
“Sial…”
Masih baik-baik saja, anak laki-laki itu dengan cepat kembali berdiri, kemudian berlari ke arah tiga Venerate tingkat atas Machora Tira.
**
“Nyonya Aelacia biar aku saja…” Ucap Continent Venerate Lamiaman bernama Alexei, maju lebih ke depan, meminta agar dirinya saja yang akan menangani anak laki-laki itu.
**
Sambil mengakses kekuatannya, hingga salah satu kakinya memancarkan pancaran kobaran api, anak laki-laki itu kemudian melompat ke arah Lamiaman yang sedang berada di hadapannya.
“Flame martials…”
Anak laki-laki itu meluncurkan salah satu kakinya yang memancarkan kobaran api ke arah Alexei yang dengan santai menanti serangan tersebut sambil tersenyum menyeringai.
Seketika Lamiaman tersebut langsung mencengkram kaki anak laki-laki itu, tanpa perduli pada kobaran api yang memancar ke arahnya.
“Hei bocah… Jika kau ingin menghentikan kami, setidaknya panggil ayahmu itu… Asalkan kau tahu, kami bahkan bisa saja menghabisi semua Venerate yang berada di kota ini,” ucap Alexei, mengancam anak laki-laki yang bertindak nekat tersebut dengan ekspresi serius.
“Akh…” Cengkraman tangan Lamiaman itu pun semakin kuat hingga anak laki-laki itu merasakan sakit pada kaki yang sedang dicengkeram.
Dalam keadaan diangkat oleh Alexei, anak laki-laki itu mencoba menyerang dengan memproyeksikan serangan elemen api, namun dengan mudah mampu dihindari oleh Lamiaman tersebut.
“Sepertinya kau memang belum mengetahui bahwa kami memang bukanlah tandinganmu…”
Merasa kesal, Alexei pun megakses kekuatannya, hingga salah satu tangannya memancarkan proyeksi energi berwarna merah, yang hendak dilancarkannya ke arah anak laki-laki yang sedang dicengkeram olehnya.
**
“Tunggu dulu… Itu kan teknik khusus mereka…” Ucap Astrapi, nampak terkejut melihat Alexei memproyeksikan pancaran energi berwarna merah dari salah satu tangannya, membuat perempuan itu merasakan bahwa anak laki-laki dari clan Drown tersebut memang benar-benar berada di dalam bahaya.
**
“Bocah… Rasakan penyiksaan yang sebenarnya…”
Alexei dengan sigap mengangkat anak laki-laki yang sedang dicengkramnya lebih ke atas, kemudian melancarkan salah satu tangannya yang memancarkan pancaran energi merah, tepat ke arah jantung anak laki-laki tersebut.
“Ukh…”
Akan tetapi, Astrapi tiba-tiba muncul dengan menggunakan kemampuan pergerakan berkecepatan tinggi, menepis tangan Lamiaman tersebut, kemudian langsung melancarkan sebuah tendangan yang kuat, hingga membuat Alexei terhempas bersamaan dengan dua Venerate tingkat atas Machora Tira yang berada di belakangnya. Disaat yang bersamaan juga, cengkraman tangan Alexei sontak terlepas hingga membuat Astrapi langsung menangkap anak laki-laki tersebut, lalu melompat ke arah belakang untuk menjaga jarak dengan para Venerate Machora Tira.
**
“Sialan…” Umpat Alexei, tidak menyangka bahwa ada seorang Venerate yang akan menyelamatkan anak laki-laki tersebut.
Dia kemudian berdiri bersama dengan salah satu rekannya, ras Harphyman, kemudian membantu Aelacia berdiri.
**
“Adik… Apa kau baik-baik saja?” Tanya Astrapi sambil membantu anak laki-laki tersebut untuk berdiri.
“Kau kan, pelayan di kediaman kami…” Ucap anak laki-laki tersebut, sontak terkejut melihat Astrapi datang menolongnya, yang diketahuinya merupakan seorang pelayan di kediaman clan Drown.
“Iya… Mungkin kau hanya mengetahui tentang hal itu… Namun, kau belum mengetahui siapa aku sebenarnya…”
**
“Wah… Wah… Sepertinya seorang gadis yang mirip dengan Artemis bahkan Lethis datang untuk menolong anak malang itu…” Ucap Aelacia, melihat wajah Astrapi yang memang mirip dengan dua Venerate yang disebutnya.
