
“Setidaknya tetap terus begini sampai aku bosan memelukmu,” lanjut perempuan itu berkata, sambil memeluk erat Drakon.
Pria itu pun langsung menjadi sangat canggung, karena perempuan itu dengan erat memeluknya di depan Achilles dan para Venerate Elfman.
“Maaf nona Neyndra…” Ketika melihat ayah Neyndra, yang tidak lain adalah Rox, datang menemui mereka, dengan sigap Drakon langsung melepas pelukan erat dari perempuan itu.
“Drakon… Syukurlah kau bisa ditemukan kembali… Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu, sampai kau bisa hilang sejak kemarin malam?” Ucap Rox, kemudian bertanya mengenai kejadian mengapa pria itu sempat hilang sebelumnya.
“Terima kasih tuan premier, karena sudah mengkhawatirkan keadaanku… Tapi, entah kenapa aku tidak bisa mengetahui ataupun mengingat sedikitpun mengenai apa yang terjadi kepadaku,” jawab Drakon.
“Tuan Rox… Sebelum menemukan Drakon di wilayah pedalaman utara Lightio, kami sempat diserang oleh satu orang Continent Venerate, namun aku tidak bisa mengetahui dia merupakan Venerate yang berasal dari Lightio atau bukan, karena Venerate tersebut tidak menggunakan kemampuan aslinya, dan hanya berpegang pada kekuatan dari senjata suci miliknya sendiri,” ucap Achilles, menjelaskannya kepada Rox.
“Bagaimana dengan penampilan dari Venerate itu?” Tanya Rox.
“Tentu saja aku hanya bisa mengetahui ciri-cirinya yaitu seorang laki-laki dengan tinggi sekitar seratus delapan puluh sentimeter, selain itu aku tidak bisa melihat ciri-cirinya, karena mengenakan sebuah topeng dan juga untuk menyamarkan penampilannya,” jawab Achilles.
“Hmph… Benar juga, kita tidak bisa mengasumsikan bahwa pria misterius itu adalah Venerate Lightio, karena mungkin saja dia akan bermaksud untuk mengad domba kita dengan negeri Lightio,” respon Rox, nampak kebingungan serta penasaran mengenai pria misterius itu.
“Aku juga yakin bahwa pria misterius itu sudah berhasil menghapus ingatan Drakon ketika dia sedang ditawan sebelumnya… Namun yang pasti, pria itu adalah Venerate tingkat atas yang sebelumnya menyelinap ke dalam kediaman kalian,” sambung Achilles.
“Kau benar… Karena itu, mulai hari ini, serta hari-hari yang selanjutnya, aku sudah memerintahkan para Venerate yang berada di kediaman ini untuk meningkatkan keamanan yang ada,” ucap Rox.
***
Kembali pada Kral, Illios dan Astrapi, yang masih berada dia suatu tempat ketika meninggalkan penginapan mereka untuk membahas mengenai penyerangan para Venerate Elfman kepada Kral sebelumnya.
“Disamping itu kakak… Ada suatu hal yang harus aku katakan padamu… Barusan saja aku dan Astrapi mengantar Zchaira menuju ke pegunungan yang berada disana,” ucap Illios.
“Pegunungan itu… Apa mungkin Zchaira ingin bertemu dengan makhluk suci yang memberikannya kekuatan itu?” Tanya Kral sambil terkejut mendengar pernyataan dari Illios.
“Tentu saja…” Jawab Illios.
“Dan bukan hanya itu saja… Ketika naga merak itu tidak menampakkan diri, tiba-tiba saja salah satu Vampireman yang merupakan Continent Venerate, datang dan langsung menyerang kami…”
Illios kemudian menjelaskan kepada Kral, bahwa Vampireman yang mereka lawan tersebut tiba-tiba menunjukan bahwa dirinya memiliki kemampuan teknik sihir yang biasa dimiliki oleh para Venerate Lightio. Selain hal tersebut, Illios juga menjelaskan bahwa Vampireman itu ternyata datang dengan seorang perempuan yang berusia sekitar tiga puluh tahunan, walaupun Illios sendiri berpikir bahwa itu hanyalah penampilan dari perempuan tersebut.
