
Saat teknik sihir Rayvor telah berhasil diaktifkannya, pemuda itu kemudian dengan sigap mengakses kekuatan dari tombak senjata sucinya hingga memancarkan proyeksi elemen petir, yang membuat pergerakannya pada saat yang bersamaan menjadi sebanding dengan Goblinman yang sedang dilawan olehnya.
Rayvor dan Stix pun saling melancarkan serangan dengan kecepatan tinggi tepat di dalam kepungan kabut tebal di permukaan tengah arena tersebut.
Baik Rayvor maupun Stix sama-sama seimbang dalam pertarungan kali ini, masing-masing dari mereka saling melancarkan serangan proyeksi energi, dan tidak ada satupun dari serangan yang dilancarkan dapat mengenai, ataupun memberikan efek yang berarti bagi mereka satu sama lain.
**
Disamping itu Relnis, peserta ras Tritonman dari tim Mormist yang telah mengaktifkan kemampuan observasi untuk melihat lawannya di balik kabut yang tebal tersebut, tampak berkonsentrasi untuk melancarkan sebuah serangan yang besar.
Dengan memasang kuda-kuda, ras Tritonman tersebut pertama-tama memproyeksikan kekuatannya menjadi gumpalan elemen air, kemudian dengan membentuknya menjadi layaknya sebuah tongkat trisula.
Layaknya sebuah benda yang padat, elemen air berbentuk tongkat trisula itu kemudian dipegangnya. Masih belum puas, Relnis kemudian menyalurkan energi, hingga tongkat trisula air itu pun bercahaya dilapisi oleh proyeksi energi miliknya.
Relnis mengambil ancang-ancang, mengangkat tongkat trisula yang terbentuk dari elemen air tersebut ke atas, lalu dengan cepat langsung meluncurkannya ke arah Rayvor dan Stix yang tengah saling berhadapan.
Ketika tongkat trisula elemen air tersebut meluncur, kabut tebal yang dilewati sontak lenyap, terserap masuk ke dalamnya.
**
Sementara itu, Rayvor yang tengah berhadapan dengan Stix, saling melancarkan serangan proyeksi tiba-tiba merasakan sesuatu meluncur dari arah belakangnya.
Tanpa pikir panjang, pemuda itu dengan lincah melompat, memutar badannya melewati luncuran serangan yang dilancarkan oleh Relnis ke arahnya.
Dalam sepersekian detik, Rayvor mengacungkan tombak senjata sucinya, menyalurkan proyeksi elemen petir pada serangan yang dilancarkan oleh Relnis.
“Uakh…!” Dalam sepersekian detik juga, Stix yang sebelumnya berada di depan Rayvor sebelumnya, sontak menerima serangan elemen air, ditambah oleh proyeksi elemen petir milik Rayvor, hingga menghempaskannya, menabrak dinding arena dengan keras.
Stix pun terkapar ke permukaan tengah arena, kemudian tak sadarkan diri. Akibat hal tersebut membuat Goblinman itu pun menjadi peserta kedua yang tumbang dalam pertandingan tersebut, menyisakan Rayvor dan ras Tritonman bernama Relnis, yang harus saling berhadapan satu melawan satu untuk menentukan siapa yang menjadi pemenangnya.
Setelah kabut tebal yang berada di permukaan tengah arena tersebut lenyap, pandangan Rayvor kemudian tertuju pada Relnis.
Dengan sigap, pemuda itu mengakses kembali kekuatan dari tombak senjata sucinya, hingga membuat tubuhnya kini memancarkan proyeksi elemen petir yang cukup besar.
Dengan cepat Rayvor pun meluncur ke arah Relnis kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir.
Dalam sekejap, Relnis pun mengakses kekuatannya, menciptakan kembali tongkat trisula dari elemen air.
Relnis menghindari serangan proyeksi elemen petir dari Rayvor, kemudian meluncur ke arah pemuda itu sambil mengayunkan tongkat trisula elemen air tersebut.
Tiba-tiba Rayvor pun terkejut ketika hendak menepis ayunan serangan Relnis, tombak senjata sucinya seketika bertabrakan dengan tongkat trisula elemen air dari ras Tritonman itu, layaknya merupakan sebuah benda yang padat.