“Alexei… Lovarge… Sepertinya kalian harus sedikit serius karena gadis itu memiliki kekuatan yang setara dengan kalian,” lanjut Aelacia, memerintahkan kedua Continent Venerate Machora Tira untuk serius menghadapi Astrapi yang berada di depan mereka.
Mendengar perintah tersebut, Alexei beserta Lovarge dengan sigap langsung meluncur ke arah Astrapi, sembari Astrapi sendiri langsung mengakses kekuatan sihir miliknya.
“Fiamma sillabare…”
Astrapi melancarkan serangan proyeksi elemen api, membuat Lovarge dengan sigap bergerak lebih cepat kemudian melancarkan serangan elemen angin, yang membuat serangan Astrapi dala sekejap lenyap.
Disaat bersamaan, Alexei langsung memanfaatkan keadaan tersebut dengan mengayunkan salah satu tangannya yang memancarkan proyeksi energi berwarna merah ke arahnya Astrapi, sama seperti serangan yang dilancarkan oleh Lamiaman tersebut ke pada anak laki-laki yang sebelumnya.
“Uwah…” Untung saja Astrapi langsung mengandalkan refleksnya hingga mampu menghindari serangan dari Lamiaman tersebut.
Akan tetapi, Alexei tetap bersikeras melancarkan serangannya, hingga membuat Astrapi harus menghindarinya dengan bergerak ke arah belakang.
“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…”
Astrapi pun langsung menciptakan perisai proyeksi, namun karena disaat Alexei mengibaskan tangannya, perisai proyeksi tersebut dalam sekejap hancur.
Saat Alexei hampir saja melancarkan serangan kepada perempuan itu, tiba-tiba Astrapi mengakses kekuatannya, memunculkan pedang senjata sucinya, kemudian dengan cepat lagsung mengibaskannya, hingga memancarkan proyeksi elemen api berwarna biru.
“Ukh…” Hal tersebut lantas membuat Alexei langsung terhempas menerima serangan dari Astrapi.
Namun, tanpa perempuan itu sadari, tiba-tiba Lovarge sudah berada disampingnya, sambil hendak melancarkan serangan proyeksi elemen angin.
“Akh…” Karena tidak menyangka serangan tersebut, Astrapi sontak menerimanya, hingga terhempas, membentur dinding bangunan.
**
Melihat Astrapi menerima serangan hingga terhempas, anak laki-laki yang berasal dari clan Drown itu pun langsung berlari ke arah Astrapi.
“Tunggu… Tetap disana…” Namun, Astrapi dengan cepat langsung memperingati anak laki-laki tersebut untuk tidak datang membantunya karena hal tersebut akan percuma dan malah akan membuat perempuan tersebut lebih kesulitan.
**
Astrapi kembali berdiri sambil memegang erat pedangnya yang kini memancarkan pancaran elemen api berwarna biru.
“Ayo maju… Kurasa aku juga harus serius…” Ucap Astrapi, menantang dua Continent Venerate yang berhadapan dengannya sebelumnya.
Tanpa pikir panjang, Alexei dan Lovarge langsung meluncur sambil mengakses kekuatan mereka untuk berubah ke wujud mereka masing-masing, dimana Alexei berubah ke wujud Lamiaman miliknya yang mengubah tubuh bagian bawahnya menjadi tubuh layaknya seekor ular, yang membuat tubuhnya kini memiliki ukuran panjang sekitar tiga setengah meter.
Sedangkan Lovarge berubah wujud menjadi wujud Harphyman, dimana kedua tangannya berubah menjadi sepasang sayap dari sekor burung, bersamaan dengan kedua kakinya juga yang juga berubah menjadi kaki dari seekor burung.
**
Anak laki-laki dari clan Drown tersebut sontak terkejut melihat wujud asli dari kedua ras keturunan campuran itu, dimana dia tidak meyangka bahwa Venerate yang ditantangnya sebelumnya merupakan para ras keturunan campuran yang memang pernah didengarnya menghuni sebagian besar benua tempat negeri Fuegonia. Anak laki-laki itu pun nampak tidak percaya bahwa ini pertama kalinya melihat ras keturunan capuran yang memiliki bentuk cukup mengerikan baginya.
**
Sementara itu, Astrapi tampak serius melawan Alexei dan Lovarge yang telah berubah ke wujud asli mereka. Kedua ras keturunan campuran tersebut secara bergantian mencoba menyerang Astrapi dengan kecepatan tinggi akibat perubahan wujud mereka.