Illios, Astrapi, serta Zchaira sontak merasa terkejut ketika mendengar perempuan itu menyebut Astrapi sebagai ibu mereka Artemis. Awalnya Illios, Astrapi dan Zchaira merasa terkejut mendengar hal tersebut, namun kedua Venerate Machora Tira itu lantas menjelaskan mengenai hal bahwa ibu mereka Artemis yang dulunya sudah menjadi wakil presiden penyhir, tentu saja akan dikenal oleh para Venerate yang berada di luar negeri Lightio.
Mendengar penjelasan panjang daru Illios, Kral pun sontak terkejut karena mengetahui sesuatu mengenai hal tersebut, dibanding dengan ketiga adiknya yang memang tidak tahu bahwa wanita yang mereka temui itu merupakan nenek mereka sendiri.
“Ras keturunan campuran generasi kedua? Apa maksudnya itu?” Tanya Illios, nampak kurang paham dengan hal yang dikatakan oleh adiknya Astrapi.
Setelah Illios, kini Astrapi pun menjelaskan mengenai hal yang dikatakan olehnya, bahwa ras keturunan campuran generasi kedua merupakan persilangan dari ras keturunan campuran dengan ras manusia murni, ataupun ras keturunan campuran lain.
“Karena kemungkinan Vampireman itu adalah anak dari wanita tersebut, aku mendengar bahwa dia sebelumnya memanggil wanita tersebut dengan sebutan ibu…” Ucap Astrapi.
“Maka yang Vampireman yang bertarung bersama kita sebelumnya sebenarnya bisa disebut sebagai ras Hampireman,” lanjut Astrapi berkata.
“Adik… Kau bahkan bisa mengetahui tentang hal ini… Aku bahkan baru mengetahuinya ketika mendengar penjelasan darimu,” respon Illios, sedikit memuji adiknya karena bisa mengetahui mengenai informasi sedetail itu.
“Begitu juga denganku… Selama ini aku baru mendengar istilah dari ras keturunan campuran yang memiliki persilangan dari dua ras yang berbeda,” sambung Kral.
“Setidaknya aku sering membaca mencari informasi yang tersimpan di dalam akademi sihir, sembari kalian berdua terus berlatih keras, namun akhirnya aku bisa mencapai tingkatan yang setarah dengan kalian berdua, kakak-kakak…” Ucap Astrapi dengan percaya diri menganggap bahwa dirinya sebenarnya lebih baik dibandingkan kedua kakaknya tersebut.
“Baiklah perempuan jenius… Kami mengaku kalah darimu… Ayo kakak, lebih baik kita berdua kembali ke penginapan lagi,” ucap Illios, kemudian berjalan bersama Kral, meninggalkan adik mereka tersebut.
“Kakak-kakak… Kenapa kalian malah merasa kesal dengan hal itu? Maafkan aku… Aku tidak bermaksud untuk menyindir kalian.” Tanpa pikir panjang, Astrapi pun mengejar Kral dan Illios sambil menejelaskan bahwa dirinya mengatakan hal itu hanya sedikit bergurau.
*
“Apa benar dia adalah Lethis, nenek kami?” Sembari berjalan kembali menuju ke penginapan, dalam benak Kral nampak memikirkan mengenai Letihs, yang ternyata memang diketahui olehnya merupakan ibu dari Artemis.
**
“Illios… Astrapi… Aku harus pergi ke suatu tempat sekarang… Aku ingin menginformasikan mengenai sebuah informasi kepada seseorang,” ucap Kral.
“Eh… Memangnya ada apa? Apa kau mau main gelap-gelapan dengan kami sekarang?” Tanya Illios, penasaran karena tidak mendapatkan penjelasan detail.
“Tidak seperti itu Illios.. Aku ingin bertemu dengan ibu sekarang juga di kota Hawkingson, untuk memberitahu bahwa kalian berdua, serta Zchaira bertemu dengan nenek kita,” jawab Kral.
Mendengar hal tersebut, Illios dan Astrapi sontak merasa bingung, hingga membuat mereka terdiam layaknya seperti orang bodoh.
“Katakan saja pada Aphrodia bahwa aku akan kembali kemari lagi setelah selesai bertemu dengan ibu…”
“Libera sillabare…” Kral mengakses teknik sihir ruang miliknya, dan dalam sekejap langsung menghilang di depan Illios dan Astrapi.
“Kral itu bodoh yah? Bagaimana mungkin dia mengatakan bahwa wanita muda dari Machora Tira itu adalah nenek kita,” ucap Illios, tidak menyangka mendapatkan informasi tersebut.