihat pria itu nampak mirip dengannya. Walau baru pertama kali melihat pria tersebut, namun Zchaira seperti merasa dekat dengannya, layaknya memiliki sebuah hubungan dengan pria itu.


“Tunggu disini nak…” Dia kemudian menurunkan Zchaira, lalu berjalan mendekati Lucierence, membantu pria itu untuk berdiri.


“Terima kasih sudah mengulur waktu… Kau istirahat saja, biar aku yang menangani hal ini,” ucap Hefaistos.


**


“Hefaistos Silkbar…” Ucap Silvan nampak terkejut melihat pemimpin negeri Lightio berada di tempat itu.


**


“Dimana Artemis?” Tanya Hefaistos pada Lucierence.


“Dia hilang setelah menerima teknik dari salah satu Vampireman tersebut,” jawab Lucierence.


**


“Joker…” Seketika Silvan memanggil anaknya, mengisyaratkan untuk menyerang pria yang baru saja datang tersebut.


Sontak kedua Vampireman itu langsung menghilang dan muncul dihadapan Hefaistos secara bersamaan.


Hefaistos memasang ekspresi yang santai, walau melihat kedua Vampireman itu hendak melancarkan serangan kepadanya.


Mendadak sebuah lingkaran sihir muncul, hingga serangan dua Vampireman itu tidak bisa mengenai pria yang berada di depan mereka.


Silvan bersamaan dengan Joker seketika melompat kebelakang untuk mengantisipasi serangan yang nantinya akan dilancarkan oleh Hefaistos, jika mereka masih berada di jarak yang dekat dengan pria itu.


Baru saja mereka menginjakan kaki ke tanah, tiba-tiba sebuah lingkaran sihir muncul tepat dibawah mereka.


Silvan dan Joker langsung menyadari bahwa lingkaran tersebut merupakan sebuah jebakan seperti yang pernah dilakukan oleh Artemis sebelumnya.


*


“Eh… Kenapa ini?” Silvan tampak terkejut tidak bisa menggerakan kakinya ataupun bertelepostasi dari tempat berpijaknya.


**


Begitu juga dengan Joker yang terkejut mengalami hal yang sama seperti ayahnya tersebut.


“Sekali masuk ke dalam lingkaran sihir itu, kalian tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi, termasuk menggunakan teknik teleportasi kalian,” ucap Hefaistos.