“Ukh…” Relnis pun memanfaatkan ekspresi terkejut Rayvor dengan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen air bertekanan tinggi, hingga pemuda itu terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Saat terkapar, Rayvor dengan cepat berdiri, dan langsung menghindari serangan ayunan tongkat trisula elemen air Relnis.
Dengan sigap, Rayvor melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah Tritonman tersebut.
“Apa?” Akan tetapi, pemuda itu lantas terkejut, melihat Relnis yang menerima serangannya, terlihat baik-baik saja, dan kini memancarkan proyeksi elemen petir sama seperti dirinya.
**
“Sebenarnya mereka tidak memiliki kemampuan itu… Ras Tritonman terkenal dengan kekuatan fisik mereka karena mampu menyerap serangan proyeksi dari musuh mereka…” Jawab Artemis.
“Kau juga harus tahu bahwa ras Tritonman masih serumpun dengan bangsa Geracian yang mendiami wilayah selatan benua Gereune, serta benua disekitarnya, dimana tubuh mereka sendirilah yang menjadi wadah dari sebuah kekuatan layaknya sebuah senjata suci,” lanjut Artemis berkata, menjelaskan mengenai fakta dari ras Tritonman yang diketahuinya.
**
Kembali pada pertarungan antara Rayvor dan Relnis, dimana pemuda tersebut tampak menyerang Relnis dengan mengayunkan tombaknya karena mengerti bahwa serangan proyeksi tidak akan mempan untuk ras keturunan campuran yang dilawannya tersebut.
Relnis pun meladeni serangan yang dilancarkan oleh Rayvor dengan langsung menepisnya menggunakan tongkat trisula elemen air yang layaknya seperti benda padat tersebut.
“Akh…” Ketika Rayvor mulai kewalahan terus melancarkan serangannya, ditambah juga bahwa keadaannya yang memang telah melemah akibat melawan dua peserta sebelumnya, membuat pergerakannya mulai melambat, dan akhirnya mampu dicekik erat oleh Relnis.
Rayvor yang sulit bernafas ketika dicekik, lantas mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Relnis dari lehernya, namun hal tersebut sangat sulit sulit untuk dilakukannya akibat kekuatan fisik dari ras keturunan campuran tersebut, serta keadaannya yang telah melemah.
“Waktunya kita mengakhiri ini…” Ucap Relnis.
Tritonman itu kemudian mengangkat tongkat trisula elemen air miliknya, lalu menyalurkan proyeksi elemen petir yang memancar dari tubuhnya.
“God ocean… Savage trident…”
“Uakh…!” Saat Relnis meluncurkan tongkat trisula elemen air yang memancarkan proyeksi elemen petir pada Rayvor, dalam sekejap pemuda itu langsung terhempas dengan cepat, dan menabrak dinding arena dengan kerasnya.
Rayvor jatuh terkapar ke tengah arena, dan seketika tak sadarkan diri, membuat Zchaira serta para anggota tim Lightio pun terkejut, tidak menyangka bahwa pemuda itu akan dikalahkan oleh Relnis.
**
“Sial…” Umpat Flogaz dengan kesalnya melihat kekalahan dari Rayvor, saudaranya.
“Padahal kukira kakak Rayvor akan memenangkan pertandingan ini…” Sambung Zchaira, yang disamping itu tampak mengkhawatirkan keadaan dari Rayvor.
**
Setelah kekalahan Rayvor, membuat Relnis pun secara langsung menjadi pemenang dari pertandingan tersebut. Dan tak berapa lama kemudian wasit pun datang memasuki tengah arena untuk mengumumkan pemenang dari pertandingan tersebut.
“Pemenangnya adalah Relnis Borexath dari tim Mormist…” Ucap sang wasit.
Setelah informasi tersebut diumumkan, layar yang berada di arena turnamen itu kembali menampilkan perolehan poin dari seluruh tim yang ada.
Lightio (5), Vielass (5), Mormist (5), Machora Tira (4), Asmir (2), Fuegonia (1), Neodela (1), Cielas (1).
**
“Walaupun Rayvor tidak menjadi pemenang dalam pertandingan ini, namun tim Lightio berhasil menyamakan poin dengan tim Vielass,” ucap Artemis, melihat perolehan poin yang sama dari tim para murid akademi dengan tim negeri Vielass.
***
“Jika saja Horner bisa bertahan sedikit lagi, pasti kita bisa mengungguli tim Lightio walau hanya satu poin saja,” ucap anggota ras Gnomeman dari tim Vielass.